Transmigrasi Twins Antagonist

Transmigrasi Twins Antagonist
Ikut sakit


__ADS_3

Bagian tanganya yang terkoyak mengeluarkan darah dan rasa perihg berkepanjangan, bisa jadi tanganya retak atau patah akibat pijakan dan tendangan Faris yang cukup kuat, apalagi tangan Glora pernah patah,


gusi Glora juga terluka akibat pukulan faris, kepala yang juga terkoyak akibat terkena gelas faris dan jambakannya tasya. Glora menangis merintih kesakitan.” Maafin Glora yang udah lahir ma. Maaf.” Ia terbatuk darah meringkuk kedinginan disana. air mata tidak lagi ingin berghenti menetes. Glora benar benar takut di tengah toilet dengan tubuh basah kuyup begini.


Mengapa dunia ini tidak adil baginya? Saat nilainya tidak sempurna maka ia akan di salahkan dan juga di marah oleh kedua orang tuanya, saat nilainya bagus tapi juga dimarah karena mengalahkan nilai kembarannya,. Apa salahnya? Apa yang ia dapatkan akan selalu salah dimata orang lain kan?


Glora tidak tau lagi harus bagaimana, harapannya bahagia dan di sayang sudah pupus, bersama Dava juga sudah sangat tidak mungkin. Glora tidak lagi punya sanggahan hidup, jika matipun Glora tidak ingin, sebab sehari saja ia merasakan bahagia. iya Glora tidak minta banyak, hanya satu hari saja. Glora memejamkan mata membiarkan air matanya mengalir, merapatkan diri pada dinding dan memeluk diri. Glora menghela nafas sesak. Tuhan ia ingin bahagia. Glora lkebih merapatkan diri agar tidka kedinginan. ia merasa dingin sebab bajunya basah dan toilet ini keadaanya juga lembab.


...----------------...


Di sisi lain Glory yang tertidur menggigil kedinginan. glory merasa benar benar dingin dan juga sakit dibeberapa bagian tubuhnya. glory meringsut merasa sangat tidka nyaman di tubuhnya. glory terbangun dengan mata berat dna panas. Ia menyentu perutnya yang ternyata sudha panas. Glory sakit. Padahal ia sedari tadi tidak ada tu merasakan ciri ciri ingin sakit? Jadi mengapa ia sakit di malam hari begini? Di tambah air matanya yang tiba tiba jatuh, seakan perasaannya saat ini sedang tidka baik baik saja.,


Glory menyekah keringat berada didahinya dan juga air mata yang terus berjatuhan. Glory lemah dan juga pusing. Glory menghela nafas dan mengambil selimut untuk menutupi tubuhnya yang kedinginan. Glory menyembunyikan seluruh tubuhnya ke dalam selimut, mengambil remot kontrol AC agar tidak terlalu dingin dan memejamkan matanya. tapi matanya saja panas entah kenapa membuat ia tidak bisa tidur. Ia malah tambah kedinginan.


Glory merasa sangat pening dan seluruh tubuhnya sakit. Glory meringis dan juga menangis. Mengapa dirinya menangis? Merasa hatinya sangat sesak? Apakah ada hal yang membuat ia sedih? Apa Glora baik baik saja? Bukankah tadi orang tuanya akan membuatkan ia hadiah? Ah mungkin iya, karena Glora kesenangan jadi ia menangis haru dikamarnya haha mungkin. Soh mereka kembar jadi memang memiliki batin satu sama lain. Jika satunya sakit maka yang lain juga akan sakit.


Pintu kamar Glory terbuka tapi Glory tidak membuka matanya, sebab sangat berat dan kepalanya sangat sakit. Sosok tersebut mendekati Glory dan juga memandang Glory yang bergelung di selimut hingga hanya menyisahkan bagian kepala. Ia mengernyit heran sebab biasanya Glory malah tidak mengguanakan selimut. Kenapa dia malah bergelung seperti selimut.


Ia segera menyibakkan rambut Glory. Tapi kaget sebab suhu tubuh Glory sangat tinggi, bahkan rambutnya terasa sangat panas akibat suhu tubuhnya yang meningkat. Ia segera merapikan rambut Glory dan juga mengecek suhu Glory di keningnya. Sangat panas. Jantungnya seperti meloncat ditempat. Ia menyentu bahu Glory.” Glory? Kamu demam. Gloy bangun..!!!” panggilnya panic. Tapi Glory hanya membuka matanya kecil menatapnya sayu. Jantungnya ingin meledak karena takut


Rangga terlihat sangat panic, segera ia balik tuhuh glory dan ia tatap lebih tajam Glory.” Glpory gue nggak suka bercanda. Loe bangun.” Ujarnya menggoyangkan bahu Glory.


