
“Udah Ri. Emang mereka tolol semua, kalo ngelakuin suatu hal nggak pernah di gunain otaknya.” Ujkar Nanda kesal melihat mereka semua. Lagian dimana si guru pembimbing mereka? Nanda melirik sekeliling tapi rupanya tidak ada guru . Entah nanda juga bingung.
“ Lagian Glora ngelakuin hal gini bukan sekali dua kali, wajar aja dong kalo dia diperlakukan kayak gitu. Gloranya aja yang terus berbuat jahat. Ya pasti dia sengaja.” Sahut Rangga masih membela diri, tidak suka jika Glory mendukung Glora, rangga seperti dipermaukan dimuka umum. Baik sini Rangga bisikan fakta. Rangga sangat membenci Glora.
Glory mendesis lalu mengambil HP nanda yang didalam sakunya, ia membuka wa dan mulai menyelusuri wa nanda. Nanda menatap Glory malas sebab Glory lancang sekali. Tak.. glory tersenyum miring.” Gue udah upload videonya. Kalian bisa cek kebenarannya.” Ujar Glory. Semua saling tatap lalu segera membuka hp mereka.
Benar adanya, di grub angkatan mereka disana nomor nanda mengirimkan video, video yang berisi dimana Glora yang benar benar tidak sengaja. Disana juga bagaimana Dava dan rangga memukulnya meski tidak keseluruhan sata dilihat Glory yang berusaha keluar dari tribun dan turun ke lapangan untuk menghentikan mereka,
" Loe nggak usah ikut campur. mau dia sengaja atau nggak. dia pantes dan wajar aja buat dapetin nya. " Ujar Dava dingin kepada Glory. Diangguki oleh Rangga dan semua orang.
Glory tersenyum miring, Rangga diam menatap video tersebut sedangkan Dava menatap Glory dengan tatapan sengit. “Nggak ada yang wajar kalo udah main fisik, gue nggak membenarkan Glora melakukan kekerasan sama Aruna, tapi gue juga nggak membenarkan tindakan kalian. Kalian bener bener lelaki yang jauh dari bayangan gue, lelaki yang harusnya menengahi dan memimpin eh malah main tangan. “ Ujar Glory sinis” Dan lagi coba tanyain sama Runa, hidungnya berdarah karena bola atau karena hal lain?”Tanya Glory sinis dan menarik tangan Nanda agar menjauh dari sana. Rina menegang ditempat mendengar pertanyaan Glory.
Nanda mengangguk dan berkata.” Lain kali cari kebenarannya dulu sebelum bertindak, kalian bener bener keterlaluan, udah lihat hal gini kalian maish yakin selama ini Glora ngelakuin bully terusan sama aruna? Bisa jadikan selama ini Bukan Glora yang ngelakuin tapi kalian tetep nyalahin dia. “ ujar nanda sebelum mengikuti Glory menjauh.
Aruna mengerjab polos, dava dan Rangga menatap aruna. Aruna mengeleng.” Demi Tuhan aku nggak pernah bohong. Kalian kenapa lihat aku gitu?”tanyanya polos, bagian baju lengannya sudah berdarah akibat darah mimisan. Aruna terdiam sejenak, bola yang terlempar mengenainya tidaklah begitu kuat,, tapi membuat hidungnya berdarah, bukan seratus persen karena bola Glora, tapi karena pukulan ayah dna ibunya malam tadi. Aruna tidak bisa bicara tadi karena ditahan oleh Rangga dan Dava. Aruna ingin jujur sekarang tapi sudah terlanjur berbohong.
Aksa diam, rangga pun diam, mengingat jika sedari pagi memang wajah Runa ada beberapa lebam yang di tutupi foundi tak rata, apa benar itu karena bola dari Glora? Dilihat dari video Glora juga tidak bisa memukul bola bakset? Hanya terlempar ke kanan sebab slaha lempar saja. Tapi mengapa sampai berdarah begitu? Ah kali ini mereka merasa bersalah sama glora.
__ADS_1
Glora diam di tengah lapangan. Glory tidak membantunya, ia hanya sendiri. Sampai di saat tanganya ditarik. Glora mendongak, disana ada Nanda yang membantunya berdiri.
" Manja. " Ketus Nanda malas. Glora diam dan berdiri dibantu oleh Nanda. Ternyata nanda kembali lagi untuk membantunya.
