
“NA..!!! Temenin gue dong ke supermarket..” Teriakan Regan memenuhi ruangan lantai atas membuka pintu kamar Glory tanpa mengetuk atau bahkan salam. Terlihat wajah tanpa bersalahnya itu malah tersenyum manis bak bunga beracun. Terlihat penampilan sudah cukup rapi mengajak Glory keluar.
Glory yang paling tidak suka pintu kamarnya dibuka sembarang tanpa salam melotot tak senang pada Regan.. “Kan gue udah bilang. Kalo masuk itu ketok pintunya Ragil, ka.lo gue ganti baju gimana??” Tanyanya kesal melempar hp miliknya ke sisi kasur yang kosong, baru saja membuka video lkucu di salah satu aplikasi yang sering ia tonton,
" Loe nggak ngunci pintu. salah loe lah!!!"Jawab Regan mengejek.
Glory mendelik. " Loe yang ngilanginnya kemarin Ragiel setan...!!!"
Regan masih tersenyum cengengesan.” Regan Na Regan bukan Ragiel,. Ragiel di Jerman, atau itu Ragiel kakeknya si Letta, kakek kejam bukan gue...” Ujar Regan mendekat mendudukan diri di pinggir kasur milik Glory. Kasur ini tidaklah seluas kamar-kamar Glory biasanya. Tapi cukup untuk Glory.
Kamar ini tidak seluas kamar milik lamanya, baik dikeluarga Ming atau keluarga Dani. Ini bahkan hanya sepertiga dari luas kamarnya dulu. Kamar mandi diluar jadi harus berpapasan dengan Ragiel setiap hari untuk mandi.
Berebutan mandi siapa paling cepat dan siapa yang harus mengalah. Glory juga tak punya ruang ganti, ia hanya punya satu ruangan kamar,. Kamar tidur yang berisikan tempat belajar, dan lainlain disini di satukan. Tak ada sofa, tak ada TV dan tak ada AC hanya ada kipas kecil. Tapi meskipun begitu, hidup Glory sangat damai dan tenang disini. Siara Regan menyeruak membuat hari menjadi berwarna.
Glory mendengus.” Ragiel. Ragiel Ragiel. Btw Ragiel kakek Letta tu siapa?”Tanya Glory polos dna heran.
”Itu novel sebelah kalo mau kaca Kelik aja judulnya " Dendam Karena satu Malam di profil Author ada Up setiap Hari, cerita yang dulu judulnya DELET Dendam Aletta, cerita tentang Letta, gadis yang punya keluarga dibantai sama keluarga musuh, ngebuat dia harus menyelamatkan kakak—kakaknya,. Dia dijadikan boneka kakek Ragiel tapi ia juga harus balas dendam. Dicoba aja baca. Ceritanya seru banget.” Balas Regan semangat menceritakan novel kesayangannya.
Glorry mengangguk pelan. “ Eh btw cepetan nanti keburu malem, ini aja udah jam 9 malam. Temenin gue yuk, nanti gue kasih coklat deh. Yok..!” Regan menarik tanhgan Glory untuk bangkit.
Glory berdecap malas.” Gue ganti baju dulu.”
“nggak perlu, loe udha cantik, pakek baju compang camping aja loe udah cantik Na. jadi nggak usah ngulur waktu..!!!!”
Glory mendengar Regan memuji nya pun terkekeh mengangguk pelan.”Gue tau..” Regan memutar bola mata malas, cukup menyesal sudah memuji Glory yang tak tahu diri.
__ADS_1
...----------------...
Lima belas menit keduanya smapai di Minimarket, memang rumah mereka tak jauh dari Minimarket, kalian harus tau jika rumah milik Regan itu bukan di komplek perumahan, atau tempat tempat yang kaya raya. No, frumahnya oitu ada di gang komplek biasa, jadi jika keluar sebentar mereka bisa menemukan jalan besar dan banyak jajanan, salah satunya minimarket semacam ini, ada juga jualan ayam geprek dan lain-lain, jadi memang keluarga Regan iini bukan keluarga kaya raya, ia hanya keluarga kaya.
Regan terus saja memegang telunjuk Glory agar Glory tidak hilang, memasuki perbelanjaan Regan melepaskan tangannya menuju stan minuman soda, susu dan juga beberapa camilan.
Glory yang ditinggal memilih ke stan tempat jual parfum, kebetulan parfumnya habis, mengambil sabun cucu muka, memutar lagi ke stan makanan mie instan, mengambil rasa pedas tetapi sebelum tangannya menggapai mie instan rasa pedas yang ia sukai tangannya sudah di alihkan ke arah mie yang rasa paling ia tidak sukai, rasa soto. Glory mengernyitkan dahi melirik siapa yang memegang tanganya sembarangan. Mata Glory tertegun menatap mata tajam yang menatapnya, disana jarak antara keduanya sangat dekat, jika dilihat darii jarak jauh pasti banyak yang berfikir mereka sedang berpelukan padahal jaket jins hitam lelaki tersebut yang mengembang karena tangannya yang memegang tangan Glory. Glory diam sesaat melepaskan tangan miliknya, Glory tak terlalu lama mengendalikannya diri, hanya beberapa detik.
