
" Loe ngapain ke sini?”Tanya Glora gugup.
Dimana pula Dava tau jika ia tinggal di rumah ini? bukankah Dava tau ia tinggal dirumah besar.
Karena pertemuan keluarga kemarin kemarin tidak ada pembahasan dirinya disini, semua orang tau jika ia di rumah besar
Dava tersenyum miring mendekati Glora. Tubuh Glora bergetar kaget saat Dava mendekatinya, karena Dimata Glora Dava sangat menyeramkan saat ini, bahkan lebih menyeramkan saat Dava memarahi nya habis-habisan ditempat umum.
Glora tersudut dikasurnya. Glora bisa melihat wajah Dava yang sedikit kusut dan juga amarah yang sangat kentara.
Tangan Dava merangkak mengurung tubuh Glora dan mengusap pipi Glora. Glora tertegun merasa perlakuan paling lembut yang Dava lakukan padanya .
” Loe cinta gue?”Tanya Dava hampir berbisik tepat ditelinga Glora.
Glora tertegun sesaat merasa merinding saat terpajang nafas Dava mengenai telinga dan tengkuknya, lalu mengangguk yakin. " iya"
Mata Glora menatap mata Dava yang menatap dingin dirinya. Dava yang pernah menyelamatkan ia dari penculikan pertamanya, disana ia hampir di lecehkan dan Dava menyelamatkan dirinya. Glora mulai mencintai dan menginginkan Dava sejak saat itu hingga saat ini. Tak tau itu obsesi atau apa tapi yang pasti Glora mencintainya sepenuh hati.
Semua bilang ia hanya terobsesi padahal tidak. Cinta Glora terlalu dalam. Hanya itu kesalahannya.
Dava tersenyum miring mendengar jawaban Glora,Tandanya itu akan mempermudah rencananya.
Dava mengusap tengkuk Glora sensual. Glora merasa bulu kuduknya merinding merasakan sentuhan Dava.”Beri tubuh loe ke gue sebagai bukti cinta loe.”Bisik Dava tepat ditelinga Glora.
Glora merasakan geli saat nafas menerpa telinganya, ada rasa lain di dirinya mendengarnya. Degub jantung Glora terdengar keras saat ini.
Dava mengecup leher Glora lalu mengecup selangka leher membuat jantungnya kembai berdesir tak karuan.
Glora yang terlemah hendak mengangguk,
tapi...
Lintasan ucapan Glory membuat ia sedikit sadar. Ucapan-ucapan Glory mengatakan jika Dava melakukan hal ini untuk menghancurkan dirinya, Glora diam mengingat ucapan-ucapan Glory.
Apa yang dikatakan Glory tadi itu terjadi ?
Dava meminta tubuhnya?
Meminta bukti cintanya?
__ADS_1
Bukankah waktu nya sangat tepat. Nafas Glora merasa berat karena keterkejutan. Seperti akal sehatnya dikembalikan lagi saat hal gila ini.
Glora menahan kepala Dava yang mencium bahunya. Tangan Dava menyentuh pinggang Glora pun menahan tubuh keduanya agar merapat. Glora terdiam sesaat merasa gemetar.
Dava menatap sayu mata Glora masih dalam usaha nya .”Loe sayangkan saya loe? Loe cinta kan? Kalo memang benar kasih tubuh loe ke gue..!!!” Tegas Dava pada Glora sendu mencium tangan Glora.
Glora tertegun, baru kali ini Dava memperlakukan dirinya selembut ini, rasa hangat menjalar tubuhnya bersamaan jantung yang berdegup tak karuan.
Tapi teriakan Glory lebih memenuhi telinganya. Dirinya merasakan kebimbangan, bimbang cintanya dan juga fakta yang diberi oleh Glory,.
Andai Glory tidak datang, Glora pastikan malam ini akan menjadi malam yang indah untuk dirinya dan Dava. Ucapan Glory sangat menganggu kepalanya, rasanya kepala Glora ingin pecah.
Glora menahan kepala Dava yang hendak mencium bibir miliknya. Dava mengernyit merasa heran pada Glora yang terlihat seakan menahan dirinya.”Kenapa? bukannya loe mau? Bukannya loe selalu kasih tubuh loe sama gue buat bukti cinta loe? Loe biasanya ngangkang tanpa gue minta...! Kenapa sekarang nolak?”Tanya Dava serak.
Glora tersenyum sendu karena hinaan Dava,, memang semurahan itu dirinya, semenyedih kan itu dirinya. Bahkan pernah menjebak Dava agar mereka bermalam dan dirinya hamil serta hidup bahagia.
Tetapi Dava malah memilih pergi dan meninggalkan dirinya yang frustasi.
saat ini pikirannya bercampur oleh ucapan Glory. " Sialan...!!" Batin Glora.
” Loe.. loe ngelakuin ini buat balas ke Aruna kan?”Tanya Glora gemetar.
Dava menatap Glora yang tadinya sayu menjadi datar.”Jadi loe ngeraguin gue?”Tanya Dava.
Dava mencengram bahu Glora . Glora melotot kaget merasakan perih.” Jadi loe nolak gue j4lang?”Tanya Dava dingin.
Glora menatap Dava takut gemetar.” Loe itu kotor masih syukur gue mau nyentuh loe. Bukannya ini yang loe mau dari dulu yah? nyentuh tubuh loe yang gatel? Malah mau minta nikah, loe nggak sadar diri banget yah...,!”
