Transmigrasi Twins Antagonist

Transmigrasi Twins Antagonist
36


__ADS_3

Glory menelan ludahnya yang terasa kering. “Jawab dari mana??? Atau jangan-jangan ketemu Glora, teman kamu? Mentang mentang nama kalian sama. jangan-jangan udah temenan dan sifatnya juga sama. sama-sama kayak iblis..!!!!”Tegas Aksa keras.


Glory melempar sepatu keras sembarang arah didepan Aksa. “Loe ada masalah sama gue? ngomong aja langsung nggak suah bertele-tele sampek bawa ke Pipi sama Buny deh atau bahkan orang lain. Bilang sama gue sekarang apa masalah loe sma gue..!!” Tegas Glory tak lagi menggunakan sopan santun lagi.


“Loe berani ngomong gitu sama gue ha?!!” Tegas Aksa menarik kera baju Glory kuat.


Glory menatap Aksa dingin” Berani. Ngapain gue takut sama loe ha??? “Tanya Glory sinis.”Jangan mentang-mentang loe ada masalah, loe lampiaskan semua sama gue. bilang sikap gue kayak iblis lagi. Sumpah gue semakin nggak kenal sama loe. Soalnya abang yang gue kenal nggak pernah bentak gue..!!!” Tegas Glory mendorong Aksa kuat sampai Aksa mundur.


“Loe bully anak orang. loe Bully Aruna kan? ngaku loe..!!!” Teriak Aksa kuat.


Glory menatap aksa tak percaya.” Loe nuduh gue? ?”


“Gue ada bukti bukan nuduh.. gue liat di CCTV..!!! loe keluar dan masuk ditoilet saat Aruna dibully sama geng Glory!!! Dan loe bukan adik yang gue kenal. Adik gue baik nggak kayak loe. Kayak iblis anjing..!!!! Adek gue nggak bakal cuma diem aja liat orang di bully.” Teriak Aksa didepan wajah Glory. Tangan Aksa terkepal hendak memukul Glory saat ini.


Glory menatap abangnya tersenyum sinis.


Plak.. mulut Aksa dipukul kuat oleh Glory.”Siapa yang ngajarin loe manggil gue anjing? Siapa yang ngajarin loe ngomong kasar ha?? Dan loe bentak ngomongin gue iblis dan anjing gara-gara cewek lemah dan tol0l kayak Aruna?? Dan kenapa gue harus nolongin manusia tol0l? kalo dia ga mau di bully mati pun dia rela asal ga ditendahin. Tapi apa? ini bukan sekali dua kali dia dibully tapi tetep diam aja? Jadi apa namanya kalo bukan t0lol dan minta kasihani sama orang lain?” Tanya Glory keras. Mata miliknya memerah akibat menahan amarah yang terlalu kuat.


Aksa mendapat pukulan sang adik mundur merasa kebas dibibir nya. Rasa masin dibibirnya menandakan giginya berdarah. “Loe iblis, lalo loe nggak bully dia kenapa loe nggak nolongin dia? Loe tau dia hampir mati. Dan loe memang pantes dipanggil anjing karena kelakuan loe..!!!!” Tegas Aksa mencengram bahu Glory.


" Loe ngomong nggak nyambung. gue ngomong apa loe ngomong apa...!!" Ujar Glory dingin.


" Jawab aja sialan...!!!" Bentak Aksa keras.


Glory tersenyum sinis. “Terus loe pikir kalo gue nggak nolong dia masih hidup sampek sekarang?”Tanya Glory mengepalkan tangan miliknya. “Gue nggak nyangka karena cewek sialan itu loe berani ngomong kayak gini sama gue. sama adek loe sendiri..!!!” Tegas Glory dingin.


“Loe bukan adek gue asal loe tau..!!” Tegas Aksa keceplosan menatap Glory. Aksa bahkan tertegun dengan ucapannya sendiri. Ini diliat kendali diri nya.


Gloty menatap aksa mengangguk. “Fine... gue memang bukan adek loe. Puas...!!” Ujar Glory mengangguk menahan laju air mata yang tidak di undang.


Glory menunjuk bahu Aksa.” Gue tau dari dulu bahkan gue tau siapa keluarga gue. Asal loe tau.,. kalo gue mau gue udah balik. Tapi gue mikirin loe mangkanya gue disini sejauh ini... gue mikirin keluarga loe tapi kayaknya udah nggak dibutin lagi hee..” Glory tersenyum sinis melangkah menuju kamar miliknya.

__ADS_1


Aksa tertegun, tubuhnya terasa kaku akibat amarahnya dirinya mengeluarkan kata-kata yang tak seharusnya ia ucapkan. Aksa terduduk merasa kakinya lemas. Mengusap kepala trasa sakit.”Naaa,,”Gumamnya lirih.


Rasa jika Glory yang akan pergi begitu menyesakkan. Sungguh Aksa taka da niatan mengatakan jika Glorry bukan adiknya. Dirinya hanya emosi.


”Maafin gue na..”Gumamnya lirih menjatuhkan air mata. Amarah yang tadinya memenuhi dirinya menjadi ketakutan kehilangan Glory.


