
Glory menghela nafas memegang perutnya yang terasa perih akibat belum makan malam, Aruna menghela nafas dan terpaksa keluar dari kamarnya untuk mengisi perutnya yang keroncongan.
Glory mencari komala dan panji tapi kok rumah sepi? Hanya ada suara tawa dari ruang tamu. Glory mengusap perutnya dan menatap siapa pelaku. Disana ada ada Regan dan Diki rupanya.
Gpory menguap sejenak.” Kalian lagi ngapain?”Tanya Glory mengucek matanya pelan.
Regan dan Diki menghentikan tawa dan permainan game, serentak menatap glory yang sampai di dekat mereka dengan penampilan berantakan Baju yang kusut, rambut berantakan, belekan dimana mana sambil menguap. Ini manusia tidak tahu malu sekali padahal anak gadis , anak gadis itu harusnya bersih loh.
” Glory iler loe kemana mana oy.” Teriak Regan malas pada Glory. Kesal melihat Glory yang begini tapi tetap cantik saja beda jika dirinya kan. bisa bisa dibilang orang gila dirinya haha.
Glory menatap Regan tidak terima.” Sorry cewek cantik enggak ileran kalo tidur.” Jawab Glory mengusap rambut kebelakang.
” Cume ngelindur kalo nggak ngorok ye kan.” Sahut Diki juga.
Glory mengangguk.” Itu namanya manusiawi.” Benar Glory pada Diki.
Regan terkekeh mendengar jawaban Diki dan Glory." Jadi loe ngaku??" Tanya Glory
Glory mengangkat bahu acuh. " Kata yang lain gue tidur ngorok, gue sih nggak ngerasa kalo tidur ngorok. " Ujar Glory jujur.
" Mana ada yang tidur ngorok ngerasain, orang lain yang ngerasa behe!!!" Jitak Regan ke kepala Glory. tapi Glory sudah cepat cepat menghindar hingga mengenai angin saja jitakan Regan.
“ Kalian ada makanan? Bagi dong.” Glory duduk dilesehan menatap makanan yang tinggals etengah setengah.
Glory melirik regan dan Diki malas.” Kalian enggak bagi bagi sama gue, “ pekiknya tidak senang. Masa dirinya tidak dibangun.
”Loe tadi udah dipanggil tapi nggak bangun, jadi yah kita makan semua, makan aja masih banyak kok sisanya itu, masih halal kita nggak ada yang punya penyakit menular.” Ujar Regan santai pada Glory.
Glory menghela nafas ,malas, menaiki satu kakinya dan mulai mengambil somai yang maish tersisa setengah disana, “ Iya ngak nular tapi kalian rabies.” Ujar Glory sembari memakan maklanan sisa mereka. Dirinya kelaparan dan harus makan kali ini.
“ Dikira kita anjing kali.” Shaut Regan.
Glory terbahak sembari mengunyah. Regan mendengus dan Diki terkekeh. “ Uma Abi kemana? Kok engak ada?”Tanyanya dengan pelan melirik Regan dan Diki yang bermain game, melirik lagiu jam yang ternyata sekarang sudah jam 10 malam, ini sudah cukup larut dan artinya ia sudha melewatkan makan malam seusai makan kacang hijau tadi sore.
Memang cuy memang, Glory memanggil Komala dan Panji sesuka hatinya kadang Uma Abi, kadang mami papi kadang Tante om. sesukanya lah yah.
__ADS_1
“ pergi kondangan, mungkin nginep rumah nenek soalnya kondangan tu di deket rumah nenek.” Regan tidak mengalihkan tatapann dari gamenya tapi tetap menjalan dengan lembut.
“ Kiri Diki , woy mati kita.. Loe mati.” Teriak Regan geregetan melawan musuh-musuh di dalam game milik mereka seakan Tidak ada manusia lain disana.
" Kanan Regan Kanan. disana ada zombi kiri..!" sahut Diki juga.
Glory mengangguk paham, mnenghabisi sia somay yang entah milik siapa, burger juga ia habisi dan semua makanan ia habisi, sampai begah dirinya menepuk perutnya kenyang. Ia.meminum Boba disana yang rasa Milo senang. Enak..
Glory tersneyum melirik Regan an Diki.”Makasih yah bang. Gue duluan paypay.” Ujar Glory. Regan berdehem masih fokus dalam permainannya sedangkan Diki hanya mengangguk sejenak.
Glory sudah memasuki kamarnya lagi dan memilih membuka HP sejenak sebelum tidur lagi, tidak luka menggosok-gosok gigi dan mencuci muka, scincarean sebelum melakukan ritual tidur lagi. berbeda dengan Regan yang baru saja menyelesaikan permainan karena kalah. Dengan kesal mengambil boba miliknya karena merasa haus.
Tapi Diki melotot kaget melihat boba miliknya sudah kosong melompong. Ia membuka lagi ke makanan lain, semua sudha kosong habis dimakan oleh Glory.” GLORYJING SIALAN. BALIKIN BOBA GUE..!!!” Seru Regan berteriak. Sedangkan Diki hanya mengerjab pelan menatap semua makanan yang sudah habis dimakan oleh Glory, semua memang sisa dikit dikit tapi kok habis katanya Cuma minta?
Sedangkan Glory yang sedang scincarean terkikik mendengarnya, cepat cepat Glory menyelesaikan pekerjaannya dan bergegas memeriksa pintu kamar agar Regan tidak kemari. Glory melompat ke kasur dan segera mencari posisi nyaman.
