
Dilain tempat, sosok lelaki muda yang duduk di meja makan sendirian, sebab ibunya yang sibuk dengan sosialita dna ayahnya yang sibuk dengan selingkuhan dan pekerjaannya. Ini keseharian Jay.
Jay adalah sosok yang paling periang, sangat ceria dan juga energik diluar rumah, tapi jika dirumah? Ia hanyalah manusia yang sangat menyedihkan, tak ada yang bisa ia andalkan, orang tua? Ia punya tapi mereka sangat jauh, nenek dan kakek? Mereka acuh tak acuh saja tak ada yang terasa dekat. Terlebih dengan hubungan pertemanan. Jay merasa pertemananya sangat Toxic,
Ia menatap jam ditangannya dingin, sudah pukul sembilan malam, ia sudah memulai makan tetapi orang tuanya belum juga datang, yang paling menyakitkan padahal tadi ia sudah sangat senang saat tahu ayahnya memberikan pesan untuk makan malam di rumah, lihat?
Mereka satupun belum ada yang datang, saat diberi pesan satupun tak ada yang menjawab pesannya, ditelepon tak ada yang menjawab.
Jay menghela nafas, merasa makanan mulutnya hambar, ia menyudahi acara makannya dan beranjak berdiri, tapi saat ia beranjak, ia mendengar suara orang yang memasuki ruangan. Jay menolek kearah pintu, disana ada wajah ayahnya. Ayahnya tersenyum lusuh, tercetak jelas guratan lelah dan juga pikiran diwajahnya. Jay tertegun, baru kali ini ia melihat ayahnya sekucel ini
Tak berselang lama, di belakangnya ada ibunya yang datang dengan wajah sama kusutnya, tersenyum sayu pada Jay. Mendekat dan mengusap kepala sang anak.” Sayang? Maaf yah mama baru sampai, tadi mobil mama pecah ban.”Ia melirik istrinya. Damhar.
Damhar yang ditatap istrinya. Hana terdiam dan memilih mendekat mengusap kepala sang anak. Jay mengelak dan berdehem, duduk kembali merasa senang kedua orang tuanya ada didepannya. Hana yang dihindari oleh anaknya tersenyum sendu.
Hana dan Damhar duduk di kursi masing masing, Damhar yang duduk di kursi kepala keluarga, di samping kanan ada Jay dan di kiri ada Hana yang berputar, duduk di kursinya. Hana melirik sang anak sendu. Hana sejujurnya memang sibuk dengan sosialitanya, tetapi itu semua ia lakukan bukan semata mata untuk bersenang senang belaka, tetapi untuk menjaga kesehatan mental dirinya.
__ADS_1
Saat tau suaminya selingkuh beberapa tahun yang lalu, ia hampir gila, nyaris, tetapi ia kembali bangkit untuk melakukan semua kesenangan agar tetap waras, membuang uang suaminya sebagaimana harus ia lakukan sedari dulu. Ia lakukan agar ia tetap waras, tak semua wanita mentalnya kuat, ia harus tetap hidup dan bertahan supaya bisa melihat anaknya Jay sukses, ia tau dirinya salah. Tetapi kesalahan ini pilihannya agar tidak ada kesalahan lebih fatal kedepannya.
Damhar meremas sendok miliknya menatap hana dan Jay. Jay yang merasa ayahnya ingin menyampaikan sesuatu pun tertegun, meremas tangannya sendiri, melirik Hana yang terduduk lemas menunduk, wajahnya sangat pucat. Jangan jangan ayahnya ingin menceraikan ibunya? Jay tidak ingin, Jay tau bagaimana ibunya mencintai ayahnya, bahkan hingga detik ini Jay sangat tau jika ibunya sudah tau bagaimana kelakukan ayahnya diluar sana, ayahnya selingkuh bahkan sebelum mereka menikah, memiliki anak diluar nikah bersama orang yang katanya sangat ia cintai. Entah Jay tidak tau apa itu artinya cinta. Tapi yang pasti Jay tau jika cinta adalah sebuah kegilaan.
Damhar menghela nafas sejenak.” Kau sudah makan Jay?” Jay ,melirik ayahnya berdehem mengangguk. Damhar melirik istrinya “Kau sudah makan, Hana?”Tanyanya, menjeda saat menyebutkan nama sang istri. Sudah lama tak bercengkrama seusia meminta cerai tahun lalu. Tapi ditolak mentah mentah.
Hana tertegun mendengar nama yang disebut, ia mendongak menatap sang suami, mengangguk dan tersenyum.”Tadi saat menunggu taksi aku memberi camilan, “Jawabnya dengan senang, semenjak dua tahun lalu, suaminya tak pernah memanggil namanya selembut ini, hanya ada perang dingin di antara keduanya. Hana merasa ada kehidupan mereka kembali.
