Transmigrasi Twins Antagonist

Transmigrasi Twins Antagonist
Anak kami


__ADS_3

” Udah puas berantemnya?? Didapur ada pisau. Ambil sajalah satu satu disana..!!!!”


Rangga, Angga dan Glory kaget mendengar suara gadis didalam kamar snag ayah. Ayah ayahnya berselingkuh mangkanya ibunya marah pagi ini???


“Siapa itu? papa selingkuh??” Tanya Angga melotot menatap ayahnya, memanjangkan lehernya untuk menatap kedalam ruang kerja ayah, siapapun tak ada yang berani masuk tanpa seizing orang tuanya tapi rasa penasaran Angga mendominasi dirinya saat ini.


Faris dan Taysa diam saling lirik merasa was was Glory akan arah pada mereka yang sudah menganggu tidurnya.


Tasya mengamit lengan Faris.”Ini gara gara kamu yah..!” Tak ada yang menjawab pertanyaan Angga. Angga melotot gemas melihat orang tuanya yang mengabaikannya.


” Kacang mahal kacang mahal..!” Ujar Rangga mengipas ngipas wajahnya melirik Angga mengejek. Angga mendengus meliriknya tak senang.


Berselang beberapa detik seseorang datang dengan wajah bantalnya, rambut pendek yang berantakan mengembang, baju tudur yang juga tersingkap menampilkan bahu polosnya. Rangga, Angga dan Glora melotot melihat siapa yang keluar.


”LOE..! LOE NGAPAIN DISINI?”Teriak Rangga kaget menujuk wajah Glory.


Glora mendekati Glory menjulaknya.”Loe selingkuhan bapak gue ha?” Tanya Glora amarah. " Gue baru tau loe itu Jal---"


“GLORA..!” Bentak Faris dan Taasya serentak.


Glora tersentak kaget mundur karena teriakan serentak kedua orang tuanya. Memegang jantungnya yang berdenyar tak nyaman,.


Glory yang di dorong hanya mundur beberapa langkah melirik Glora dengan malas, melipatkan kedua tangannya menyenderkan tubuh di pintu melirik kedua orang tuanya. Tasya dan Faris masih mengeluarkan aura intimidasi untuk Glora. Faris menarik tangan Glora kuat sampai Glora tersentak kaget.

__ADS_1


Tubuhnya bergetar berdenyar takut. Plak. Faris memukul tangan Glora kuat sampai Glora berdebar semakin takut.,”Tangan sialan..! beraninya kau menyakiti Lili ku..!” Tegasnya.


Tasya masih menatap tajam Glora. Faris mendenggus mendorong tunuh Glora. Tubuh Glora terdorong mundur dan jatuh karena tersanung kakinya sendiri. Bugh. Glora merasa perih di pantat miliknya menatap ayahnya nanar. Menatap Glory yang diam saja menatapnya yang jatuh.


Tasya mendekati Glory dan memegang tangan Glory.”Anak mami ada yang sakit sayang??? Mau dibawa kerumah sakit nggak?”Tanya Tasya lirih menatap bahu anaknya yang di dorong.”Pasti sakit yah? mau mami bunuh aja anak sialan itu?”Tanya Tasya nyaris menekan kata terakhirnya.


Rangga, Angga dan Glora tertegun dengan ucapan orang tuanya. Mami? anak sialan?


hati Glora berdenyut nyeri ketika orang tuanya memanggilnya anak sialan, dan tadi dirinya ingin dibunuh hanya karena mendorong Glory?


Glory menatap datar ayah dan ibunya.”ayolah mi, pi, jangan memperpanjang masalah, dari pada kalian disini melakukan hal yang jahat di mataku mending kalian bersiap siap untuk berangkat kerja, aku ingin siap siap pulang..” Ujar Glory malas masuk lagi kedalam meninggalkan wajah penasaran kakak-kakak nya.


Tasya menahan Glory tak senang.”Kenapa pulang? “"


"Kita di apartemen aja mi. aku tidak senang ditatap seperti itu sama mereka. Mereka belum tau aku siapa.” Ujar Glory menolak.


Glory memijit pelipisnya, sepertinya kakak kakaknya memang tidak ada harganya didepan mata orang tuanya yah, bahkan taks egan mereka usir hanya untuk dirinya. Inilah yang Glory tidak senang berurusan dengan keluarga kandungnyam mereka keterlaluan dalam bertindak. Glory hanya terseyum paksa.” Yah tersera kalian saja, tapi aku akan tetap pulang dulu untuk nanti sore pI, mi. dan jangan usir mereka, kalian masih butuh penerus perusahaan.”Ujar Glory sembari duduk di kasur.


