Transmigrasi Twins Antagonist

Transmigrasi Twins Antagonist
Kebahagiaan


__ADS_3

Glory yang sedang telungkup dengan posisi bermain HP dan menonton video mendapatkan pesan, ia mendapat pesan dari Wa membuat ia segera mengalihkan atensi nya pada chat yang dikirim. Glory tersenyum dan segera membuka chat tersebut. Dari angga dan foto dari Glora yang memeluk boneka sembari tersenyum menitihkan air mata. Glory menghela nafas dan tersenyum, ia ikut hendak menitikan air mata melihat ini. pasti Glora sangat bahagia. Glory menjatuhkan diri di atas bantal dan menatap langit langit kamarnya. Air matanya tiba tiba meneytes.” Entah kenapa gue ngerasa terus kalo menyangkut Glora. Kenapa yah penulisnya sejahat itu buat alur hidup Glora.” Gumamnya menghela nafas.


Setelahnya ia mendapatklan pesan lagi dari ANgga. Glory membuka Hp dan menatap pesannya.’ Janji yah beosk kita ronsen dan control penyakit kamu. Kalo nggak abang bakal kasih tau ke papi mami masalah kamu.” Ujarnya.


.


Glory menghela nafas membaca pesna itu. segera ia membalas jawaban.’ Maaci abang tampan.’


di seberang Angga tersenyum melihat balasan Glory yang mengatakan dirinya tampan. Angga diam diam.menutup hpnya tidak sadar jika Glora tadi melihat ia tersenyum tipis. Bahkan juga sadar Angga membidik ia menggunakan kamera secara diam diam.


Pesan berikutnya sampai dari Regan, disana Regan mengirim Foto ia mendapatkan juara ketiga di kelasnya. Glory tersenyum membalas pesan itu. ‘ ecie. Nanti jangan lupa makan makan yah.’ Balas Glory dengan tersenyum manis. Regan terkekeh melihat pesan dari Glory.. ia membalas lagi dan berkata.


‘ Aman, yang penting loe cepet sembuh., semua makanan di dunia nakal gue borong buat loe.’ pesan terkirim kepada Glory.


Glory membuka pesan tersabut dan terkikik. ‘ Ashiiap.” Gumamnya Glory dna mengtik chat tersebut.


Tring..tring. pesan dari Nanda dan Nando heboh. Glory mengernyit menatap pesan yang masuk. ‘ Gila di kelas kita rupanya yang juara pararel tingkat 3 misteris itu. jangan jangan loe yah Ry biar kembaran loe nggak kena hukuman? soalnya yang juara atau loe!!!" Tanya Nanda di dalam grub. Glory diam menatap pesam tersbeut.


Ia mendapatkan juara pararel ke 3? Waw. Glory terkekeh pelan an menatap pesan dari guru yang kemarin mengabarinya. Pak Puri yang mengatakan jika juaranya masih ada dengan dia dan di simpan sampai Glory mengambilnya. Glory sengaja menyembunyikanya dari orang tuanya. Agar Glora baik baik saja dan tidak dihina kembali.


‘ Glory, kita bakal kerumah loe sekarang.!!!”


Nanda memberi chat lagi. Glory menghela nafas dan buru buru kekamar mandi, ia belum mandi sedari pagi tadi, jika teman temanya ke sini dan dia belum mandi kan bisa gawat.


Bisa kena jahil mereka dia. Glory segera menggantikan bajunya menjadi baju santai dan biasa, baju putih ada logo sekolah lamanya di sebelah kiri dan celana traning yang memang Glory hobi celana traning sekarang semenjak di kakinya ada luka.


Glory menghela nafas.. keluar sejenak dari kamarnya. ‘hahaha... kita jadi beneran berarti ke Vila nya Dava dua hari lagi kan buat refreshing?” Tanya Jay pada mereka semua.


Glory mendnegarnya tapi hanya diam saja. Ia tetap menuruni tangga dank e patri yang ada di rumahnya. “ Eh glory. Kok loe ada di sini sih?” Glory menoleh saat Aruna bicara padanya. Ia baru saja keluar dari dapur dan menatap Glory terkejut. Mengapa Glory ada di sini?


Jay. Dimas dan Dava. Bahkan Aksa menoleh menatap Glory yang baru saja turun dari kamarnya. Glory menatap aruna tertegun, ia lupa jika mereka ini tidak tau jika ia adiknya Rangga dna Glora.


Ia menggeleng pelan.” Bukan urusan loe sih.” Ujar Glory dan melangkah menabrak bahu aruna. Aruna meringis merasakan sakit di bahunya. Ia sampai jatuh.

