Transmigrasi Twins Antagonist

Transmigrasi Twins Antagonist
48


__ADS_3

...Hallo. Kalian tidak ada niatan buat mampir di novel aku yang sebela? " Dendam karena satu malam?" hehe ditunggu yah. Buat yang nanya Pangeran kapan Up kak. aku Up lagi yah doain saja aku Up terus dan rutin hehe....


.


.


..


.


.


Glory menahan degub jantung yang menggebu kencang menatap nanar jalanan, “Om mau ajak aku kemana??” Tanya Glory berkali kali pada Faris, tapi tak ada satu katapun jawaban dari Faris. Faris terlihat datar menatap jalan. Ini bukan pertama kali pertanyaan tapi sudah tiga kali.


Glory menahan diri untuk tak berteriak.” Om mobil baru Nana tinggal loh..” Lirih Glory melirik kebelakang, sudah sangat jauh bersama supir tadi yang tinggal. Lagi lagi Faris tak menjawab, ia hanya diam menatap kedepan. Glory menggigit bibir bawahnya menunduduk menghela nafas pasrah.


Mobil yang dtumpangil Glory berhenti didepan rumah skait besar. Glory mengerjab menatap Faris bingung.”Om saya nggak sakit atau nggak ada luka, jadi nggak usah ke rumah sakit. Om Cuma perlu ganti mobil baru Nana aja kok.” Ujarnya bingung, yang dirinya pikirkan saat ini adalah Faris ingin bertanggung jawab akibat kecelakaan Mini yang mereka dapat tadi.


Faris menatap Glory berdehem.” Siapa bilang saya mau memeriksa keadaan kamu karena kecelakaan tadi? Saya bisa lihat jika kamu tidak luka..!!!!” Jawab Faris santai.


Glory tampak bingung menatap Faris”Terus mau ngapain?” Tanya Glory tambah bingung.


Faris memajukan wajahnya mendekat ke wajah Glory. Glory melotot mundur, " Om saya masih dibawah umur loh, jangan Deket Deket ..!!"


Faris menatap dalam mata Glory geli namun tertahan dan memberi wajah datar”Saya mau tes DNA... Dengan kamu..!” Ujaran Faris penuh penekanan dan intimidasi, seakan singa menatap lapar mangsanya.


Glory melotot menatap Faris. Glory menggeleng.”Mau tes DNA Ngapain om??? Om saya bukan anak om, om salah orang kali-. “

__ADS_1


“Dan kamu tau dari mana jika saya mau tes DNA Sama kamu karena mengira kamu anak saya??? “ Tanya Faris tersenyum evil kepada Glory.


Glory terdiam merasa kalah talak, kenapa saat seperti ini ia sangat bodoh. Faris semakin memojokkan Glory. Glory semakin meringsut menatap Farris dihadapannya nanar. “ Dan dari mana kamu tau jika saya sedang mencari anak saya hmm?” Suara Faris terdengar seperti berbisik, meski begitu suaranya terdengar sangat mengerikan untuk siapapun yang mendengarnya, termasuk Glory.


Glory menggenggam erat HP miliknya yang ia bawa. “Say—saya hanya menebak. Bi- Biasanya kan orang mau tes DNA Yahh cari anak ilang...” Bisik Glory menatap mata Faris lirih. Faris diam menatap mata Glory, tak ada yang berani menatap dalam matanya saat ia marah. Hanya putri tercintanya yang berani. Hal ini semakin memperokoh rasa kepercayaan diri jika gadis didepannya ini adalah anaknya.


“Jika begitu mari tes DNA.” Ujar Faris ringan.


Glory menggeleng pelan.”Nggak mau, ngapain?” Tanya Glory lirih, jika mereka tes DNA Otomatis ia akan ketahuan kan jika ia anak dari Faris. Faris memukul keras jok mobil yang diduduk Glory,,


Glory menatap Faris takut.” Ikut sekarang..!!” Tangan Glory ditarik paksa keluar mobil oleh Garis.


“ Fine Fine... iya aku Glory anak papi.”Gumam Glory lirih. Faris mendengar teriakan Glory tertegun. Glory menatap Faris lirih menundukkan mengusap matanya, membuka soflen yang ia miliki, menampilkan mata biru cerah sebening Kristal. Faris tertegun mebatap manik manta biru yang sangat ia rindukan sepuluh tahun. Tubuhnya terlelemas menatap Glory.


Glory mengusap air mata miliknya, tak Glory pikirkan jika ia akan secepat ini ketahuan, ia tak mau tes DNA yang pastinya akan memberikan kebenaran juga. Glory memegang tangan Faris, tetapi Faris menjauhkan tangan nya. Glory semakin menangis mengusap air matanya.


“Papi.. ini Lili anak papi. Maafin Lili yang nggak bilang kalo Lili masih hidup hiks hiks. Lili nggak tau cara ngomongnya hiks hiks.” Lirih Glory pelan.


Glory mendengar lirihan itu menatap Faris bingung. Faris kembali bicara.”Kenapa barus sekaranggg datang???” Sepuluh tahun hidup tanpa tujuan, terasa kehilangan hal yang paling berharga, menangis tanpa hujung hingga darah yang menggantikan air mata, rindu dengan hal yang sudah tak berbentuk adalah hal yang sakit yang Faris rasakan.


Faris menangis memegang dadanya, memukul dadanya kuat.”Kenapa baru sekarang Lili.. Saya hampir gila,. Saya hampir gila kehilangan kamu.” Ujar Faris menangis dnegan terisak.


Glory ikut menangis menatap ayahnya yang terlihat sangat rapuh." Papi......."


