
Regan menghela nafas, saat hendak bicara lagi aksa sudah mendekatinya dengan kotak bekal yang mengarah padanya.” Glory/ ini abang buatin kamu sarapan, kamu kan suka sama sandwich buatan abang.” Ujar aksa semangat kepada Glory. Tangannya mengarahkan bekal tersebut ke hadapan Glory.
Glory menatap bekal Aksa datar. Aksa ingin membujuknya?? Tatapan Glory tertuju pada Aruna yang di sebelah aksa memegang perutnya. Glory menatapnya dengan iba, pasti dia tidak sarapan atau di beri makan oleh orang tuanya. Kenapa sih Glory harus ada di situasi begini? Glory mengambil bekal tersebut dan memberikan pada aruna yang dibelakang aksa. Aksa menatap Glory tidak senang.” Na itu buat kamu.” Ujar Aksa tidak terima, merebut kembali sarapan itu dari Aruna dan segera memberi ke Glory lagi
Aruna yang tadinya tidak paham menatap keduanya polos dan lugu. Glory menghela nafas.” yah loe udah ngasih ke gue kan? terserah gue dong mau ngasih ke siapa. Kalo loe nggak suka mending buang aja sekalian. Nggak liat loe gue udah ada bekal?”Tanya Glory kesal kepada aksa.
Aksa menatap Glory tidka terima. Tapi glory sudah memberikan bekal itu lagi pada aruna. " Tapi kan loe bisa makan semuanya. " Jawab Aksa tegas.
" kalo ngasih artinya milik gu. jadi terserah mau gue apain. " Ujarnya Glory malas.
Aruna terdiam menerima bekal itu, sedari kemarin pulang sekolah ia kerja, saat pulang ia tidak bisa membeli mkanan jika ia beli maka uang untuk stor kepada orang tuanya akan kurang, berakhir dirinya akan dipukul. Jadilah ia sampai pagi ini tidak makan, tapi saat hendak makan ternyata mereka tidak memberikan Aruna makanan. Aruna harus menahan rasa lapar sampai saat ini. ia bahkan terasa sangat pusing sedari tadi. Aruna dengan berat hati memberikan bekal itu kepada Glory.”ini buat kamu Na.” ujar Aruna pelan. Menahan diri agar tidak menangis.
Regan melotot merasa ada hal buruk mengibasi mulutnya.” Mulut loe bauk banget? Loe terakhir makan sampah yah?” Tanya Regan tak berperasaan.
Aruna terdiam menatap Regan Nanar. Dirinya tidak makan sedari kembaran. Odol dan peralatan mandinya juga sudah tidak ada. Ia malu membuat ia menunduk.
” Loe anjing..!!” teriak Aksa kesal kepada Regan.
Glory menahan Regan kebelakang nya dan menatap aksa dan aruna bergantian.” Dah yah bay.” Ujarnya dan menarik tangan Regan menjauh agar tidak ada keributan berlanjut.
Aksa mengepalkan tangan, melirik Aruna di sebelahnya yang meremas kuat bekal yang tadinya untuk Glory tapi dikasih ke aruna. Ia menghela nafas kasihan, mata Aruna berkaca kaca seperti ingin menangis. Aksa mengusap pelan bahunya.” Kamu jangan dengerin ucapan Regan yah. “ Ujar Aksa prihatin.
Dulu ia sangat menyukai Aruna. Aruna baik, manis dann juga penuh luka. Tapi sekarang rasa itu menjadi hambar saat tau jika rasa cinta itu membuat adik paling ia sayang pergi, meninggalkan dirinya, sekarang Glory memang ada tapi seperti beda orang,. Glory yang sekarang seperti bukan Glory yang dirinya kenal.
Aruna mendongak menatap Aksa, memberikan kotak bekal untuk Glory.” Nih bekalnya. “ ujar Aruna pelan. Aksa tersentak kaget sejenak.
Yang dikatakan Regan benar.. bau mulut Aruna agak membuat dirinya linglung dan lupa kesadaran. Aksa mengangguk sejenak karena merasa tidak percaya.” Buat loe aja.” Ujar aksa kekikukan dan memberi jarak.
Aruna tidak paham, ia mengangguk senang pelan dan juga tidak paham. Ia tersenyum senang saja,. Akhirnya ia bisa makan. Aksa disana tidak paham atau tidak peduli. Ia memilih meninggalkan Aruna dan melangkah menuju kelasnya.
