Transmigrasi Twins Antagonist

Transmigrasi Twins Antagonist
Marah 2


__ADS_3

Haloo semua... salam sayang dri aku.


.


.


Glory merasa bersalah sebab faris terlihat sangat kecewa padanya. “ yah kalian tolol. Bisa bisanya kalian benci sama anak kandung kalian sendiri. Sekarang glory Tanya apa salahnya Glora sama kalian sampek kalian benci sama dia? Sampek kami dipisah dan dia di asing kan? Apa bedanya dia sama glory apa?”Tanya Glory memberanikan diri bertanya, tapi nada bicaranya pelan dan tidak menantang. Tetapi penuh penekanan.


Faris menatap Glory nanar, melirik Glora tajam, bak belati siap menikam.” Menurut kamu kenapa kami benci dia Glory?”Tanya Faris.


Glory diam. Glory tidak bisa menjawab, ini semua salah penulis, semua sudah ditakdirkan begini untuk Glora, dibenci, dimaki dan di usir dari kebahagiaan. Glory paham itu tapi ia tetap kesal pada kenyataannya. Kenyataan yang terlalu kejam dan tidak berdasar. Kok ada manusia yang menciptakan karakter seburuk ini dalam cerita orang lain?


Apa tidak ada hal lain yang lebih baik?


“ Nggak. Glory nggak tau kenapa. Kenapa nggak papi yang jelasin alasannya?”Tanya Glory pelan.


Faris diam mengepalkan tangan, dirinya saja tidak tau alasannya, apa, sejujurnya keluarga ini tidak bisa memiliki anak perempuan, tetapi saat pertama melihat Glory bangun dan juga hidup,. Itu membuat mereka sangat nyaman dan merasa hangat,. Bayi lucu yang tidak suka mengeluh dan menangis, bayi yang memberikan kebahagiaan dan keceriaan. Faris sangat menyayangi Glory sampai sampai ia sendiri takut Glory diambil orang lain.


Ia menyembunyikan identitas glory, menutupi Glory dan menjadikan Glora dimuka publik, pertunangan yang harus di beri kepada Glora agar Glory tidak tertekan. Menunjukan Glora kemuka umum agar Glora lah yang dijadikan sasaran manusia serakah diluar sana. Iya.. Faris melakukan semua kejahatan itu untuk melindungi Glory. Tapi ia lupa jika Glora juga putrinya, anak yang lahir dari darah dagingnya.


Faris tidak menemukan jawaban mengapa ia membenci Glora, tidak menemukan jawaban mengapa Glora menjadi satin dan kepahitan kejahatannya. Faris tidak menemukan alasan selain ia benci Glora tanpa alasan yang jelas.


Glory melihat Faris terdiam tersenyum sinis.” Kalian bahkan tidak tau alasan kalian membenci dia, sekarang aku balik Tanya, mengapa kalian sampai mengucilkan dia? Padahal dia tidak pernah melakuklan kesalahan fatal?” tanyanya tegas. “ padahal dia juga butuh kasih sayang kalian, dia juga butuh diperhatikan dan penuh dikasihani. Dia juga butuh keluarga..!!!” Teriak Glory kepada faris dan Rangga.


Rangga dan faris diam menatap Glory tidak menyangkah.” Kamu membentak kami karena anak ini Gloery?”Tanya Faris tidak menyangka.


Glory mendelik.” Iya.. anak ini? dia anak papi, dia yang papi bilang itu anak papi juga yang lahir karena papi. Dan papi bilang gara gara dia? Dia kembaran Glory, dan asal papi tau, semua kesakitan dia Glory juga rasain, kalian pukul dia, dia sakit Glory juga rasain. Kalian lupa kalo kami ini kembar? Punya ikatan batin yang kuat?”Tanya Glory nanar.

__ADS_1


Glora diam meremas bahu Glory takut. Dirinya tidak akan pernah berani bicara pada Faris, Faris manusia paling menyeramkan dimatanya, tapi Glory bahkan berani membentaknya begini. Faris menatap Glora dengan sengit. Ini pasti gara gara anak ini anaknya menjadi pembangkang. Glory mendengus melihat Faris yang diam saja dan Rangga yang diam menatap Glory sengit. “ baiklah, kalian memang ditakdirkan buat benci Glora. “ gumam Glory menghela nafas kesal.


Glory memulih pergi, tidak ada gunanya bicara dengan bapak anak yang tidka tau menahu menjawab begini. Faris melihat Glory menjauh menghela nafas.” tapi kamu keterlaluan biara kasar sama papi begitu. Papi tidak pernah mengajari kamu begitu.” Ujar Faris menghentikan langkah Glory.


