
Hallo guys. Aduh aku minta maaf banget yah nggak up udah satu mingguan lebih yah, soalnya kemarin nenek sakit, dan masuk rumah sakit. Aku cukup sibuk saat itu dan juga panic, nggak ada kepikiran banyak tentang nulis. Btw kalo ada yang nanya kenapa novel yang sebelah tetap Up, sebab itu udah lama aku tabung. Jadi kemarin sembari nunggu nenek aku Upload mangkanya aku tetap Up yah. maaf banget, sekarang alhamdulilah nenek udah pulang tapi masih tetap diawasin, doain semoga cepat sembuh yah.
...----------------...
Tadi wajah Faris terlihat sangat dingin dan juga tak berperasaan, tapi saat pintu ruang kerja tertutup bibir Faris terlihat mengerucut menatap Glory tak enak.”Ihh kok udah lama nggak ketemu papi sih., papi kan kangen.” Ia memeluk Glory gema dan juga memutar mutar tubuhnya.
Glory merasakan tengorokannya tercekat karena terlalu erat dipeluk. “Duh pi sesek erghhhs.” Glory merasa lehernya tercekik. Faris berdecap mengangkat Glory duduk pangkuannya.
Glory sedikit risih, sebab usianya sudah memasuki 17tahun, ini sedikit tidak wajar baginya. Tapi ia tetap tersenyum melihat Faris tersenyum memainkan rambut Glory tenang.”Kenapa anak papi kesini malam malam hemm? Ada yang bisa papi bantu?” Tanyanya.
Glory menatap ayahnya binar, mengangguk memeluk ayahnya.”Iya. Glory butuh bantuan papi..!!!!” Seru Glory semangat.
...----------------...
Di bawah. Angga diam termenung menatap ruang kerja ayah yang tertutup, sangat jarang ayahnya menyuruh orang asing masuk keruang kerjanya. Angga ingat siapa gadis itu, itu gadis yang dulu menolong dan ia tolong kan? iya tapi apa hubungan keduanya?
Pagi sudah lewat. Glory tertidur diruang ayahnya, disana ada kasur yang cukup besar dan luas, dipeluk oleh ayahnya membuat Glory sedikit sesak nafas.. begumam sejenak merasa kecupan kecupan di wajahnya. Glory merasa terganggu membuka matanya malas.
Faris, ia terkekeh, sedari tadi ia bangun, melihat wajah bantal sang anak yang tertidur damai membuat ia gemas dan tak tahan untuk tidak mencium pipi sang anak, dan juga bibir?? Faris terkekeh geli melihat wajah terganggu Glory.”Bangun Lili sayang.. sudah pagi, kamu harus bangun dan siap siap makan pagi.”
Glory berdehem sejenak merasa kantuknya sangat berat. Faris menggeleng pelan menatapnya, sedikit iba karena Glory terlihat sangat lelah, bangkit dari tidurnya dan melangkah keluar dari ruangan, saat keluar ia dikagetkan dengan Tasya yang sudah berdiri di depan ruangan.
Tasya terlihat tersenyum membawa makanan” Lili pulang yaampun kamu yah tidak bilang bilang..!” Tasya menerobos masuk membuat Faris menahannya.
__ADS_1
Tasya melotot menatap faris yang juga menatapnya tajam. “ Menjauhlah, kau menghalangi jalanku, aku ingin masuk menemui Putriku.” Ujar Taysa tak senang.
Andai ditanganya tidak ada sarapan maka sudah pasti ia menendang bokong milik suaminya ini. semalam ia sudah tidur jadi tidak tau Glory ke sini, jika ia tau sudah pasti ia kurung dikamar agar dimiliki seorang diri olehnya. Ia dapat kabarpun dari pelayan saat ingin sarapan mangkanya ia langsung kesini untuk menemui Glory.
Pintu Faris terkunci sejak lima belas menit yang lalu, tapi Tasya tak hilang akal, ia tetap menunggu sampai ingin pergi tetapi Faris malah membuka pintu. Sekarang lihat, sang pemilik ruangan menghadang jalannya dan menatapnya tajam
Faris berdecih sejenak menatap istrinya.” Dia masih tidur Tasya. Kamu bisa keluar jangan ganggu, dia pasti masih lelah.” Faris tau jika Tasya akan menguasai putrinya kelak, tak ada waktu untuknya berdua bersama putrinya. Itu sangat tidak baik.
Tasya menatap Faris panik.”Yaampun, dia kenapa? Dia sakit kah? Aduh putriku, aku harus melihatnya jika begitu..!” Tasya hendak masuk dengan wajha khawatir, takut Glory kenapa napa karena jawaban dari Faris tadi..
