
Glory melotot sambil mengya rioti tawar.” Beneran? Si cupu itu?” Tanya Glory.
Nanda mengangguk.”Parahnya di perkaos sama bapaknya sendiri.” Lanjut Nanda.
Glory melotot lagi mendengarnya.”Gue denger nih yah, istrinya bapaknya itu udah cuek enggak mau layanin bapaknya lagi, jadi yah si Rini jadi korbannya.” Bisik Nanda.
“Gila nggak si.” Gumam Glory pelan mendengarnya.
Nanda mengangguk menyeromot roti Glory. “Bejat banget nggak si. Kenapa nggak sewa cewek aja yah kan??”
Glory mendengarnya mengangguk.” Itu kemarin di kampung gue juga ada yang gitu, tapi karena mereka miskin punya satu kamar doang, jadi mamaknya nggak tau anaknya diperkaos suaminya, sampek lahir anaknya baru tauk.” Cerita Glory membuka perhosipan baru.
“Beneran?”Tanya Nanda kaget melotot.
Glory mengangguk menatapnya serius. “Terus anak sama bapaknya gimana? Jadinya anakku adalah cucuku gitu?” Nanda tergelak akan ucapannya.
Glory ikut tertawa renyah.” Iya gue juga mikir gutu tau nggak si. Btw mamak sama bapaknya cerai, terus anak dari anak itu di adop sama orang lain. Bapaknya masuk penjara. Sedih banget yah kan, yang kayak gitu pasti anaknya kena imbasnya, mereka yang berbuat kotor anak yang dianggap haram dan haram. Padahal nggak tau apa-apa.” Gumam Glory ikut sedih.
“ Ini den,. Makannya.” Glory dan Nanda melirik pelayan yang menaruh pesanan.
“Makasih Mbak Neng cantik.,” Jawanb Nanda gemit. Mbak Neng tersenyum malu mengangguk. Glory menghela nafas mengambil saus dan kecap, meracik bakso miliknya, menaruh cabe tak terlalu banyak.
“Haiii Bor.” Glory mendongak saat merasa ada yang menyapa dirinya.
Glory mengernyit menatap sang pelaku. Dika, “Bor Bor kepala loe gue gebor.. “ Gumamnya memakan baksonya. Dika mendengus mendengarnya.
“ Balikin sepatu gue,. pencuri.” Kata Dika keras memancing semua orang disana.
Glory melotot tak terima mengucah cepat.”Gue nggak nyuri yah. kan loe yang ngasih..!” Jawabnya tak kalah keras.
“Gue ngak pernah ngasih sama loe yah..!” Dika melotot tak terima.
“Tapi loe tempat ke gue itu artinya loe ngasih..!!!!” Tekan Glory ikut tak terima.
Dika menahan diri menatap wajah Glory yang semakin menggemaskan.” Gue lempar biar kena kepala goblok loe, bukan ngasih.. “ Tegasnya.
Glory menaiki satu alisnya.”Tapi bagi gue kalo dilempar itu artinya dikasih..!!!”
__ADS_1
“Berarti kalo gue lempar loe dari atas gedung sampai ke bawa itu artinya juga ngasih?” Tanya Dika melotot.
Glory mengangguk“Iya lah. Berarti loe ngasih gue sama yang kuasa..!!!!”
Semua mendengarnya tertawa keras, bahkan Dika tergelak juga mendengarnya. “Giilak loe anjing.” Ketusya mereda tawa. Ternyata Glory asik dk ajak bicara. Tidak baperan.
Glory memutar bola mata malas. Dika mendengus meluhat Glory, melirik sepatu yang Glory gunakan. Sepatunya. Ia memutar bola matanya berfikir.
”Nggak usahl bergfikir jahat soal gue..!!!”
“Idihhh Pd loe..!” Ketus Dika saat Glory seakan tau apa yang ia pikirkan. Sialan gumamnya.
Glory menatapnya mengejek, yang lain? Hanya ikutr tertawa. Kapan lagi cowok brandalan seperti Dika ada yang melawan kan?
Ngomong-ngomong Dika ini antagonis pria didalam novel, ia itu misterius, dikenal berandalan miskin hidup lontang lantung.
Faktaya dia anak orang kaya raya. Glory tau hal itu. ia sama br3ngseknya sama dengan pria lain. Tetapi bedanya ia tidak pernah merusak perempuan, ia lebih suka memainkan perasaan orang lain... Dia itu kejam dan bringas.
Dan pastinya dia juga pengagumnya Aruna.
