
Tapi tatapan Glory jadi rumit saat melirik kebelakang, dimana ada Jay yang menatapnya dalam, iya jay juga di kelas ini. dan dia selalu menatap Glory sedari pertama sekelas. Glory membuang muka dan menghela nafas. untung dia bukan salah satu orang yang terus mengusiknya,.
Mungkin?
Tapi tunggu, kenapa Jay mendekati meja mereka. Jay tidak ingin menemui atau ingin mengusiknya kan?
Glory diam memakan shushi dengan tenang dan tidak bicara apapun. Fenty melijhat jay mendekat dan mengunyah pelan dan tenang meski dalam hati mereka semua ketar-ketir. Ani pun menaiki stau alisnya menatap jay bertanya ada apa sih lelaki ini ke sini? Jay berhenti tepat di depan Glory. Glory meliriknya dengan heran sembari meneguk makanannya dnegan tenang. Jay menudun dak mengangkat tangannya. Tapi segera di tepis oleh Fenti.” Ngapain loe? Mau nampar Glory?”Tanya Fenti nyolot kepada Jay.
Suaranya yang tomboy sangat kentara dengan wajahnya yang suram.
Jay menaiki satu alisnya dan melirik Glory yang diam saja menatap nya dengan gugup. Jay terkekeh mendekati Glory dan melayangkan tangan di pipi Glory. Glory sudah memejamkan mata pasrah...
Tapi Glory tidak merasakan sakit apapun. Glory membuka satu mata menatap jay yang tersneyum dengan tangan yang berisikan buliran nasi,. Glory melihatnya segera membuka kedua bola matanya dan memegang pipinya. Jay tersenyum manis di hadapan Glory. Menunjukan buliran nasi ditangannya. “ lain kali kalo makan jangan berantakan yah.” ujarnya dengan lembut.
Glory memlotot dan menatap Jay aneh dan tidak nyaman. Fenty da nana melihat itu menatap jay ikut tidak senang bahkan Fenti menunjukan muka mual dan tidak sedap kepada Jay.” 4njir 4njir. Kelakuan loe kek buaya buntung,. Jauh jauh loe dari adek gue, adek gue nggak cocok sama loe buaya bunting..!!!”
siapa si yang tidak kenal dengan jay si lelaki playboy. Si pecinta one standnight. Meniduri bahkan ratusan wanita, di sekolah ini bahkan hampir ratusan terkena jeratan dirinya., rata rata mereka menyakai Jay yang bertampang ganteng dan bermulut manis. Jay benar benar terkenal penakluk wanita di ranjang. Siapa yang di ajaknya atau di dekatnya pasti akan berakhir di ranjang tanpa hubungan, jikapun berhubungan maka di pastikan orang tersebut akan diputuskan saat sesudah berhubungan.
Jay menatap Fenti dengan seringaian.” Kenapa? Loe cemburu sama gue?” Tanya jay dengan pelan dan remeh.
“ najis. Cuih.. sepuluh modelan kek loe mampiu gue dapet.” Ujar Fenti tersenyum sinis kepada Jay.
Jay mendengarnya hanya terkekeh melihat Fenti.” Tapi permainan gue memuaskan buat loe dulu?” Tanya Jay lagi dengan mengangguk ngangguk kepalanya.
Fenti menatap jay tajam sedangkan Glory melotot tidak percaya, artinya Fenti ini adalah korbannya Jay? Ani disnaa pun diam disana tidka melakukan apapun. jay menatap Ani juga yang diam.” Dan kloe juga saksinya kan?” tanyanya mengusap kepala Ani. Tapi Ani segera nenghindar membuat Jay terkekeh.
Fenti menmutar bola mata malas.” Sorry tapi punya loe bengkok, item kummel. Dan loe bukan yang pertama bagi gue,. yang punya loe paling jelek di antara punya yang lain.” Ujarnya terkekeh remeh. Jay mendengarnya dengan cepat mencekik leher Fenti. Glory kaget segera melempar Jay dengan sisa sihshi yang ada di depannya.” Lepasin temen gue..!!” bentak Glory keras.
__ADS_1
Jay yang di timpuk menggunakan sushi memejamkan mata dan melepaskan cekikannya. Fenti segera menjauh memegang lehernya yang terasa perih dan nyeri meksi dalam hitungan detik saja di cekik oleh Jay.
