Transmigrasi Twins Antagonist

Transmigrasi Twins Antagonist
Kesal


__ADS_3

Darah keluar dari sisi kaki Runa, Runa semakin terisak merangkak hendka ke atrah pintu, tapi saat membuka pintu, pintu itu ditutup Dava dan ia menguncinya. Runa semakin meremas perutnya mendongak menatap Dava.” Kamu jahat hiks.” Ia menitihkan air matanya nanar.


Dava malah terkekeh jahat mendengar ucapan Runa. Dava menggeleng.” Gadis bodoh, Loe baru tau gue jahat??” Dava terbahak.” Selama ini otak loe dimana? Hanya karena gue kasih loe uang? ngelindungin loe?? Luar biasa, dimana loe letakkan akal sehat loe selama ini? lelaki baik nggak akan merusak loe, mau senafsu apapun dia, dia akan tetap ngejaga loe dengan nyawanya bukan malah merusaknya. Bodoh.” Ujar Dava dan menjauh.


Runa terisak lebih keras,


Benar. Ia gadis bodoh, terlalu mudah menaruh hati, terlalu berfikir jika Dava leklaki baik hanya karena memberikan dirinya kenyamanan dan apapun yang dia mau, padahal semua itu ada imbalannya, imbalannya adalah tubuhnya, masa depannya.


Luar biasa, mengapa dia terlalu lemah? Runa memaki dirinya sendiri mengenang kesalahan yang telah diperbuat.


Dava mendesis meninggalkan Runa.


Runa hanya di diamkan di apartemen dalam keadaan tidak baik, darah terus mengalir tapi Dava tidak menatap atau membantunya, Runa pingsan karena tidak kuat lagi. Dava yang masih memiliki hati nurani sedikit, itupun membawakan dokter kepada Runa dan mengecek keadaan Runa. Yah itupun dijam 12 malam dan Runa hampir kehabisan darah. Dava tidak peduli, yang terpenting dia tanggung jawab kan?


Glory menghela nafas pelan, dadanya terasa sesak. Seperti ada yang ganjal sejak semalam, ia seperti kehilangan sesuatu. Glory menghembus pelan nafasnya di depan kaca, samar samar bayanganya memang sudah menghilang. Glory sekarang sampai takut melihat cermin, glory merasa seperti hantu, tidak memiliki bayangan di cermin.


“ TokkTok..tok.. Non ada temen temen Non di bawah.” Suara ketukan dari luar menyadarkan Glory. Memang Glory membuat peraturan agar tidak sembarang orang masuk. Glory juga lebih suka mengunci kamarnya agar tidak di ganggu oleh orang lain. Glory benci privasinya dilihat orang, selagi ia sendiri Glory tidak suka diganggu.


Glory mengernyitkan dahi, Nando nanda? “ Iya Bi.” Ujar Glory pelan. Glory segera melangkah dari duduknya dan segera keluar. Glory mengunci pintunya dan segera turun menggunakan tangga saja, baginya kalo turun itu enak, yang tidak enak itu naik tangga.


Berasa beban dua kali lebih berat. Saat turun Glory menemukan Nanda, Nando. Ani, Regan, Dika. eh ada Dika..!!! lalu ada Fenti yang datang tersneyum melihatnya.


Glory menggusuk kepalanya pelan dibagian belakang. Perasaan tidak ada janjian deh kenapa mereka ada di sini? “ eh Glory. Yaampun udah lama nggak ketemu. Kangen..” ujar Ani memeluk Glory.

__ADS_1


Glory tersenyum dan mnengangguk membalas pelukan Ani. “ hehe iya.” Gumam Glory pelan.


Ani melepaskan pelukannya dan mengusap kepala Glory. Glory meringis, kenapa sih orang orang suka sekali mengusap kepalanya?? Kepalanya ada apa memangnya?


“ kalian kenapa ke rumah gue? perasaan kita nggak ada janji deh.” Ujar Glory menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


Nando dan yang lain menatap Glory seakan akan tersakiti.” Gitu yah Ry. Temen datang bukannya seneng malah ditanya begitu. Loe nggak seneng kita ke sini?” Tanya nando memelas dan penuh prihatin.


