Transmigrasi Twins Antagonist

Transmigrasi Twins Antagonist
Iri


__ADS_3

Glora nanar mengusap air mata, padahal dirinya sedang sedih tapi Glory masih mengejeknya.


Glory disana mengapit pipi Glora dna berkata.” Uh adik ku paling tayang, sini peyukk..” glory memeluk Glory dengan lebay. “ apa sih.


"Lebay deh.” Ujar Glora memutar bola mata malas tapi masih membalas pelukan Glory dengan mengulum senyum nya. Glory tergelak melihat tingkahnya. Glora mengulum senyum dalam dalam dan menampilkan wajah sinis tak senang, beda dengan kenyataan dirinya senang bisa memiliki seseorang yang menyayangi dirinya sepenuh hati.,


“Tadi ada sih yang katanya nggak mau bolos, tapi coba liat sekarang jam berapa?” Tanya Glora mengejek melepaskan pelukan Glory.


Glory melotot menatap jam ditangannya, sudah menunjukan pukul 8 yang artinya dia sudah telat tiga puluh menit.” Tadi siapa yang nangis nangis peluk gue? terus narik narik gue? kalo nggak loe narik dan nangis nangis gue enggak akan yah bolos.” Sewot Glory sengit kepada Glora. Gara gara Glora dirinya telat masuk.


Glora terbahak mendengarnya. ” Ellah baru bolos sehari nggak apa apa kali, gue udah bolos dua pulih satu kali dalam bulan ini santai aja.” Ujar Glora memilih mencari kursi di sekeliling untuk duduk di depan Glory, semua kursi di sini sudah berdebu membuat dirinya mendengus.


Glory mendelik.” Gue udah Tiga bulan Bolos btw kalo loe lupa.” Sahut Glory sengit. Selama kasus kemarin dirinya kan dicantumkan bolos atau tanpa keterangan, bahkan namanya sudah dihapus dari sekolah. Tapi karena ayahnya memiliki donasi di sekolah ini yah bisa lagi dia masuk.


Glora menatap Glory horror.” Iya gue baru inget, itu kasus gimana ceritanya? Katanya loe udah meninggal.” Ujar Glora Heboh lepada Glory. Wajahnya mendadak serius. Ada rasa tidak senang di diri Glora karena hal itu ia hampir kehilangan Glory.


Glory mengibas tangannya malas.” nanti ajalah cerita pas gue pulang di rumah, sekarang gue males cerita. Mending kita bicarain yang lain ajalah. Ki..” Glory memasang wajah lempeng


“ Glory..!!”


Pertanyaan Glora tercekat karena suara memekakkan telinga menghentikan suaranya.


Glory ternetak menatap ke pintu yang di dobrak. Disana sudah ada Regan yang menatap Glora dingin, langkah kakinya sangat tegas mendekati Glory. Glory tertegun saat tubuhnya di tarik hingga oleng.


Regan memegang kedua bahu Glory.. memutar nya pelan, menatap wajah Glory.”Loe di apain nih sama nek lampi" Tanya Regan dingin, ia melirik Glora sinis, lalu menarik Glory kebelakangnya.” Loe ngapain ngajak Glory ke sini? Mau ngebully Glory juga loe?”Tanyanya membentak. Tatapannya sangat merah menatap Glora.


Glora disana terkaget mendapatkannya bentakan Regan, Regan itu terkenal dengan sangat ramahnya, kepada siapapun dirinya sangat ramah, mudah senyum dan juga berhati baik nan mulia, tapi lihat sekarang dia bahkan bicara membentak kepada seorang perempuan?


Bahkan selama ini Glora yang dipandang buruk saja tidak pernah Regan membentak atau menatapnya dingin, tapi lihat sekarang. Apa yang sudah Regan lakukan,!


Glora melirik Glory yang hendak angkat suara tapi Regan malah menatap Glory tajam. “ Dia ngak ngapa ngapain gue. gue sama dia Cuma ngobrol.” Ujar Glory berbisik menjelaskan.


kepada Regan agar tidak marah atau mengatakan hal buruk lagi kepada Glora.