Jay terkekeh menatap bajunya yang terkena suhshi, bercakan bercakan sushi terlihat jelas dan semua orang di kelas menatap mereka penuh pertanyaan. Jay menatap Glory dan tersenyum.” Lain kali minta baik baik yah. soalnya gue nggak suka cewek kasar,” bisik jay tersenyum manis.
Tapi dimata Glory bergidik ngeri mendengar dan melihatnya Jay. Brak... Jay terdiam merasa pukulan kuat di kepalanya. Fenti memukul kepala Jay menggunakan sepatunya. Fenti terkekeh melihat Jay yang diam menatap sepatu yang jatuh di kakinya seusai terkena kepalanya. “ Itu buat loe yang udah nyekik gue.” ujar Fenti tersenyum miring.
Jay menatap Fenti menyeramkan, tangannya melayang tanpa di cehagah, tapi lebih dulu di dorong Glory kuat. Jay terhuyung ke kanan dan menimpah kursi. “ Kita nggak ada cari masalah sama loe. Mending loe pergi dari gue sekarang..!!!!” bentaknya Glory kepada Jay.
Jay diam tersenyum mengepalkan tangan. Tatapanya menggunus pada Glory yang mendorongnya kuat tadi., Jay mengangguk menatap fenti yang diam menatapnya tajam.” Urusan kita belum selesai. Ingat fenti, nama gue Jay.” Ujarnya dnegan pelan tapi itu adalah peringatan pada Fenti
Fenti mengepalkan tangan di dekati Ani yang menguspa bahunya, glory diam menatap jay dengan tatapan dingin tidak senang. Jay terkekeh melirik Glory.” Lain kali jangan main kasar yah. soalnya gue tambah suka.” bisik Jay sebelum pergi. Glory mengepalkan tanan menatap Jay yang menjauh keluar kelas.
Fenti segera mendekati Glory dan menepuk bahu Glory. Glory menatap fenti dan Ani yang menatapnya sedih.” Makasih yah udah bantuin gue.,” ujar Fenti pelan. “tapi lain kali biarin aja, biar gue ada alesan buat berantem.” Lanjutnya lagi cengengesan.
Glory mendengarnya memutar bola mata malas, Glory mendesis kesal. ia duduk dengan menenangkan diri. Ani disana mengusap pelan bahu Glory.” Nggak usah dipikirin. Jay memang gitu tapi lain kali kalo bisa jangan mau deket deket sama dia yah. dia itu bahaya.” Ujar ani. Glory mengangguk pelan saja. Glory juga tidak menanyakan apapun tentang prihal yang dikatakan Jay, sebab itu juga aib nya mereka sebagai perempuan. Glory paham itu.
...----------------...
...----------------...
Wanita itu sudah membantu ayahnya dan juga keluarga nya, wanita itu membantu tanpa diketahui. dari mana dia tahu masalah keluarga nya? dan mengapa ia membantunya?
Jay menghentikan raut wajahnya yang menyeramkan menjadi santai saat seseorang memasuki toilet. Jay segera membersihkan dirinya lebih cepat dan melangkah menjauh drai toilet,.
Dava melirik Runa yang duduk dan membaca kembali buku miliknya, Runa dan Dava memang satu tempat ujian karena jarak nama keduanya sama dna jurusan yang sama. Dava mendekati runa dan menatapnya dingin.” Loe kenapa nggak bisa dihubungin dua harii ini? loe tau kan kalo loe itu l4cur gue.” tekjannya berbisik kepada Runa.
Runa bergetar di sana, Melirik Dava takut. ia sudah menjadi perempuannya Dava selama satu semester yang artinya enam bulan. Tapi perempuan yang memang sudah melakukan hubungan terlarang selama lima bulan. Runa menggeleng.” HP kam kamu di ambil ibu, jadi aku enggak punya hp dan enggak tau kalo kamu ada chat aku atau nggak.” Ujar aruna gugup. Dava Mendengus mendengarnya, tangannya menekan bahu Aruna dan memegang area terlarang Runa. “ lain kali bilang, nanti pulang sekolah loe ikut gue. loe tau kan maksud gue?”Tanya Dava dingin. Runa menahan diri yang hampir lemas. Mengangguk lemas.
__ADS_1
“ jawab..!!” tekan Dava lagi kuat sembari menekan Aruna sana.
