Transmigrasi Twins Antagonist

Transmigrasi Twins Antagonist
Bukan kakakku


__ADS_3

Komala, panji dan Regan di ajak duduk dan di jamu begitu baik. Komala dan Panji malah menjadi sangat sungkan dibuatnya, ada banyak makan makanan ringan, makanan berat juga banyak. Setelahnya mereka di ajak makan malam bersama oleh keluarga ini. berakhir makan malam mereka diajak menginap sejenak tapi mereka tidak mau. Komala dan Panji harus pulang dan menjaga tokoh.


Tasya dan Faris hanya mengiyakan tidak lagi membantah. Berakhirlah sekarang di sii. Glory menghempaskan tubuhnya di atas kasur empuk miliknya.


Tatapan Glory menatap pelapon kamarnya ringan.”Kalo di novel aslinya. Harusnya ini sekarang jadi kamar Glora, trapi sekarang nggak. Glora ,malah lebih milih tinggal di rumah belakang sendirian ketimbang di sini., apa alur novelnya udah berubah yah? apa Glory udah nggak mengharapkan keluarga lagi? tapi masih ngeharapin Dava sebagai calon suaminya. Iya kan mereka tunangan.” Glory menepuk keningnya lupa, bisa bisanya ia lupa hal terpenting itu.


Glory mengambil posisi duduk dan bersandar di kasurnya. Mengernyit sejenak.” Kalo mereka tunangan berarti alur novelnya tetap jalan, apalagi seharusnya kan Dava memperkaos Glora di kamar ini bukan di belakang, artinya mau gimanapun plotnya tetap jalan, gue udah beberapa kali mati, apa sebenarnya di novel gue emang terikat sama kematian mangkanya gue tetap dipilih buat mati?”Gumam glory memikirkan semua yang terjadi padanya, dimulai dari bayi.


” Woh daebak. Gue ingat kan pas bayi gue jga hampr dibunuh sama bapak mak gue? yang artinya Glory asli memang ada, tapi udah lama mati. Apa karena itu juga keberadaan fisik gue semakin lama semakin menghilang? Apa karena gue memang nggak seharusnya ada di dunia ini?”Paradigma Glory memang tidak berdasar, tapi semua itu bisa dimasukkan kedalam list yang tidak bisa dibantahkan.


Glory sejak kecil ingin dibunuh, artinya glory asli sudah dibunuh sejak bayi, karena ada dirinya jadilah alurnya berbeda, “ Oh iya. Apa karena setiap jiwa memiliki takdir yang berbeda mangkanya takdir gue dan glory asli berbeda, Glory asli bertakdir dibunuh sama orang tuanya sejak bayi sedangkan gue yak masih hidup. Tapi karema ini memang bukan fisik gue, yang artinya tubuh ini bakal ikut musnah bersamaan takdir si pemilik asli?”Gumam Glory melotot.


Agh. Glory memijit pelipisnya yang terasa pening. “ au ag. Mau tidar ajalah gue, besok mau sekolah juga.,” Gumam Glory mengambil langkah menuju kamar mandi. Glory harus fosok gigi dan merata kulit wajahnya.


Seusianya barulah Glory tidur. Glory memeluk guling dan bergumam.” Hemm masih bauk bayi. “Gumamnya senang dan tersenyum.


Pagi harinya Glory bangun di jam subuh, membersiihkan diri dan mulai menyibukkan diri untuk bersiap ke sekolah. Saat sudah jam enam lewat ia sudah siap menuju ruang makan. Disana ternyata sudah ada Rangga, dan Angga. Glory mengerjab sejenak melirik keduanya yang juga melihat Glory memasuki ruang makan. Jujur jantunmg Glory marathon saat inmi, tapi Glory bersikap acuh saja mendekati taysa dan faris yang menatapnya lembut.” Morning mami papi. Muack.”ia menicum basah pipi FARIS DAN Taysa. Keduanya malah terkekeh geli mendengar suara kecupan Glory.

__ADS_1


“Ayok nak makan bareng,, kamu mau makan apa?”Tanya Taysa pelan. saat Glory hendak mengatakan makanan yang ia inginkan Faris memotong


”Beri roti saja atau seral, Glory tidak bisa makan makanan berat dipagi hari.” Ujar Faris tersenyum.