Glora menatap semua orang kelas yang sama sekali tidak ada yang membantunya, menatap Aruna yang dibantu oleh banyak orang. glora menatap mereka dengan tatapan sulit. Mengapa mereka hanya memandang aruna yang paling tersakiti? Mengapa dirinya tidak? Padahal dirinya juga manusia?
Sedangkan Glory menghela nafas, menbatap Nanda yang berbalik lagi membantu Glora. Glory tidak suka Glora yang menyedihkan begitu, tapi bukan salah Glora juga menjadi begitu. takdirnya sudah tertulis buruk, glory bisa apa? Dibenci oleh keluarga dan semua orang sudah garis keras takdirnya. Glory ingin mengajari Glora jika jangan berharapp dukungan dari orang lain, sebab meminta dukungan dari orang lain itu benar benar sakit, percayalah.
Glory menghela nafas, jam pertama sudah selsai, jadi ia sudah bisa memasuki kelas, tinggal jam kedua sebelum istirahat. Saat memasuki kelas, ternyata gurunya tidak juga ada. Jadi Glory memilih untuk bermain game saja bersama nando dan arga. Mengapa Glory tidka berteman dengan para perempuan?
Nanda membawa Glora ke UKS, Glora diam saja sedari tadi, tidak ada yang berniat angkat suara sejak tadi. Nanda hanya bisa menghela nafas dan mengambil pembersih luka, air hangat dan juga obat luka. Glora diam dan duduk di ruangan tersebut. Nanda mendekati petugas uks, disana ada satu perempuan dan satu laki laki.” Tolong bersihin lukanya dia. Kalian PMR kan?”Tanya Nanda.
Keduanya mengeleng," Dia aja kak." si pria sudah lebih dulu menjauh dan si perempuan menatap Nanda memelas.
”kak maafin kami, kami nggak mau. Kakak aja.” Jawabnya. Nanda terdiam sejenak, mereka semua takut pada Glora, siapa yang tidka takut jika bermasalah adenganya akan keluar dari sekolah ini, membully tidak tanggung tanggung, katanya bahkan ada yang sampai meninggal. Glora juga katanya bahkan pernah mematahkan tulang leher dari anak yang sudah membuatnya marah. Jadi semua murid akan memandang Glora itu monster.
Nanda menghela nafas.”Nggak apa apa, dia lagi luka, gue nggak tau caranya.” Ujar nanda pada petugas PMR.
__ADS_1
Petugas berdecih.” Biarin aja sih kak kalo gitu, lagian dia pantes dapetinnya, “ ujar perempuan itu berbisik tapi berkata sinis. Nanda menatapnya dingin membuat ia gelagapan dan memilih kembali membersihkan meja.,
Nanda menghela nafas, segera ia bawa obat tadi menuju ruang Glora. Disana ada Glora yang diam saja, diam Glora mendengar semuanya, ia hanya menyandarkan tubuhnya ke sisi kasur dan menatap Nanda.” Gue bisa bersihin sendiri lukanya. Sini.” ujar Glora pelan pada Nanda. Tangannya mengada meminta obat yang Nanda bawa.
Nanda terdiam sejenak, tadinya ia enggan membantu tapi mengapa sekarang Nanda kasihan pada Glora. “ biar gue aja,. Loe diem.” Ujar Nanda mendekat.
Glora menggeleng.” Gue udah biasa kok, loe nggak perlu bantuin gue.” jawab Glora pelan dan tertahan, ada suara lain yang terdengar sumbang, apa itu suara menahan sesak??
Nanda menggeleng.” Sudah biasa? Berarti selama ini kalo loe luka loe Cuma sendiri ngerawat luka loe?”Tanya Nanda mendekati Glora. Glora terdiam menatap Nada dingin.
Nanda menghela nafas melihat wajah Glora yang sangat memprihatinkan. Pipi kanan dan kiri berdarah, hidung yang juga berdarah.
Nanda kok jadi kasihan yah padahal ia selama ini salah satu hetersnya Glora?
Nanda mengambil air untuk membersihkan hidung Glora. Awalnya Glora menolak tapi Nanda tetap membersihkannya. Glora diam, kali ini ada yang mengobatinya padahal selama ini tidak ada, tidak ada yang berani dan juga ingin mengobatinya.
Hahaha glora menyedihkan, saat terluka tak ada satupun tangan yang menyambutnya, tak ada satu tangan hendak membantu dan mengobatinya, tidak ada satupun orang yang peduli. Saat ada yang membantunya seperti ini kepadanya, hati Glora seperti sangat sakit?
__ADS_1