
“ Na besok kalo kita udah ujian kita ke puncak yok. Kita rencananya mau ke puncak. Mama papa kita baru beli soalnya.” Ujar Nando dengan heboh dari belakang.
Gloy mengangguk.” Ayok.. emang dimana puncaknya?”Tanya Glory semangat.
Nando terlihat heboh.” Di curup, Vila dibelakangnya itu ada kebun nanti kita bisa manen. Katanya sih lagi mau panen dua minggu lagi. ada strobery juga, nggak jauh di sana ada bukit jepang namanya, tempatnya beh mantul. Ada kebun teh juga. Sejuk cok.” Ujarnya heboh mendeskripsikan villa miliknya.
Gloy mendengarnya menatapnya penuh binar.” seriusan? Mau dong gue.. yaampun kita ajak Arga yah eh btw arga kok nggak keliuatan yah dua hari ini?”Tanya Glory heran.
Nanda melirik Glory dan nando menggeleng.” Dia kan ketua osis yah, apalagi dia ikut paskib. Katanya dia ketrima jadi duta kabupaten juga. Bau baunya sih ada yang mau jadi model.” Ujarnya Nanda.
Glory mendadak tabah heboh ''woh keren dong gitu. Kita harus minta tanda tangan arga kalo ketemu. Takutnya nanti sulit.” Ujar Glory membuat mereka terbahak.
” Loe aja gue sih no.” sahut Nando.
Glory menganguk saja.” Yah terserah. “ nanda tertawa . di sepanjang jalan keduanya menuju rumah Glory penuh celotehan dan juga canda tawa.
Sampai di gerbang rumah Glory mereka menatap glory dengan tatapan Tanya.” Ini rumah loe?” tanyanya nando hebih.
Glory menggeleng.” Rumah orang tua gue. nggak usah mampur yah.” ujar Glory. “
"sih anak asu. Ngak tau terimakasih banget.” Ujar nando. Glory terbahak dan keluar dari mobil.
Nanda dan nando melambaikan tangan.” Jangan lupa belajar cil!,” ujar Nanda. Glory melambaikan tangan sebab ia tidka terlalu mendnegar ucapannya nando padanya.
Glory menatap langit yang sudah sore. Ia memasuki rumah, tapi saat masuk ia tidak sengaja bertemu angga yang juga sudah pulang. Tapi Glory tidak peduli. Ia tetap masuk tanpa menyapanya. Angga melihat itu hanya diam, menatap Glory datar dan tidak senang. Tetapi ia tidak angkat suara, Ia tetap melangkah menuju rumah keluarganya.
Dari jauh Glory mampu mencium wangi nya Angga yang benar benar menyeruak meskipun sudah sore tidak seperti dirinya yang baru matahari. Apa Glory tanya saja yah apa parfum yang Angga pakai,?
Seperti biasa. Hidup Glory tiga harii ini jauh dari Dava. Glora atau aruna. Mereka semua tidak ada yang berurusan dengan Glory sebab Glory selalu di kelas dan tidak pernah keluar.
Glory harus memperbaiki nilai nilainya yang tertinggal dan juga ujiannya. beberapa tugas yang diberikan oleh guru untuknya untuk menutupi nilai rumpang di tiga bulan saat ia tidak masuk, ia juga harus menutupi dengan membuat proposal atau makalah. Glory rasanya mau meninggal melihat banyaknya tugas.. bahkan untuk makan dan minum saja ia tidak sempat.
__ADS_1
Glory menjatuhkan kepalanya di atas meja lelah. Dirinya di sekolah ini ujiannya mode campur, kelas 123 itu di acak dan dijadikan satu ruangan dnegan urutan yang berbeda beda. Jadi Glory di sini hanya sendiri tidak ada yang ia kenal. Nando dan nanda ada di kelas sebelahnya, karena nama mereka jauh yah dari G ke N.
Mereka yang kadang menjemput Glory saat istirahat atau bahkan baru sampai, tapi Glory biasanya memakan bekal. Glory lelah sudah tiga hari ujian ia tidak tidur semalaman untuk melengkapi materi yang tertinggal dan memahami materi sekolah. Ia sudah tertinggal cukup jauh.
Glory menaruh tasya di dalma laci,. Tapi terhenti, disana ada sushi mentai yang dicup mahal dan juga mineral sehat yang katanya sangat bagus untuk pencernaan. Ini sudah tiga hari ia mendapatkan sarapan berganti ganti selama ia ujian. Glory jadi bertanya Tanya. Siapa kah orang yang sudah memberikan ia makanan setiap hari.
Apa Glory memiliki penggemar? kayaknya sih iya yah sebab wajahnya yang cantik dan rupawan sudah pasti banyak yang mengincar.
Glory mengamit orang di sebelahnya,. Sebelahnya menoleh dan menatap Glory bertanya. “ Mbak Ani datengnya jam berapa tadi?” Tanya Glory sopan.
Ani ini adalah anak kelas nya, Glory kenal juga karena ujian ini mrka duduk bersebelahan soalnya. Ani menoleh dan menatap Glory,.” Oh yah Ry? Hmm aku dateng tadi pas pas kamu masuk aku juga baru sampek, kenapa?” Tanya Ani dengan heran. Tak lama dari Glory sampai ia juga sampai tadi.
