
Glora akan mengenyam kata berakit rakit dahulu berenang renang ketepian. Bersakit sakit dahulu, dan sakit parah kemudian. Sama sekali tidak ada part kebahagiananya, di buang oleh keluarga, tidak diterumna oleh orang lain, dna berakhir mati secara tragis.
Penulis jahat..!! menjadikan antagonis sebagai tumbal agar tulisanya begitu mengesankan, mengesankan apa? Benar jika itu hanya tulisan, tapi untuk dijalankan itu benar benar mengerikan.
Glory bahkan tidak sanggup jika membayangkan. Melihat Glory terintimidasi ia benar benar merasa kasihan. hidup itu tidak semenyeramkan di dalam novel. Jika memiliki pacar atau kekasih yang posesiv di dunia nyata itu tidak enak, kebebasna kita akan di renggut paksa dan berakhir pada sakit dan kekecewaan.
Bahkan baik di dunia nyata, maupun di dunia novel, yang menjadi pemenangmnya adalah selalu sih cantik kan? jika di awali dengan jelek maka si jelek akan menjadi cantik menudian, kenapa seperti itu? karena di dunia mana pun kamu berpijak. Keadilan yang kamu harapkan hanya harapan, selebihnya kenyataan yang menyertakan kebenarannya.,
Karena itu kebenaran itu menyakitkan haha.
Glory menghela nafas dan duduk di kelasnya. Hari ini ujian terakhir mereka, seusai masalah Glora kemarin ia tidak pernah bertemu dengan Dava kembali, ia sudah mencarinya tapi banyak siswa dan guru mengatakan dava pergi ke luar negeri selama satu minggu, dan ia sudah menyelesaikan semua ujian. Glory sangat geram dan marah. Tapi ia bisa apa memangnya kan?
“ Glory...” glory mengerjab mendongak menatap Regan yang mendatanginya, memang sudah jam pulang kali ini dan pastilah Regan kesini menunggunya untuk pulang bersama.” Hari ini loe jadikan pulang ke rumah? Kita ke mall dulu yuk. Timeezone.. udah lama banget nggak main, itung itung menghilangkan mumet selama ujian.” Ujarnya dengan tersenyumlah membujuk pada Glory.
Glory mengangguk.” Boleh. Gue juga mau hehe. Skuy lah.” Ujar Glory.
Regan mengangguk merangkul Glory, tapi Glory memasukan buku tanpa menatap Regan..” Ini baru adek gue.” ujar Regan. Regan senang Glory ini tidak susah susah banget kalo diajak kemana mana, selalu hayuk hayuk saja, tidak pernah mengeluh dan banyak maunya. Jika jalan jalan yah hanya jalan jalan saja tidak belanja. Tidak mau ini itu, selalu menurut dan membeli barang atau makanan secukupnya dia. Regan sangat menyukai sikap Glory yang ini.
“ eh.” Glory berhenti saat penanya jatuh. Regan melihat penah Glory yang jatuh pun segera membantu mengambil penah, sebab penah itu jatuh di dekat kakinya. Ia mengambil pena dan Glory yang menatap penah tersebut. Regan membungkuk mengambil penah di dekat kakinya. Saat itu Regan tanpa sengaja melihat ke depan.
Tapi tunggu, Regan mengerjab sejenak. Ia mendongak menatap Glory yang mentapnya polos.
Ia kembali melihat kebawah tetapi tetap sama, ia merasa linglung dibuatnya.
“ cepet. Katanya mau pulang.” Glory menyadarkan Regan. Regan mengedipkan beberapa kali matanya sejenak dan menatap kosong kedepan.
Kaki Glory tidak ada!! Buntung!, sama sekali tidak ada kakinya. otak Regan Pong kosong tak tau mau berfikir apapun dan berdiri kikuk, menatap Glory yang menatapnya kesal. “lama banget sih.” Ketus Glory lalu memasukan pena itu ke dalam tas.
Regan menggaruk rambut belakangnya menatap Glory yang kesal. Ia menatap kebawah tetapi ada kaki Glory. Ia menjadi kalut dan cemas. Mengapa tadi Kaki Glory tidak ada? Sama sekali tidak ada Regan sudah mengeceknya, ia hanya melihat bagian pinggang ke atas tidak ada kakinya. Regan merasa cemas dan berfikir buruk. Di hadapannya ini Glory manusia kan bukan hantu??? Regan menggeleng dan mencoba berfikir. Mungkin dirinya tadi hanya berhalusinasi dan kaki Glory ke atas kursi. Yah mungkin.
