Transmigrasi Twins Antagonist

Transmigrasi Twins Antagonist
47


__ADS_3

Glory menghela nafas mengusap kepala kasar.”Yaampun bosan banget..”Gumamnya pelan menatap jam dinding menunjukan pukul 8 malam, ia belum bisa tidur jam segini, jika ia tidur maka nanti dirinya akan terbangun ditengah malam.


Mata Glory membulat sempurna mengingat ia punya mobil baru.”Nyoba dulu lah yah hehe.”Gumamnya segera mengambil kunci mobil miliknya, mengambil Hodie berwarna Grean segera pergi ke garasi bawah. Tak ada orang dirumah ini. Aksa sibuk main bersama teman-temannya.


Glotry menghela nafas membawa mobilnya santay. Gloty mengangguk sebentar menatap sekeliling.”Kayaknya besok mau beli memori ajalah, atau gue beli spiker bluetooth aja kali yah biar mantul bisa denger music onlen. “ Gumamnya pelan.”Hmm beli pengharum mobil dulu lah.”Gumamnya dengan semangat.


Brak.. Glory kaget saat mendengar suara tabrakan dibelakang mobil miliknya. Glory melirik kebelakang panik menghentikan mobil, segera keluar dari mobil mengecek mobil miliknya.”Yaampun mama Bunny pipi mobil baru Nana hiks hiks.”Gumamnya panic.


Seseorang keluar dari mobil hitam sport menabrak mobil Glory.”Duhh Nona. Maaf saya tidak sengaja menabrak mobil nona karena rem mobil kami sedikit bermasalah. Kami akan ganti rugi untuk perbaikan mobil nona.” Ujarnya panik menatap Glory.


Glory menatap sang pelaku berdecak pinggang.,” Gila aja biaya perbaikan. Woyy ini mobil baru sampai tadi sore tau nggak, dan baru gue pakek ini satu kali dan udah harus diperbaiki? Nggak mau lah dikira cari duit mudah. Ganti mobil baru titik..!!!!” Tekan Glory tak senang.


Nampak paru baya tersebut terpucat menatap Glory. “No-nona. Tolong say-saya hanya supir dna tidak punya uang untuk beli baru nona. Nona to\=- “


Glory menghempaskan tangan payu bara tersebut yang memegang tangan nya tanpa izin.”Suruh yang punya mobil. Lagian bapak pikir saya bukan orang susah yang bisa beli mobil pakek bimsalabim langsung jadi mobil. Intinya gue mau mobil baru..” Tekan Glory lagi. enak saya, dia kan juga bukan orang kaya.


" Tapi ini hanya lecet non.." Kesal supir karena Glory tak sopan.


Glory menganga gak senang. " Loe liat...! Mata loe rabun yah. Ini Pengok Woh Pengok kab belakangnya.." Greget Glory meredam marah. " Ini belinya pakek duit loh Pak bukan pakek maaf apalagi pakek kata Cuma....!!"


“ Pak kenapa lama sekali?”Glory dan supir tersebut menatap kearah seseorang yang keluar dari mobil yang menabrak mobilnya.


Glory mengernyitkan menatap lebih dalam sang empuh.


Dugh. Sama hal dengan yang ditatap, sudah lama menunggu merasa ada perdebatan membuat ia keluar. Ia sedikit tertegun nelihat siapa yang ia tabrak.


“Nonaa Glory.” Gumamnya. Dia adalah Faris ayah kandung Glory.


Glory menatap Faris mengerjab pelan merasa rindu yang menggebu. “Oya pak. ehh Tuan”Gumamnya pelan tersenyum tipis.


Faris mengangguk pelan merasa ada yang getir didadanya. “Ada apa??” Tanya Faris pelan.


Glory menunjuki boks belakang mobil.”Liat pak. Penyot tau nggak. Nana nggak mau tau Nana mau ganti rugi. ini mobil baru sampek pagi tadi dan batru dicoba. Eh malah penyok. Nana nggak mau diperbaiki. Nana mau yang baru..!” Ujar Glory bak anak yang mengaduh pada sang ayah karena mainannya dirusak seseorang, meminta diganti baru.


Faris tertegun menatap wajah menggemaskan milik Glory, terasa sesak mengingat anaknya yang telah meninggal.

__ADS_1


“Pak..!!” Supir mengagetkannya karena melamun.”Tapi kan bisa diperbaiki pak, ini pasti akal-akalan dia aja mau mobil baru. Jangan mau.” Ujar supir sinis.,


Glory menatap sinis supir tersebut.” Dihhh., iri bilang bos. Loe aja nggak mampu beli mobil, mana tau mobil baru sama mobil bekas. Tau loe kan Cuma numpang.” Ketus Glory.


Supir terlihat menatap Glory tajam.”Lambe mu nggak diajarin sama orang tua mu yah??” Tanya supir sinis tak senang dihina.


Faris menatap supir nya tajam, rasanya kenapa ia yang tersinggung yah.