Regan di sebelah Glory menatap Glory yangs edang menatapnya kesel.” sumpah Na mulut dia bauk banget. Gue nggak boong.” Tegas Regan. Regan tau Glory memarahinya karena itu.
Glory menghela nafas kesal.” Yah bukan berarti loe harus ngomonginnya bang. Loe tau kan kalo dia cewek? Cewek sensitive bisa jadi gara gara ucapan loe ini bikin dia sakit hati dan insecure. Lain kali jangan gitu lah.” Ujar Glory. Regan menghela nafas tidka lagi ingin menjawab. Sebenarnya Regan bukan orang yang ceplas ceplos, tapi tadi dirinya terlalu kaget saja mangkanya ceplos begitu. Alias dirinya reflek tadi di dekat aruna.
Aruna memakan sarapan yang diberikan oleh aksa tadi lahap di belakang sekolah, di sana ia terlihat tidak menjeda diri untuk lengah, ia juga sudah mengambil air keran dari WC untuk ia minum tadi. Aruna terlihat sangat senang memakan sanwck yang ia dapatkan. Ini cukup menganjal perutnya hingga sore. Aruna merasa sangat bersyukur.
__ADS_1
“kamu ngapain di sini?” Aruna gelagapan saat seseorang mendekatinya. Dia adalah Glory.
Glory menatap aruna dengan tatapan bingung dan juga heran. Tatapannya terjatuh pada sandwich yang tadinya untuknya lalu air di dalam botol minuman tapi isinya air putih biasa.
Aruna menggeleng dan memberikan kotak sandwich yng masih berisi satu sandwich. Tadinya itu berisi tiga tapi sudah ia makan dua jadi hanya ada satu.” Tadi dikasih sama kamu. Hehe ini buat kamu makanlah.” Ujar Aruna polos, tangannya memegang sandwich yang sudah setengah dan memakannya pelan tidak selahap tadi karena menjaga imagenya di depan glory.
Glory memandang aruna kasihan, ia menggeleng.” Gue kenyang. Buat loe aja.” Ujar Glory.
Aruna tersenyum lebar dan mengangguk senang, ia memakan lagi sisa setengah tadi ditangan nya dan menaruh sandwich yang ia tawarkan kepada Glory tadi. Ia mengambil botol minum yang bermerk kopi tapi isinya air putih.
Glory jadi ingat di novel katanya Aruna sering minum air keran wc sekolah karena membeli air putih saja dia tidak punya uang. Aruna itu sangat melarat,
Jika ada Glora yang melarat dan sakit karena di acuhkan dan di buang maka Aruna adalah tokoh melarat miskin dan juga di sisikan oleh orang tuanya. Memang isinya orang orang yang menyedihkan.
Glora hidupnya lebih baik ketimbang Runa. akh tidak, tokoh di novel ini tidak ada yang baik. semuanya melarat dengan porsi masing masing.
Glory meneguk saliva kering mengingat air yang Aruna minum tadi air keran. Aruna tersenyum menatap Glory yang menatapnya minum air. “Kamu mau minum juga?”Tanya Aruna polos. Glory menggeleng membuat aruna tersenyumlah. Syukurlah jika Glory menolak, jika dia mau kan agak gawat juga. Aruna tidak mungkin memberikan air keran untuk Glory.
Glory menatap lain arah dan berkata.” Gue tu males banget sama kerjaan SBK, seni-budaya, malah di suruh bkin lukisan lagi. loe katanya bisa bikin lukisan? Loe bisa bikini gue lukisan nggak? Biar nanti gue bayarin loe buat lukisan yang gue pesen.” Ujar Glory kesal. Sebenarnya tidak begitu juga. Glory bisa melukis atau bahkan mampu.
Aruna terlihat merekah kan senyum manisnya.” Beneran?”Tanyanya.
Aruna mendengar ucapan Glory tadi mengerjab mata . ia pikir tadi Glory akan memberikan ia uang. Jika ia dapat uang kan orang tuanya akan bahagia. tapi jika makan di kantin?? Aruna menatap glory tidak semangat.” Kalo uang aja gimana??” Tanya aruna pelan tidak enak.
Glory berdecih dalam hati. Ia menggeleng tegas” nggak bisa sih, soalnya kalo uang nanti loe kasih lagi sama orang tua bajingan loe itu.” gumam Glory yang hanya di dengarkan oleh dirinya.
Glory menghela nafas menatap Aruna.” Nggak bisa., gue maunya traktir loe aja makan.” Ujar Glory menekan perkataannya kepada Aruna.
