Transmigrasi Twins Antagonist

Transmigrasi Twins Antagonist
Asing


__ADS_3

“Dimana Glory?!!!!” teriakan Aksa menggema di kelas Mipa 4 dimana kelas Glory berada, mendengar kabar dari Luna teman kelasnya jika Glory masuk sekolah membuat secercah harapan milik Aksa hidup. Aksa menjadi hilang kendali pada hidupnya yang sudah terporakporanda dalam dua bulan ini. merasa secercah cahaya masuk dalam kegelapan yang melingkupi hidup dalam penyesalan berkepanjangan.


Azka yang duduk paling depan sangat kaget karena kedatangan Aksa bersama kawan-kawannya secara tiba-tiba, begitu juga dengan murid lain. Aksa mendesak salah satu siswi yang paling depan.” Dimana Glory?” Tanya Aksa keras.


“ Sa sabar Sa jangan gini..”! Dimas menahan tangan Aksa yang menarik kera baju siswi tersebut gemas. Aksa hilang kendali sejak adi melampiaskan amarah pada siapapun yang ada.


Semua orang bungkam mereasa takut pada Aksa. “Dia di kantor menemui kepala sekolah.” Suara Nanda menghentikan Aksa yang kembali hendak berteriak.


Aksa mendekati Nanda dan bertanya.”Jadi beneran Glory ada? Glorry maish hidup?”Wajah tak percaya memenuhi rongga wajah sendu milik Aksa, siapapun bisa membaca mimik itu. Orang yang melihat sekilas pasti tau jika wajah itu lenbuh keputus asaan.


Nanda mengangguk. Aksa tertegun hendak pergi, tapi bel kembali berbunyi pertanda jika mereka harus masuk kekelas.” Sa.. tunggu sampai nanti Glory keluar dari ruang kepala sekolah,” Bisik Jay.


Aksa hendak menolak.”Nurut Sa. Sabar jangan gegabah. “ sahut Dimas yang tau jika Aksa hendak memprotes. Di sisinya ada Dava yang terlihat diam tak bicara apapun, ada Rangga juga yang ikut diam sebenarnya ada secerca bahagia direlung jati mendengar kabar baik itu. yah saat ini kelima orang tersebut memilih pulang kekelas dengan keadaan jauh lebih baik meski rasa penasaran dan rasa tak tahan menengok Glory memuncak, tapi bersabar adalah pilihan paling pertama.


...----------------...


Setelah makan dikantin tadi Glory tak memasuki kelas di jam ketiga, dia disuruh menuju ruang kepala sekolah untuk menjelaskan yang dihadapinya. Glory jujur saja dan mengatakan apa adanya. Kepala sekolah juga lepas tangan membiarkan Glory beserta keluarga menyelesaikan masalah, hanya saja sekolah berhak tau apa yang terjadi pada Glorry.


Seusai menjelaskan keterangan pada polisi Glorry melangkah menuju kelas miliknya, saat keluar dari ruang kepala sekolah, ternyata sudah jam ingin pulang sekolah. Glory menggerutu. Sangat lama ia didalam sana tadi,


“Itu kepala sekolah nggak ada akhlak apa gimana, masa dari tadi disuruh ngoceh melulu tapi nggak dikasih minum, makan kek, nasi kotak kek, nasi Padang deh murah..” Gloty cemberut melangkah pelan mengabaikan beberapa orang menatapnya.


Glorry menghela nafas memilih duduk dibawah pohon merasa sebal dan juga lelah, jarak ruang kepala sekolah dengan kelasnya itu sangat jauh, apalagi kelas miliknya ada di lantai tiga. Tubuh Glory yang sudah lemah tambah gemetar dan tak tahan. Glory memejamkan matanya karena lelah. Tubuhnya sangat lemah tambah lemah akibat tragedi menimpahnya. " Tidur dulu keknya nggak apa-apa kalo ye." Gumamnya lirih sejenak sebelum terlelap.


...----------------...


Di sisi lain Aksa dan yang lain sedari tadi menunggu Glory didepan kelas sampai sekolah sudah pulang Glory tak juga muncul, semua menjadi panic dan gregetan.”Yaampun pak Botak ngapain si lama banget sama Glory..!” Bisik Dimas kesal karena sudah menunggu sejak lama. disana juga ada Aruna dan Glora yang menempeli Dava yang sedari tadi risih.


Aksa terlihat gugup duduk berjongkok memandang lorong sekolah. “Apa kita susul aja yah?”Tanya Jay pelan.


”Ini udah jam pulang loh, “ Lanjutnya lagi.


Dava dann lainnya mengangguk.”Iya kita susul aja yuk..” Ujar Dimas mengangguk setuju.


“Bawa tas Glory sekalian..!” Ujar Dava pada Jay. Jay menghela nafas masuk mengambil tas Glory tak ikhlas. Dijalan Aksa terlihat cemas sedangkan yang lain terlihat diam saja tanpa bianya bicara.

__ADS_1


“Itu orang pingsan yah?” Aksa bersamaan dnegna yang lain nmelirik kearah pohon yang ditunjuk Aruna. Aksa menajamkan mata menatap orang bersanar dipohon tersebut karena penasaran mereka menuju arah tunjuk.


Aksa kahget saat menatap wajah yang tertidur itu. “ Nana..!!!” Ujaran Aksa terdengar lirih menatap wajah adiknya,. Dengan segera mendekat berjongkok menatap wajah pucat nan cantik itu. menibak rambot yang menutupi wajahnya Aksa tertegun.


