
Haii guys. duh aku tu up sesuai setiap hari loh.tapi kadang review nya yang lama hehe. jadi maaf yah.
.
.
.
.
Glory beserta kedua temannya memilih melangkah menuju STAN makanan, disana Glory duduk di bagian pojok kosong.” Mau pesen apa? Biar gue pesen.”Ujar Azka gugup, sebab baru kali ini dirinya gabung dengan Glory teman-teman. Biasanya dia memilih ke perpustakaan atau keruang guru untuk membantu guru. Dia anak teladan dan juga pintar jadi tak heran jika kurang bersosialisasi, dia dipilih menjadi ketua kelas juga karena kepintaran dan kedisiplinannya,
Glory menatap menu makanan di atas pondasi dimana STAN makanan bingung.
”Gue nasi goreng satu pakek dua telor tapi telor ceplok., minumnya gue mau jus jambu satu,” Pesan Glory.
“Gue mau bakso dua minumnya es teh aja dua juga--.” Nando melotot mengusap kepalanya yang terasa kebas akibat di tempeleng oleh saudaranya.
PLAK.. “ Loe ditraktir pakek otak bukan nguras duit orang dong..!” Nanda melotot kepada sang kembaran yang minim akhlak.
Nando menatap Nanda cengengesan. Glory terkekeh.”Santuy. gue ada duit kok hehe pesen aja sepuasnya.” Ujar Glory.
Nando menatap Nanda sinis.”Tu denger..!” Nnada melotot pada kembarannya.
Nando hanya mengangkat bahu acuh. Nanda melurik Azka yang sedari tadi diam saja. “ Gue pesen sama kayak Glory aja. Tapi minum capucino aja satu.”
Azka mengangguk melangkah memesan makanan.. Glory diam melirik seluru kantin, tetapi matanya menatap banyak pasang mata menatapnya terlebih laki-laki. Glory menernyit heran, sebab padahal dirinya sudah sangat mengubah bentuk wajah dirinya. Menggunakan foundation yang lebih gelap dari Toun nya, rambut yang selalu ia jedai asal, bola mata yang sudah ia ubah tidak mungkinkan mereka menyukainya?
Glory menghela nafas.”Gue ke toilet bentar yah.” Ujar Glory pada Nando dan Nanda. Mungkin ada yang aneh pada penampilan nya?
Nando mengangguk saja menatap Hpnya.
__ADS_1
“Mau gue temenin nggak?”Tanya Nanda pada Glory. Glory menggeleng lalu tersenyum.”Gue mau ke toilet bukan ke taman.” Jawab Glory terkekeh. Glory memilih pergi meningalkan Nanda dan Nando.
Nando menatap Nanda dengan tatapan menyidik. “Loe suka Glory yah?”Tanya Nando menuntut.
Nanda memutar bola mata malas.”Kalo suka juga nggak masalah kan??” Nando mendengarnya terdiam melirik Glory menjauh. Benar juga kan sah sah saja jika dia suka Glory.
Beda hal dengan Glory. Glory berjalan melewati satu kantin lagi, memang benar. Disini ada dua kantin bersebelahan, tapi kantin yang sebelah sini kebanyakan anak kelas dua yang makan disini, karena memang berdekatan dengan kelas kelas 2 MIPA, didekat leb praktek kimia dan Biologi jadi kebanyakan anak-anak pintar. Disini juga terlihat lebih gelap dan juga lebih senyap dibanding kantin sebelah. Wah Glory harus mengajak temannya sesekali makan disini.
Glory kembali melangkah menuju kelas dua, disini tak ada toilet sampai keujung dimana ia harus melewati ruang aula. Jauh sekali toilet dari sini, nah dibelakang aula baru ada toilet yang paling luas, namun banyak yang mengatakan ini adalah toilet angker.
Glory melangkah memasuki toilet pelan, tapi ia dikagetkan dengan suara tangisan dibilik ujung,. Jantungnya terpacu cukup hebat karena kaget, ia melangkah pelan menuju cermin melirik pintu ujung. Bimbang inginn mendekat atau pergi. Mendekat takut itu hantu. Menjauh tapi dirinya penasaran.
Rasa ingin buang hajat lebih mendominasi membuat ia segera menuntaskannya disebela paling jauh dari suara tangisan
“ Udah gue bilang. Jauhin Dava beg0k..!!!!"
Bramm.
Glory kaget saat suara menggelegar tersebut. Glory tau itu adalah orang yang sedang dibully. Glory tebak itu Aruna? Sesegera mungkin Goty menyesaikan hajatnya dan merapikan pakaiannya. Ia keluar dan mulai membenarkan penampilannya di depan kaca. Tepat dimana pintu di ujung terbuka menampilkan Glora beserta teman-temannya.
Glory tertegun meliriknya. Terlihat Glora menarik tubuh Aruna yang sudah basar menghempaskannya ke wastafel, menaruh air menyumbat saluran air. Air mengalir deras membuat Glory menaruh wajah Aruna kedalam air..
Aruna meliriknya memohon minta tolong. Tapi Glory terdiam. “ Na.. tolong hiks hiks...” Wajahnya sangat memprihatinkan. Glory sedikit iba.
Glora melirik Glory menodorong bahunya.”Nggak usah ikut campur..!!!!” Tegas Glora membenamkan wajah Aruna kedalam air di wastafel. Terlihat kepala Aruna dicengram kuat. Aruna menepuk nepuk pinggiran wastafel karena tak tahan. Terlihat memberontak tapi tenaganya jauh lebih kecil dibanding Glora dan kawan-kawan.
