Transmigrasi Twins Antagonist

Transmigrasi Twins Antagonist
57


__ADS_3

Yaampun maaf baru upload lagi yah, sebab kematian sibuk ngurus cari kerja... Doain biar cepat dapat kerja yah🤗🤗


.


“Balikin Regan..!!!!!”


Glory berteriak kencang pada sosok yang berlari membawa barang berharga miliknya. Wajah Glory terlihat merah jambu menahan tangis, marah dan malu menjadi satu. Ini mengganggu ketenangan miliknya yang paling dalam


Regan menjulurkan lidahnya pada Glory mengejek, berlengak lenggokkan pinggulnya diatas sofa.” Nggak mau wle,,,, hahaha Ini tu bagus buat seni, jadi pajangan, gunung merapi Glory..!!” Regan terbakal-bagak memutar barang berharga milik Glory berwarna merah merona itu semangat,.


Glory menghentakkan kakinya malas.” Regan sialan. Balikin..!!!” Glory mengejarnya lagi tapi Regan berlari memutar arah.


”Siapa suruh nyelip dibaju gue. “ Ujar Regan.


“ Umi.. Abi liat Regan mainbin B-----“


“Iya ini gue balikin..!!” Glory melotot pada Tegan yang membekap mulutnya menggunakan barang berharga tadi. Regan terlihat cengengesan” Jangan teriak nanti jajan gue dikurangin..!!” Bisik Regan.”Gue traktir seblak deh nanti.” Tawar Reab panic lagi.


Glpory menatap Regan bengis mundur selangkah.”Umi.. Abi Regan mainin HB glory...!!!”


“NGGAKK..!!!!”


“ REGAN..!!!!” Sahutan Dari Umi Komala membuat Glory bverlari kepada sang empu. Sedangkan Regan memilih cepat-cepat kabur dari keadaan menegangkan.


Komala berkejak pinggang melangkah dari dapur menuju ruang tamu, menatap garang tangga dinaiki oleh Regan. “Regan turun kamu..!! nggakk usah kabur atau jajan kamu Umi potong...!!!!” Teriak Komala garang. Wajah Komala sudha merah karena kesal.


Regan yang masih di anak tangga terhenti secara otomatis, bagaikan Komala memiliki tombol fouse untuknya. Regan menatap Komala memelas.”Yah Mi, jajan Regankan udah dipotong kemarin gara-gara Regan nggak sengaja naruh permen karet dirambut Glory, kalo dipotong lagi berarti Regan nggak jajan dong..!!!!!” Rengfek Regan tak mau.

__ADS_1


Komala melempar sepatula yang dipegang, hampir mengenai kepala Regan. “ Biarin,,, sekalian kamu Umi nggak kasih makan, nakal banget deh..!!” Regan mencicit kabur takut diterkam Komala. Komala mendenggus melirik Glory dibelakangnya yang sejak tadi terkekeh mengejek Regan.


Komala yang tadinya berwajah masam sekarang menjadi gula. Sangat manis dan lembut. “Sayang maafin Regan yah, dia emang nakal banget jadi anak, nanti Umi kasih hukuman yah.” Ujarnya pelan menatap rambur Glory yang dipotong pendek,


Kesal mengingat kejadian kemarin, kemarin Glory dan Regan tidur di depan TV menonton sereal Netflix, tidak tahu bagaimana Regan lakukan, rambut Glory sudah terkena permen karet yang dikinya Regan, mau tak mau rambut Glorry yang panjang harus dipotong. Mengingat hal itu cukup menambah kadar garam ditubuh Komala, rambut halus nan lembut kesayangan anak angkatnya rusak akibat anak tak tahu diri itu.”Duhhh sayang... kesel deh.”Komala merengek menatap Glory.


Gloryu terkekeh geli mengusap pelan bahu Komala.”Udah Mi., Nana juga kesel, tapi mau gimana lahgi? Nanti Nana mau cat sajalah dibagian bawahnya jadi warna Grean, biar kece..” Ujar Glory menampilkan wajah kecenya.


Komala mengangguk.”Yaudah nanti Umi kirim uangnya yah, mau berapa?” Komala menatap Glory berbinar.


Glory menggeleng.”Nggak usah Mi. Nana ada uang kok, heheh..” Komala itu sosok yang melankonis, children, hemm malah Glory merasa memiliki anak, pantas Regan punya sikap penakut, menye-menye, polos dan menyebalkan, karena ibu dan ayahnya yah begini sikapnya. Rumah Regan tidka terlalu besar, hanya dua tingkat saja. Jadi jangan membayangkan mansion mewah.


Yahhh sudah dua bulan hidup bersama keluarga Regan Glory sudah dekat dan sangat mengenal mereka, keadaan tubuh Glory juga sudah jauh lebih baik, luka sudah mengering.


