
Glora tersneyum memasuki rumah besar, dulu ia tidak berani terlalu memasuki rumah, hanya sebatas dapur atau ke kamar Glory jika dirinya rindu, tapi kali ini ia bisa masuk dan memilikikamar. Glora ingin menangis saking senangnya. Saat ia masuk ia bertemu dengan Tasya yang duduk di sofa dan meliriknya sejenak, Glora melebarkan senyumnya dan hendak menyapanya.
Tapi sebelum itu terjadi Tasya sudah menatap lagi majala ditangannya dan mengabaikannya. Glora meremas pelan rok miliknya karena sedih. Ia pikir mamanya sudah mau menerimanya.
“ Siang ma..” ujar Glora pelan meremas tali tasnya. Tasya tidak meliriknya sama sekali, hanya diam.
Glora semakin meremaskan tapi tasnya dan tersenyum miris. Ibunya tetap menganggap ia tak kasat mata.
“ Eh Glora, kamu udah pulang duluan?” dari belakang suara Glory menyahuti Glora, Glora menoleh dan melihat ada Glory dibelakangnya masih menggunakan helm motor.
“eh sayang. Kalian berdua sudah pulang? Mari sayang kita makan dulu. Ayok..”
Glora menegang saat Tasya bicara lembut. Klian berdua? Berarti dirinya juga kan? berarti dirinya juga dipanggil sayang? Tapi kenapa tadi saat ia menegur tasya tasya tidak melirik ya? Kenapa baru sekarang?
Glora melirik tasya memelas dan hendak menangis tapi ia tahan.
Glory tersenyum melihat Tasya mendekati mereka berdua. Tasya tersenyumlah pada Glora dan mengusap kepala Glora lembut. Mata Glora semakin hendak melepaskan lahar panasnya segera tapi ia tahan. Apa ini yang dirasakan oleh orang lain? Hangat yah di usap oleh sang ibu?
Tasya juga mengusap kepala Glory dan mengecup pipi Glory. “ mami udah masakin kesukan kalian. Ayok.” Tasya menarik tangan Glory dan ,membawanya ke ruang makan.
Glory tersenyum menarik tangan Glora. Glora tersentak dan ikut. Tasya hanya merangkul Glory tapi Glory menarik tangannya. Glora tersenyum senang. Ah ini sangat membuat dirinya senang.
Glory memakan semua makanan yang ada. Ia mengangguk.” Mami tau aja kalo Lili udah lama banget nggak makan hati ayam santan. Ini enak banget. Maaci mami.” Ujar Glory..
Tasya tersneyum mengangguk, sedangkan Glora memakan nasi dan juga ayam goreng saja. Dipiringnya ditaro hati ayam oleh tasya.” Dimakan juga yah. “ ujar tasya. Glora menatap hati ayam yang diberi oleh Tasya. Glora mengangguk tanpa berfikir. Ia mencoba makan dan menelannya. Ia tersenyum.” Enak.” Gumam glora. Tasya tersenyum tipis dan mengangguk pelan.
Glora menunduk dan meremas sendok miliknya, keningnya mengerut dan mencoba meneklan hati ayam. Glora tidak menyukai hati ayam, Glora ingin muntah karena mual.
“ Glory ini suka sekali hati ayam, dan Glora juga loh sayang. Kalian kan kembar jadi kalian punya kesamaan yang besar.” ujar Tasya tersenyum kepada Glorry.
Glory yang tidak tahu menatap Glora bertanya. Glora terpaksa tersenyum dan mengangguk. “ woh. Glory menatap senang. Akhirnya Glora bisa disayang oleh ibunya. Gloryu tidak tahu jika rencananya berjalan sebagus ini.
di sisi lain. sosok yang dibicarakan mengepalkan tangan.
Glora ingin berteriak jika ia tidak suka hati ayam.!
tidak suka empela atau bahkan sayur yang berminyak..! ia suka sayur yang di tumis atau di capcai, ia tidak suka makanan ini. tapi Glora bisa apa? Tasya pasti hanya memikirkan Glory bukan dirinya. Dirinya dan Glory itu berbeda tidak sama..!! jadi jangan samakan mereka berdua..!! tapi ia tidak bisa berteriak. Ia hanya bisa menerima saja.
__ADS_1
“ Besok kami udah ujian mi.. “ Gumnam Glory kepada tasya.
