
“Na? loe sjak pulang dari minimarket kok pucet gini? Loe sakit lagi?”Tanya Regan sedikit khawatir.
Glory menatap Regan sejenak dan menggeleng.” Nggak kok, Cuma gue dingin aja.” Ujarnya pelan menguap tengkuk miliknya yang terasa dingin dan tak enak.
Regan melirk tangan Glory yang menggusuk lehernya. Regan terhenti menatap nya lebih teliti, tangan Regan memindahkan barang yang ia bawa ke tangan kiri. Memegang lengan Glory. Glory diam melirik regan kaget. Regan menggusuk tangan Glory dipergelangan tangan wajah Regan terlihat serius menatap cap jari-jari tangan disana sangat jelas, kontras dengan kulit putih milik Glory. Regan mantap Glory dingin.”Siapa yang ngelakuin ini?” Tanya Regan dingin,
Glory tertegun, rasanya baru kali ini melihat wajah Regan yang pecicilan seserus ini. Glory mengeleng pelan." Ng--"
” Jangan bohong Glory. Bilang siapa yang gini sama loe?” Taya Regan dengan dingin lagi memotong jawaban Glory. Seakaan tau apa yang Glory ingin jawab.
Glory diam sejenak menghela nafas.”Tadi Dava, dia nyekal tangan gue nanya sesuatu.” Jawab Glory jujur melepaskan tangan Regan dari tangannya.”Lagian nggak apaapa kok, tangan guekan putuh jadi merah dikit aja jadi keliatan.”Lanjut Glory pelan merasa dingin dari aura Regan.
Regan menunjuk kening Glory menggunakan telunjuknya, menjulaknya cukup kuat. Glory kaget merasakan kepalanya dijulak sedikit oleng kebelakang.”Beg0k banget, teriak kalo ada apaapa. Otak leo harusnya gue kasih garem terus gue rebus biar gue makan sekalian. Mubazir kalo Cuma jadi pajangan.” Ujar Regan tak senang. Berdecak pinggang..
Glory mendengar ucapan Regan menatapnya datar.”nggak sekalian loe rendang biar enak rasanya?”Tanya Glory malas. Malas meladeni Regan.
Regan menatap Glory tajam senjenak smapai Glory merasa tatapan Regan aeakan membunuhnya. Rehan mengangguk.”Bener juga, gue rendang pakek jengkol keknya sedap juga. Keren juga ide loe.” Jawab Regan mengangguk.
Tatapan Glory menjadi datar menatap Regan. “Nggak tau gue, ngak paham. Dosa apa gue bisa tinggal bareng mahluk jadi-jadian kayak loe Gan. Cape gue.”Ujar Glory melangkah meninngalkan Regan.
Regan mendengus.”Dia yang ngasih saran dia yang ngomel, dasar Human.”Gumam regan pelan melangkah mengikuti langkah glory dihadapannya.”Jangan tinggalin gue, nggak gue bagi coklat entar awas aja nangis..!!!
“BODOH..!!”
Glory terlalu kesal pada Regan. Ia pikir Regan marah dan akan mendatangi Dava untuk diberi pelajaran, tapi malah mengatai ia bodoh. Itu membuat Glory kesal.,
__ADS_1
Di sisi lainm sosok Aksa diam dimarkas tempat tongkrongan mereka, disana ada Dava. Rangga, Dimas dan Jay. Semua diam melirik Aksa yang dari tadi diam saja. Dimas menghela nafas melirik Rangga yang juga diam saja. “Kalian nggak ada niatan buat ngokrong gitu? Yakali nongkrong diem diem baek gini? Kek anak rumahan banget kita.”Ujar Dimas pelan.
Jay disana mengangguk.” Pasti ini garagara si cewek tadii kan??? adik Aksa? Dia aja nggak ada tu merhatiin kita jadi ngapain kita merhatiin dia. Dia selamat tapi nggak ngabarin keluarganya. Bikin panik se dunia. Dasar Humah nggak tau diri.” Lanjut Jay tak senang.
“MULUT loe belum pernah goe koyak koyak yah?” Jay terdiam merasa merinding mendengar Aksa menyeruak mengatakan hal yang menakutkan. Aksa memukul meja didepannya menatap Jay marah, semua kaget menatap Aksa.,”Loe sekali lagi jelekin dia didepan gue. mati loe..!!!!”
“Tapi yang dikatain Jay memang bener.!” Rangga angkat biara. Rangga juga kesal, ia salah satu yang sangat khawatir akan kehilangan Glory,. Rangga tidak tau apa yang membuat ia sekhawatir itu, sampai-sampai ia tak bisa tidur nyenyak selama dua bulan ini. eh malah gadis yang dikhawatirkan sehat-sehat saja bersama lelaki lain., itu tidak adil.