Faris menatap Glory nanar.” Saya bertemu jantung kamu diatas kamar dipagi hari bayangkan bagaimana jadinya saya menatap hal yang tak wajar terjadi pada orang yang paling saya cintai, setiap detik, menit, jam jantung itu terbayang dipikiran saya, disaat itu saya rasa jantung saya ikut hancur Lili Hancur


.., saya hidup dari pagi bertemu pagi, tapi saya tidak merasakan hidup, saya hanya berdiri tanpa tujuan, merasa bersalah yang tak berujung, saya makan tetapi makanan itu hambar karena kerinduan saya, tak urung saya ingin menyusul putri tercinta saya, tetapi ingat jika putri saya tidak akan membenarkan ayahnya menjadi payah. Hidup saya hancur, hidup saya suram. Kenapa baru sekarang Lili. Sepuluh tahun saya hidup tanpa cahaya... sepuluh tahun saya hidup dalam bayang kerinduan, penyesalan, dan rasa bersalah....!” suara Faris terdengar putus-putus penuh amarah menatapp Glory yang sudah berurai air mata.

__ADS_1


" Maafin Lili papi hiks hiks Maafin Lili..." Lirih Glory mengusap air mata tak tahan mendengar ujaran ayahnya yang menyayat hatinya. Garis menatap lain arah menangis pilih mengingat apa yang ia rasakan selama ini.


Glory menggeleng menatap ayahnya nanar. “Lili hiks hiks. LIli di Culik Papi.”Lirih Glory jujur menunduuk dan memilin baju miliknya tak sanggup menatap ayahnya yang benar-benar rapuh.


“Hiks hiks, Lili ditempatkan di desa terpencil yang minim akan transfortasi atau teknologi, umur Lili saat itu masih sangat kecil hiks hiks. Dulu papi sama mami juga tidak pernah membawa Lili keluar hingga Lili tidak tau harus kembali kemana dan alamat kita. lili tidak tau hiks hiks.” Glory mengusap pipinya yang berair mencoba mendongak menatap Faris menatap nanar dirinya.


Faris semakin merutuki kesalahannya, Benar Glory sedari kecil sangat dikurung dan disayang bak Kucing. Mereka terlalu takut kehilangan Glory sampai mereka sendiri lah yang membuat Glory hilang dan tak kembali.


Glory menatap Faris dalam.” Glory berusaha untuk pulang, tapi Glory diajak hidup bersama penculik Glory dengan baik, Glory pikir itu lebih baik sampai Glory tidak diantarkan pulang atau bisa menemukan cara agar kembali, disana Glory mencari tau alasan mengapa mereka menculik Glory, dan Glory ingat saat itu mereka disuruh seseorang gang ingin menghancurkan pipi. Dia teman SMA Papi dulu yang selalu kalah sama mami dan tidak senang melihat hidup papi bahagia, apalagi dia sangat mencintai mami Tasya tetapi malah papi yang mendapatkan mami Tasya karena perjodohan, Mami Tasya memilih setia sama papi meski tanpa cinta. Namanya Jake.” Lirih Glory menceritakan secara singkat.


Faris diam menatap mata Glory mencari kebohongan. Glorry menggeleng mengusap air mata miliknya.”Disitu Glory cari tau semua rencana dia, saat tau papi hancur dia bahagia, dan berniat membunuh bunuh bang Angga dan Rangga yang lagi study dirumah nenek si swiss supaya papa semakin hancur dan papa akan bercerai dengan mami Tasya. Glory yang denger kaget dan berusaha untuk pulang ngasih tau sama papi, tapi enggak bisa sebab akses yang nggak ada. Jadi Glory cari cara supaya dia mati... Glory dikasih racun sama yang menculik Glory untuk bunuh dia, dan akhirnya dia mati.. tapi Glory harus tetap disana dan enggak boleh keluar dari sana cukup lama biar tidak ketahuan.. hiks hiks. Terus sampai umur Glory di 14tahun mau pulang tapi Glory nggak tau harus ngomong apa sama papi dan mami biar kalian percaya kalo Glory masih hidup. Semua media juga tidak tau jika Glory anak papi, Glory nggak boleh masuk kerumah karena tidak ada akses. Dan Glory memutuskan buat hidup sendiri tampa kalian tau Glory hidup, apalagi Glory tidak tau alamat kalian.” Lirih Glory diujung kalimat.


Faris mendengarnya pun menatap anaknya nanar, dulu memang ada musuhnya bernama Jake, dan meninggal dua tahun setelah Glory menghilang ia mencari tau siapa dalang menculik Glory mati-matian, dan ternyata Jake yang menculik, disana ia marah besar hendak membalas dendam tetapi ia kurang bukti, tapi tiba-tiba kabar Jake meninggal akibat diracun disebuah desa membuat gempar perkotaan termasuk dirinya yang menyesal belum membalas dendam kematian sang anak.


Glory mengusap ingusnya hingga keluar banyak diujung jas Faris. Faris menatap Glorry diam dan Glory tersenyum lebar.”Maafin. Lili nggak bisa nafas.”Gumam Glory lirih.


Faris mlah tertawa memeluk Glory “HIKa hiks Putri papi nggak berubah hiks hiks..” Itu kebiasan Glory yang menangis akan selalu mengeluarkan ingus dibajunya dan tersenyum karena merasa bersalah.


Glory ikut memeluk ayahnya dengan hangat.,”Maafin Lili pi maafin


..' Lirih Glory. Tapi Faris lebih mengeratkan pelukannya membakar rasa rindu yang tak terbendung selama ini. Rasa nya sepuluh tahun ia hidup sama hal dengan hidup ribuan tahun yang menyakitkan....


.


.


.

__ADS_1


.


...Halooo sorry ye batu Up. kemaren Aike ketiduran pas mau Up hehe...


__ADS_2