Tasya mengangguk pelan sembari mengupas buah apel.” Tapi maaf yah kalo Glory nggak bisa kasih yang terbaik, soalnya Glory enggak sempat belajar.” Glory nenghela nafas.
pristiwa itu membuat ia kehilangan banyak waktu,. Ia tidak mungkin bisa mendapatkan nilai sempurna. Tasya mendengarnya menggeleng cepat.” Nggak apa apa kok sayang. Kan itu karena keadaan kamu. Kamu cukup sehat dan juga berada ditengah tengah kami. Itu udah cukup.” ujar Taysa menenangkan,
Gloryu tersenyum.” Kita beruntung banget punya mami kayak mami. Baik dan lembut. Glory sayang sama mami.” Ujar Glory sayang.
Kita? kamu saja jangan bawa aku. aku malah merasa ini kutukan. Jerit Glora dalam batin.
Tasya tersenyum.” Iya sayang. Kami juga beruntung punya anak seperti kamu” Tasya mengelus pipi anaknya. semua ditatap oleh Glora.
Kamu? hahahaha padahal ada dirinya di sini
Hey nyonya apakah aku tidak terlihat disini! apa aku disini sudah menjadi nyamuk atau oksigen tak kasat mata?
Nyonya apa jangan jangan mata dan hatimu sudah menjadi buta sehingga aku tidak terlihat di sini, tidak terlihat kah?
Glora menatapnya masam. Tidak apa jika nilainya jelek, tapi jika dia nilainya jelek apa kata dunia? Ia bahkan dipukul dan di kurung dalam gudang. Haha kenapa dunia begitu tidak adil sih???
Glory memasuki kamarnya, dibelakangnya ada Glora yang mengikutinya. Glory mengantar Glora kekamar Glora.”ini kamar kamu, disebelah kamar aku. Kalo kamu butuh apa apa panggil aja pelayan, atau panggil aku oke.” Ujar Glory dengan semangat.
Glory melangkah menuju kamarnya dan mulai membersihkan diri meninggalkan Glora yang memasuki kamarnya. Kamarnya sangat cantik dan juga rapi, warna keemasan dan dicampur putih menambah kesan mewah, Glora senang akan hal ini. ia memndapatkan kasur Queen dan beberaa ruang lain. Glora tersenyum dan menjatuhkan diri diatas kasur. Ahhh Glorra tersenyum. Ini mulai yang baik. Glora harap suatu hari kelak ia akan di sayang sama seperti Glory, sekarang mungkin masih permulaan, ada rasa iri bercampur bahagia di hatinya. Yah Glora harap ada hal baik lagi nanti.
Glory menatap dirinya di depan cermin dalam diam, melamun, karena dirinya bahkan sekarang tidak lagi bisa bercermin, tubuhnya seperti transparan tidak terlihat. Glory meremas tangannya diatas paha dan tersenyumlah, sama sekali tidak terlihat membuat ia tertekan. Glory menghela nafas memejamkan mata, lalu kembali membukanya, ada lagi bayangannya. Glory tau sekarang, semakin lama dirinya disini seperti hantu yang bergentayangan. Tubuh ini akan menghilang bersama jiwanya,
Meninggalkan jiwanya seorang diri disini. Glory paham satu saat kelak ia akan menghilang bak angin. Iya Glory akan menghilang seiring berjalan waktu. Hanya meninggalkan sedikit waktu disini.
Glory mengepalkan tangan di depan cermin.” Semangat.” Gumamnya tersneyum dengan bayanganya yang menipis. Glory tidak akan menyerah, ia akan tetap melakukan banyak kebaikan dan merubah novel yang ada. Ia akan melakukan hal terbaik untuk mereka mereka yang harus bahagia.
Glory memasuki kawasan sekolah, hari ini ia di antar oleh sopir karena motor yang sering ia bawa sudah tidak ada, bahkan pembantu di rumahnya sekarang hanya pakai mobil. Orang tuannya membuang semua motor iitu karena takut Glory kenapa napa. Glory hanya menghela nafas dan mau tak mau menurut kepada orang tuanya, sedangkan Glora dikasih mobil terbaru, katanya karena Glora suka mobil itu dna menginginkannya dari dulu. Glora sangat senang hingga meninggalkan Dava yang seharusnya menunggunya. Glorry senang akan hal itu.
bugh..
Glory kaget saat pot bunga terjatuh di depannya. Ia mendongak menatap keatas, tidak ada siapapun, semua orang di sekitar Glory berteriak kaget dan juga menatap nya horror. Glory kembali melihat bunga yang di jatuhkan bersamaan pot yang hancur. iitu pot liuar biasa besarnya, berisikan bunga bongsai yang ukuran sedang, tidak mungkin ini karena angin sebab angin topan tidak ada di sini. Ini pasti ulah orang lain kan??? tapi kenapa tidak segera menimpahnya yah?