Glory berdecih.” Iya . Emang tapi papi ngajarinnya pakek sikap. Sikap papa pilih kasih tu enggak banget tau nggak. Itu lebih buruk dari ajaran yang menurut papi baik. Dan lebih keterlaluan papi yang udah nelantarin anaknya sendiri.” Ujarnya lalu lanjut berjhalan. Faris terdiam menatap anaknya menjauh. Jadi kali ini ia yang kalah


Glory menghela nafas, kejadian semalam membuat ia ragu untuk bertemu kepada ayahnya, tapi bagi Glory, kejadian semalam keterlaluan. Glora tidak seharusnya dijauhi dan hanya dirinya di sayang. Glory menghelat nafas dan memilih segera turun, saat turun menuju meja makan, ia bertemu dengan manik mata ayahnya yang menatapnya. Glory menghela nafas dan memilih duduk di kursi dekat rangga dan tasya. Angga tidak tau kemana sebab Glory juga tidak pernah menanyakan kabar kakak kedua itu.


Sesaat setelahnya faris mengunyah menatap Glory yang tidak memberi pesan mengeratkan pegangannya di sendok. Glory makan pelan dan tasya menatap Glory heran, kenapa putrinya ini pagi pagi sudah suram dan juga badmood? Ia melirik suaminya yang juga diam saja tidak bicara apapun, hanya diam juga membuat ia ingin angkat bicara.


“aku pergi dulu mi... “ Glory memotong dan menyalami tangan Tasya. Tasya kikuk menerima salam dari Glory, sebab ini bukan hal biasa baginya. Anak anaknya yang lain jika mau pergi yah pergi saja tidak ada tu pakek salam begini, Glory membuat ia merasa menjadi orang tua sebenarnya. Ini juga alasan mengapa ia menyukai Glory dari pada anak anak yang lain. Dirinya tidak menyukai anak perempuan menjadi menyukai Glory.


Glory melewati faris. Faris menghempaskan garpu ditangannya, Tasya mlirik kaget akibatnya. Faris segera berdiri dan mengerjar Glory. Wajah faris terlihat nanar.” Lili.” Panggil faris kepada Glory lembut. Glory tidak menyahut. Ia tetap berjalan kedepan meninggalkannya faris yang menahannya.” Lili dengerin papi dulu dong. Jangan diemin papi.,” ujar Faris melemas dan memelas kepada Glory


Glory melirik lewat ekor mata malas, sata didepan rumah mereka sudah bertemu dengan Dava yang menunggu Glora. Dava tersentak kaget melihat ada Glory disini.


Glory acuh hanya melangkah melewatinya dan menuju supir. Tapi faris tidak melihat Dava, ia menahan tangan Glory cepat.” Sayang jangan diemin papi dong. Iya papi salah papi minta maaf yah. jangan diemin papi, papi janji bakal kasih apapun yang kamu mau.” Ujar Faris dengan lemah kepada Glory.


Faris tersenyum mengangguk.”janji dong. Apapun buat kamu tapi jangan diemin papi. Papi nggak suka.” ujar faris lembut dan melemah.


Glory mengangguk kepada Faris.” Oke deh Glory nggak diemin papi lagi tapi papi harus nepatin yah janji papi.” Ujar Glory pada Faris mengangkat jari kelingkingnya.


Senyum Faris merekah menerima kelingking Glory dengan kelingkingnya. Ia mengangguk.” Iya papi janji. “ Faris memeluk Glory senang. Glory menerimanya malas, Faris tersenyum dalam memeluk Glory. Sedari semalam ia tidak bisa tidur seusai bicara dan ribut kepada Glory. Faris takut glory akan pulang ke keluarga angkatnya dan tidka kembali padanya,. Jadi ia tidak ingin Glory pergi lagi.


Glory melepaskan pelukannya dan menatap faris.” Oke kalo Gitu Glory minta buat Glora tinggal di rumah utama dengan kamar di samping kamar Glory gimana? Dan lagi Glory mau mami papi juga sayang sama Glora. Kalian juga kasih yang terbaik buat Glora.” Uja Glory menegaskan apa yang ia ucapkan kepada faris. Tatapan Glory sangat serius, suaranya sangat tipis agar di dengar keduanya saja tidak di dengar Glora. Glory tidak mau Glora atau Dava mendengarkan mereka berdua. Jarak mereka juga cukup jauh itu artinya hanya mereka berdua yang terlibat dalam pembicaraan.