Sepanjang perjalanan Regan diam dan Glory menatapnya aneh.
“ loe kenapa sih diem terus? Katanya mau seneng seneng, masa diem kayak gini.,” ujar Glory mengesalkan. Regan melirik Glory kikuk. “ oh iya hehe. Sory mungkin efek dari ujian yah. kepala gue masih mumet,. Uma sama abi mint ague buat bisa masuk sepuluh besar semester ini, soalnya semester kemaren nilai gue yurun dan mausk 23 besar di murid 30orang.” terangnya kikuk.
Glory mendengarnya percaya saja.” Mangkanya belajar jangan main mulu, “ tegas Glory. Regan cengengesan dan mengangguk. Ia melirik Glory lagi dna kakinya Glory. Ada dna nyata. Regan menghela nafas. mungkin tadi ia salah lihat atau berhalusinasi. Ya Glory ini manusia hidup bukan hantu atau sejenis lainnya. Iya itu kan?
__ADS_1
Keduanya sekarang sudah sampai di salah satu mall terfavorit dari semua kalangan, sebab tempatnya yang besar, rapih dan juga mencakupi apapun yang dibutuhkan. Saat turun glory dan Regan tersenyum riang dan regan menggandeng tangan Glory untuk masuk. Glory ikut masuk dan mengeratkan gandengan keduanya. Banyak pasang mata melihat keduanya sebab paras keduanya yang memang sangat luar biasa.
Glory dan Regan berjalan menuju eskalator karena memang tempat bermain ini ada di lantai tiga. Mall ini ada lima lantai, lantai satu banyak penualan showroom seacam mobi, motor. Hypermart parfum dll. Semacam banyak barang barang untuk rumah tangga, lanta dua berisi banyak tokoh baju, tokoh tokoh lokak yang sangat diminati. Lantai tiga itu banyak permainan dan juga tempat untuk nonton, lantai empat tempat untuk tempat branded dan lantai paling atas adalah lantai berisikan untuk perhiasan dan barang barang mahal.
Tangan Regan mengeratkan gengamannya.” Jangan lepas, nnti kalo loe ilang gue bisa dibuang sama Buna.” Glory tergelak menepuk pundak Regan.
Regan mendengus mengusap pundaknya yang terasa panas. Glory menatap ada jual makanan.” Cilok..” teriak Glory.
Regan menahan tangan Glory. “ jangan lepas. Kalo mau bilang saja.” Ujarnya menekan.
Glpory tersenyum mengangguk, keduanya mendekati stan cilok, iya di sini ada cilok di lantai satu, hanya saja ciloknya ini premium, yang enak dan full ayam, rasanya enak dan juga lezat. Glory hanya membeli sepuluh ribu sebab satu tusuk nya ada yang seribu dan dua ribu., reganpun juga ,membeli sepuluh ribu. Rehan tidak pedas tapi Glory memilih pedas.
Glory memakan ciloknya dna tersenyum.” Kok nggak pedes? Kek masem gitu.” Ujar Glory mengecapnya.
Regan terkekeh.” Mungkin kebanyakan mayonesnya.” Ujarnya santai.
Glory menghela nafas menghabisi semuanya. Reganpun juga menghabisi miliknya. Keduanya saling menarik memakan bakso bakar yang tiga tusuk sepuluh ribu, osis dan juga otak otak. Niat ingin main time zone berujung makan ini itu. Glory dan Regan juga sudah tidak peduli yang penting bahagia.
“ glory Regan. Kalian di sini juga?”
Regan berdehem melangkah.” Glory.. lukisannya udah jadi. Kamu kapan ambil?” Tanya Runa dengan tegas sampai semua orang mendnegarnya.
Aksa mendengarnya menatap Runa tanda tanya. "lukisan???” Tanyanya.
Runa mengangguk polos dan menatap aksa tersneyum.” Runa minta tolong buat bikinin lukisan tugas akhirnya.” Jawabnya polos.
" Loe nyuruh Runa???" Tanya Rangga dingin.
" Gue bayar BTW." Jawab Glory malas membuat Rangga bungkam.
Aksa Rangga menatap Glory penuh permintaan penjelasan. Glory berdehem.” Besok bawa yah, “ ujarnya Glory. Malas menjelas.
