Transmigrasi Twins Antagonist

Transmigrasi Twins Antagonist
Teman


__ADS_3

Glory mendesis.” Loe alasannya gue mulu kalo bolos, gue kalo dikira penyakitan gimana?”Tanya Glory memekik. Regan terbahak mendengarnya. Glory malah semakin memandang Regan sangit.


”habisnya muka loe emang cocok sih jadi cewek penyakitan. Putih banget.” Ujar Rrgan mengusap kepala glory gemas. Kulit Glory sangat putih kontras dengan warna kulit orang lain.


Glory mendenggus.” Loe aja yang item dekil.” Ketus Glory Mengejek Regan yang sudah menghina warna kulitnya. he diluar sana banyak orang yang menggunakan pemutih baik segi suntik, pil atau bahkan oprasi supaya bisa putih.


Sedangkan dirinya alami, tidak ada meminum pil atau berbagai hal agar putih. real alami.


”Mana ada yah. gue coklat,,.!!” Pekik Regan.


Glory terkekeh mendengarnya tapi ia malah memainkan bibirnya mengejek Regan. Regan mendenggus menarik bibir Glory.


” Reganjing.” Panggil Glory. Tawa Regan ikut terdengar sumbang berlari menjauhu Glory yang sudha mengamuk,.


Di sisi mereka yang tidak di sadari ada Glora yang ternyata masih disamping gudang,. Menatap Glory dan Regan nanar.. Glora mengusap air matanya sendu. “ Kok Tuhan Nggak adil banget yah Ry?? Padahal kan gue juga pengen disayang kayak loe. “bisiknya lirih pada dirinya. Glora mendongak tapi air mata tetap jatuh. Diperlakukan berebda dengan suadara itu tidak enak, sangat buruk.


Glora memutar tubuhnya mengambil langkah lain menuju belakang sekolah. Glora tidak ingin masuk hari ini, rasanya moodnya jelek hari ini.


Oh iya siapa tadi yang memberi tahu Regan dirinya membully Glory? Aruna yah?


Ternyata benar kata Regan. Guru percaya saja jika Glory izin sakit, jadilah Regan dan Glory masuk UKS tidur disana sampai bel berbunyi. Regan menyenggol lengan Glory”Kantin yuk. Laper gue, nanti somai habis, gue mau makan somay somai gue semalem loe habisin padahal gue masih mau.” Bisik Regan masih menyindir yang semalam.


Glory yang tertidur nyenyak terbangun, mengngguk sembari mnengucek matanya, Glory melangkah membawa tasnya dan Regan menggeleng melihat Glory yang terlihat amish mengantuk. “Gue ke kelas dulu mau naro tas. Nanti ke kantin .” ujar Glory.


Regan mengangguk pelan.”Nggak mau ditemenin?”


Glory mengeleng.” Nggak usah, deket juga.” Jawabnya. Regan mengangguk.


Glory pun melangkah ke kelasnya, disana beberapa murid sudah tidak ada, ada si beberapa yang duduk dan ada juga yang sedang menggambar, Glory cepat cepat menaruh tasnya diatas meja.


Glory menatap Nanda yang baru saja masuk ke kelas. Glory tersenyum.”Mau ke kantin nggak loe?”Tanya Glory kepadanya.


Nanda melirik Glory.” Wih gue kira loe enggak masuk nyet. Tapi gue udah ke kantin nih., lagi bokek jadi Cuma beli es aja gue.” ujarnya menunjuk es miliknya memelas.” Uang jajan gue dipotong gara gara nyembunyiin kol0r spideren milik Nando."


Glory menatap Nanda malas.” anjir pakek diceritain lagi, tapi Menag loe lupa kalo punya temen sultan, skuylah gue traktir sampek mampus.” Ujar nya pada Nanda.


Nanda mendengarnya menatap Glory berbinar.” Seriusan loe?”Tanyanya dengan semangat. Glory mengangguk.


” Anj1r cakep banget gue. nggak salah gue temenan sama loe.” Ujar nanda, Glory mendesis saja lalu melangkah diikuti nanda.

__ADS_1


“ Mau kemana loe?”Tanya nando yang dibelakang nanda sembari memakan gorengan.


“mau makan lah, loe trakhir gue ngak mau padahal tau gue lagi susah. Males temenan sama loe.” Ujar nanda.


Nando melirik sinis.” Es loe gue yang bayar kalo loe lupa.” Ujar nando malas.


Nanda malah cengengesan melirik Gory yang juga melotot.”duit gue diklit banget kalo nanti siang gue haus jadi nggak ada duit gimana?”Tanyanya memelas kepada Glory.


“Bohong. Jajan dia masih ada tu sepuluh ribu, bisa dapet goreng delapan, “Sahut heboh Nando tidak trauma.