Beberapa kali Glora mengangkat dan memasuki wajahnya secara kasar hingga air yang berwarna putih menjadi merah. Air mengalir ke bawah hingga menetes. Glory tetap diam menatap apa yang terjadi.
Glory mengerjab bingung hendak membantu atau tidak. Menatap dua teman Glora yang tertawa terbahak bahak disana. ia melangka menahan tangan Glora yang masih menahan kepada Aruna. Semua terdiam menatap wajah Glory tajam.
Glory diam menatap Glora dingin.” Cara loe yang gini nggak bikin orang yang loe suka bakal suka balik sama loe. Loe malah terlihat menjijikan,.” Tekan Glory.
__ADS_1
Glora menghempaskan klepada Aruna sampai terbentur. Ia mendekati Glory yang lebih tinggi darinya mendongak. “Maksud loe apa ha?? Mau ikut campur?”Tanya Glora dengan dingin. Matanya menatap wajah Glory dalam dan dingin. Tangannya meremas roknya erat pertanda sangat marah.
Glory memainkan lidahnya didalam sebentar.” Gue bilang dengan cara loe kayak gini, nggak bikin loe dihormati. Loe malah terlihat rendah dan menjijikan. Berhenti atau takdir loe bakal buruk sebagaimana perlakukan loe yang buruk Glora. !!!”
“ Loe siapa ngatur gue?” Glora berteriak kuat, merasa jika Glory banyak tahu tentang dirinya. Glora membenti Glory yang sok tahu akan hidup yang ia jalani, Apalagi sok mengatur.
Glory tersenyum sinis. “Gue nggak ngatur. Gue Cuma ngingetin loe.!” Tegasnya pelan, ia memberi jeda menunjuk dada Glory dengan telunjuknya pelan. “Kadang kita nggak dapet apa yang kita suka itu bukan karena kita kurang berjuang tapi karena Tuhan tau kalo yang kita suka bukan buat kita dan perjuangan kita bakal berakhir sia-sia. Berhenti buat mendapatkan apa yang loe suka dan apa yang loe mau. Coba suka diri loe sendiri dan terima diri loe sendiri dulu.. dan temuin apa yang loe butuhin...! Gimana orang bisa suka loe kalo kelakuan loe kayak iblis... Bahkan iblis aja nggak seburuk loe perangai nya.” tegas Glory melangkah mundur melirik Aruna yang terkulai lemas dilantai dingin.
Glory pergi meninggalkan tempat tersebut.meninggalkan Glora yang menatapnya tajam m “Gue benci sama manusia yang sok tahu sama hidup gue. dan buat loe jangan sok paling berkuasa hanya karena loe punya yang loe suka. loe bukan gue, dan yang loe bilang nggak selalu bisa orang jalanin..!!! Jadi jangan sok bener dan jangan sok jadi malaikat cuma gara gara gue jahatm” Glora berteriak menghentikan Glory berjalan.
Glory diam mendengarnya menghentikan kakinya melirik dalam pada Glora. “Tapi setidaknya loe bisa sadar apa yang loe lakuin itu ngelukain diri loe sendiri atau merugikan diri loe sendiri. Ingat Glora. Takdir itu sesuai apa yang kita ukir. Kalo ukiran loe jahat takdir nggak mungkin sebaik itu ngubah hidup loe jadi baik. Ibarat buku, buku itu apa yang loe lakuin itulah yang loe dapet. Kalo loe tulis dengan sampah maka bakal jadi sampah pula bukunya. Tapi kalo loe tulis dengan tulisna ilmu maka loe bakal dapat ilmu yang terukir, kalo loe isi sama hal indah maka loe baka dapat buku yang berisi karya. Semua itu bukan hanya sesuai apa yang loe suka tapi sesuai apa yang loe lakuin. Tuhan nggak sebaik itu buat ngasih takdir sama manusia jahat kayak loe. Orang baik aja takdirnya belum tentu baik apalagi manusia kayak loe..!!!”
" Dan gue nggak butuh takdir bagus...!" Teriak Glora keras. tangannya mengepal erat dengan wajah yang memerah.
Glory tersenyum sinis. " Bukannya loe lakuin kejahatan berharap dapet takdir bagus, bisa di suka dan disayang orang yang loe sayang,? " Tanya Glory sinis. " Glora Glora. Berhenti sok jahat. Loe cuma manusia lemah yang berlagak jadi manusia berkuasa biar loe nggak ditindas, dan biar loe dilihat sama manusia lain. Loe manusia paling menyedihkan!!!!"
Glory melangkah meninggalkan Glora yang terdiam bersama kedua temannya. Glora memejamkan mata mencerna kata-kata Glory yang menusuk empedu miliknya. Glory tdak menghentikan dirinya berbuat jahat atau menghentikannya?
Tapi cara Glory sangat menyakiti mental nya.
Glora melirik Aruna yang terkapar jatuh. Glory tidak membantu gadis itu kan?? darah mengalir di kakinya tapi ia diam saja memilih mencerna apa yang Glory lakukan.
” Nona..”Panggil Arma temannya,.
“Cabut..!” Kedua temanya berdama Rama dan Arma. Keduanya diam sebagai budak dari Glora. Bisa dikatakan parasite sebab menjadi teman glora hanya karena ada maunya. Rela melakukan apapun asal Glora mau melakukan apa yang mereka suka,. Glora juga bodoh, apa yang mereka mau pasti akan diberi, uang. Baju dan makan selalu Glora yang bayar.
Karena apa? karena ia hanya punya uang. tidak dengan orang.
Glora? Ia diam melangkah pergi. Sepertinya ia butuh sesuatu hal untuk ketenangan..
.
__ADS_1
.
Jangan lupa tinggalkan jejak yah