
" Cepetan woy,, kita mau party bukan ngerumpi..." Teriak Nando dari kamar Glory kepada keduanya yang masih berada di luar kamar.
Regan meringis. tingkah Nando seperti sedang di rumahnya saja. Apakah dia lupa jika sedang berada di rumah orang? " Teriak lagi gue gampar loe.." Tekan Glora kesal membuat Nando terkekeh meringis. duh seramnya.
Regan terkekeh merangkulnya.” Skuylah kita party. Mumpung traktiran Glory.” Ujarnya memasuki kamat Glory. Disana sudah ada nando yang menyetel kanar Glory dan menghidupi televisi digital Glory.
Mengambil dua mic dan juga menghidupkan lampu pernak pernik. Persis seperti tempat karaoke. Dan persis seperti.menganggap ini kamar mereka sendiri, tidak tahu dirinya mereka tanpa ragu menyentuh semua barang itu seakan akan sudah terbiasa. Glora bahkan menepis tangan Nando yang memegang benda lain. Nando hanya cengengesan.
Nando mengambil satu Mic dan mulai mengetesnya. " Tes tes.."
” Ea ea.... kala ku pandangi kerlap kerlib bintang dan njauh di sana. Ahey. Glora sambung.” Ujar nando menarok Mic di hadapan bibir Glora.
Glora kesal dan mengehempaskan tangan Nando. Tapi nando masih merangulnya dan bernyanyi.
Saat kudenger melodi cinta yang menggema
Terasa kembali gelora jiwa mudaku
Karna tersentuh alunan lagu semerdu kopi dangdut
Nando mengajak Glora menaiki kasur dan mengambil Soju halal dan meloncat loncat di atas kasur mengajak Glora. Glora menolak tapi Nando merangkulnya begitu kuat. " Nyoju nyoju.." Ujar Nando seakan-akan ini Soju asli yang memabukkan saja. Glora mendengus dan melipatkan kedua tangannya di atas dada.
Api asmara yang dahulu pernah membara
Semakin hangat bagai ciuman yang pertama
Detak jantungku seakan ikut irama
karna terlena oleh pesona alunan kopi dangdut
Nando kembali berjoget heboh dan bernyanyi me gabaikan Glora yang terlihat tidak suka. Glora melirik Nando dan samar-samar tersenyum tipis. Glora merasa ini asing untuk dirinya. Tapi ini sangat menyenangkan. Anehnya ia suka meskipun terasa asing.
Irama kopi dangdut yang ceria
Menyengat hati menjadi gairah
membuat aku lupa akan cintaku yang telah lalu
Api asmara yang dahulu pernah membara
Semakin hangat bagai ciuman yang pertama
Detak jantungku seakan ikut irama
Karna terlena oleh pesona alunan kopi dangdut
Nando bergaya seakan akan orang mabuk di sana. Glora memukul bahunya membuat Nanda terbahak melihat wajah Glora yang benar benar galak.
Dag dig dug detak jantungku
Ser ser ser bunyi darahku
Na na na
Mengapa kamu datang lagi menggodaku
Dulu hatiku membeku
Bagaikan segumpal salju
Ku tak mau peduli
biar hitam biar putih
Melangkah berhati hati
Asal jangan nyebur ke kali
Sedangkan Regan dan nando sibuk menyusun makanan yang mereka beli. Makanan dari negri seberang. Ciri khas untuk dugem anak anak abg biasa. Glora melihat mereka yangs eru seruan menahans enyumnya. Nando menarik pundak Glora dan kekanan dna kekiri.’ Bergema bergema. Nadanya di udara. Terkenang terkenang di hati penggemarnya ahay.” Ujhar nando bernyanyi asal. Suaranya tidak terlalu buruk.
" Udah habis woy. Gantian lah. " ujar Regan merebut mic di tangan Nando.
Nando melirik ya kesal. " Kirain nggak mau nyanyi. " Ujarnya ketus.
" Loe nggak nanya." Ujar Regan. Regan mengganti musiknya dan lebih kalem sebab ia tidak sampai lompat lompat di kasur. Ia memilih stay duduk.