Glory melirik Glora meringis dan meminta maaf, Glory merasa bersalah karena dirinya Regan memarahinya begini.

__ADS_1


Regan mendesis.” Cuma ngobrol? Terus ngapain ngobrol di dalam gudang? Jangan lindungin dia yah Ri. Kalo loe berani lindungin dia, gue aduin sama Uma sama abi.,” ujarnya tegas pada Glory. " Gue udah dua tahun satu sekolah sama dia dan kalo udah ditarik kayak gitu udah pasti dia dibully, dia tu iblis tau nggak!!!" Regan memandang Glory marah karena baginya glory hendak melindungi Glora yang ingin membully nya.


Selama ini Regan diam saja dan tidak ambil tindakan atas Glora, mau membully di depan matanya sekalipun Regan tidak akan peduli dan tidak ingin cari masalah kepada siapapun. Tapi beda lagi jika orang orang nya yang di ganggu atau di bully, Regan tidak akan senang hal itu terjadi.


Glory menggeleng.” Nyatanya emang kita ngobrol, gue yang narik dia eh gue Deng narik dia kesini soalnya takut kena labrak guru.” Ujar Glory terkekeh. Regan mendengarnya terdiam melirik Glora yang terlihat diam saja.


" Loe nggak bohong??" Regan menatap Glory lebih dalam untuk mencari kebenaran yang ada.


Demi mengangguk menunjukan tanda V dijati nya " Demi Tuhan gue nggak bohong, Glora nggak ngapa-ngapain gue kok." Ujar Glory serius kepada Regan. Regan diam menatap Glory dan Glora beberapa kali mencari tahu apakah benar atau tidak.


Tatapan Regan kepada Glora lebih dingin tapi si balas dengan tatapan dingin dan santai oleh Glora


Tapi jika ditatap lebih jauh di mata Glora ada rasa iri yang mendalam, rasa sakit yang begitu besar. Mengapa Glory terlahir penuh kasih sayang, baik di keluarga kandung, keluarga penculik bahkan keluarga angkatnya? Seakan akan dimana Glory berpijak disana semua akan menangkap dan memeluknya begitu erat, Glory seperti manusia berharga dimanapun dirinya berdiri dan berpijak.


Beda dengan dirinya, saat dilahirkan dikeluarganya dirinya tidak di pandang, dilihat bahkan hanya sekedar melirik saja. Tidak diinginkan dimanapun ia berdiri.


Sata diculik dirinya ingin dibunuh bukan di lindungi, jangankan memiliki keluarga angkat semua orang saja memandangnya remeh seakan dirinya sampah tidak berguna, hanya hanya perusak suasana. Glora tidak punya siapapun yang memeluknya sehangat pelukan milik Glory, tidak memiliki tempat yang menerima nya.


Glora berecih pada dirinya sendiri. Mengapa dirinya memiliki hidup yang tidak adil dengan kakaknya? Mereka sama sama dilahirkan dari darah dan Rahim yang sama, tapi satunya hidup penuh cinta dan satunya hidup penuh kebencian.


Glory yang melihat wajah Glora yang muram dan gelap tidak paham apa yang dipikirkan Glora, ia hanya berfikir jika Glora hanya kesal kepada Regan.” Hehe Regan kenalin ini Glora, sebenarnya itu kita kembar.” Ujar Glory kepada Regan.


Regan mendengarnya nyaris memuntahkan darah, “Kembar?” Regan mengerjab melirik Glora dan Glory.


Glory mengangguk sedangkan Glora disana hanya diam saja menatap mereka sulit.


“ Loe kembar sama nenek lampir? Kok bisa??? nggak pantes banget.” Ujar Regan melotot. Secara kepribadian keduanya bak langit dan bumi, sangat bertolak belakang.


“kenapa emang gue ha?”Tanya Glora dingin pada Regan.


Regan melirik Glora.” Yah nggak gimana gimana sih. Loe lebih tau diri loe sedirikan jadi gue nggak nyangka aja kalo kalian ini saudara.” Ujar Regan tidka ingin menyakiti hati Glora sebagai perempuan. Regan tadi sudah ingin memukul Glora, tapi karena sadar jika Glora adalah perempuan, pantang baginya memukul perempuan.