Masalah kedua orang tua kandung, Glory sesekali suka bertemu diluar, mereka memilih membeli satu rumah yang akan ditempatkan di setiap malam Minggu dan akan berkumpul dimalam itu. Oke Glory juga menerima uang jajan fantastis dari mereka jadi jangan tanya uang yah...


Sudah dua bulan Glory dirumah Panji dan Komala, Glory diajak oleh Komala dan Panji tinggal dorumah mereka, keadaan saat itu Glory tidak memiliki wali, dan dia hanya sebatang kara. Keluarga Rrganpun membawa Glory pulang dengan mereka.


Awalnya Glory menonak karena masih memiliki orang tua, tapi mendnegar penjelasan dari Faris ia tak punya pilihan lain selain menerima Regan dan keluarga, mau kembali kepada keluarga Aksa tapi ia tak ada niatan. Hidup Glory seperti menjadi kucing saja, disana sini ditampung larena keimutan miliknya. Glory berani bertaruh jika dirinya tak cantik tak akan ada yang mau menampungnya di sini atau disana.


Bisa dikatakan Goodluking akan aman itu benar-benar nyata adanya....


“Sa.... pulang yuk..!!!” Aruna mengusap bahunya yang terbuka terasa dingin menatap Aksa yang masih berdiri menatap lautan didepannya nanar. Aruna menatap Aksa sendu, sedangkan Aksa diam tak bergeming sama sekali, tetap diam menatap laut sampai titik menuju ujung pulkau tak terlampau. Sejak kejadian dirinya bunuh diri, aksa sudah melakukan aksi bunuh diri lagi, tetapi nyatanya tak semudah itu, ia tetap diselamatkan oleh orang tuanya.


Aruna memegang tangan Aksa lembut. Aksa bergeming melirik sejenak tetap dalam wajah muramnya. Glotry menatap Aksa tak tenang.”Aksa pulang yuk, kamu jangan sedih terus, Glory pasti sedih liat kamu begini..” Suara Aruna bagai sapuan lembut bulu domba saking halusnya, jika ada yang mendengar pasti akan terduduk, jika itu perempuan mereka akan iri sampai ingin mati,


Aksa diam tak bergeming. Aruna mengepalkan tangan. Aksa selalu kesini semenjak gagal bunuh diri yang ketiga kali. Pemakaman untuk Glory dilakukan secara gaib, tak ada mayat tetapi kasusnya sudah ditutup dan Glory dianggap tiada. Semenjak itu Aksa murung selalu memberikan bunga mawar merah kelaut setiap sore sebagai sapaan untuk sang adik.

__ADS_1


Aksa hidup dalam lautan penyesalan.


“Kamu pulang saja duluan, aku masih ingin di sini.” Ujar Aksa datar.


Sikap Aksa datar, keceriaan selama ini hilang ditelan waktu, tak lagi bisa tersenyum senang. Wajah Aksa terlihat selalu murung merasa bersalah. hubungan bersama keluarganya juga merenggang, bersama teman Aksa jarang berkumpul. Aruna menatap linglung Aksa.” Tapi Aksa, Aru tidak berani pulang.” Lirih Aruna pelan.


Aksa meliik Aruna ringan. Aruna menunduk memainkan jadi mungil miliknya takut. “ Aku takut dipukul ayahku, dan akan jadi samsak Dava lagi.”


Aksa diam menatap Aruna. Rasa sakit kehiangan Glory sangat pekat diingatan, itu semua karena kecerobohannya yang sudah mendahulukan Aruna ketimbang adik. Aksa hendak menangis lagi mengingat itu.


“Aruna maaf... aku ingin bersama adik.” Aksa berkata gemetar menatap laut. Aruna menatap Aksa kecewa, sealama ini Aksa selalu mengutamankan Aruna melebihi apapun, selalu menjadi nomor satu, melindungi Aruna dari ayah yang ingin mengotori Aruna, menjauhkan Dava dari Aruna, aruna merasa memiliki kakak laki-laki yang bisa menjaganya. Tapi sudah dua bulan ini ia menjadi bahan siksaan Dava, selalu meminta bantuan pada Aksa tapi Aksa terlihat seperti mayat hidup.


Aruna menggeleng.” Aksa... tolong..!” Lirih Aruna. Aksa menggeleng lemah menatap ke langit. Aruna mengusap bulir mata melirik Aksa.


Mengangguk.”Baik..” Aruna pergi meninggalkan Aksa.


Aksa terduduk menatap langit. Andai saja saat itu priorotas utama masih milik adiknya pasti saat ini adiknya maish ada di sisinya. Andai saja kan?? tapi semua sudah tak berarti.


Aruna terus mengusap pipi yang basah,. Mengepalkan tangan cukup kuat. kini Aruna tak punya lagi sandaran untuk kuat, hanya sendiri dan sebatang kara.


“Dari mana kamu jal4ng??” Aruna mendongak menatap kaget ayahnya. Tangan Aruna gemetrar mengepalkkan tangan. Ia harus siap lagi untuk dijadikan samsak oleh ayahnya..


Lagii.....


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2