“ akhhh nyaman.” Gumam Glory. Jika bicara jujur Glory senang disini, meskipun sederhana tapi semuanya menyenangkan, ramai dan penuh kasih sayang.
...----------------...
” GLORY BANGUN ATAU GU.. EH..”
Ia mundur melihat Glory sudha siap dengan baju dan juga tasnya berwarna pink. Glory tersenyum kepada Regan.,” pagi abang..” panggil Glory dengan semangat.
Regan mendenggus.” Abang abang, selagi ada maunya manggil gue abang coba kalo nggak, untung nggak dipanggil anjing aja gue.” ujarnya ketus melangkah menjauh.
Glory terkikik mendekati Regan.” Gue nebeng yah hari ini.,” ujar Glory penuh harap.
“Emang loe mau bareng siapa? Mobil loe dipakek Abi Uma, soalnya mobil mereka semalem nggak tau nggak bisa hidup mangkanya gue jemputin loe dikamar, kalo nggak udah otw duluan gue.” jawab Regan ketus.
Glory mengangguk pelan, memilih duduk dikursi makan depan Regan, disana sudah ada nasi goreng buatan pembantu, tapi Glory tidak bisa makan nasi goreng di pagi hari, ia mengambil roti tapi terhenti saat Regan menaruh sandwich diatas meja didepannya.” Sisa gue semalem, sekalian aja loe habisin kayak semalem.” Ujar Regan malas. Sekalian menyindir Glory yang menghabisi makanan semalam.
Glory tersenyum kalem, tau jika Regan malu jika sebenarnya Regan memang mau memberikan Glory sandwich ini padanya.” Yaudah sih, gue pemakan segalanya selagi layak dan neggak nebar virus,. Maaci abang. Muach.” Glory mencium pipi Regan semangat membuat Regan salah tingkah. Glory terkikik melihat wajah Regan yang memerah malu,
“Cepetan nanti kita telat. Gu gue tunggu di depan.” Ujar Regan menyeelsaikan makannya cepat cepat. Ia bangkit meningalkan Glory.
__ADS_1
Glory mengambil dua sandwich cepat dan mengejarnya.” Tyungtyuuin.”
Suara Glory tidak jelas akinat mulutnya penuh sandwich. Segra menaiki motor Regan.
Regan memasang helm miliknya lalu memasangkan milik Glory karena Glory lama, Glory masih sibuk dengan makan.” Manja banget sih.” Bisik Regan ketus.
“ Biarin wle..” Glory mengejek Regan. Regan terkekeh gemas menarik hidung Glory gemas.
Glory mengelak mendenggus. Regan menaiki motor dan diikuti oleh Glory.”Jangan ngebut ngebut nanti makanan gue jatoh. Loe ganti rugi tauk rasa.” Ketusnya.
Regan hanya berdehem menjalankan motor seusai keinginan Glory. Glory tersenyum senang aghhh jika beginikan dirinya jadi sayang Regan. Glory harap Regan akan tetap begini selamanya kepadanya, tidak terkontaminasi dengan aruna yang sudah merebut kakaknya angkasa.
"Nih aakhhhh.. Buka mulut loe!!" Suruh Glory dari belakang menyuapi Regan. Regan tersenyum lalu menerima makanan dari Glory. dan seterusnya hingga makanan keduanya habis.
Saat motor Glory dan Regan memasuki sekolah bertepatan bel skeolah berbunyi dan satpam hendak menutupi gerbang.
" Bang cepet bang nanti kita ditutup gerbangnya, " Ujar Glory menepuk bahu sang Regan gelagapan.
Regan cepat cepat menyalip dari beberapa motor dan langsung memarkirkan motornya di dekat kelas.” Untung nggak telat.” Gumamnya mengelus dada. Glory terkekeh melihat semua parkiran sudah penuh rata rata mobil disini,
" Turun lah beg0k., mau kemana lagi lu masih di atas motor.” Ujar Regan kepada Glory.
Glory berdecap lalu turun. Regan menatap Glory dan membantunya membuka helm." Lama banget lu manja." Glory Mengangguk menatap Regan penuh semangat. Regan di tatap begitu salah tingkah
Tangan lebarnya meraup wajah Glory dengan santai beda dengan hatinya.” Sukak loe baru tau rasa.” Ujarnya pelan dan gugup. Tapi di tutupi dengan wajah bengisnya.
Glory terkekeh.” Kalo suka beneran gimana?” Tanya Glory gemas.
“Ngacok loe. Sorry loe bukan typoe gue. type gue yang bohay nggak kayak loe triplek.” Ketus Regan.
Glory mendengarnya melirik Regan malas.” Sialan loe.” Gumamnya menghentakkan kaki.
Regan terkekeh melirik Glory yang terlihat kesal.” Cepetan entar telat tauk rasa, Sudah masuk orang.” ujarnya.
Glory berdehem malas dan memasuki sekolah lebih dalam sedangkan Regan mengeleng berjalan beda arah dari Glory. Sebab dirinya anak IPA Sedangkan Glory anak IPS. Ips dibagian kanan dirinya bagian kiri, dekat kantor kepala skeolah, katanya supaya mereka tidak nakal dan berbuat ulah.
__ADS_1
taulah yah pemikiran orang lain sama anak IPS haha