Tapi Glory sudah masuk ke kamar miliknya meninggalkan Aksa yang diam memukul semua benda yang ada akibat pelampiasan amarahnya.


...----------------...


Dava menjilat bibir bawahnya menatap Aruna yang tertidur..”Sialan jal4ng itu bisa bisanya bikin mainan gue kayak gini. Harus gue kasih pelajaran.” Dava mengepalkan tangannya erat. Matanya memerah menahan amarah kepada Glora yang sudah mengusik mainannya. Ia tak senang mainannya diusik.


Yah Aruna mainannya..!


Langkah kaki Dava terhenti saat Dimas bertanya.”Loe mau kemana?” Tanyanya.


Dava melirik Dimas sesaat.” Gue ada urusan bentar. Loe berdua jagain Aruna..!!!” Dava bergegas pergi meninggalkan Jay dan Dimas slaing lirik.


“ Yakali gue yang jagain. Dikira kita apaan.”Gumam Jay mendengus. Meski begitu keduanya tetap mengikuti apa yang diperintahkan oleh Dava.


Dalam rumah Glory diam menatap lamban Foto keluarga yang bahagia diatas dinding. Sembari berbaring memeluk bantal. Dia tau itu bukan fotonya melainkan foto kembarannya.


Glora menghela nafas.”Gue nggak tau kalo itu pertama dan terakhir kita berinteraksi biasa. “Gumamnya pelan. ingatan dirinya saat Glory kembarannya datang dan memberikan dirinya kehidupan baru. Kehidupan yang berbeda drastis dari sebelumnya.


Sebelumnya dirinya bahkan tak diberi makan oleh pelayan menjadi diurus dan diberi makan makanan enak, yang awalnya dirinya tak diurus rumahnya bahkan saat itu tak diurus bahkan banyak sarang laba-laba menjadi dirombak cantik.


yang awalnya kosong hanya ada beberapa peralatan kotor dan kasur peyot keras tanpa alas menjadi Ada TV, kulkas, kasur bagus nan empuk dan lainnya. Glora mendapatkan kehidupan baru.


Semua pelayan jahat dipecat dan diganti menjadi beberapa yang baik hati, mengurus nya dengan baik, memberikan apa yang Glora butuhkan. Makanan pun selalu enak-enak. Mereka melayani Glora layaknya Putri raja.


Glora baru merasakan kehidupan....

__ADS_1


Mata Glora memejam menahan sesak.”Kenapa loe pergi.. hiks hiks, Maafin gue, gue dulu ngusir loe ..”Lirihnya.


Glora ingat lagi saat dimana Glory yang membawa dirinya satu boneka yang berisikan uang Dolar simpanan nya, sehingga Glora bisa membeli café untuk usahanya, dan Glora mulai memiliki uang di saat itu. hidup Glora yang kekurangan mulai berwarna dan terpenuhi kebutuhannya tanpa orang tua nya memberi uang sekalipun.


Glora bisa melakukan apapun saat punya uang sampai ia tak lagi peduli ibu atau ayahnya menyayangi nya atau tidak.


Memang di novel Glora menempeli orang tuanya dan melakukan banyak hal untuk mendapatkan kehidupan layak. Dan Glory mengubah semua, sehingga Glora tak menempeli orang tua untuk uang lagi dan memilih hidup tanpa kasih sayang.


Glora kesepian tapi tidak memohon untuk tinggal di mansion utama seperti di novel. Glora tetap tinggal di rumah mini miliknya karena menganggap ini rumah miliknya bersamaan barang-barang yang di tinggalkan oleh kembaran nya


Glora membenci sekaligus menyayangi Glory kembaran nya.


Kekehan Glora terdengar pelan.” Inget banget gue pas loe jatuh dan kaki loe duluan yang keatas hehe.. Ra gue sayang loe.. balik yah hiks hiks..”Glora sangat tertekan saat tau kembarannya meninggal, teriakan jeritan dirinya menangis berkali-kali lipat terdengar saat mendengar kabar pemakaman jantung yang ditemukan.


Glora bahkan sangat menyesal karena mendorong dan mengusir Glory saat itu.


Saat Glory meninggal semua pengawal dan pelayannya pindah dikediamannya, yang awalnya hanya dua orang menjadilima orang. Glora mendapatkan apapun yang Glory miliki, kata semua playan dan penjaga Glory itu adalah keinginan Glory dan sudah disiapkan oleh Glory.


Saat itu pertama dan terakhir kali Glory merasa disayangi dan diharapkan dalam hidup., Tapi sayangnya orang tersebut sudah meninggal.


Glora kehilangan.


Brak.. Glora terkaget saat pintu kamarnya terbuka keras. Glora bangkit menatap siapa yang melakukan hal tersebut.


Glora bangkit melihat siiluet yag mengenakan baju sekolah didepannya.


Tangan Glora terkepal gemetar menatap kaget.”Dava. Itu Loe kan????


.


.

__ADS_1


.


.... Tinggalkan jejak yah.. Kalo banyak nanti aku datang lagi..mm Baybay....!...


__ADS_2