Glory menunjukan sushi yang ia dapatkan.” Ini siapa yang naro dilaci aku yah mbak? Soalnya ini udah hampir tiga hari dengan makanan yang berbeda beda. aku takut makannya tapi ini keliatan enak dan menggugah selera banget. Mana kelihatan mahal kan mubazir” ujar Glory cemberut menatap makanan yang ia dapatkan memelas. ini bencana, ia tidak bisa langsung percaya dan makan makanan ini karena ada banyak yang berniat buruk. bagaimana jika ada racun di dalamnya kan? iya semacam ini bukan dari fans tapi dari musuh.
Mbak Ani terkekeh mendengarnya, ia baru tau jika Glory itu seimut dan semanis ini. ia menatap ke belakang.” Nggak tau Ry, tadi pas mbak masuk udah rame juga kelas, “ ujarnya dengan pelan.
Glory mengangguk.” Oke deh mbak. Makasih infonya. “ ujar Glory.
Glory mengangguk.” Baru udah kemarin ngumpulnya mbak, yaampun capek banget. Masa soalnya lima puluh buah.” Ujar Glory.
Ani tertawa mendengarnya.” Masih lumayan dibanding kamu dikasih nilai merah. Ini kita ujian tinggal dua hari lagi.'' ujar Ani. Glory mengangguk saja. Glory dan Ani sudah cukup dekat. Ani ini sangat dewasa dan juga lembut. Type calon ibu idaman jadi Glory nyaman dengannya.
“ Woy gosib baek. Belajar woy belajar.” Tekan suara lain.
Glory dan Ani meliriknya kaget dan tajam.” Fenti kalo dateng tu salam. “ ujar Ani membuat susan menjadi cerah.
Glory menggeleng dibuatnya. Fenti ini perempuan tomboy yang kemarin bersama Hendra dan juga lain lain berandalan itu. ternyata dia sudah kelas 2 dan satu kelas ujian dengannya. Glory pikir dia itu sombong eh ternyata tidak. Katanya dulu saat Glory mendekati mereka dia sedang badmood mangkanya tidak bicara.
Fenti mengambil sushi di tangan Glory asal sampai yang punya kaget “woh pagi pagi udah makan sushi mentai aja. Beda ye anak orang kaya.” Ujar Fenti dengan heboh.
Glory menatap Fenti malas.” Lupa loe anak bapak bambang si pemilik tambang emas tergede?”Tanya Glory.
__ADS_1
Fenti menatap Glory dengan wajah mengejek.” Nggak sih lupa haha. Siapa sih yang lupa kalo gue kaya?” Fenti memberi wajah sombongnya.
“Glory mendengus mendengarnya. Fenti menarik kursinya dan duduk di dekat meja Glory.” Minta dong. Gue belum sarapan, “ ujarnya Fenti dengan polos membuka mika dari sushi itu.
” minta tu nunggu dikaish bukan langsung buka. Si fentinjing.” Ujar Ani menlotot pada sikap Fenti.
Fenti terkekeh,” yah mau dikasih atau nggak yah gue tetep makan. Yakali Glory pelit. Pelit nggak kawan lagi kita.” ujarnya menyomot susi menggunakan tangannya.
" Malak itu namanya. " Ujar Ani kesal pada Fenti. Fenti hanya mendengar santai.
“ Itu ada sumpitnya oy.” Ani menepuk tangan Fenti.
Fenti mendengus dan berkata. “ sorry freen. Tangan di ciptakan buat dinikmatin. Udah ah marah muluk kayak mak tiri. Gue nikahin juga loe sama bapak gua. Bapak gua duda noh.” Ujar Fenti pada ani melotot.
Ayahnya memang duda. Duda anak lima tapi. Hahaha dan Fenti ini anak terakhir. Ibu Fenti udah meninggal saat melahirkan Fenti. Dan kakak kakak Fenti ini laki laki semua mangkanya Fenti ini tomboy, pergaulan nya itu kebanyakan laki-laki semua, jika kalian bertanya ayahnya Fenti atau abang abang fenti ini membencinya atau tidak maka jawabanya tidak, malah mereka sangat menyayangi fenti.
“ Sorry mbak, saya suka sama perjaka. '' Ujar Ani dengan datar.
Fenti tergelak mendengarnya " Tapi asal loe tau yang duda lebih menawan loh." Ia tidak serius.
Ani mencebikkan bibirnya. " Nggak deh. takutnya bapak loe keburu encok. " Jawab Ani malas. Fenti tersedak dibuat oleh jawaban Ani.
Mana juga mau ia menikahi ayahnya dengan wanita lain setelah ibunya pergi berjuang melahirkannya. Ayahnya itu sugar dedy sekali. Sangat baik dan tidka pelit. Tidak rela ia berbagi nanti dengan ani. Fenti menatap Glory yang mengambil sushi dan memakanya pelan.” eh btw minta woy kalo mau tu.” Pekiknya pada Glory.
Glory menatap Fenti sengit.” Btw ini punya gue ye. Kenapa yah manusia banyak yang nggak sadar diri.” Ujarnya sinis.
Fenti menatap Glory cengengesan. " Canda doang ela.” Ujarnya, padahal aslinya ia lupa jika sushi ini aslinya punya glory. Glory menghela nafas. senang rasanya punya teman perempuan, bisa diajak bercanda rua.
Tapi tatapan Glory jadi rumit saat melirik kebelakang, dimana ada Jay yang menatapnya dalam, iya jay juga di kelas ini. dan dia selalu menatap Glory sedari pertama sekelas. Glory membuang muka dan menghela nafas. untung dia bukanlah salah satu orang yang terus mengusiknya,.
Semoga saja kan,?
__ADS_1