Glory mencebikkan bibirnya.”Sudah, kenapa kalian yang rebut,”Ujar Faris menghela nafas.


Glory melirik Faris diam.”Saya ganti, beri alamat kamu besok mobil baru akan saya antarkan.”Ujar Faris


Glory mengangguk.”Na gitu dong Dad, mak---“ glory terdiam sesaat merasa ada kata yang salah. Melirik Faris yang terlihat ikut kaget.” Hehe maaf yah salah. Mak- “


Tapi ucapan Glory tertegun saat Faris menarik tangan Glory menjauh. Glotry menatap Faris terkaget.” Mau bawa saya kemana pak? Eh tuan??” Faris diam tak menjawab. Glorry merasa jantungnya ketar ketir. Jika ketahuan bagaimana?


...----------------...


Di sisi lainm Glora melangkah lemas menurunkan tangga rumah miliknya, ia malam ini tidur di amnsion dikamar kembarannya sebab ia merasa rindu kembarannya.


Gloy tersenyum melangkah menuju Dava, dengan santai duduk ditengah Aruna.”Dava... aku kangen..” Glora memeluk Dava dari samping, tetapi belum sempat ia memeluk sang empu tubuhnya sudah terhempas dilantai sangat keras. Glora tersentak akibat kaget bersamaan dengan pantatnya yang terasa kebas.


Bukan Dava tetapi Rangga, kakaknya yang mendorongnya.”Loe nyakitin kaki Aruna. Kakinya sakit..” Ujarnya dingin pada Glora.


Glora menatap Rangga marah.”Kan bisa bilang baik-baik aja nggak usah dorong-dorong gini. Sakit tau nggak.” Lebih tepatnya lebih sakit hati dan perasaan miliknya dibandingkan rasa sakit dipantatnya yang jatuh. Rasa amarah lebih condong kepada rasa iri hati dan juga dengki. Merasa sakit akan perlakukan jahat sang kakak.


“Loe nggak bisa dibaiki, “ Ketus Rangga sinis,


Glora melirik Dava yang tak bergeming, melirik yang lain hanya diam juga menatapnya datar.”Gue kan mau duduk sama Dava.”


“Tapi dia udah punya cewek, namanya Aruna.


Jauh-jauh sana..!!!!” Ketus Dimas pada Glora.” Lagian baju kok kayak cewek murahan, nggak ada duit beli baju yang berbahan?” Lanjutnya.


“Abang kok belain dia si Dava tu tunangan gue bang? Apalagi gue adik abang..!” Ujar Glora lirih pada Rangga, kedua tangan mengepal tak terima.

__ADS_1


“Najis. Gue nggak punya adek kek loe, mending gue nggak punya adek sama sekali..!!!” Tekan Rangga bengis membuat Glora menatapnya sendu nan lirih.


“Udah.. kak Glora kasihan tauk.. sini Aru ban---“


“Najis. Whh jauh jauh gue nnggak mau pegangan sama kuman, mana miskin gue takut ketularan kayak loe..!!!” Glora mendorong Aruna hingga tersungkur karena hendak membantunya. Arruna melotot menatap Glora sendu akibat jahatnya ucapan Glora..


“Glora..!!!! loe apaan si ha!!!” Rangga mendorong Glora kuat dan Aruna dibantu duduk oleh Dava yang dari tadi diam tak melakukan apapun.


Glora mendengus.”Kan gue ngomong kenyataan, diakan anak haram.”


Plak. Glora kaget karena pipinya terasa perih ditampar Rangga. Glora memegang poipi kanan menatap Rangga menatapnya tajam “Loe nampar gue?!” Tanya Glora kecewa.


Rangga memutar bola mata jengah.” Nggak usah sok kaget, loe bukan siapa-siapa gue. loe Cuma benalu. Pergi loe jngan sampek gue nampar loe lagi..!!!!” Tegas Rangga dihadapan Glora.


Glora menatapnya sendu dan tak senang, berbalik mengepalkan tangan menatap Aruna dan Puk..


“Glora..!!!” Teriakan membahana mereka bersahut saat Glora memukul kepala Aruna menggunakan asbak kaca diatas meja, menatap tajam Aruna yang wajahnya sudah terkena pecahan kaca dan berdarah.


“Setan loe..!! Brak” Tubuh Glora tersungkur karena di dorong oleh Dava. Dava mengusap kepala Aruna yang mengeluarkan darah. Aruna terlihat diam memegang kepalanya kaget, semua terlalu cepat dan ia bahkan tak bisa melihat gerakan Glora.


Glora menatap Aruna sinis.”Gue harap loe mati Na..!!” Glora pergi dari sana.


Hatinya terasa sakit, sakit tak ada yang membela, apalagi abang kandungnya malah membela wanita lain. Rasanya sangat pahit saat ini.....


.


.


.


.


.


Haiii. Jangan lupa tinggalkan jejak yah!

__ADS_1


__ADS_2