Glory menatap Faris tersenyum.”papi tau aja. Sayang papi banyak banyak lah.”ujar Glory mengedipkan satu mata genitnya.


Faris terkekeh mengusap kepala Glory yang duduk di sebelahnya. Memang Rangga dan Angga duduknya acak, dimana mereka mau saja bukan sesuai urutan anak atau tahta disini.


"Kamu berangkat bareng papi mau?”Tanya faris kepada Glory.


“atau mau barenbg abang abang kamu?”Tanya Tasya kepada Glory pel;an. Glory melirik Rangga dan angga.” Abang aku yang mana Regan? Kan beda rumah sekarang.” Ujar Glory pelan mengunyah. Ting.. suara sendot melengking dari samping Glory. Glory pura pura tidak paham melirik pelaku. Rangga menatapnya dingimn seusai menghentakkan sendok diatas piring.


Tasya melihatnya pun kembali bicara.” Itukan abang Regan anak komala, ini abang kandung kamu. Kamu sudah kenal kan sama Rangga dan Angga? Kemarin sudah kesini dan kalian satu sekolah sama Rangga. Ayo kenalan dulu jika belum kenal. Kamu punya kakak kandung loh na kalo luka.” Ujar Tasya pelan dan lembut pada Glory.


Glory menghela nafas dan berdiri.” Nana mau pergi bawa motor sendiri aja. Abang Nana Cuma satu Regan. Jadi mereka bukan abang nana.” Ujar Glory melangkah pergi.


Rangga dan angga melebarkan mata mendnegar ucapan Gkory.” Loe.. hoy Glory.!!” Rangga bergegas mengejar dimana glory pergi sedangkan Angga mengerang marah melihat hal tersebut. Tasya hanya diam menatap Glory heran. Mengapa sih dua beradek ini?

__ADS_1


“ Apa maksud loe ngomong kayak gitu?”


Rangga mengikuti lingling di parkiran bertanya tergesa-gesa. Tapi Glory tidak menjawab, ia maish melangkah dan tidka menghentikan langkahnya. Tangan Rangga dengan cepat menangkap tangan Glory tapi dtepis duluan. “ Glory. Maksud lo apa ngomong kayak gitu ha? Loe enggak mau punya abang kayak gue? loe Cuma mau abang kayak cupu itu iya?”Tanya Rangga dengan marah kepada Glory.


Glory menghentikan langkah kakinya, meliriknya dan mengangguk. ”Iya gue nggak mau punya kakak macam loe, macam t4ik. Gue nggak sudi.” Ujar Glory sinis. Kembali berjalan menuju motor paling berbed adari yang lain. Motor pembantu bermerk Scupi biasa. Saat Glory hendak menggunakan Helm, helm itu di tahan oleh Rangga. Tatapan rangga sangat merah menatap Glory.


Glory menatapnya kesal.”Loe pikir gue mau punya adik kayak loe ha?”Tanya Rangga dengan kesal menunjuk wajah Glory dengan telunjuknya.” Sok sokan bilang kayak gitu. Gue juga nggak sudi punya adek kayak loe. “ sinisnya.


Glory menghempaskan tangan rangga dari helmnya.” Harusnya loe tu sadar diri Rangga.. loe ngomong kayak gitu loe pikir gue percaya?” Tanya Glory sinis.”Enggak, loe ngomong gitu semakin ngebuat loe itu mau diakuin sebagai abang. Jadi kalo emang loe benci sama gue mending jauh jauh dari gue. nggak sudah deketin gue, nggak usah ikut campir sama urusan gue. gue juga udah punya abang gue sendiri. Lebih baik dari loe. Loe bahkan nggak bisa dibandingin sama upilnya dia.” Tegas Glory mendorong Rangga,, ia menaiki motornya dan memakai helmnya.


Rangga mendengar ucapan Glory menatap Glory garang. Ada suara patah bagian hatinya. Glory sudah pergi membawa motornya tapi ia tidak berniat lagi menghentikannya. Entah mengapa ia tidak suka Glory nengatakan tidak ingin dirinya menjadi kakaknya, sebab sudah punya kakak lebih baik.


" Awas yah Loe glory...." Gumam Rangga, ingat jika Dulu saat kecil padahal ia dan Glory sangat dekat. Glory juga selalu bermain dengan dirinya. Masa sih anak itu lupa? apa harus ia ingat kan?


.


.

__ADS_1


__ADS_2