__ADS_1


“ GLORY..!!!” Glory kaget namanya dipanggil sangat keras. Glory menoleh menatap Rangga yang memanggilnya kuat. Rangga menatapnya tajam dan Glory hanya diam menatapnya acuh. Semua menatap Rangga kaget dan bertanya Tanya. Apa hubungan keduanya? Rangga mendekat dan berdiri di depan Glory.” Kenapa turun? Kamu masih sakit.” Ujar rangga sedikit melunak.


Semua teman Rangga kaget. sebab mereka pikir Rangga akan marah karena Glory menyenggol Runa. Eh rupanya tidak. Bahkan Runa terdiam kaku melihatnya. Runa juga sama pikirannya.


Glory diam melirik Rangga aneh.” Loe ngak liat badan gue udah segar bugar gini?” Tanya Glory malas.


Jay dan yang lain menatap Glory dengan tatapan aneh.” Loe kayak mayat btw. Pucet banget.” Gumam Dimas pelan tapi kakinya di injak oleh Jay kuat membuat ia meringis.


Jay menatap Glory tidak enak.” Sorry. Mulut dia lupa bawa saringan tadi hehe. Lagian loe tetep cantik kok meskipun rada pucet.” Ujar Jay pelan dan lembut.


Glory terdiam, ia lupa menggunakan liblam seudah mandi tadi. Rangga melihat Glory sangat khawtaiur dan cemas. Aruna yang jatuh dibawah sama seklai tidak ada yang membantu. Aruna segra berdiri dan memegang bahunya pelan, menatap Glory nanar.” Glory kamu memangnya ngapain di sini?” Tanya Aruna pelan lagi.


Glory menatap Rangga meminta Rangga menjelaskannya. Aksa mendekati Glory dan mengusap pipi Glory nanar. Dimatanya tersirat rasa khawatir yang sangat besar.


Belum Rangga menjawab pertanyaan Aruna Aksa sudah memotong duluan.” Kamu sakit lagi???” Tanya nya.


“ Sakit lagi?” Gumam Rangga pelan.


Akas mengangguk pelan.” sejak kecil..--”


Aksa tertegun mendengarnya.” Ry abang minta maaf buat malam itu, abang bener bener ngerasa bersalah. abang bener bener ngerasa bersama sama kamu dan nggak akan ngulangin lagi.” ujarnya nanar menatap Glory.


Glory menatapnya dengan tatapan rumit. “ tapi bekas lukanya sama meksipun loe udah minta maaf. Loe nggak Taukan gimana gue sakitnya malam itu hampir dibunuh, loe nggak tau kan bahkan gue hampir di lecehin pas malam itu. “ ujar Glory dengan tenang.


Aksa terdiam menatap Glory kaget. Hampir di lecehkan? Aksa hendak angkat bicara tapi tangan Glory terangkat ke atas.” Cukup gue nggak mau denger kata maaf loe lagi. semisal loe masih mau gue anggap abang gue,. gue masih nganggep loe abang gue. tapi yang harus loe tau gue bener bener kecewa karena malam itu. karena jawaban loe malam itu.” ujar Glory pelan.” disini gue awalnya Cuma punya loe dan buny papi di rumah. Gue harus minta tolong ke siapa lagi selain sama poe? Di malam itu gue dikejar kejar sama mereka dan gue Cuma punya waktu buat hubungin loe.” Tatapanya kea rah Dava dan juga Rangga.


" Loe loe malah motong ucapan gue sebelum gue ngomong gue mau apa. Loe langsung bilang Runa sakit dan loe harus jagain dia. Gue denger malam itu kalo di sana ada Dava dan Rangga yang juga jaga in dia. “ terioak Glory kuat. Aksa diam menatap Glory nanar dan menggeleng.,


“ loe lebih milih buat jagain dia yang sakit ketimbang bantuin gue hampir mati karena perampok itu. “ bisik Glory hampir meledakkan tangisnya. Aksa memeluknya tubuh Glory nanar, rasa bersalahnya semakin kuat dan tidak tertahan, mengecup pelan rambut Glory dan menjatuhkan air matanya nanar.


.” Maafin abang Ry. Maaf abang malam itu khilaf Ry. Kalo abang tau abang nggak mungkin ngabain kamu. Abang pasti bakal jagain kamu.” Bisiknya nanar dan juga ngerasa bersalah.