Runa mengangguk lalu mendekati Glory. Ia membawa banyak makanan yang sudah ia beli bersama kedua bodyguardnya Aksa dan Rangga. “ kalian mau kemana? Gabung aja.” Ujar Runa tetap kekeh ingin bersamamu Glory
Glory menghentikan kakinya, Regan pun juga menghela nafas kesal dibuatnya. Glory berbalik dan berhadapan dengan Runa. Runa diam mengerjab polos menatap Glory. Glory menghela nafas pelan lagi untuk meredam hawa panas dan menghentikan gejolak amarah di dada. “ Runa...” panggilnya.
__ADS_1
Mata Runa melebar memberi kesan bertanya. Glory memegang kedua bau Runa dan menatap penuh serius.” Gue nggak tau kenapa loe terus ngikutin gue, tau loe tau kan kalo sebenernya itu loe biang masalah, baik di gue ataupun dengan orang lain? Loe itu pokok utama masalah orang lain.,” Kata Glory penuh keseriusan.
Aksa dan Rangga menatap Glory tidak percaya, Runa pun menatap Glory redup. “ maksud kamu apa?”Tanya Runa dengan sendu. Semua menatap Glory penuh tanda tanya.
Glory menghela nafas menatap Runa.”Loe biang masalah. Jadi tolongh jangan deket deket sama gue ataupun sama orang lain. Siapa yang beurusan sama loe bakal kena masalah tau nggak. Jadi tolong jangan deket deket sam ague.” Tegasnya.
“ Ry.” Aksa mendekati Glory dna menatap Glory tidak percaya.
wanita pujuananya di begitukan oleh adiknya membuat ia kecewa pada adiknya. Kenapa glory berubah menjadi jahat begini ucapannya? Aksa menggeleng.” Loe nggak seharusnya ngomong kayak gitu. Runa Cuma ngajak bareng bareng. Kalo loe nggak mau loe tinggal nolak.” Tegas Aksa kasihan dan juga marah.
Glory melepaskan tanganya di bahu Runa, ia segera melipatkan kedua tanganya di atas perut.” Gue udah ngusir dan gue bilang gue nggak mau. Terus gue harus gimana biar dia paham?”Tanya Glory pelan, tenang pada aksa.
Aksa menggeleng.” Seenggaknya terima aja kenapa? Kita nggak bakal ngerepotin juga kan??? nggak juga ngerugiin loe?” Tanya aksa.
“ Kalo gue ngerasa rugi gimana?” Tanya Glory pada aksa cepat.
Aksa diam menatap Glory tidak senang.” Gue ngerasa kalo dia ada di dekat gue gue rugi, rugi banget.” Ujar Glory sinis.” Pertama gara gara di ague selalu kena masalah. Tolong lah kalian jagain dia. Gue mau seneng seneng, kalo kalian ikut gue ngak bisa seneng. Yang ada gue muak.” tegas Glory lalu pergi meninggalkan mereka.
Aksa hendak mengejar Glory tapi di tahan oleh Rangga. Rangga menggeleng dan menatap Runa. Runa diam meremas belanjaannya. Ia mengerjab dan air matanya jatuh. Aksa dan Rangga semakin kasihan kepada Runa. Kenapa Glory bisa sejahat itu sih?
Seusai pertemuan itu Glory dan Regan memilih pulang saja. Moodnya Glory sudah rusak karena mereka, mereka terlalu membuat darah tinggi.
...----------------...
Hari berlalu begitu saja, sudah tiga hari seusai ujian, semua nilai sudah dikeluarkan. Glory dan Glora sudah mendapatlan nilai masing masing dan pulang dengan binar yang berbeda beda. Glory melangkah menyandang tasnya lesuh, ia menghela nafas menatap Rangga yang barus aja masuk ke rumah,.
Rangga melihat wajah Glory yang lesuh mengernyitkan alisnya. “ Loe kenapa lesu Ry?” Tanyanya aksa kepada Glory.
Tapi Glory hanya diam dan masuk tak menjawab. Rangga yang mnendapatkan pengasingan dari Glory mengepalkan tangan tidak senang. Ia menghela nafas dan memasuki rumah. Tapi saat ia masuk ia juga berbarengan dengan Glora. Terlihat wajah Glora yang lesuh dan juga muram. Rangga melewatinya saja dan melangkah ke kamarnya.
Glora meremas tasnya dan menunduk. Tadi ia melihat Rangga menegur dan bertanya pada Glory, tapi mengapa pada nya tidak?
Hu... ada yang lebih penting.
Hari ini ia akan kena hukum.
__ADS_1