" Jangan makan pedas nanti sakit perut..." Bisik pria tersebut dengan serak menggoda. Glory malah mendengus melepaskan tangannya dari pria tersebut.
Tapi bukannya terlepas, tangannya malah semakin dipegang erat. Glory mendongak menatap tajam sang pelaku. Pelaku tersenyum miring menarik pinggang Glory. Baik saat ini Glory akui jika mereka lagi berpelukan, ah bukan, tapi tepatnya dirinya yang dipeluk. Glory kaget segera menahan tubuhnya bagian tas dan tubuh lelaki itu agar tidak menempel pada aset berharga miliknya.
“ Halooo Nana.... “Suara serak lelali itu memenuhi pendengaran Glory. Tubuh Glory merinding karena nafasnya yang menerpa telinga dan lehernya. Apalagi aroma Musk lelaki itu menyeruak dipenciuman miliknya.
Glotry menekan tubuh atas lelaki tersebut untuk menjauh, tapi alih-alih menjauh Glorry terkaget karena dada lelaki itu yang keras dan licik. Glory kembali menjulak lelaki itu dengan perasaan tak enak dan tak nyaman.” Dava lepasin...!!!”
Dava menghirup aroma bunga sakura milik Glory dalam, aroma yang paling ia rindukan selama ini. hampir gila Dava rasanya mencari dimana Glory selama dua bulan ini, aroma rerumputan yang segar, Emm Dava tidak tau tapi ini aroma yang menenangkan, ditambah bau aroma buah segar yang menyeruak ditubuh Glory sangat membuat ia nyaman dan kecanduan.
“GUE BILANG LEPASIN GUE..!” Bentak Glory ditelinga Dava.
Dava enggan melepasnya. Glotry kesal, menyikat perut Dava kuat. dava kaget merasakan sakit bagian perit bawa miliknya. Dava mundur memegang perutnya menatap Glory. Glorry menatanya datar.” Loe siapa?? Kita nggak seakrap itu Sampek loe bisa bersikap kurang ajar seenak dengkul loe!” Tekan Glorry tak senang,
Dava menatap Glory nanar dan datar. Benar kata Glory mereka tidak ada hubungan. Hemmm.
” Tidak ada hubungan yah?”Tanya Dava pelan melirik Glory menyeringai. Glorry merasa bulu kuduknya mremang melihat Dava kembali mendekati Dirinya. “Kalo gitu loe milik gue sekarang jadi kita ada hubungan,” Bisik Dava pelan.
__ADS_1
Glory malah tertawa melihat Dava. Ucapan Dava sangat klase seperti novel biasa. “ Dan loe tuan dan gue babu? Jadi pemuas nafsu loe kayak Aruna?”Pertanyaan Glorry membuat tubuh Dava menegang dan tertegun, Dari mana Glory tau hubungan ranjang ia dan Aruna,?.
Glory kembali tertawa sejenak sampai mereda, ia menghela nafas.”Sory gue bukan cewek bego, loe bia jadiin dia anjing penurut tapi gue anjing liar yang nggak bakal nurut sama siappun. Apalagi sama loe yang samasama anjing, bedanya loe anjing rumahan yang bisa gaonggong karena punya harta orang tua.” Bisik Glory sinis.
Dava menarik kera baju tidur milik Glory kencang. Glory memang menggunakan baju tidur berwarna Biru tua berlengan panjang dan celana yang panjang senada warnanya. Glorry terlihat kaget disana. Dava menyeringai mendekati wajah Glory dengan wajahnya. Glory memalingkan wajah menahan tubuh Dava.
Kekuatan prontagonis utama tak main-main. Kalian pernah dengar bukan jika prontagonis utama selalu dikaruniai kekuatan paling kuat, paling tak terkalahkan ? nah sama hal dengan Dava,. Ia hanya figuran Dava membisikkan tepat ditelinga Glory. “ Dan karena itu gue bisa bunuh anjing liar itu biar nggak gonggong liar. Pengganggu..!!!!”
Glory merasakan telinganya berkedut. Glory menatap tepat dimanik mata Dava “Dan gue lebih senang mati ketimbang jadi anjing yang patuh buat loe. “Ujar Glory terkekeh.
Menepuk pipi Dava. “Kenalin nama Gue Glory Nona. Nggak akan ada yang bisa ngatur hidup gue, apalagi loe, manusia sampah..!!! Jikapun loe mau nyamain gue anjing, Gue Alpha Penguasa diri gue, penguasa anjing liar...”
Dava mengepalkan tangan ingin memukul Glory, tapi tanganya terhenti diudara. Glory sudah memasang wajah bengis untuk menerima pukulan dari Dava. Tapi tak terasa apapun. Glory membuka matanya. ternyata Dava sudah tak ada. Glory menghela nafas memegang dadanya. Oke ia selamat sekali ini... Tapi tidak tau untuk berikut nya.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Jangan lupa jejaknya yah!