Plak.. Dava merasakan kebas dipipinya yang terasa oleng ke kanan.
” Jaga mulut loe Dava. Gue ngelakuin hal ini cuma sama loe. Wajar dong kita udah tunangan dan loe milik gue..!!” Tegas Glora dengan tegas setelah menampar Dava. Dirinya sakit hati.
Dava menatap Glora tajam. Plak.. Plakkk..” Anjing loe berani nampar gue..!!” Tubuh Glora terduduk diatas kasur saking keras hingga berdarah sudut bibir Glora.
Dava naik keatas kasur cepat menangkup pipi Glora keras. Glora kaget menatap Dava takut. “Loe berani sama gue ha?? Sialan loe..!!! Plak..Plak..”
Glora merasa kepalanya kembali ditampar oleh Dava. Yah di kepala sebab ia menunduk., tak berselang Dava menarik bajunya Glora kuat hingga robek..
”Jal4ng.. lakuin tugas loe.. murahan..!!! Ngangkang cepet!”
__ADS_1
Glora memberontak.”Loe gilak.. jangan gini Dava.. hiks hiks... “Teriak Glora.
Tapi Dava tidak melepaskan Glora. Dava semakin menarik celana yang ia kenakan hingga Glora hanya mengenakan cel4na d4lam,. Dava memegang dada Glora keras membuat Glora berteriak. Dava melakukan aksinya sangat keras sampai Glora memberontak tak bisa bergerak. Glora menangis berteriak menahan Dava yang menggila, memukul bahu Dava kuat supaya mundur. “TOLONG..!!” Teriak Glora.
Dava tertawa keras.”Loe lupa disini Cuma ada loe ha??? Dasar anak buangan hahaha” Tanya Dava tertawa jahat.
Glora menangis merasakan Dava yang membuka Bh yang ia kenakan. Dava mulai menyentuh tubuhnya. Glora menangis kencang menampar kepala Dava tetapi Dava tetap melakukan aksinya.
Brak... Dava dan Glora kaget saat pintu kamar Glora terbuka keras oleh seseorang.
Daniel yah dia, Daniel melangkah cepat menendang kepala Dava hingga Dava tersudut. Glora menangis kuat memungut selimut menutupi tubuhnya yang sudah disentuh. Tangisan menderai tak tertahan. Merasa usapan dibahu nya dan juga selimut menutupi tubuhnya ia mendongak. Ada Azka. Glora menatapnya sendu. Azka diam menatap Glora lirih.
Azka hendak memeluk Glora tapi rasa segan terlalu me dominasi.
“Bangsat..!!” Dava memukul Daniel kuat, tetapi kekuatan Dava tak setimpal dengan kekuatan Daniel sebagai ahli beladiri. Dava terpental sata pukulan Daniel tepat diperutnya. Dava memuntahkan darah. Daniel mendekat dan menendang bibir Dava kuat hingga Dava memalingkan wajah merasa perih.
Daniel melihat Dava terkapar dengan lemah dan pingsan, Daniel menarik nafas pelan melirik Glora yang diam dengan azka yang mengusap kepalanya.
Daniel mendekati Glora dan menggendong Glora yang masih menangis memeluk Daniel. Tubuhnya bergetar hebat akibat peristiwa tadi.
“Bereskan dia... “Ujar dingin Daniel.
Azka mengangguk menatap Dava. Tangisan Glora masih terdengar tetapi Daniel tetap diam membawanya ke kamar sebelah. Memang benar Daniel dan Azka malam ini memilih tidak tidur dan menjaga didepan kamar Glora sebagaimana disuruh Glory.
Tetapi siapa sangka jika yang ia lihat membuat keduanya kaget. Memang kamar Glora itu kedap suara. Untung Daniel bisa mendengar samar-samar saat ada teriakan dan suara benda jatuh sesuatu hingga bisa cepat. Jika tidak Daniel akan merasakan penyesalan kedua kalinya.
Glora di bawa ke kamar sebelah, Daniel memberikan ia minum dan juga pakaian baru. Glora sudah tak lagi menangis tapi tubuhnya masih tetap gemetar takut.
Glora memegang cangkir teh dengan gugup melirik Daniel yang menatap dirinya datar. " Te-terimakasih paman." Gugupnya. Dari dulu Daniel selalu menemaninya tanpa bicara apapun, Daniel bak robot.
Daniel berdehem pelan merasa tak senang. " Istirahat lah..!" Daniel pergi meninggalkan Glora yang menatap dirinya sendiri.
" Makasih paman...!" Lirihnya lagi. air mata Glora menetes kembali, Glora memegang dadanya.
Lucunya dirinya menganggap Daniel adalah ayahnya Meski Daniel sendiri sangat cuek, dingin, tak tersentuh, tak pernah bicara padanya. Tapi percayalah jika Daniel sudah berkali-kali hampir mati menyelamatkan dirinya.
Baik dari keluarganya yang Menyiksa dan hendak membunuhnya maupun orang luar yang mengincar nyawanya. Glora menatap langit kamar nanar. " Makasih paman...!!" Lirihnya kembali lagi....
.
__ADS_1
.
...Hay guys. sorry yah kmren nggak update, soalnya kemarin sibuk dikit hehe... Happy reading..., Jangan lupa tinggalkan jejak buat aku yah!...