” Hoy loe pikir gue keisni nggak isi bensin? Loe lupa pertalit udah sepuluh ribu?”Tanya Nanda sengak kepada Nando yang masih juga menyalahkannya, padahalkan BBm sekarang naik, biasanya ia isi pertamax tapi sekarang sudah tidak mampu.


Nando mengangguk.”Iya juga hehe. Lupa gue.” ujarnya.


“yok jadi nggak nih.” Ujar Glory kesal melihat anak kembar berdebat bensin.


“jadi dong. Skuylah.” Ujar Nanda menarik tangan Glory dan menggandengnya tangan Glory.


Glory berdehem dan berjalan.” Gue ikut oy..” teriak Nando merangkul bahu Glory. Glory meringis melihat keduanya beitu dekat padanya. Sebnarnya Glory bukan type yang mau dekat banget tapi jika beginikan Gloty seperti punya pawang dan orang bisa tidak membuat masalah padanya kan?


Sampai di kantin mereka jadi tatapan dari beberapa orang. glotry menatap dimana kakaknya. Regan melirik dan menunduk bangku lain saja, sebab disana sudah penuh berisikan anak kelasnya termasuk Dika, Glory mengangguk dan duduk di stan bakso, bakso pak Ustad dan bunda yang terkenal palinge enak disini. Nanda dan nando ikut duduk di depan Glory.” Gue juga di traktir kan Na?”Tanya Nnado polos pada Glory.


“ ashiap,,” ujar nando pergi dengan semangat.


Glory mengambil keripik di atas meja dan membukanya nikmat. “gue juga mau dong.” Ujar nanda mengambil juga.


Glory mengangguk saja dan mengunyah.” Anj1r mewet.” Ujar Glory meraakan gigoiynya nyilu.


” Tapi enak mewek nggak sih kalo kripik.” Ujar nanda semangat. Meet itu kerupuk melempem.


“ Bibir loe perlu sih diperiksa.” Ujar Glory mendneggus.


” Bibir bibir. Lidah begok. “ sahur nanda sengit.


Glory terbahakk mengetahui dirinya salah.” Maaf haha Typo gue.” ujar Glory mengusap pipinya yang tidka gatal.


Nanda menggeleng saja tidak" Ngomong aja low typo ye...". Glory hendak menjawab tapi terhenti Nando yang datang.


“udah, tunggu aja yah kata bunda.” Nando datang membawa gorengan. Glory mengangguk sembari mengambil goreng tahu.

__ADS_1


Nando dan Nanda slaing lirik. “Na.. loe nggak marah lagi kan sama kita?”Tanya nanda dan Nando lirih.


Glory menggeleng.” Marah apaan sih? Udahlah jangan dibahas.” Ujar Glory malas.


Glory tidak mau menyimpan dendam atau amarah, pristiwa dimalam itu kan memang takdirnya saja, mereka yang tidak bisa dihubungi dengan alasan tidur dan hp mati bisa dibicarakan lah yah.


“tapi kita ngerasa bersalah banget sama loe na,. karena kita ngak berguna banget jadi temen loe, “ suara Nanda sangat lirih, penuh penyesalan kepada Glory.


Glory melirik Nando sambil meracik cabe, saus dan kecap untuk cocolan gorengan.” Iya iya. “ujar Glory santaii.


“Jadi bener..”


“ sekali lagi loe nanya gue lempar ini yah.” Glory melotot menatap cabe racikanya untuk dilempar.


“ampun bos.” Nando dan nanda menggeleng dan menangkup kedua tangan di depan.


Glory menghela nafas.” Gue enggak mau marah lagi masalah itu, lagiakan udah kalian jelasin kalian malam tu enggak megang hp dan udah tidur,. Udah takdir gue aja lagi sial.” ujar Glory lagi menjelaskan perasaan dirinuya.


“Iya sih.. kalo loe tau mending nginep rumah kita aja.” Ujat nanda mengangguk.


Glory mengangguk.” Siapa yang tau kan.:” ujar Glory.


“EH BTW yang bantuin loe pas itu siapa Na??” Tanya Nanda pelan.


“ dek ini baksonya.” Saat Glory hendak angkat bicara bakso mereka sudah sampai.


Mata Glory berbinart menerima bakso miliknya. “ makasih bunda.” Ujar Glory.


Bunda mengangguk dan tersenyum.” Cantik banget neng,.”


“iya dong, kalo ganteng bukan Glory namanya, “ Jawab Glory semangat.


Bunda terkekeh melihat Glory. Sedangkan Nanda dan Nando juga sudah lupa apa yang ditanyakan, mereka memiilih makan lagi saja, tanpa sadar ada yang menatap mereka tajam sejak tadi,


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2