Rindu aku rindu kamu, cinta kita
Kelap-kelip di tengah-tengah laut
__ADS_1
Lampu perahu nelayan
Sempurna bentuk bulan
Perhiasan malam
" Anjir koplo. " Gumamnya Nando tertawa melihat Regan bernyanyi. ia pikir Regan type lelaki suka lagu barat. eh tidak taunya melokal sekali. Glora juga agak kaget. sebab Glora juga berfikir sama dengan Nando. Apalagi kan Regan ini typekal cowok soft gitu
Batang-batang panjang pohon kelapa
Kerang-kerang di pasir putih
Diantara mereka kita duduk berdua
Menyanyikan lagu cinta
Ya oh oh, asyiknya menikmati malam
Indah pantai indah laut suasana sunyi
Ya oh oh, asyiknya menghabiskan malam
Rindu aku rindu kamu jadi satu
Ketika tiba-tiba ombak di laut pasang
Cinta kita berdua juga pasang, sayang
Ketika tiba-tiba ombak di laut surut
Cinta kita berdua tetap pasang
Asyiknya menikmati malam
Indahnya suasana sunyi
Asyiknya menghabiskan malam
Kita menyatu
Kelap-kelip di tengah-tengah laut
Lampu perahu nelayan
Sempurna bentuk bulan
Perhiasan malam
Batang-batang panjang pohon kelapa
Kerang-kerang di pasir putih
Diantara mereka kita duduk berdua
Menyanyikan lagu cinta
Ya oh oh, asyiknya menikmati malam
Indah pantai indah laut suasana sunyi
Ya oh oh, asyiknya menghabiskan malam
Rindu aku rindu kamu jadi satu
Ketika tiba-tiba ombak di laut pasang
Cinta kita berdua juga pasang, sayang
Ketika tiba-tiba ombak di laut surut
Cinta kita berdua tetap pasang
Ketika tiba-tiba ombak di laut pasang
" Lihay joget dua kek bapak bapak. " Ujar Nando pada Glora. Glora tak tahan ikut tertawa melihatnya. Benar Regan berjoget apa bapak bapak yang hanya jempolnya bergerak dan lenggok bapak bapak. Nando melirik Glora yang tertawa tersenyum tipis.
Cinta kita berdua juga pasang, sayang
Ketika tiba-tiba ombak di laut surut
__ADS_1
Cinta kita berdua tetap pasang
Ketika tiba-tiba ombak di laut pasang
Cinta kita berdua juga pasang, sayang
Ketika tiba-tiba ombak di laut surut
Cinta kita berdua tetap pasang
“ Glora. Makan dulu. Ini buat kita. Nando Regan makan dulu.” ujarnya Nanda.
Glora memandang Nanda yang memanggilnya lalu menatap makanan itu takut.” Slow lah. Kita nggak bakal jebak loe di rumah loe sendiri. Bisa mati duluan sebelum bertindak tolol.” Ujar Nanda dengan tenang. Paham akan arti tatapan Glora yang menatap makanan itu takut.
Glora tidak berfikir terlalu jauh sebenarnya. Tetapikan ia harus hati-hati, apalagi dia adalah perempuan ditengah kumpulan laki-laki semua. Glora masih memiliki rasa takut. Tapi yang di katakan Nanda ada benarnya juga.
Glory mencoba mendekat dan mengangguk. Mengambil satu piring mie ramen dan memakannya pelan. " Gue makan yan." Agumam Glora. Regan dan Nando mendekat dan mengambil porsi mereka juga.
em enak. Ia melirik Nando yang membuka mulutnya lebar.” Coba dong.”
Glora mendelik.” Makan sendiri lah. Yakali disuapin. Mau gue colok mulut loe pakek sumpit?” Tanya Glora dengan cemberut.
Tapi Nando tidak mendengar ucapan Glora. Ia bahkan menyerobot Glora yang mengambil cumi goreng menggunakan sumpitnya.
Nando terlihat tidak merasa bersalah menjauh.” Nyam nyam. Memang enak yah kalo makan di suapin cewek cantik. Rasanya beda, kek ada manis manisnya.” Ujar Nando terkekeh.
Glora mendengarnya menatap Nando memerah kesal dan juga jantung yang tidak aman. Untung saja kamar ini redup dan banyak lampu warna warna.
Nanda dan Regan terkekeh.” Loe harus nyobain ini juga. Ini namanya bola bola rames, isinya daging ayam cincang. Beh enak.” Ujar Regan pada Glora.
Glora meliriknya dan menggeleng, hendak mengambil sendiri saja. Tapi di tahan oleh Regan.” Et coba dulu baru ambil lagi. gue nggak nerima penolakan.” Ujar Regan menjojokkan makanan itu dimulut Glora.
Glora kaget segera menghindar dan mengunya makanan itu secara cepat. Semua mulutnya penuh membuat nando dan nanda terbahak. Sedangkan Regan malah hanya terkekeh seperti manusia tidka berdosa. Glora mengunyah kesal, tapi ini memang enak, hampir seluruh isinya daging ayam cincang pedas manis. Wah Glora suka ini.
“ enak kan? gue nggak boong, soalnya ini buatan Umi buat loe. Katanya loe minimal harus makan lima buah. Kalo nggak bakal di hap.” Ujar Regan terkekeh kembali menyuapi Glora. Glora mendengarnya menggeleng dan mau mengambil sendiri. Regan menggoyangkan sumput berisikan bola bola daging di hadapan Glora. Glora mendengus dan memakannya juga dengan lahap.
