Transmigrasi Twins Antagonist

Transmigrasi Twins Antagonist
marah


__ADS_3

Glory membersihkan tubuhnya, tadi seusai bersama para berandalan itu, ia dijemput oleh supir. Saat pulang sudah sangat malam akibatnya, ia memilih segera membersihkan diri dan menganti baju. Glory menghela nafas mengingat kejadian tadi. Glory benar benar ingin menjauhi para tokoh-tokoh utama tersebut. Iya Glory ingin segera bebas.


Apalagi tadi Glory sangat takut melihat pandangan Dimas yang tidak teralihkan pada dirinya. memangnya ada apa dengan dirinya? Dimas itu harusnya terobsesi dengan Aruna karena Aruna memiliki body seperti boneka yang ia sukai. sedangkan dirinya bahkan tinggi putih dan juga tidak seperti boneka. Ia seperti Dewi hoho. maaf sedikit Maruk.


Glory menghela nafas." Semoga aja dia nggak suka sama gue. serem." Gumam Glory bergidik ngeri mengingat wajahnya Dimas. Big no. psikopat gila tidak boleh menyukainya. itu menyeramkan.


...----------------...


Jay memasuki rumahnya semanghat, semenjak kedua orang tua nya sudah berbaikan, ia sering pulang dan juga bergabung kepada ayah dan ibunya, mereka sering berkumpul dan melakukan banyak hal menyenangkan seperti keluarga yang dulu ia impikan.


Saat memasuki rumah Jay mendengar percakapan dari ayahnya. Ayahnya bicara dengan siapa? Ia mendekat dan mengintip. Ayahnya sedang beradadi ruang samping bersama pria yang tidak ia kenali. Jay menatap keduanya cukup lama


“ jadi kamu sudah tau siapa yang memberikan berkas kebenaran itu ke perusahaan milikku?” Tanya ayah Jay penuh pertanyaan.


“ berkas kebenaran apa pa?”Tanya Jay tidka bisa membendung rasa penasarannya pafda sang ayah. Ayahnya mengerjab menatap jay kaget. Tapi ia segra menganti mimic wajahnya dan tersenyum.


” Oh kamu sudah pulang? Sini duduk kita bicara.” Ia membawa Jay untuk duduk bersama di dekat lelaki yang tadinya mengobrol bersama ayahnya.


Ayahnya tersenyum menatap jay anak yang dulu ia telantarkan demi selingkuhan dan anak selingkuhan nya hanya karena ia mencintai selingkuhannya dibandingkan istri sah nya..” Ini pak Bana, dia tangan kanan papa di perusahaan. Kenalin Bana ini anak saya Jay, penerus perusahaan saya kelak.” Ujar ayah jay kepada Jay. Jay tersenyum dan menyalani tangan pak Bana sebagai tangan kanan ayahnya. Ada banyak pertanyana yang ia tahan. Terlepas dari itu Jay bahagia saat tau jika ayahnya menobatkan dirinya sebagai pewaris warisan keluarga, dulu ayahnya pernah berkata jika pewaris hartanya adalah anak nya dengan selingkuhannya bukan dirinya.


Jadi dirinya sudah sepenuhnya dianggap anak kan oleh ayahnya?


Bana menyambut uluran tangan Jay dan tersenyum Sopan, usia Bana hampir sama dengan ayahnya Jay. bedanya pak Bana ini badannya lebih pendek dan kurus dari pada ayahnya yang bertubuh gemuk dan perut buncit.


Iya buncit. Jay saja heran mengapa selingkuhan ayahnya ini maunsaja jadi simpanan.


Ayah jay tersenyum kepada Jay.” Kalian bicara masalah apa pa?”Tnaya Jay to the point kepada ayahnya.