Glory terlihat lemah dan bergumam tidak jelas. Rangga mengusap kepalanya kasar dan melangkah menjauh dari Glory. Berselang beberapa menit kamar Glory semakin heboh sebab faris dan juga Tasya memasuki kamar Glory heboh sebab rangga kekamar keduanya tadi.

__ADS_1


Faris menyentuh kening Glory nanar dan juga khawatir, menggeleng dan menaruh kepala glory di paha nya. “ Glory sayang. Hey kamu dengar suara papi kan sayang? He buka mata mu sayang.” Ia menepuk pelan pipi Glory. Tapi Glory terlihatsangat lemah dan membuka matanya sayu. Jantung faris berdenyut, segera ia peluk Glory.” Panggilkan dokter cepat panggil..” teriak faris panic.


Rangga mengangguk pelan.” udah di panggil pi.” Ujar Rangga gemetar mendekati Glory.


Glory menatap tipis Faris, ia tersenyum dan menggeleng,” Glory nggak apa apa, Glory nggap apa apa. Cuma pusing.” Gumamnya lemah. Faris terdiam lemah melihat putri kesayangannya terlihat sangat lemah dan juga tidak berdaya. Ia mengusap kepala Glory yang terasa sangat panas. Ia menyentuh leher Glory an mengusapnya.” Iya sayang... kamu jangan tidur yah. kepalanya pusing? Kita panggil dokter saja.” Ujar faris nanar.


Tapi Glory suha tidak menyahut. Ia memejamkan mata dan terkulai lemas. Faris berjingkut dan segera menepuk kepak pipi Glory” glory... Glory.” Gurat khawatir sangat terlihat. Tasya melihatnya hanya diam sebab tidak tau harus bersikap seperti apa, selama ini jika anaknya sakit ia selalu memanggil dokter dan tak ambil peduli. Tapi kali ini jantungnya mencelos dan juga berdetak tak karuan. Tasya mendkat dan duduk di dekat faris. Faris mengusap kepala anaknya. tasya mengusap pipi anaknya.” sayang kamu bangun nak, kamu nggak apa apa kan?” Tanya tasya nanar dna gugup.


Faris sudah menangis.” Panggil dokter cepat Rangga..!!! adikmu sudah tidak sadarkan diri..!!!” teriak Faris. Rangga kalang kabut., ia segera berlari keluar dan memaki dokter yang sudah telat dan membuat ia menungu selama ini. rangga menelpon lagi dokter dan masuk. Mereka benar benar khawtair.


Lima menit setelahnya dokter datang dengan smeua peralatannya, nafasnya terengah engah dan menatap mereka linglung, bahkan ia masuh menggunakan baju pokemon kuning karena kaget di telepon tengah malam. Kera bajunya segera ditarik oleh Rangga..!” Loe niat kerja nggak sih ha?! mau gue pecat loe ha?” Tanya Rangga berteriak.


Dokter menggeleng pelan dan menatap rangga takut.” maaf tuan, tapi jar..”


Segera ia mendekat dan memeriksa keadaan Glory. Dokter melirik garis yang tidak bergerak dari tempatnya. Agak gugup dan takut salah ngomong.” Hmm maaf pak bisa geser sedikit tidak?” tanyanya. Rasanya tidak leluasa sekali jika begini.


Faris menatap dokter sengit dan tidak senang. Dokter gelagapan di tatap begitu.” Maaf pak, tapi jika begini saya takut salah periksa, lebih maksimal jika bap..”


“ Kamu mau saya cepat?”dokter menggeleng cepat dan segera memeriksa Glory. Faris mendengus dan berdiri memberi ruang dokter. Dokter menghela nafas legah dan mulai memeriksa keadaan Glory. Dengan telaten ia memeriksa suhu tubuh Glory, detak jantung dan beberapa yang lain. Segera ia beri Glory infus dan juga suntik.