Glory mengangguk.” Iya soalnya kalian berisik.” Jawab Glory polos. Semua mendengar ucapan Glory bukannya tersindir malah terbahak. Glory ini polos polos nyelekit yah bun


“ Ry kalo ngomong jangan suka jujur. Soalnya kejujuran loe ngiris hati abang.” Ujar Regan dengan memelas.


Glory malah mencibir Regan.” Eleh. Emang abang punya hati? Perasaan selama ini nggak deh.” Jawab Glory mengibas rambutnya.


Glory mencebikkan bibirnya. menduduki diri di mana kursi kosong, ada di bagian dekat Fenty yang sibuk memakan cemilan.” Oy buk. Makan baek, dateng dateng makan terus. Nggak takut gendut?” Tanya Glory kepada Fenty. Fenty ini dua kali datang dua kali juga fokusnya makan, makan dan makan. Tidak berhenti makan. Agak kesalnya sekali makan satu toples habis dan Glory tidak kebagian makanan.


Fenty kaget melirik Glory. Fenty tersenyum menampilkan gigi yang penuh coklat. semua melihat Fnety sontak tertawa karena lucu melihat gigi nya. Fenty yang sadar segera menjilat gginya sendiri menatap mereka malu. Glory menggeleng geleng melihat tingkah Fenty. Fenty ini kelihatannya saja tomboy, tingkahnya lucu sekali, menggemaskan. “ habisnya makanan di rumah loe enak enak semua Ry. Gue suka.” jawab Fenty dengan polos dan gambling, masih mengunyah kue yang ada dipelukannya.


Glory mengangguk.” Jelas dong. “ jawab Glory pd. Semua mendenggus mendnegar tingkat kepercvayaan Glory.


“ Ini Non minumnya.” Pembantu datang menaruh beberapa jus di hadapan teman teman Glory sopan. Ada juga beberapa cemilan berat dan ringan dia letakkan dengan sopan.


Glory malah menatapnya sengit.” Seharusnya kasih air putih ajak Bi kalo mereka datang lagi.” ujar Glory.

__ADS_1


“ is is. Kok loe pelit banget sih Ry sekarang?” Tanya Nando mendelik melirik Glory. Glory meiliriknya kesal.


” iya. Soalnya kalian main di kamar gue dna ninggalin banyak sampah kemarin, trauma gue. sakit hati gue. malah ramen kalian udah ada belatungnya tau nggak.” Ujar Glory menghela nafas kesal. Kesal mengingat hari hari kemarin.


Nando . Nanda dan Regan tersnetak kaget. Astaga mereka lupa membersihkan semua sampah, seusai party mereka malah langsung main ke bim bersama Glora dan melupakan kamar Glory yang sudah mereka berantaki. Wajar saja Glory mode singa sekarang.” duh Ry. Sorry banget. Kita pas itu lupa, soalnya langsung di suruh bunda pulang.” Jawab nando meringis. Nanda mengangguk.” Iya pas itu loh. Regan nih yang berantakin.” Tuduh nanda.


Regan melotot.” Nggak yah. kita malem itu ke Bim bareng Glora dan kalian lupa bersihin kamar Glory. Pas udah party kita langsung pulang. Jangan cari masalah yah kalian sama gue, atau kalian gue gibas di sini juga yah.” Regan tidak main main, melotot karena takut diamuk Glory. Nando dan Nanda segera menjauh dan berlkindung di belakang Dika yang sejak tadi hanya diam saja menatap apa yang mereka lakukan di hadapannya.


“ hehe maaf bang. Yaampun serem banget.” Ujar nando memelas. Glory malah terkikik melihatnya.


Regan mendengus.” Mangkanya kalo ngomong jangan gitu. Loe bikin gue mau bunuh orang tau nggak.” Ujar Regan malas dan juga kesal.


“ hey harusnya gue yang marah. Ini malah kalian yang rebut. Di belakjang ada tu pisau, nggak sekalian pakek pisau?” Tanya Glory pelan dan acuh.


Semua menatap Glory kaget dan juga ngeri.” Glory loe pesikopat?” Tanya Fenty gugup. Perkataan Glory menyeramkan.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2