Aruna mengangguk saja karena pasrah. Jika dipikir-pikir kan makan dua bukan di kantin tidak buruk. artinya selama dua bulan kedepan ia tidak akan kelaparan dan juga bingung di sekolah. .” oke deh hhehe. Makasih Glory nanti aku bikin yah.” ujar nya.
Glory berdehem saja. Glory menatap ke depan. Bukan tanpa alsan bayarannya makan. Aruna ini kurus dan kering, jarang dikasih makan, bahkan jika ia punya uang ia akan makan seadanya saja. Dengan begini aruna bisa makan tanpa memikirkan uang itu sudah lebih dari cukup.
Tak jauh dari Glory ada yang memandang Glory dengan tatapan lembut, tatapan hangat dan juga sayang. Ia menghela nafas meninggalkan Glory dan Aruna, Aruna terlihat nyaman saja disana makan bersama Glory dan sesekali Aruna bertanya prihal Glory yang dijawab santai.
“ Loe dari mana aja oy? Kita nyariin loe sejam dari tadi.” Ujar nando sengit melihat Glory yang baru saja datang.
__ADS_1
Glory memandang Nando malas.” Kita besok ngumpulin tugas SBK melukis dan loe nggak bisa ngelukis, gue dan Nanda juga nggak bisa, jadi gue minta bantuan sama orang lain dan gue bayar.” Ujar Glory malas.
Nando mendengarnya tersenyum lebar.” Au loe kok nggak ngomong sih, kalo gitukan gue nggak perlu marah marah. Maaci glory.” Ujarnya memeluk Glory riang.
Glory segera mendorongnya sengit.” Nggak usah meluk oy. “ gumamnya malas.
Nando terkekeh.” Kelepasan Ry. Btw ini kita sumsumnya berapa?” Tanya Nando Pelan.
Glory menggeleng.” Nggak usah. Biar gue yang bayar.” Ujar Glory. Nando mendengarnya menggeleng tidak setuju.
” jangan gitu lah Ry. Gue sebagai cowo berasa nggak ada harga dirinya loe mulu bayarin kita.” ujarnya dengan melas.
Glory terkekeh.” Kapan kapan loe yang bayarin gue deh.” Tegas Glory.
Nando mendelik. Beneran yah Ry?” tanyanya. Glory tersenyum lembut dan mencubit pipi Nando.
"IYa nando tampan, hehehe tapi kalo loe traktir gue gue nggak bisa tanggung yah. jadi nikmatin kantong kosong loe di hari berikutnya.” Ujar Glory menggoda.
Nando menatap Glory dan mengangkat bahu.” Yaudah gue nabung dulu kalo gitu hehe." ujarnya. Glory terbahak mendengarnya. Nando dan Nanda adalah sahabatnya disini. Tidak ada perempuan padahal Glory sangat ingin teman perempuan.
...----------------...
Glora memasuki rumahnya dengan kerutan di dahinya, kenapa rumahnya sangat sepi dan terkunci dari luar? Kenapa seperti ada yang aneh? Disana juga hanya ada Davit yang seperti menunggunya.
Glora mendekat dan bertanya.” Om kenapa rumahnya dikunci dan di gembok?” Tanya Glora nanar. Dirinya tidak di buang ke luar atau di usir kan?
David menggeleng dan tersenyum.” Tadi tuan besar meminta kami untuk mengunci rumah ini, katanya nona bisa tinggal di rumah besar dan semua barang nona sudah di letakkan di kamar sebelah kamar nona Glory.” Ujar david dengan pelan dan semangat. David sangat tau bagaimana Glora menginginkan keluarganya. Bukankah ini kabar baik untuk Glora?
David ikut bahagia.
Glora mendengar ucapan david merekahkan senyumnya, “ beneran? Jadi papa dan mama udah mau aku timggal sama mereka?” Tanyanya semangat.
David mengangguk dan tersenyum lembut.” Iya non, silahkan ke aats saja. Saya disini tadi masih menunggu nona, takut nona bingung melihat rumah nona di kunci dan digembok.” Ujar david tegas.
Glora mengangguk dan segera memasuki rumah besar david tersenyum nyeri melihat anak itu, dimana anak anak yang harusnya diberi kasih sayang orang tua dia malah dibuang dan di tinggalkan, dimana anak yang harusnya tunggal bersama orang tuanya, ia malah di asing kan.
__ADS_1
Syukurlah kedua orang tuanya sekarang mau menerimanya. David mensyukuri akan hal itu. david berdoa semoga nona kecilnya menemui kebahagiaan sebenernya.
Glora tersenyum memasuki rumah besar......