”NA—“


“YAAMPUN GLORY BOHAY. GUE DARI TADI NUNGGUIN LOE DI PARKIRAN LOE ENAK-ENAKAN TIDUR DI SINI? MAU COSPLAY JADI KUNTI LOE DIISNI JADI PENUNGGU POHON?!!!” Teriakan membahana milik Regan mengalih atensi orang-orang. Terlihat Regan berdecak pinggang menatap Glory yang tertidur mengabaikan banhyak orang disana, seakan tak ada siapapun di sana.


Aksa tercekat menatap Regan tak paham. Glotry yang tadinya tertidur membuka matanya sedikit. “ Ragil berisik..


"Ragil ragil.. Regan beg0. Ragiel di jermnan sama suaminya. Bangun loe, pulang badan loe bau kemenyan tau nggak..!!!”


Glory mendelik merasa malas bangun.” Loe kira gue mau meninggoy jadi setan ha?” Regan mengangkat bahu acuh.


” Siapa tau? Buktinya aja loe belajar, cosplay jaid kunti. Siap-siap kan loe jadi penunggu pohon?” Ujar Regan mendekat menarik lengan Glory.


Glory mengerutu menatap Regan.” Gendong dong,, gue lemah tak berdaya..”


“Loe kan nggak ada ayang mangkanya ga ada yang nyemangatin.”Regan terkekeh pelan mengejek.


Regan mendelik tak senang. “Tangan loe asin banget, mana bauk. Loe nggak cebok yah.” Teriak Regan taks enang


Glory mencium tangannya. “Nggak si, tadi habis mukul kecoa diruang kepala sekolah.”


“ Glory..!!! Mati aja loe...” teriak Regan memuntahkan alir liurnya tak senang mendengar hewan menjijikan itu. Glory tergelak kencang melihat wajah Regan yang pucat.


Glory sadar ada banyak mata memandang apa yang dilakukannya bersama Regan. Habis tertawa sampai air matanya keluar Glory menyekah air mata yang keluar.


“Na..!!!” Glory menghela nafas melirik siapa yang memanggil.


Glory cukup terdiam sejenak menatap siapa yang memanggil. Terlihat mata hitam menatapnya nanar penuh kerinduan, penyesalan dan percampuran banyak hal, kembali menatap mata mata lain yang menatap penih perbedaan, ada yang senang, khawatir. Glory tak peduli dan tak juga mau paham.


“Oh hay, hehe maaf nggak liat ada orang..” Ujar Glory manis dan tersenyum ceriah.


Aksa menatap Glory nanar. Glory bangkit menepuk-nepuk pantatnya yang kotor. “ Duh Regan, gue cape banget, dada gue sakit gendong gue dong..” Mengabaikan Aksa yang hendak bicara kembali, Aksa menghentikan aksi diri untuk bicara pada Glory menatap nanar interaksi sang adik seakan mengabaikan dirinya.

__ADS_1


Regan disana mendelik menatap Glory. Dava melirik Aksa yang tadi ingin bicara terhenti menatap Glory hendak mendekat. " Na."


Tapi Regan lebih dulu menarik tangan Glory.”Mau jalan sendiri atau gue seret? “ Tanya Regan bengis.


Glory mendelik.” Gue cape..” Bisiknya pelan.


Regan memutar bola mata malas.”Nggak usah melas, loe melas nggak imut sumpah, loe ,malah mirip b4bi hutan yang terdampar malah. “ Glory menatap Regan bengis tak senang.


“Gue aduin loe sama-


“ Glory cantik, yuk naik di punggung abang, nanti abang kasih es krim Cornetto dua buah tapi yang harga lima ribu jangan yang tiga belas ribu. Tekor abang dek tiap hari kalo gini.” Ujar Regan.


Glory tergelak menatap Regan yang sudah berjongkok. Glory dengan senang hati duduk dipunggung Regan dan melingkarkan kakinya dipinggang lelaki itu melingkarkan kedua tangan di lehernya. “Adek enggak peduli bang, itu derita abang.”Ujar Glory tergelak.


Regan mendengus tak senang. Menggendong Glory.Glory menaruh kepalanya di bahu Regan.


“ Es Krim dikedai bi- “


"jajan gue dipotong Na gara-gara loe gue nggak ada duit. Kalo loe minta yang mahal gue jual loe aja mau?”Tanya Regan. Glory semakin tertawa keras melihat wajah Regan yang garang menurutnya terlihat lucu. Regan mendengus melihat Glory yang tertawa mendengar penyiksaan yang diderita.


Hey hey dia itu hanya diberi jajan 50ribu sehari, dan dipotong menjadi 25ribu sehari, bayangkan saja apa yang ia dapatlkan? Hanya semangkok bakso harga 15ribu dan es teh 5ribu, dan sisa duitnya hanya 5ribu, biasanya dijam istirahat kedua Regan membeli makanan lagi atau minum tapi sekarang? dia memilih mencopet minum para wanita dikelasnya saja, dan meminta makanan orang lain., kuoatanya harus dibeli jadi hemat dan mengirit jalan keluarnya.


Tak tau seberapa kebal dan malunya dia tapi Glory malah memerasnya dengan makanan mahal. Apa tidak jantungan dan kesal?


Di belakang Glory dan Regan yang sedang bergelut ucapan, ada Aksa yang terdiam tak bergeming menatap hal itu. bibir Aksa tergagap hendka bivcara tapi tak tau mulai dari mana, Glory seperti orang asing, mengabaikannya. Aksa melirik Dava dan teman-temannya nanar. Ingin bicara tapi tidak tau bicara apa.


“Glory..”Bisiknya. yang lain juga hanya diam tak tau bicara apa. Ini cukup mengguncang ketenangan Aksa.


Salahnya. andai aksi bunuh diri itu berjalan lancar pasti ia tak akan merasa sesakit ini.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2