Aruna menahan diri untuk tidak melakukan hal buruk, ia mengangguk gelisah menatap Dava memohon agar Dava melepaskan dirinya Dava.. dava malah menyeringai.” IY iya Dava. Tolong lepas tapi.” Bisik Runa nanar dan memelas. Dava tersenyum miring sembari mempercepat tangannya. Dan Runa malah kelepasan ******* karena tidak kuat menarik prihatin beberapa di sekitar. Aruna diam menutup wajah malu, pasti diirnya akan di katakana wanita murahan.
...----------------...
Glora melangkah menuju kelasnya Dava. Ia tersenyum membawa bekal yang ia ambil dari rumah utama. “ Dava sayang.” Teriaknya dengan riang.
Dava yang di panggil oleh Glory terkejut segera menarik tangannya. Tapi itu keburu dilihat oleh Glora. Glora melihat betul tangan dava yang masih berada pada mqlqkny Runa
” DAVA APA APAAN KAMU?!!” Teriak Glora kuat, kotak nasi yang ia bawa untuk dava ia letak secara kasar di meja asal bagian depan.
Dava mendengarnya menyembunyikan raut wajah terkejut dan berdehem mentok Glora tajam. Glora mendekat dan menatap Runa dengan tatapan tajam. Aruna yang di geb oleh Glora sangat takut dan gugup. Ia merapikan roknya dna menunduk, nyaris menangis karena ketakutan. Tangan Glora menarik kuat tangan aruna hingga Runa mau tak mau berdiri. Glora mengangkat rok Runa yang membuat Runa terpekik kaget, meski sekilas tapi itu memalukan, karena itu Runa menutupnya takut. “Glora..!!” bentak Dava disana kuat.
Glora memandang Dava bengis.” Loe yang diam. “ Glora memandang Runa dan menatapnya lebih tajam.” Loe cewek murahan, mau aja loe di pegang di colok colok sama tunangan orang. mau jadi l0nte loe ha?” teriaknya Glora benar benar sangat kuat.
“GLORRA.” Dava membentak Glora dan mendorongnya menjauh dari Runa sebab Glora kembali hendak menyibak rok Runa. Runa segera memperbaiiki ****** ***** miliknya dan menunduk malu, dari mereka disana menatap semuanya dengan tatapan kaget dan juga gugup.
Glora disana menatap Dava sinis.” Apa? Mau belain cewek murahan ini? pantesan yah loe udah belain dia mulu, rupanya udah dikasih jatah. Kalo sama gue kan gue nggak kasih yah.” ujar Glora terkekeh sinis melirik Runa. “ oh jangan jangan semua cowok yang dukung dan bela loe mati matian karena udah loe kasih jatah yah?” Tanya Glora lagi meremeh dan mengejek.,
Pplak.. seklai tamparan menimpa pipinya kuat. runa memejamkan mata kuat dan menahan isak tangis. Runa memilih melangkah menjauh dan berlari. Tapi ditahan oleh Glora.” Mau kemana loe ha?? Loe liat loe yang salah gue yang ditampar..!” teriak Glora menampilkan wajah nanar dan pipi yang sudah ditampar Dava.
Tatapannya menatap Dava yang mengepalkan tangan dan Runa terlanjur menangis karena malu. “dan kalian lihat? Ini alasan kenapa mereka selalu belain dia. Ternyata mereka di bayar sama desahannya dia. Bahkan di kelas aja dia ngelakuin hal gini, gimana kalo diluar kelas. Oh atau jangan jangan loe simpanan omom?”Tanya Glora masih memojokkan Runa. Tanganya mengerat pada lengan atas milik Runa.
Runa meringis memejamkan mata.” ENGGAK.. GUE BUKAN CEWEK MURAHAN..!!!” Teriaknya kuat oleh Runa dan memberontak.“ Cewek murahan mana mau ngaku, tapi tingkah loe yang buktiin loe murahan..!!” teriak Glora melawan.
Runa menangis kuat disana dan wajah yang tertutup rambut nanar. Glora menarik nafas kuat dan menatap Runa marah. Rasanya amarah Glora sampai ke ubun ubun nya.
__ADS_1
“ Glora berhenti..!!” ujar Dava penuh penekanan.
Glora mendlik melirik Dava.” Kenapa? Kamu mau belain dia??? Kamu mau belain dia lagi dibanding aku? Dava aku ini tunangan kamu, nggak sepantasnya kamu main di belakang aku kayak gini. Nggak sepantasnya.” Ujarnya penuh penekanan dan juga kepasrahan kuat. Glora sakit. Sakit hati pada Dava