
Glory menghela nafas menatap Azka yang diam bingung Melirik Glory dan ayahnya.” Akh paman, aku baru tau kau punya anak seumuran denganku. Bagaimana bisa?” Tanya Glory terkekeh pelan.
Daniel tersenyum.”Aku juga, sepuluh tahun lalu tiba-tiba dia datang bersama ibunya mengatakan dia anakku karena kecelakaan.” Jawab Daniel santai membuat Azka diam Karena malu.
Siapa si yang tidak malu di Katai oleh ayahnya seperti itu didepan temannya. Apalagi statusnya sebagai anak diluar nikah.
Glory menjewer telinga Daniel keras.”Paman tidak boleh begitu, tetapi anak paman tampan seperti paman hehe.”Ujar Glory.
Daniel melotot memegang telinganya yang terasa panas. " Auuu auu sakit..."
Azka? Dirinya lebih melotot karena tak menyangkah jika Glory bisa melakukan hal tak sopan pada ayahnya.
Ayahnya seram loh, ia sebagai notabene anaknya saja tidak berani. Jika bicara saja harus berfikir dulu.
“Kau tetap nakal yah..!!” Daniel terkekeh mengusap telinganya.
Glory menghela nafas menatap kedepan. Azka membasahi bibirnya pelan .”Ayah kenal Glory sejak kapan? Kenapa kalian terlijhat sangat akrab?” Ini pertama kali dirinya melihat ayah tersenyum begitu lebar, menangis dan memberikan eskpresi bahagia selama hidup.
Apalagi Glory yang bisa bersikap kurang ajar menambah kadar rasa penasaran,. Ayahnya tidak sesantai itu menjadi orang. Ayah ya tak segan mematahkan tangan orang yang berani menyentuh tubuhnya.
Glory dan Daniel saling lirik. Glory menggeleng pelan.” Itu nanti akan aku jelaskan.” Ujar Glory pada Azka yang menatap dirinya.
"Tap-"
" Azka....!!" Daniel mengingat Azka dingin, Azka yang di ingatkan oleh Daniel hanya bisa diam menahan rasa penasaran miliknya.
Glory melirik Daniel sendu.” Dan bagaimana kabar bibi Ana?” Tanyanya mengingat pengasuh setianya.
Daniel tersenyum sendu pada Glory.” Dia meninggal akibat menjaga nona Glora saat usia 10tahun dimana dia hampir dibunuh juga.” Ujar Daniel.
Glory tertegun mendengarnya. Daniel mengusap kepala Glory.”Ini bukan salahmu., tapi ini semua adalah bentuk rasa sayang kami kepadamu. Amanahmu kami pegang sangat erat dan kami akan menjaga dia sebagaimana yang kamu minta dengan taruhan nyawa kami.”
__ADS_1
Glory menatap Daniel meneteskan air mata, artinya dirinya mengobarkan satu nyawa untuk mengubah takdir Glory kan? memang seharusnya Glory itu saat kecil hampir mati karena dibunuh, dan hidup dalam kesengsaraan sampai akhir hayatnya. Tetapi di sini Glory tidak sesengsara itu. Daniel menghela nafas menatap nonanya yang menangis.
”Lili... kamu selama ini dimana?” Tanya Daniel pelan takut.”Dan bukankah kamu harusnya meninggal? kenapa lama sekali kembali?” Tanyanya lagi nanar,
Glory diam menatap langit kelam kosong, ia membasahi tenggorokannya dengan ludahnya yang terasa pahit. “ Aku.. aku ada banyak yang dilewatkan beberapa tahun belakangan ini, terlalu rumit untuk aku jelaskan paman.” Ujar Glory lembut.”Nanti kita luangkan watu untuk membicarakan hal ini.. tapi yang pasti jangan beri tahu siapapun dulu paman tentang keberadaan ku.” Gumamnya lirih.
Daniel tertegun.”Jadi tuan dan nyonya tidak tau jika kau masih hid—“
Glory menggeleng. Daniel tertegun merasa hangat karena tau jika dirinya orang pertama yang tahu, tidak peduli mengapa Glory Masih hidup yang pasti dirinya bahagia sang nona masih tetap sehat di sisinya.