Aksa memejamkan mata erat.” KALIAN NGAK TAUU APA-APA. Mending kalian diem, gue habisin mulit kalian nanti...!” Tekan Aksa lagi.
Aksa menghela nafas.”Ini salah gue,. dia malam itu nelpon gue tapi gue malah sibuk jagain Aruna. Gue nggak bisa jagain dia. Dia berhak marah.” Lanjut Aksa lagi.
“Anjing loe. Kenpa loe nggak bilang kek kita kamaren??” Tanya Dimas menatap Aksa garang.
“oh jadi gara gara itu loe ngejahuin Aruna sekarang? karena loe kecewa sama diri loe sndiri yang mentingin cewek lain dibanding adek loe?”Tanya Rangga bengis. Merasa tak senang juga.
Aksa diam tak mennjawab, yang artinya ia mengiyakan pertanyaan Rangga,” kalo gitu caranya pantas Glory nggak ngabarin kalian pas sembuh. Emang kakaknya sebr3ngsek itu.”Lanjut Rangga keluar dari sana meninbgalkan semua orang yang diam.
Aksa menghela nafas mengisap kepalanya kasar. Merrasa kepalanya semkain sakit. Dimas mengeleng.”Besok temuin aja lagi Glory,. Kalian butuh bicara.” Ujar Dimas kepada Aksa memberi saran.
“Tapi gue nggak yakin dia mau ngomong sama loe, “Balas Jay dengan wajah meremehkan.
Dimas mengeleng.”Tapi gue liat dia B aja tu main dan negur Aksa meksipun selebihnya dia dikacangin. Dia senyum aja tu.” Lanjut Dimas mengingat tadi
“justru kalo Glory udah senyum. Itu artinya dia udah nggak baik-baik aja.” Bisik Aksa pelan.
__ADS_1
Dimas dan Jay diam slaing lirik menggeleng tak paham. Aksa mengela nafas menatap tangannya, merasa jika tanganya terlalu jauh untuk menggapai dan memeluk sang adik.
...----------------...
Glory memainkan pensil ditangannya mentap buku yang ia baca, “Jadi malam ini Jay bakal bunuh diri gara-gara orang tuanya cerai. Ibu yang paling dia sayang selingkuh sama adik ayahnya, dan ternyata ayahnya itu udah selingkuh sedari ibu dan ayahnya sebelum nikah.” Gumam Glory pusing. Glory mengingat alur dimana saat ini adalah alur ayah Jay akan cerai dengan istrinya.
Jay itu teramat menyayangi ayah dan ibunya, Jay sudah tau sedari kecil ayahnya suka sekali mengajaknya pergi bertemu selkingkuhannya, lebih parahnya ayahnya melakukan hal tidak senonoh disebelah kamar yang ditempati oleh Jay. Jay kecil merrasa terganggu akan suara bising dan menjijikan dari kamar sebelah terbangun. Saat bangun Jay sangat terkejut melihat aktifiitas ayahnya dan juga wanita itu.. wanita yang ayahnya pacari semenjak ia belum menikah dari ibunya. Jay yang masih kecil penasaran apa yang ayahnya lakukanpun melakukan hal yang sama seperti ayahnya.
Itu awal mula dari Jay kenjadi lelaki br3ngsek dan perusak wanita, ia sudah tercemar pemandangan burik saat keil, meski begitu Jay selalu diam tak mengatakan kepada ibunya.
Jay selalu berfikir ibunya manusia paling baik, bak malaikat bersayap. Oke saat tau ibunya juga melakukan kebajingan, Jay sangat marah dan mengutuk dirinya terlahir dari manusia sampah. Jay saat itu sangat jijik pada dirinya sendiri, ibunya yang menipunya. Pada akhirnya ia bunuh diri dengan melompat gedung besar yang sudah tidak lagi digunakan selama berpuluh-puluh tahun.
Glory menggaruk kepalanya yang terasa gatal. Ragu untuk membantu, tetapi mengingat apa yang terjadi pada Jay juga bukan kehendaknya kan? tapi kehendak penulis yang menulis hal seburuk itu,
Glory mengutuk penulis yang melakukan tulisan sejelek ini.
Glory meletakkan pensil diatas meja kasar mengusap kepalanya. “Gue nggak berani masuk gedungnya, tapi kalo gue nggak nolong. Jay bakal mati.”Bimbang sekali Glory.
Glory menghela nafas mengambil jaket miliknya. Oke kali ini Glory harus mengesampingkan ego miliknya.
.
.
.
__ADS_1