Transmigrasi Twins Antagonist

Transmigrasi Twins Antagonist
Gugurkan saja


__ADS_3

Dava malah terkekeh pelan.” mau ini anak aku atau bukan, aku nggak peduli. Kalo aku bilang gugurin yah gugurin.” Ujar Dava tenang tapi suaranya sangat mengerikan.


bahkan Runa sempat takut mendengar suara Dava yang menggelap. Runa menggeleng kekeh,.” Nggak. Aku udah berdosa ngelakuin perzinahan ini sama kamu, aku nggak akan mau bunuh anak aku sendiri. Pokoknya kamu harus tanggung jawab..!” Runa berteriak kesal memberanikan diri pada Dava.


Dava menguap pelan dan mengangguk.” Runa.... kamu nggak pantes jadi ibu dari anak anak gue. Masa jaga diri sendiri aja nggak mampu, gimana mau jadi ibu daei anak anak gue kelak? Loe pikir aja sendiri.” Bisik Dava meremeh dan menghina Runa.” Bisa bisa anak gue lemah dan bentukannya kalak loe semua. Jangan ngimpi jadi nyonya sedangkan loe dari upik abu. Loe miskin sedangkan gue kaya raya. Loe ngimpi jadi nyonya ha??” Tanya Dava semakin menghina dan meremeh Runa.


Runa meremas kuat jaket bagian ujung yang ia kenakan. Sakit hati akan ucapan Dava.” Aku nggak pernah nyerahin diri aku sama kamu, kamu yang maksa buat tidur sama aku, bahkan kau selalu ngancem aku, kalo aku nggak mau kamu pasti ancem aku ini itu. aku nggak pernah ngimpi jadi nyonya atau bahkan jadi orang kaya. Aku Cuma minta pertanggung jawaban kamu, itu wajar karena kamu yang ngehamilin aku.” Runa meneteskan air mata pilu dihadapannya Dava. Sakit hati sudha di hina berkali kali lipat di banding sebelumnya. Runa seperti tidak ada harga dirinya dihadapan Dava.


Padahal selama ini Runa tidak pernah mendekati dava duluan, tidak pernah bicara duluan, bahkan yang mendekatinya duluan adalah Dava. Awalnya Dava begitu baik, selalu memperlakukannya seperti ratu, hingga suatu kejadian membuat keduanya ciuman. Runa tidak tau jika itu jebakan. Runa pikir itu awal yang baik, tapi rupanya itu adalah awal mula petaka dalam hidupnya.


Dava memvideokan perlakukan keduanya, bahkan di video terlihat akh lupakan, intinya video itu buruk. Runa menatap Dava tidak percaya, dan dari sana Dava menunjukan kebenaran yang dirinya tutupi. Dava menggila, sifat aslinya terlihat. Tidak lagi ada Dava yang penuh kasih sayang, tidak ada lagi Dava yang penuh perhatian. Yang ada hanya Dava si iblis.


Dava selalu memaksanya untuk melakukan hal tidak senonoh, ia mengancam jika Runa tidak mau menuruti keinginan dan nafsu bejatnya maka ia akan menyebarkan video itu. runa takut, Runa tidak mau beasiswanya dicabut sedangkan ia hanya punya itu satu satunya harapan agar di kedepan hari hidupnya jauh lebih baik. Runa ingin suatu hari kelak ia bisa jadi orang yang hebat dan juga kuat. tidak lagi bergantung dengan orang lain, bisa menampakkan diri kepada semua orang jika ia sudah sukses. Tapi Dava menghentikan langkahnya. Dava memanfaatkan kekurangannya dan kelemahannya.


Berakhir Runa tidak bisa menolak karena tidak mau menanggung resiko lainnya, tapi ia punya resiko lain yang lebih parah. Dava semakin mengancamnya dan menjadi jadi, hampir setiap malam Dava melakukan hal buruk padanya. Runa jijik dan tidak suka pada dirinya sendiri. Tapi di sisi lain jujur Runa mencinta Dava, ia sudha menyayangi Dava sejak pertama kali mereka berkenalan. Tapi tidak tahu dengan Dava, apakah ia menganggao Runa sebagai wanita yang dicintainya atau tidak, sebab yang Runa ketahui Dava tidak pernah menyentuh wanita lain selain dirinya, bahkan tunangannya sendiri, itulah yang membuatnya berfikir jika sebenarnya Dava mencintainya.