Tapi dirinya mengutuk dirinya yang bodoh dan percaya jika Glory saat itu sudah meninggal.
Glory menghela nafas. Azka diam saja melirik keduanya. Azka itu sosok yang sangat takut pada ayahnya jadi dia hanya menyimak jika tidak diajak bicara.
Glory melirik Azka dan Daniel.” Hemmm aku sebenarnya ada banyak yang harus dibicarakan.. tapi. “ Glory diam sejenak membuat keduanya menatap Glory bingung. “ Tapi malam ini aku minta untuk paman dan Azka menjaga Glory lebih ketat.. Jaga dia jangan sampai melakukan hal gila... Jangan biarkan dia melakukan suatu hal diluar batas dengan Dava tunangannya.” Lanjutnya pelan.
Azka mengernyitkan keningnya.”Memangnya kenapa? Apakah Dava memiliki rencana buruk?” Tanya Azka pelan.
Dan untuk selanjutnya ia bisa mengawasi Glora lebih mudah dengan bantuan Daniel dan Azka.
" Kamu tau dari mana?" Tanya Azka gugup.
Glory menghela nafas memutar otak. " Aku tidak sengaja mendengar pembicaraan nya pada temannya tadi siang. Makanya aku kemari untuk meminta bantuan kalian. Glora dalam bahaya."
" Tapi mereka kan tunangan, jadi bebas dong jika mau melakukan apapun." Tanya Azka lagi.
" Tidak ada yang bebas sebab niat Dava buruk Azka.. " Tegas Glory. Azka tertegun dan terdiam melirik Daniel. Daniel pin ikut diam mendengar Glory yang terlihat sangat serius dan cemas...
Glory mengusap wajahnya kasar. " Aku sudah mengingatkan Glora tapi kalian lihat kan apa yang aku dapatkan? Aku hanya bisa mengandalkan kalian untuk menjaganya Karena cinta Glora sudah sangat buta pada Dava....! " Lanjut Glory serius.
Azka diam menatap Glora bingung.
__ADS_1
Kenapa Glory terlihat sangat mengkhawatirkan Glora yang bukan siapa-siapa nya?
" Loe Deket banget yah sama Glora Na? atau kalian punya hubungan gitu??" tanya Azka ragu membuat Glory menegang.
...----------------...
“Dari mana kamu?!!!!” Glory yang baru sampai dirumah kaget saat pintu rumah terbuka menampilkan sosok Aksa yang menatapnya tajam.
Glory diam menatap aksa yang bahkan masih menggunakan baju sekolah. “Ada urusan tadi bang.” Ujar Glory masuk membuka sepatu miliknya santai.
“Sampai larut malam? Urusan apa?” Tanya Aksa dingin. Terlihat urat di kening dan lehernya menonjol akibat menahan marah melihat Glory yang santai. Dirinya sudah menunggu Glory dari jam 8malam tapi Glory baru pulang jam 11 malam.
Glory menatap Aksa.” Ada urusan dikit bang. Lagian tadi Nana udah chat dan kabarin abang tapi abang nggak aktif. Coba buka hp abang kalo nggak percaya..!!!!” Tegasnya pada Aksa.
Aksa mengepalkan tangan,. Dirinya lupa membuka HP miliknya, saking paniknya hp miliknya tertinggal diruang inap Aruna. “Abang Tanya urusan apa yang bikin kamu pulang sampek larut malam Nana???”Tanya Aksa pelan.
Glory menatap kedua bola mata Aksa yang membentaknya. “Kalo abang kasih tau sama bapak sama ibuk tau rasa kamu. Jangan nyusahin abang disini Nana..!!! Kamu anak gadis apa pantas pulang jam segini? mau jual diri kamu ha?” Tegas Aksa lagi pada Glory.
Glory menelan ludahnya yang terasa kering. “Jawab dari mana??? Atau jangan-jangan ketemu Glora, teman kamu? Mentang mentang nama kalian sama. jangan-jangan udah temenan dan sifatnya juga sama. sama-sama kayak iblis..!!!!”Tegas Aksa keras.
.
.
.
.
.
...Yuhuuuuu jangan lupa tinggalkan jejak yah...! mau Doble up?kalo komentar nya banyak bsok aku Doble up beneran yee...
__ADS_1