“ Ly.” Teriak di sebelah Glory. Disana ada Aksa dan Regan yang mendekat dan menatapnya cemas.
__ADS_1
Glory mengerjab dan menatap mereka linglung. “kamu nggak apa apa kan Ry?”Tanya mereka horror menatap semua bagian tubuh Glory.
Glory mengangguk Lingling, dirinya tidak kenapa kenapa kok. Nando dan Nnada segera ke lantai atas, bersama dengan Dava yang baru saja datang. Mencari siapa pelakunya disana. Regan memeluk Glory nanar dan kaget. Jantung Regan sangat kalut dan juga cemas. Aksa diam menatap mereka berdua dan mengepalkan tangan. Glory diam karena maish shok, tidak tau harus apa? Tubuhnya benar benar bergetar hebat, lemas seperti jelly.
“ sialan. Siapa yang berani gangguin loe?” Gumam Regan pelan.
Glory menggeleng. Regan menghela nafas.” lain kali hati hati. Ayok gue bawa ke kelas.” Ujar Regan lembut.
Glory mengangguk.” Biar sma ague aja.” Ujar Aksa menahan regan dingin.
” Ini bukan waktunya debat. Mending tenangin Glory. Glory keliatan shok itu.” ujar Dimas yang entah datang dari mana. Regan berdehem mengangguk setuju membawa Glory senagkan Aksa diam menatap mereka bedua menjauh. Ia mengepalkan tangan tidak terima karenanya.
Nando dan Nanda yang berada di lantai atas menatap siapa pelaku utamanya, tapi di lantai atas sudah banyak orang, bahkan mengerumbuni pinggiran menawap kebawah. Nando dan Nanda kelipungan dan menatap CCTV. Sepertinya mereka harus melihat CCTV agar tau siapa pelaku utamanya. Iya tidak ada cara lain, ini sengaja atau tidak pelakunya melakukannya
“ Loe nggak apa apa Ry?” Tanya Nando dan Nanda saat Glory memasuki kelas bersama Regan, tadi Glory di bawa ke uks saat jam pertama. Takt Glory tidak konsen. Dan istirahat barulah Glory ke kelas karena Glory bersikeras dirinya baik baik saja. Regan memutuskan untuk mengangguk mau tak mau, sebab Glory sangat keras kepala.
Glory mengangguk. Duduk dikursinya dan menjawab.”iya dong, gue kan strong women. Jawab Glory PD.
Nando dan Nanda menatap Glory menghela nafas.” Ry ini tu bahaya banget, kalo nimpuk kepala loe bisa bikin loe mati. Lain kali hati hati yah. gue takut memang ada yang buat nyelakain loe.” Tegas Nanda.
Nando dan Regan mengangguk membuat Glory tersenyum dan mengangguk.” Ay ay captain.” Jawabnya riang. Mereka menggeleng pelan. Glory tidak takutkan?
“ Kantin skuy. Gue laper.” Ujar Glory pada Nanda dan Nando.
“ Gue nggak bisa. gue ke kelas duluan yah soalnya gue hari ini harus nyelesai tugas akhir biar bisa ikut ujian. Besok udah mulai ujian kalo masih ada nilai kosong nomor ujian gue di tahan.” Ujar Regan lemas.
Glory mnengangkat tangannya menunjukan hurup ok.” Oke deh. Semangat yah.” jawab Glory.
Regan tersenyum mengusap kepala Glory. Tatapanya tertuju pada Nanda dan Nando.”jagain bocil gue. kalo ada apa apa bilang sama gue. kalo ada yang gangguin dia tonjok aja biar gue yang tanggung." tegasnya. Nanda dan nando memutar bola mata malas. Tampa di suruh pun mereka akan melakukannya..!!! sedangkan Glory terkikik geli.
Regan keluar dan Glorry, Nando dan Nanda memilih ke kantin. “ Ly.” Glory menoleh.
Namanya dipanggil saat di depan kantin. Nanda dan nando duluan pegi kekantin, Glory menatap Dika dengan heran. Kenapa Dika memanggilnya Dika mendekat dan menatap Glory dengan intesn.
” Loe nggak apa apa?”tanyanya dengan pelan.
Glory mengangguk.”nggak apa apa. Kenapa dik?”Tanya Glory pelan.
__ADS_1
Dika menggeleng dan berkata.” Lain kali hati hati, jangan terlalu baik.” Ujar diki pelan membuat Glory mengernyitkan dahi.
Glory ingin bertanya lanjut tapi sosok dika sudah menjauh dengan dingin. Glory jadi heran. Apa maksud Dika?