Faris menahan lagi jalanya Tasya. Tasya menatapnya dengan gemas dan datar.” Tidak, dia tidak apa apa, dia hanya amish tidur.. kau keluarlah, menganggu istirhatanya saja..!” Tegas Faris mendorong ujung bahu Taysa. Sampai Tasya mundur dan sarapan yang ia bawa jatuh berceceran di lantai.
" Kyaakkk.. Kau..!” Tasya menunjuk wajah Faris dengan garpu yang masih ia pegang, menatap nanar nasi goreng yang tak berbentuk. “ Lihat masakanku jatuh. Kau tidak taukan ini aku masakan khusus untuk putriku, dan dengan enaknya kau menjatuhkannya. Sialan..!!!” Ia menjambak Faris keras. Sangat kesal usahanya berakhir dengan lantai seperti ini.
Tasya geregetan menarik rambut Faris. “Kau, kau yang sialan. Gara gara kau masakanku jatuh sialan.. kau membuatku marah Faris..!!!” Teriakkan Tasya memukul kepala Faris kuat. terihat sangat marah dan juga kesal. Beberapa pelayan menaapnya bergidik ngeri.
Beberapa penjaga mendekat tapi takut mereraikan, apalagi ini masalah rumah tangga, ini sangat tidak wajar jika mereka ikut campur, tapi jika tidak ikut campur tuan mereka akan sekarat. Lihat wajahnya terlihat memerahh menunduk meringis karena jambatan Taysa.
“Mama... papa apa apaan si?” Keduanya melirik arah tangga. Disana ada Rangga, Angga dan juga Glora yang baru turun dari tangga,Tasya mendengus mlepaskan tarikan dirambut Faris, mendelik tak senang. Faris juga diam mengusap kepalanya, ingin rasanya memukul Tasya, tapi jika Glory tau ia memukul atau melawan Tasya, pasti ia akan sangat marah. Faris tidak senang. Keduanya diam saling lirik dalam batin masing masing.
Ketiga anaknya menatap heran kedua orang tuanya. Kedua saling lirik seakan telepati. Itu sangat sangat tidak mencerminkan orang tua mereka selama ini yang dingin. ada apa sebelumnya yang terjadi??
“Papa mama?? Kenapa?” Tanya Angga lagi mendekat kepada suami istri yang perang batin.
__ADS_1
“Karena dia tu,..!” Keduanya saling tunjuk.
Angga mengerjab polos menata keduanya. Tasya dan Faris melotot tak senang karena saling menyalahkan.”hey salah kau, kau menumpahkan makananku yah..!!!” Teriak Taysa tak senang diwajah Faris.
Faris melotot tak senang.”Salah kau, aku kan sudah melarangmu masuk tau kau tetap memaksa. Jadi jangan salahkan aku..” Jawan Faeris tak terima juga.
Taysa menatap faris berdecak pinggang.” Kau serakah Faris.. kau serakah kau tau, aku sudah membiarkan waktu kalian semalaman loh, dan sekarang kau bahkan mengurungnya. Aku hanya ingin memberi sarapan buatan ku. Aku yang membuatkan dia tapi kau malah menjatuhkannya. Kau sangat kejam..!” Tasya menatap Faris bengis.
Faris mendelik.” Tidak usah berlebihan, Lagian aku bisa bertaruh makananmu tidak akan enak, jika tidak keasinan pasti kemanisan, lihat warna hitamnya itu tidak membuat orang lain berselerah makan. Jadi tidak usah sok dramatis..!”Faris mengejek sang istri.
Rangga. Angga menatap keduanya bingung. Baru kali ini melihat kedua orang tuanya marah dan juga rebut seperti orang tua lain. Ada rasa senang dihati mereka sebab jika begini kedua orang tuanya terlihat imut dan lucu. Hidup dan juga memiliki kenyamanan satu sama lain. Sedangkan Glora? Ia hanya diam menatap heran keduanya.
Bugh.. semua kaget saat melihat bantal yang melayang, bantal yang jatuh tepat didepan Faris dan Tasya. Keduanya langsung diam menjadi pias..
” Udah puas berantemnya?? Didapur ada pisau. Ambil sajalah satu satu disana..!!!!”
Rangga Angg dan Glory kaget mendengar suara gadis didalam kamar sang ayah. Ayah ayahnya berselingkuh mangkanya ibunya marah pagi ini???
.
.
.
__ADS_1