Ayahnya tersenyum pada Jay.” Itu masalah papa sama mama kamu, kemarin papa tau semua kebusukan wanita licik itu, jadi kami menyelidikinya.” Ujar ayahnya pada jay jujur,


Jay mengernyitkan dahinya menatap sang ayah bingung.” Maksud nya gimana sih pa? aku nggak paham.” Ujar Jay lagi pelan.


ayah jay menghela nafas menatap sang anak.” Kemarin sata papa datang ke rumah minta maaf sama kamu dan mama kamu, niat awal papa sebelumnya bukan itu, papa ingin mengajak mama kamu pisah-- Tap--. “


“ Apa ? pisah?” Jay memotong ucapan ayahnya kaget, ayahnya ingin minta pisah pada ibunya?? Jay menatap ayahnya garang.


Ayahnya menahan Jay yang hendak meledak untuk kembali bicara.” Papa belum selesai ngomong, kamu harus denger dulu.” Ujar ayahnya pelan jay diam menatap ayahnya nyalang tidak terima.

__ADS_1


Ayahnya menghela nafas.” tetapi tiba tiba papa dapat kiriman paket dari sesooeranng berisikan poto sleingkuhan papa ternyata selingkuh dengan lelaki lain, ternyata dia bukan wanita baik sebagaimana yang papa tau selama ini.” ujar ayahnya masam dan tidak senang sedangkan Jay tidak tau harus tertawa atau ikut sedih melihat ayahnya. Ternyata tukang selingkuh di selingkuhi.


Bukankah itu adil?


“dan anak yang papa pikir anak kami ternyata bukan, itu anak kandung dari kakaknya dulu. Papa salah dan papa sedang mencari tahu siapa yang sudah mengirimkan bukti iitu kepada papa dan bersyukur papa belum melakukan hal buruk kepada kalian. Papa sangat berterimakasih kepada dia, karena dia papa tidak kehilangan kalian dan bisa memperbaiki semua kesalahan papa.” Ujarnya pelan kepada Jay. Jay mengernyitkan darinya. Siapa yang mengirimkan bukti itu?


Bahkan dirinya saja tidak pernah berfikir seperti itu.


Ayah jay menatap Bana dan bertanya.” Bagaimana? Apakah sudah ada hasilnya?”Tanyanya.


Bana mengangguk memberikan file.” Pak kami sudah menemukan siapa yang mengiirim file tersebut karena terekam d CCTV perusahaan bagian lift, disana yang mengirimnya adalah pak Rafan, dan saya juga sudah mengintrogasi pak Rafan, pak Rafan buka mulut asalkan kita tidak ambil langkah lebih kepada orang yang berbaik hati kepada bapak. Pesan pak Rafen bapak tidak perlu balas budi atau berterimakasih, sebab jika itu terjadi pak Rafen benar benar kecewa.” Tegas Bana.


Ayah jay dan jay mengangguk pelan mendengarnya. “ Iya kami tidak akan bertindak lebih kepada siapa yang sudah berbaik hati itu. kami hanya inin tau dan akan membantunya jika suatu saat nanti ia dalam kesulitan.” Ujar ayah Jay dengan tegas.


Jay mengangguk juga, sangat berterimakasih kepada yang sudah menyadarkan ayahnya.


Bana menghela nafas, memberi foto seseorang,


Jay menatap foto itu melotot, karena ida kenal dia saipa.,” dia Glory. Dia yang bantu papa?”Tanya Jay merebut foto tersebut.


Bana mengernyit.”kamu kenal?”Tanya Bina pelan.


Bina dan ayahnya mengangguk, menatap foto itu lagi lebih detail. '‘Jadi kalian saling enal? Kalian deket?”Tanya ayahnya.


Jay mengerjab pelan. dekat? Tidak lah, bahkan dia tidak pernah sedekat itu pada Glory, selalu marah dan mendukung Aruna, Jay menggeleng pelan.”nggak deket,. Cuma aku tau dia pa, soalnya suka bantuin Glora si tukang buat onar itu. " Jawab Jay lagi tegas dan tak terbantah.