Setengah jam ia menghentikan kegiatannya dan membereskan peralatannya. Faris mendekat dan duduk di sisi kasur Glory.” Bagaimana keadaan anak saya dokter?” tanyanya kepada dokter khawatir.


Dokter menatap Faris dan mengangguk.” Sebenarnya saya tidak menemukan penyakit dalam yang mematikan atau penyakit lain, tetapi suhu tubuhnya meningkat secara derastik karena kelelahan dan juga kurangin vitamin. Bapak dan ibu bisa memberikan beliau makan makanan yang lebih bervitamin saat beliau bangun kelak. “ tegas dokter.

__ADS_1


Faris diam mendengarnya. "dan lagi..” dokter terlihat sulit mengatakannya. Faris dan juga Tasya mendengarnya menatap dokter sedikit penasaran. “ sepertinya bagian hati beliau ini ada gangguan dan tidak bisa mencerna atau menyaring racun dalam tubuh. Bapak ibu bisa ke rumah sakit langsung untuk memeriksanya.” Ujar dokter.


“ dokter apakah itu bahaya?” Tanya Tasya takut dan juga khawatir.


Dokter mengangguk pelan.” cukup bahaya, sebab ini hanya kerusakan tahap awal, takutnya nanti akan ada kerusakan lain pada hatinya, itu mungkin sebab mengapa beliau bisa sakit kekurangan vitamin. Oh iya, sel darah putih dia juga lebih banyak dari pada sel darah merah. Itu juga harus segera dikonsultasikan kepada dokter. Takutnya akan menimbulkan penyakit buruk. Contohnya seperti gelenjar getah bening atau kanker.” Ujar dokter sabar.


Faris dan Tasya menegang mendengarnya sedangkan Rangga diam menatap Glory takut. “ dok jika saya tau itu penyebabnya apa yah dok??” Tanya Faris cemas pada anaknya, anaknya padahal terlihat baik baik saja dan tidak mendapatkan sakit apapun, mengapa terdengar sangat menyeramkan.


Dokter menggeleng.” Saya juga tidak tau, tapi respon tubuh benar benar buruk, mungkin karena beliau pernah mendapatkannya peristiwa buruk, seperti hampir dibunuh, atau oprasi besar. Bapak dan ibu bisa Tanya secara langsung kepada beliau.” Ujarnya. Faris mengangguk nanar dan dokter berpamitan untuk pergi dari sana.


Faris mendekati sisi kasur Glory, mengusap pipi Glory yang memucat karena tidak sepink biasnaya,. Faris menghela nafas. Tasya pun mengambil posisi untuk di sisi kananya. Rangga diam dan mendekat juga di kaki Glory.” Glory... kamu harus sembuh yah nak.” Gumam tasya lirih. Faris mencium kepala anaknya dan memejamkan mata.


Tangisannya jatuh dan juga meluruh akibat mendengar kabar Buruk anaknya. Rangga pun juga diam dan mengusap kaki Glory nanar.


Tadi ia memasuki kamar Glory, setiap malam biasanya ia selalu ke kamar Glory untuk memeluk atau sekedar mencium pipinya untuk menghilangkan rasa rindu kepada sang adiik tersayang. Hubungan keduanya tidak baik dan Rangga bukan type kakak yang mau meminta maaf atau terlihat baik. Rangga sangat menyayangi Glory tapi tidak mau terlihat saja. Ia punya cara sendri menyayangi Glory.


Di sisi lain. Glora yang terkurung sedari semalam sudah kedinginan, menggigil dan juga hampir mati di sana. Tapi pintu baru dibuka saat sore hari esoknya.


Glora membuka matanya berat mnatap cahaya yang memasuki indra penglihatannya, ia tersenyum lebar karena merasa senang. Biasanya ia akan dikurung hingga dua hari tapi kali ini ia dibuka di sore hari.


Dengan terlatih ia menduduki diri menatap faris dengan sayu. Faris malah diam menatap anaknya dengan tatapan dingin. Tak banyak bicara ia keluar dari sana meninggalkan Glora yang baru saja hendak angkat suara.


Suara Glora tercekat tenggorokan, tenggorokanya bahkan saat ini sangat sakit. Glora tersenyum kecut dan bergumam.” Terimakasih.” Glora memejamkan matanya. kepalanya benar benar pening sekarang. dengan terlatih ia berdiri dan juga menyangah tubuhnya di dinding.

__ADS_1


__ADS_2