__ADS_1


Tapi rupanya ia salah. Dava tetap Dava, dia tetap jahat dan lelaki yang menghancurkan dirinya sedari awal, mau bagaimanapun tetap dia iblisnya dan iblis tidak mungkin berubah menjadi baik hanya kerana dirinya lah satu satunya wanita yang dia sentuh. Tetap Dava adalah lelaki yang menghancurkannya. Tetap dia dalang dari kehancuran hidupnya.


Dava melihat wajah Runa yang menyedihkan dan juga memelas mencibir pelan. “ jauhkan wajah jelekmu itu, aku tidak sudi kau mengandung anak anakku, baik sekarang atau kelak, sebab aku sudah memiliki wanita yang akan mengandung anak anakku kelak, wanita yang akan menjadi istriku.” Ujar Dava menyeringai.


Runa mendengar ucapan Dava nyaris tidak bisa bernafas karena hujaman keras di bagian hatinya. Dava menganggukj pelan.” dia wanita yang kuat, manis dan juga setara denganku. Tidak sepertimu, penakut, jika di tindas hanya diam saja, merepotkan sekali, sering jatuh dan hidup penuh kesedihan. Miskin dan melarat. Lebih baik kau tidur saja jika mau aku menjadi suamimu dan bertanggung jawab.” Lanjut Dava tanmpa hati.


Runa menggeleng kuat. hatinya terlampau sakit, air matanya tidak lagi mampu dibendung. Runa menatap Dava dengan tatapan tersakiti dan terluka.” Kalo gitu kenapa kamu deketin aku? Kenapa kamu nidurin aku Dava? Kenapa kamu hancurin hidup aku?” Tanya Runa serak sembari berteriak. Runa tidak lagi paham jalan pikiran Dava.


Dava malah terkekeh.” Itu karena kau bodoh dan lemah, jika sedari awal kau tidak termakan bujuk rayuku kau tidak mungkin kan terperangkap di dunia fantasiku? Oh ayolah Runa anggap saja kita impas, bukankah setiap bulannya aku memberimu uang lima pulih juta? Belum lagi hp milikmu, dan memberikan ibumu uang? Itu sudah cukup untuk bayaran tubuhmu itu.” jawab Dava lagi. benar Dava selalu memberikan Runa uang setiap bulannya,


Runa meremas kuat bajunya hingga kusut sebab sedari tadi remasan itu semakin kuat. Runa seperti dianggap wanita malam oleh Dava, yang bisa ia sewa semaunya dan juga seenaknya saja. Runa mengusap kasar air matanya menatap Dava.” Serendah itu aku dimata kamu??” Tanya Runa pelan dan juga terisak pelan.


Runa membuang muka, benar dirinya masih mau sekolah, jika semua orang tau dirinya hamil duluan mau dimana ia menaruh wajahnya, jika kedua orang tuanya tau, bisa habis di bunuh dirinya. Runa tidak punya pilihan sebenarnya tapi mau bagaimana pun Runa orang yang mengandung dan yang akan di gugurkan itu adalah anak kandungnya. Darah dagingnya. Runa tidak kuasa menahan diri untuk menahan anaknya agar tetap hidup.


Reflek Runa mengusap perutnya yang masih rata, di sana ada anaknya yang masih berbentuk darah.. apa anaknya akan memakinya jika ia menggugurkanya kelak? Pasti yah kan?

__ADS_1


“ Nggak. Aku tetap mempertahankan anak ini, mau gimanapun aku tau gimana rasanya jadi anak yang nggak di anggap, aku nggak mau anak aku ngerasain apa yang aku rasain.” Ujar Runa bergetar masih mempertahankan argumennya.


“ Loe miskin Runa, orang tua loe akan membunuh loe jika tau loe hamil diluar nikah, loe mau ngasih anak loe makan apa? Apalagi cibiran orang lain tentang anak loe anak haram. Loe pikir anak loe tetap aman? Enggak. Anka tampa bapak, hidup melarat miskin punya ibu tolol kayak loe. Mungkin anak loe lebih melarat dibandingkan hidup loe.” Tegas Dava kesal.