Nando dan nanda mencibir Glora.” Tadi nolak eh nggak taunya suka. nagih ye Nan.” Ujar nando menjahili Glora.
Nanda mengangguk.” Jaim dan sok galak aja duluan.” Jawab nanda. Eh nggak taunya kucing. Nando tergelak mendengarnya
Glora memalingkan wajah lalu mengeram kesal.” Udha ahk. Kalian ngeselin banget.” Ujar Glora dengan kesal. Semua sontak tertawa melihat Glora yang mengunyah dan merajuk. Regan reflek mengusap rambut Glora sayang. Glora yang di usap oleh Regan menoleh menatap Regan gugup.
Regan pun mengerjab dan terkekeh.” Gue baru tau loe itu seneng gemas kan ini. kenapa nggak dari dulu aja kita temenan. “ Tanya Regan gamblang m
Glora meremas sumpitnya, menatap Regan. Nando dan nanda menatapnya penuh bertanya. Glora menekan diri agar tidak bahagia dan gugup.” Kal kalian mau temenan sama gue emang kalian nggak takut gue bully dan gue keluarin dari sekolah?” Tanya Glora gugup dan juga heran. Semua murid tidak menyukainya dan takut ia keluarkan dari sekolah. Banyak yang tidak suka padanya mengatakan dia suka membully bahkan parahnya membunuh siswa yang ia bully. Kali ini ada yang menawarkan pertemanan, apakah Glora harus bahagia?
Regan mengangkat bahu acuh.” Yah kan kita temenan. Loe nggak mungkinkan ngeluarin kita ? atau loe mau ngeluarin kita gara gara kita temenan sama loe?” Tanya Regan disana pelan.
Glora menggeleng cepat dan menatap Regan ragu.” Gue gue mau jadi temen kalian.” Ujar Glora dengan pelan. Agak malu mengatakannya.
Nanda mengangguk.” Nah gitu dong. Udah yah, berarti diel kita mulai temenan malam ini.” Ujar nando dengan cepat.
Nanda mengangguk.” Diel.. kita temenan.” Tegas nya. Glora mengangguk pelan samar-samar tersenyum tipis. Regan terkekeh menarik tubuh Glora ditengah tengah mereka. Glora tersentak kaget menoleh kepada Regan.” Pelukan persahabatan.. cis dulu yah.” ujarnya dengan suka mengambil hp untuk selfi.
Glora disana gelagapan dan sedikit menjauh. Tapi Regan malah merapatkan jarak mereka. Glora mau tak mau tidak bisa mengelak. Mereka tertawa dan tersenyum bersama di foto tersebut. Glora hanya terlihat linglung dan gugup. Glora merasa benar benar senang memiliki teman. Glora suka dengan hidup nya yang sekarang lebih berwarna.
...----------------...
Tring. Glora diam dan menatap HPnya. terkirim pesan dari Regan yang mengirim foto mereka bersama. Glory tersenyum melihat glora yang tersenyum senang di tengah tengah mereka. Glory terbatuk-batuk pelan dan tersenyum senang. Akhirnya Glora bisa senang dan punya teman juga.
Glory menyuruh mereka datang ke rumah menemani Glora. Mengajaknya berteman dan juga berkumpul membuat Glora bahagia. glory menghela nafas dan memejamkan matanya. setidaknya jika memang takdirnya Glora mati suatu saat nanti. Maka setidaknya ya Glora akan mati dalam keadaan hidup tidak penuh kesia-siaan. Dia pernah bahagia dan tersenyum tulus. Itu niat Glory.
“ Ry..” Glory menoleh melihat ada Rangga yang memasuki kamarnya dengan cara mengendap ngendap. Ia melirik kebelakang dan juga menatap Glory dengan gugup. Rangga menurunkan tudung jaketnya dan duduk di sofa kamar Glory. Glory menatapnya dengan tatapan heran. Ada apa sih lelaki satu ini? dia mengapa di sini?
Rangga mengeluarkan banyak makanan di balik jaketnya. Glory kaget segera mendekat menatap Rangga berbinar. Rangga disana melirik Glory gugup dan tacit.” Ehem. Tadi gue lihat loe mau banget makan makanan ini. jadi tadi gue keluar deh buat beli makananya.” Ujarnya gugup dan tidak berani kepada Glory.
Glory mendengarnya melirik Rangga senang.” Seriusan?” Tanya Glory senang.
Regan mengusap tengkuknya yang tak gatal, mengangguk pelan dan memandnag lain arah. Glory merekah senyum lebih lebar memeluk Rangga,.” Akh maaci abang.” Ujar Glory senang.
Sedangkan Rangga terdiam dalam keadaan membeku,. Apakah Glory tadi memanggilnya abang dan sudah mulai menerimanya? Jika iya maka rangga harus syukuran..!!!
.
.
.
.
__ADS_1