Ayahnya mengernyitkan dahi.” Papa juga tidak kenal dia, kenapa dia bantuin papa kalo dia aja nggak deket sama kamu? Papa pikir kamu cerita masalah internal keluarga kita terus dia bantu.” Ujar ayahnya Jay. Jay mengggeleng tegas.


Dirinya bukan pacarnya Glory atau bahkan temannya Glory, pernah bicara tetapi hanya sekedar bicara tidak lebih. Jika beginikan Jay juga bingung. Dirinya juga tidak tau siapa Glory sebenarnya, hubungan terakkhir merekapun tidak baik,.


Ayah Jay menatap anaknya yang ebih heran padanya. “ jika begitu lain kali kamu harus baik sama dia, jaga dia. Kita nggak tau apa motif dia sampek mau bantu kita, bahkan dia yang sampek tau permasalahan keluarga kita. papa mau kamu cari tau dari mana dia tau dan kenapa dia mau bantu kita,.” ujarnya tegas kepada Jay. Jay diam tidak menjawab, lebih kearah bingung, bingung ia harus berekspresi seperti apa.


Dirinya tidak sedekat itu sampai glory membantu nya. atau jangan jangan Jay menatap ayahnya yang juga menatapnya. " Jangan jangan dia suka sama kamu mangkanya dia stalking kamu dan bantu kamu. " Ujar ayahnya dengan menggoda


Sedangkan Jay melotot dan menatap ayahnya tidak setuju. tapi wajahnya bertidak belakang, wajahnya memerah dengan kedua telinga yang ikut memerah.


Hacuh. Glory mengusap hidungnya yang terasa gatal. Ia menghela nafas merasa hidungnya teramat gatal. “ siapa si yang sedang gibahin gue?”Gumamnya pelan dna malas.

__ADS_1


Glory mengusap hidungnya dan mematikan laptopnya. Glory sangat ingin pipis tapi terlalu mager ke wc,.


Glory memilih segera menuntaskan hajatnya, disana seusai nya Glory memilih turun ke dapur, dimana ia akan mencari makanan. Saat di dapur ia bertemu dengan Glora yang juga sedang di dapur mengambil satu kotak susu coklat.” Eh glora.. kamu ngapain?”Tanya Glory pada Glora.


Glora yang mengambil susu tersentak kaget. Ia melirik Glory menghela nafas, seperti terlepas dari pikiran buruk saja. Glory menggarul tengkuk tidak gatal.


Merasa bersalah sudah membuat kembarannya kaget.” Kamu nggak apa apa kan? hehe maaf aku tadi ngagetin banget yah?”Tanya Glory dengan cengengesan.


Glora mengangguk.” Kaget banget. Kirain Rangga atau Angga atau yang lain, bisa bisa ue dibully atau dipukul kalo ketahuan ngambil susu.” Ujar Glora dengan pelan.


Glory melotot mendengar ucapan Glora.” Dimarahin dan dibully? Kok bisa? kok kamu nggak tinggal di sini aja?”Tanya lagi Glory pada Glora. Glora menatap Glory nyaris hendak berteriak jika dirinya hanya anak buangan. Tapi sebenarnya bukan itu maksud Glory. Tapi kenapa mereka semua terlalu berlebihan pada Glora. Mereka terlalu membenci Glora jika hanya mengambil susu saja mereka semarah itu. “ siapa bilang yang kena Bully? Loe ngambil susu sebanyak itu buatt apa?” dari arah belakang ada Rangga yang datar.


Glora meremas susu yang ia pegang, menatap Rangga dengan tatapan takut tapi memaksa terlihat tak takut. glory melirik rangga yang datang dna menatap Glory dan Glira tajam, tapi tatapannya kepada Glora benar benar kentara kebenciannya.


“ngaku aja sih kalo memang suka mukul.” Ujar Glory menyahut dengan sewot kepada saudara nya itu.