Kesal sekali melihat Runa yang sangat keras kepala. Apa sih yang ada di otak kecilnya itu selain menghidupi anak mereka? Usia mereka saja bahkan belum genap 18 tahun, jika pemerintah taupun mereka mungkin belum bisa dinikahi. Mau meminmta pertanggung jawaban dari lelaki br3ngsek seperti dirinya ini? apa yang dia harapakan?? Bahkan Dava sudah memiliki calon sendiri untuk ia menikah nanti. Yang pasti bukan wanita lemah.


Runa meremas kuat tangannya menatap Dava.” Aku akan tetap hidupin anak aku, tampa atau dengan adanya kamu, mau kamu tanggung jawab atau nggak aku nggak peduli, yang pasti Dava kamu harus ingat karma itu berlaku. “ tegas Runa tidak lagi sanggup mendengarkan penghinaan untuk dirinya dari Dava. Runa memilih untuk mundur dan memilih jalan pergi dari sana. Bisa jadi mentalnya akan terkena jika berlangsung lebih lama di sini.


Brak... arh... tapi Runa salah kaprah, kakinya di sanding oleh Dava. Runa meringis terkapar di lantai. Dava berdiri dari duduknya dan mendekati Runa. Runa mendesis memegang perutnya pelan sebab terasa nyeri, perutnya terkena ujung meja. Dava menjambak rambut Runa kuat hingga kepalanya terangkat. Dava menatap wajah Runa bengis.” Kan udah gue bilang, tapi loe nggak mau nurut. Artinya loe lebih suka cara kasar ketimbang cara harus. Runa kesabaran gue itu tipis, jadi selagi gue masih sabar jangan di sia-siakan oke.” Brak Dava mendesis membuang kepala Runa kuat hingga Runa tersentak dan juga memejamkan mata merasa pening dikepalannya.


Dava berdiri menjauh. Runa diam melirik dava semakin menangis dari sebelumnya. “ sakit..” gumam Runa lirih memegang perutnya, rasanya ada yang tidak nyaman di sana. Runa takut anaknya kenapa napa, padahal bisa jadi anaknya masih berusia beberapa minggu,


Dava segera mengambil botol wine dan juga beberapa soda. Ia menatap Runa bengis., dan mengambil soda yang ada di tangannya.” Minum.” Ujar Dava. Runa menggeleng nanar. soda tidak baik untuk janinnya. Tapi dava malah mengapit bibirnya dan memaksanya untuk minum. Dava mencekokinya dengan tak manusiawi. Runa terbatuk parah. Soda sampai masuk ke dalam hidungnya . runa memejamkan mata., ini sakit dan perih. Mengapa Dava setega ini?


Dava menyeringai, semakin mencekoki Runa. Runa menangis memuntahkan soda, tapi dava tidak membuang wkatu, dia terus mencekoki hingga dua botol kaleng. Plang. Dava membuangnya dan memasukan satu pil ke dalam mulut Runa. Akh ralat. Tiga pil sebab pil lain menyusul. Ia menutupi mulut Runa dan memasukan lagi air soda. Runa memejamkan matanya hendak memuntahkanya tapi tidak bisa. dava mengunci mulutnya dengan telapak tangan lebarnya.

__ADS_1


Runa menangis lebih nanar. Dava menghempaskan tubuhnya kuat... baju bagian atas Runa basah. Runa menangis lebih lirih dan nanar melirik dava yang mengusap rambutnya kebelakang. Dava menatapnya puas dan tak merasa bersalah. dava kembali kearah dimana tempat memutar kaset music. Dava memutar tubuhnya dan tersenyum miring menatap Runa yang terisak menatapnya dilantai sembari meremas perutnya. Dava sama sekali tidak prihatin.


Runa meringis meremas perutnya yang terasa seperti di bakar. Runa menggigit bibir bawahnya dan semakin terisak pelan, menjatuhkan air mata pilu. Sangat sakit sekali, semua tubuhnya seperti lemas tidak bertulang, perih. Runa menatap Dava meminta bantuan tapi Dava malah duduk di kursi menatapnya sebagai tontonan yang mengasikkan. Runa menangis pilu meremas kuat perutnya. Apa sih yang ia harapkan dari manusia seperti Dava?


__ADS_2