Glora menatap Regan terkekeh.”Kenapa gue? sampah? Manusa jahat? tukang bully? Tukang bully? Sedangkan Glory bercahaya? Bersinar?? Pinter??? Ue sadar kok, lagian kenapa kalo kita kembar? Gue engak pantes gitu punya saudara kembar kayak Glory? Nggak apa apa bilang aja, gue udah tau kok udah biasa juga. atau loe takit gue sakit hati? ”Tanya Glora dengan sinis.


" Iya itu loe tau.."Regan mengangguk pelan sedangkan Glora melihat hal tersebut melirik Regan nanar dan juga sendu. Tak ambil ucapan Glora pergi.

__ADS_1


Glory melihatnya pun menatap Glora dalam tatapan sulit.” Loe nggak salah, kenapa marah? Kita emang kembar mau dunia nolak sekalipun.” Ujar Glory nanar. Ucapan Regan menyakitkan bagi Glora tapi mau apa lagi?


Mau menolak sekalipun tidak akan bisa mengubah apa apa, jika ingin dirubah bukan kebenarannya tapi sikapnya kan?


Regan hanya diam sebab sadar jika ucapannya menyakiti hari Glora. Glora menggeleng.”nyatanya gitu kan? dari dulu enggak ada yang mau gue jadi kembaran loe, lain kali nggak usah bilang sama siapapun kalo kita kembar. Gue muak, gue benci loe kalo loe bilang sama suemua orang.” ujar Gloey bergetar lalu pergi.


Glory hendak mengerjar tapi regan menahan Glory. Glora berjalan menghapuskan air matanya. ‘'kenapa sih emang lalo gue punya kembaran? Keluarga udah ngak ada yang sayang, temen juga gitu enggak ada yang mau main sama gue, cowok yang gue cintai bahkan ngak mau nerima gue? apa sih maksud Tuhan nyiptain gue?” Bisiknya Lirih.


Glory menatap Regan kesal, glory menghempaskan tangan Regan.” Sorry, gue enggak maksud nyakitin Glora. Gue bener bener nggak tau kalo kalian kembar. Dan kalo kalian kembar itu artinya loe adik Rangga kan?”tanyanya pelan.


Glory mengangguk.” Loe harus kasih tau gue biar gue tau lah, jangam gini.” Bisik Regan.


Glory melirik Regan malas, ‘” Loe tau gue disini dari siapa?” Tanyanya dengan penasaran.


“Dari Aruna, katanya loe dibawa masuk sama Glora di gudang mangkanya gue kesini nggak jadi masuk. Gue pikir loe dibully sama dia.”


Tidak ada alasan besar kecuali semua juga sudah tau siapa Glora, manusia yang memiliki nama buruk dimanapun ia berpijak, tukang bully, tukang palak, tukang buat onar sana sini. Siapa yang tidak curiga jika jadi regan?


Glory mendengarnya melirik Regan tak yakin.”Aruna?” Tanyanya.


Regan mengangguk mengingat tadi saat dirinya memasuki kelasnya, tadi guru juga telat masuknya gue kesini langsung. Lihat loe sama Glora benar benar ada. Gue tadi beneran khawatir sama loe. Loe kan manja dan lemah, kalo di tindas gimana?”Tanya Regan mengejek.


Glory menatap Regan mendenggus. Melangkah menjauh.” Udah lah bang jangan bikin emosi, mending kita sembunyi sampek jam istirahat, males kena hukum kalo ketahuan guru.” Ujar Glory. Regan menghela nafas.


” gue anterin kekelas aja yuk. Nanti alasannya loe sakit aja gue nemenin lo eke uks. ” Ujarnya Regan.


Glory mendesis.” Loe alasannya gue mulu kalo bolos, gue kalo dikira penyakitan gimana?”Tanya Glory memekik. Mata Glory melotot tidak terima.


Regan terbahak menengarnya.”habisnya muka loe emang cocok sih jadi cewek penyakitan. Putih banget.” Ujar Rrgan mengusap kepala glory gemas..


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2