“ Bukan Cuma itu, bukan Cuma itu. loe ninggalin gue di sekolah pas Runa di bully.” Glory menatap Runa yang menatapmnya penuh belas kasih dan menangis. Glory ikut menitihkan air matanya mengutarakan kekecewaannya.” Loe tinggalin gue padahal gue baru beberapa hari di sana dan daerah sana. Hp gue ngedrop dna nggak bisa hubungin siapa siapa. Malem itu gue pulukannya jalan kaki. Hujan dan nggak ada yang nganterin. Untung malam itu gue ketemu Nando. Kalo nggak gue udah mati. Gue juga nggak tau apa apa pas itu. loe ninggalin gue gara gara Runa.” Pekik Glory lagi dengan marah dan kekecewaan yang tidak terbendung.

__ADS_1


Aksa menggeleng nanar. “ maaf.” Bisiknya pelan.. ,mata Aksa tidak lagi bisa terbuka akibat menangis. masih memeluk Glory yang memberontak.” abang tau abang salah maafin abang hiks hiks. Pas itu abang bener bener nggak tau dek. Abang lihat Runa dalam keadaaan Basah kuyup dan juga di bully sama orang lain. Abang nggak tega.” Bisiknya nanar.


“ k-”


"Runa tiba tiba sakit pas udah di bully. Jadi Abang rawat dia” ujar Aksa pelan dan juga merasa bersalah.


Glory terkekeh sinis mendengarnya.” Abang bahkan nggak tau karena abang ninggalin Glory pas itu penyakit Glory kambuh lagi.” bisik Glory mengusap air matanya.


Aksa mendengarnya terlemas, ternyata ia bukan memiliki satu kesalahan saja, tapi banyak. Aksa menatap Glory nanar dan kecewa, membuka pelukan keduanya dan menunduk.” Maafin abang. Abang nggak tau apa apa. Abang nggak tau. Abang Begok banget yah.” bisiknya dan memukul kepalanya sendiri.” Glory boleh pukul abang kok biar glory ngerasa terlampiaskan. Glory bisa pukul Abang berkali kali tapi jangan diemin abang Ry. Mafain abang..” ia berkata lirih dan memukul dirinya sendiri.


Aksa mengambil tangan Glory dan memukul kepalanya dengan tangan Glory.’” Pukul abang. Pukul.” Bisiknya nanar dan menatap Glory sendu. Glory mengeraskan tanganya dan memukul kepala aksa kuat.


Aksa terkaget memegang kepalanya. Glory kembali memukul wajah Aksa dengan kekuatan dalam dan juga menendangnya..


Aksa diam memejamkan matanya,. glory berderai menangis memukul aksa beberapa kali dan Aksa hanya pasrah. Terakhir Glory menampar aksa dua kali di kanan dan dua kali di kiri.” Kali ini Glory maafin, tapi untuk besok beosk nggak.” Ujar Glory.


Aksa terbatuk pelan menahan serangan Glory diperut dan di dada tadi. Ia terkekeh merasa perih di sudut bibirnya yang sudah biru dna berdarah. Aksa merengkuh tubuh Glory dan memeluknya erat. Glory diam diam membalas pelukan Aksa yang memeluknya erat. Glory menangis dipundaknya aksa. Aksa mengeratkan pelukanya dan menghirup aroma Glory yang membuat ia candu dan rindu.


Tidak apa ia mendapatkan pukulan bertubi tubi dari Glory tidak apa, asalkan Glory tidak lagi mendiami dan memarahinya., tidak ada jika wajahnya bonyok dan menjadi jelek asalkan Glory tidak lagi tidak menganggapnya ada. “ abang sesek.” Ujar Glory memukul pelan bahu aksa.


Aksa terkekeh melepaskan oelukanya. Glory menatap aksa dan berdehem, ‘ Uhukk Uhuk.' Glory batuk dan muncrat di wajah aksa.


Aksa terkekeh mengusap wajahnya dihadapan Glory. Aksa mengusap kepala Glory dan tersenyum.” Makin jelek deh nangis.” Ujar aksa mengusap air mata Glory yang menggelinding.


Glory menepuk pelan lemngan aksa yang mengatakan dia tak cantik lagi gara gara menangis. “ ini kan gara gara abang. Au akh gelap. Males ngomomng sama abang.” Ujarnya dan segera hendka pergi.


Aksa menarik tangan Glory dan terkekeh.” Jangan dong. Hehehe masa baru udah baikan ngambek lagi.” bisik aksa pelan.


Glory mendesis.” Abang nyebelin sih. Sana akh.” Ujar Glory parau.


Aksa terkekeh mengusap kepoala Glory yang melepaskan diri dari Aksa.


Rangga? Ia mengepalkan tangan menatap kakak beradik itu. Aksa dan Glory sudah baikan sedangkan dirinya belum ada pendekatan kepada Glory, belum lagi ada Regan yang selalu menempeli Glory. Bisa bisa ia tidak punya kesempatan lagi nanti jika begini.

__ADS_1


jangan sampai


__ADS_2