Jay bahkan ikut tertegun mendengar ayahnya bicara. Damhar menatap jay dan Hana, meremas tangannya, berdehem sejenak dan berkata.”Papa mengajak kalian untuk berkumpul untuk membicarakan soal hubungan antara kita..”Dambar memberi jeda sejenak. “ Maafkan papa yang sudah melakukan banyak hal yang menyakitkan kepada kalian. Papa ingin mengakhiri rasa sakit ini..” Tegas Damhar kepada Jay..
”Mama..!” Jay tegas berteriak mendekati ibunya yang memohon. Damhar terlihat tertegun menatap istrinya.
Hana diam tak mendengarkan Jay, Hana memegang kaki Damhar berbisik.”Kau ingin mengakhiri hubungan ini karena wanita yang kau cintai itu?” bisiknya. Air mata Hana sudah jatuh berderai dengan kilatan perdetik. Hana meremas celana yang dikenakan Damhar pelan,. “tapi kamu lupa disini ada wanita yang benar benar mencinta kamu mas, saya mencintai kamu tanpa syarat, menerima semua kesalahan kamu seluas samudra. Apakah ada cinta yang lebih dalam dari saya mas?”Tanya Hana lembut.
Jay tertegun mendengar ucapan sang ibu, sakit yang Hana rasakan menular di ulu hati Jay sebagai anak. Jay mendekati ibu, memegang tangan ibu, menangis merasa sesak, ibunya setulus itu mencintai ayahnya, bekali kali di khianati, berkali kali dibuang, tapi tetap berdiri tegar untuk tetap bersama.
__ADS_1
Damhar paling kaget, mengerjab menatap hana. Hana yang tak mendapatkan respon dari suaminya pun menangis terisak menatap nanar suaminya.”Mas, saya tidak punya rumah, semenjak ada kamu saya merasa kamu rumah saya, jika saya kehilangan kamu maka saya akan rumah saya, kehilangan semua yang ada di diri saya. Rumah yang berarti tempat untuk pulang, istirahat dan sandaran. Saya akan hilang arah jika mas menghilang dari hidup saya. Mas saya Tanya dibagian mana lagi kekurangan saya??? Dimana lagi engkau lihat cela di diri saya? Saya lebih cantik dari dia, wanita kamu. Apa yang kau lihat dari dia sampai kau melupakan saya yang ada di depan kamu mas???” Tanya Hana lagi.
Damhar menatap nanar istrinya, merasa ada anak panah yang menancap tepat di dadanya, kenapa rasanya sangat sakit melihat Hana, wanita yang selalu ia anggap istri tetapi tidak ia cintai ini menangis. Dammhar tak bisa bersua. Hana menghela nafas di sela tangisannya. “jika mas ingin putus dari saya, maka saya pastikan jika mas hanya akan menemukan mayatku di esok hari.!!!”
“MAMA..!! HANA..!” Jayy dan Damhar berteriak keras menatap Hana yang terlihat kosong. Jay menarik ibunya tetapi Hana menolak tetap memegang kaki Damhar, matanya masih mencucurkan air mata.
Damhar ikut merasa takut memegang tangan Hana.”Hana... saya, mas ingin memutuskan rasaskait bukan meminta putus, tapi mas ingin memperbaiki semuanya. Mas ingin kita memperbaiki semuanya, bukan menceraikan kamu.” bisik Damhar pelan.
Hana tertegun, tangannya terasa lemas melepaskan pegangan dari celana Damhar. Damhar turun dari kursi dan memeluk istrinya hangat. Hana terdiam sejenak dan terkekeh. Damar memeluk istri,. Tak ada niat untuk menangis, tapi matanya memberikan efek sendiri.”Mas ingin kita kembali berkumpul dan mas akan meninggalkan dunia gelap mas. mas ingin kalian saja dihari ini, esok dan nanti.” Bisik Damhar menangis. Hana tetap terdiam tak bersuara, merasa jika ini hanya mimpi.
Hana terkekeh.”Mas bohong?”Bisik Hana.
Damhar menggeleng melepaskan pelukan mereka, tapi Hana menahannya menangis lebih keras.”Jangan dilepas mas, jika ini mimpi setidaknya aku minta Tuhan tidak membangunkan aku lagi hiks hiks.”Hana menangis memeluk erat Damhar. Damhar menangis terisak memeluk istrinya, mencium belakang telinga istrinya.
Jay? Ia tertegun melihat ibu dan ayahnya. Jay terkekeh pelan, kenapa rasanya seseorang ini? jika benar kata ibunya ini mimpi maka tolong jangan bangunkan lagi diri mereka...
__ADS_1