Faris menatap Glory sulit. Menaruh Glora di rumah utama? Bukan Faris bukan tidak mau tetapi entah mengapa faris sangat membenci Glora tampa sebab, sejak kecil Glora dirinya seperti terdedikasi untuk membenci anak itu, memukulnya dan juga menjambaknya, membentak dan memperlakukan ia buruk.

__ADS_1


Faris tidak tau apa alasannya tapi ia hanya melakukan apa yang menurutnya benar saja. Berbeda saat melihat Glory, ia seperti memilih cinta begitu besar saat pertama kali memandang. Glory itu seperti matahari di hidupnya. Ia merasa punya anak yang bisa ia peluk dan selalu membuat ia menghangat.


Keduanya sangat bertolak belakang.


Glory yang melihat Faris diam memegang lengan faris. Faris tersadar menatap Glory mengerjab.” Iya papi bakal turutin asal kamu nggak marah sama papi lagi yah.” Ujarnya Faris tersenyum. Apapun untuk Glory akan ia lakukan. Apapun akan ia berikan asalkan Glory tidak marah padanya.


Dan akan memberikan termasuk menerima Glora.


Glory tersenyum lebar memeluk papinya.” Ahk makasih papi. Sayang deh sama papi.” Ujarnya tersenyum lebar. Faris ikut memeluk Glory dan tersneyum.” Ayok papi anter sayang. Nggak ada penolakan yah kali ini.,” ujarnya. Glory mengangguk dan melangkah menuju mobil faris. Baik glory akan menjadi anak baik agar akhir kembarannya menjadi baik.


Sedangkan Glora yang melihat ke keakraban ayah dan anak itu tersenyum masam, lebih tepatnya memaksakan tersenyum. Ayahnya tidak pernah senyum selebar itu, jika dirinya ada maka ia tak akan terlihat., jika ia terlihat maka ia akan dimaki dan dibentak, dipukul atau bahkan lebih parahnya ia hampir dibunuh.


Dulu saat Glory di culik dirinya yang disalahkan, di bentak dan di caci. Glora menghela nafas berhenti bicara hal buruk, Glora menghela nafas sesak. Iya sesak mengapa ia diperlakukan beda?


Ia menatap Dava yang juga menatap kemana Glory dan ayahnya pergi dengan heran


Dava mengernyit heran menatap Glory dan ayahnya Glora. Apa hubungan mereka berdua?? Dava menatap Glora yang mendekatinya dengan sneyum cerah.” Papa loe deket sama Glory???”Tanyanya. Glora diam mendengar pertanyaan ini. glora harus jawab apa?


Sedangkan Glory memasuki gerbang sekolah gugup,. Apa kata orang saat tau jika Faris mengantarkan dirinya ke sekolah?? Glory menghela nafas melirik Faris yang menghentikan mobilnya. Faris hendak keluar membuka pintu mobil tapi Glory segera menahannya.” Glory buka sendiri saja papi. Papi jangan keluar nanti kalo orang kaget lihat papi yang nganterin Glory gimana? Kan nggak ada yang tau kalo Glory anak papi.” Ujarnya Glory.


Faris mengerjab sejenak, benar tidak ada yang tau, bahhkan tidak ada yang tau ia punya anak kembar, mereka hanya tau ia punya anak satu yakni Glora. Faris menyesal dulu tidak memperkenalkan Gllory ke muka umum. Faris menghela nafas dan mengangguk saja dibuatnya.


Glory menyalami tangan Faris dan mencium pipi faris.” Aku pergi sekolah dulu yah papi. Daa..” ia melambaikan tangan, turun dari mobil Alphard. Semua tatapan melihat Glory yang menutup pintu yang gelap tersebut. Wah mata mereka menatap mobil yang ia naiki.


Penasaran siapa yang mengantar nya. Biasanya juga Glory naik mobil yang harga dua ratus juta atau bersama kakak kakaknya. Tapi kali ini harga milyaran rupiah.


Seusai Glory sampai Glora dan Dava juga sampai. Glory memalingkan wajah dan memilih pergi dari sana. Di jalan ia bertemu Regan, regan menghentikan Glory.

__ADS_1


Glory mengerjab saat Regan memberikan ia kotak bekal.” Nih Umi ngasih bekal. Katanya nanti dimakan, jangan terlalu banyak makan cemilan, lambung loe kan jelek dekilan jadi suka sakit.” Ujarnya mengejek sebelum mengusap kepala Glory hingga rambutnya berantakan.


Glory menatap Regan datar dan memutar bola mata jengah.” Yang penting muka nggak burik kayak loe. Wle.” Ujarnya mencibir Regan dengan wajah yang mengejekm


__ADS_2