Tasya duduk di sisi kanan dan Faris duduk di sisi kiri Glory. Faris mengusap kepala anaknya sayang.”Oh baby, papi ingin menghadiakan semua ini untuk kamu saja bukan dengan mereka, mereka harus mencari harta sendiri baby, jadi kami tidak butuh mereka. semua harta kami hanya untuk kamu.” Tegas Faris yang diangguki Tasya.,


Glory mendelik. Tak senang kepada ayah dan ibunya.” No.. nggak nggak, aku nggak mau repot mi pi, aku mau harta kalian tapi nggak buat sibuk dan juga kerja ini itu. kalian cukup beri aku kekayaan dan biar mereka saja yang bekerja. Karena cita citaku menjadi orang kaya tanpa bekerja. Mau tidur tapi uang terus mengalir,” Ujar Glory bangga.


Faris terbahak mendengarnya, tasya pun terkekeh geli.”Hey kau ini mau enaknya saja. “Bisik Tasya menggeleng.,

__ADS_1


” tapi nggak apa apa. Jika begitu semua harta akan atas nama kamu tapi dipimpin dengan mereka saja agar kamu akan dapat uang tanpa harus bekerja. sesuai permintaan tuan putri. Benarkan faris.” Ujar Tasya menatap Faris meminta persetujuan,


Faris mengangguk mengusap kepala Glory.”Yea baby. Anything Fof you.” Bisiknya mengecup pipi Glory. Glory tersenyum menampilkan pipi bolongnya memeluk ayah dan ibunya.


”Ummm sayang kalian banyak banyak.” Faris dan Tasya merekahkan senyum mengangguk mengusap kepala sang anak. Sesungguhnya entah apa yang dilakukan oleh Glory sampai mereka sesayang ini, padahal Glory sama saja dengan anak lain, tapi aura fositif milik Glory sangat menarik perhatian mereka, sangat mengagumkan untuk menarik diabaikan siapapun termasuk mereka yang dingin.


...----------------...


Di lain sisi Dava melangkah menuju motor miliknya, ia barus aja membelikan makanan dan minuman untuk Aruna diapartemen miliknya, tapi saat sampai ia bertemu dengan sosok tak asing.


Regan., itu adalah teman dari Dika musuh bebuyutannya., ragiel duduk diatas motornya terlihat memainkan HPnya acuh. Hal itu sangat tidka disnangi oleh Dava. Dava tidak senang motornya dinaiki oleh orang lain.,


Dava mendekati Regan, menatap Regan tajam, dengan jarak dua langkah ia berdehem.”Loe ngapain duduk dimotor gue? Minggir..” tegas Dava disana tak senang. Regan menoleh menatap Dava yang memasukan hpnya kedalam jaket. Turun dari motor miliknya dan berdehem sejenak.


“Loe Dava yang nemuin Glory di sualawyan tempat belanjaan kemarin dan megang tangan Glory sampek merah??? Dan loe yang ganggu Glory?” Tanya Regan dingin.


Dava mengernyit heran mendengarnya., kemarin?? Memang si sempat tapi.. Bugh..


Dava merasakan tubuhnya terhempas ke aspal sebelum selesai berfikir. Makanan yang ia pegang berhamburan jatuh. Dava tak siap. Bugh.. kembali dipukul. Dava meringis tak melawan, karena tak sempat untuk melawan atau memberi ancang ancang.


Regan memukulnya berkali kali. Dava memberontak dan menolak. Regan menginjak perut Dava kuat. Dava meringis melirik Regan yang suha bercucuran keringat diatasnya. Regan menatap Dava bengis berkata.”Sekali lagi loe nyentuh Glory l. habis loe ditangan gue,.!!!” Tekgas Regan meninggalkan Dava yang sudah terkapar.


Beberapa orang menyaksikan tak berani membantu, Regan pergi meningalkan Dava, menaiki motornya sendiri. Dava meringis memegang perutnya. Bibirnya sudah cobek akibat pukulan keras Regan dava tidak menyangkah jika Ragiel sosok yang paling pendiam, terlihat paling mudah dikalahkan dibandingkan yang lain dari kawan Dika memiliki kekuatan paling kuat diantara lain, sampai Dava sendiri tak diberi kesmepatan untuk melawan barang sedetikpun.

__ADS_1


Di sisi lain Regan merasa puas, kemarin saat melihat tangan Glory memar, dan ia bertanya itu sangat membuat ia kesal. Beraninya ada yang menyakiti Glory.


Hey yang boleh menyakiti Glory hanya dirinya. Tidak ada yang lain, jika ada maka ia akan berhadapan dengan dirinya.


__ADS_2