Dika memutar bola mata malas. “Adek loe nyuri sepatu gue. “ Aksa menatap Glory melotot.
” Nggk bang, boong, dia yang ngasih juga..!!” Jawab Glory tak terima.
“Gue ngak ngasih...!!!” Ketus Dika melotot.
Glory meminum minumannya cepat. “Loe lempar. Udah lah ahh sepatu bauk taik juga belagu loe. “
“Kalo gitu balikin dong..!!!!” Dika menatap Glory gemas. Glory mnatapnya mengejek. Dika berdecap malas hendak menarik pipinya kekanan dan kekiri seperti slime.
Tapi belum sampai tangannya di pipi gemas Glory tanganya sudah ditepis kasar oleh pawangnya.”Eembarangan loe pegang dek gue. harus cuci tujuh kali pakek kembang tujuh rupa dan tanah Adek gue nanti..!!!” Aksa melotot tak terima.
“B4ngsat loe. Loe kira gue anjing??” Tanya Dika melotot tak terima.
“EMANG..!!” Jawaban Nanda., Glory dan Aksa berbarengan. Semua melihatnya tak tahan tal tertawa. Dika mengepalkan tangan menatap Glory lalu menatap Aksa dan Nanda. “Nggak suah melotot gitu, nanti mata loe jatoh dimakan anjing.” Ketus Glory
“ Yah dimakan diri sendiri dong..!” Jawab Nanda mengejek.
__ADS_1
Aksa terkekeh dibuatnya. Dika mendengus menatap Glory. “Nanti siang inget yah perjanjian kita..”
Glory menatapnya mengernyit.”Yang mana?” Tanyanya heran.
Dika mendelik.”Café.”
Glory menatapnya berbinar.” Sekarang aja gimana? Gue udah makannya.” Ujar Glory menggeser baksonya yang masih bersisa.
“Mana ada. Itu masih ada dua pentolnya Na. biasanya kuanya aja habis..” Ketus Aksa tak terima menatap adiknya bangkit dari duduknya.
Glory melirik sang abang.”Ini Urgen abang.” Ujarnya polos.
Aksa menatapnya tak terima.”Biasanya juga paling urgen makanan dimata loe, yang lain cuma numpanh..!” Ketusnya tak terima.
Glory abai mencium pipi abangnya basah terkekeh. ”Dah abang, bayar yah bakso Nana..!” Glory meninggalkan mereka menarik Dika. Dika diam melirik Glory dalam nan gemas.
Keduanya sampai didraftop sekolah. Glory melirik kesembarang arah, dulu disekolah lamanya anak brandal suka nya disudut disekolah jika disini ada draftop. Glory melirik Dika yang diam saja menatapnya darii tadi. “Kenapa loe?” Tanyanya menggoda.
Dika menatap kedepan membuang muka. “ Cafenya udah gue beli, sekarang tinggal foronya kirim ke gue.!!!”
Gloy menadakan tangannya.” Surat-suratnya dulu dong..!!!!” Glory menarik turun alisnya.
Dika melotot.” Nanti, kirim aja fotonya udah gue beli beneran..!!!” Ia menunjuk foto idi hpnya itu foto sertifikat café.
Glory mendelik. “ Ngggak terima kalo bukan atas nama gue, gue mau atas nama gue dan gue tanda tangan basah, dan lagi bertemu seccara langsung sama pemiliknya.” Ujar Glory menatap kukukuku nya yang berwarna putuh polos.
“Wah ngelunjak loe yah..!!!!” Dika menatap Glory tak percaya. “Sorry yah kalo mau bodohin orang loe sama orang. gue nggak semudah itu buat loe boongin. Gue lebih suka main dengan cara gue bukan sama cara orang lain. Sampai sini paham kan?” Glory menepuk pundaknya Dika terkekeh pelan.
Dika mendengarnya mengangguk mengepalkan tangan.”Sialll, masa gue harus ngeluarin duit sebanyak itu.”Gumam nya lirih. Rumah saja mahal jika di kota ini apalagi café. Café harganya puluhan miliar. Dika memihat kepala dibuatnya. Melirik Glory yang diam bersedekap dada didepannya.
Gadis yang terlihat tak takut apapun, atau memang benar benar tidak tahu dirinya siapa. Dika memutar bola mata jengah.”Nanti gue pulang kita langsung ke sana . puas loe..!!!” Ketus Dika pada Glory.
Glory menarik turun alisnya.” Otee..” Glory segera pergi meninggalkan Dika. Dika? ia mengusap kepala kasar akibat ulah Glory.
.
.
__ADS_1