Rangga menatap Gloey tajam dan tidak terima.” Loe kalo ngomong nggak usha fitnah yah. lagian gue nggak pernah bully dia, tapi gue Cuma nggak mau lihat dia di rumah ini. gue muak sama dia,” tegas Rangga menunjuki Glora dengan telunjuknya kesal.


Glory menatap Rangga malas.” Loe ngak suka di fitnah tapi kenapa suka fitnah kembaran gue terus?”Tanya Glory tegas mendekati Glora.


Rangga terdiam menatap Glory. “ Dan lagi ngapain loe sok sokan nggak suka Glora ada di sini sedangkan loe sendiri itu disini juga Cuma numpang, loe Cuma tinggal dirumnah orang tua yang sama ngelahirin kalian. Sadar diri tu perlu bro.” Ujar Glory tegas mengamit lengan Glora,


Glora melirik Glory memanas, Glory selalu ada di pihaknya, selalu mendukungnya dan menjauhinya dari rangga. Glora senang akan hal itu.


Rangga yang dimarahi dan disalahi oleh Glory merasa tidak dil.” Tapi loe nggak lupa kan kalo sebenernya Kembaran loe ini anak yang nggak di anggep? Harusnya dulu tu dia yang diculik bukan loe..!! gara gara dia loe pergi dari rumah ini, harusnya loe itu dukung gue bukan dia.” Tegas Rangga kepada glory.


Sebenarnya rangga dan juga angga membenci Glora karena Glora tidak di culik tapi adik kesayangan mereka yang di culik. Gara gara Glora glory sang adik tidak kembali lagi., kenapa tidak Glora saja yang di culik? Mengapa harus Glory.


Glory tidak percaya dengan ucapan Rangga. Bisa bisanya pria ini menyalahkan Glora.” Loe gila? Mana ada yang mau di culik woy..!! lagian salah Glora dimananya? Gue di culik yah karena takdir gue aja. Loe nggak usah cari alasan buat benco sama Glora. Karena pada faktanya nafas Glora aja loe benci tanpa sebab..!!” tegas Glory kesal. Regan lagi lagi terdiam.


Glora menahan Glory yang sangat marah pada Rangga,. Glora menggeleng pelan melirik Rangga sendu. “ gue tau kok keberadaann gue memang nggakk pernah di sukain sama kalian, sama sekali nggak ada tempat buat gue. gue tau dan loe nggak usah cari alasan lain buat benci gue. karena mau gue salah atau enggak kalian bakal tetep benci gue?”Tanya Glora tersenyum miris.


Glory mendengar ucapan Glora gelagapan. Glora salah paham kah? “ Glora gue nggak benci loe. Memang mereka aja tol0l. Keluarga tolol, bisa bisanya benci sama anaknya sendiri.” Ujar Glory kesal kepada Glora yang malah menyerah.


“ kamu bilang apa Glory?”Tanya suara dingin dari samping Rangga, Glory melotot, disana ada Faris yang menatapnya marah dan kejam. Glory jadi takut dan gugup, Glora meremas tangan Glora dan bersembunyi dibelakang Glory.


Faris menatap anak kesayangannya tajam meminta jawaban yang ia tanyakan. Ia tadinya dari luar mendengar suara ribut ribut dibelakang membuat ia kesana, ternyata anak ankanya yang sedang ribut. Tapi siapa sangka anak kesayangannya malah bicara hal buruk untuknya, untuk orang tuanya.

__ADS_1


Glory merasa bersalah sebab faris terlihat sangat kecewa padanya. “ yah kalian tolol. Bisa bisanya kalian benci sama anak kandung kalian sendiri. Sekarang Glory Tanya apa salahnya Glora sama kalian sampek kalian benci sama dia? Sampek kami dipisah dan dia di asingkan? Apa bedanya dia sama glory?”Tanya Glory membranikan diri bertanya, tapi nada bicaranya pelan dan tidak menantang.


__ADS_2