Transmigrasi Twins Antagonist

Transmigrasi Twins Antagonist
33


__ADS_3

Gue ganti judul gesss hehe biar majjreenggg... Btw sepi amat yakkk😭


Dava melihat Aksa pergi tersenyum siinis mengepalkan tangan.” Kalo gue nggak bisa hancurin loe, maka orang yang loe sayang bakal jauh bisa ngehancurin diri loe Glory..! Gue benci fakta penolakan..!!”


...----------------...


Glory membawa mobilnya dalam kecepatan luar biasa menuju rumah Glora, rumah miliknya dulu. Saat masuk perkarangan menatap gerbang yang dibuka menampilkan dua bodyguard membuat dirinya keluar. “Pak saya temannya Glora. “ Katanya berteriak.


Penjaga menatap Glory tajam. Glory yang paham kembali angkat bicara. "Kemarin yang kesini bareng bang Angga..,” Teriaknya lagi,,


Penjaga terlihat ingat membuka ruang. Tetapi Glory tetap ditahan. Glory mengernyitkan dahinya.” Bisa minta identitasnya ditinggalkan nona? “ Tanya dari penjaga.


Glory mendengarnya mendengus.”Saya tidak punya KTP pak. Lagian saya Cuma mau ketemu Glora bukan pak Jokowi..!!!” Ketusnya.


Penjaga mnatap Glory taja,.”Siapa Jokowi?”Tanya Penjaga heran.


Glory menatap penjaga terdiam”P[


residen kita lah pak. Masa bapak nggak tau?” Tanya Glory melotot tak percaya. Masa presiden sendiri saja tidak dikenali.


Penjaga menatap Glory menahan tawa.”Mana ada. Presiden kita bukan jokowi. Kita sistem kerajaan nona..” Ujarnya. Glory menganga.


Dirinya baru tau, ehh ia menepuk keningnya. Kan dirinya di dunia novel. Ia menghela mnafas membuka tasnya malu.


Glory Mengeluarkan KTS”Saya Cuma ada pengenal sekolah jadi ini aja pak..” Ujarnya kalem.


Penjaga menatap foto di KTS tersebut lama membandingkan pada wajah Glory. Lalu mengangguk memberi jalan. Glory memutar bola mata jengah kembali membawa mobil sampai kedepan rumah Glora. Dirinya keluar dengan lelah menatap pintu rumah yang sangat besar, menatap kebelakang.”Gue kemana yah..”Gumamnya pelan.


Glory memilih melangkah ke belakang dimana rumah kecil milik Glora kecil, saat masuk kekawasan belakang rumah kecil sudah berganti cukup bagus, meski sederhana namun sangat bagus. Glory kagum akan hal itu, disana ada sosok yang ia kenal sedang menjaga bersama satu lelaki muda. Azka... dirinya tertegun.


Kenapa dia ada di sini? " Batin Glory


” Azka..!!” Panggil Glory.

__ADS_1


Azka yang dipanggil terkaget menatap Glory yang didepannya. Azka yang sedang duduk di sisi pria disampingnya yang ikut kaget bangkit.”Loh. ngapain kesini Na?”Tanya Azka kaget menatap Glory yang mendekati mereka. Azka melirik temannya dengan takut,


Glory tersneyum lebar menatap Azka lalu lelaki yang sudah berumur dirinya kenal disamping Azka.


Daniel penjaga setianya dulu. Jantung Glory berdetak ingin menangis. Ingin memeluk Daniel sang penjaga kecilnya.


” Glorry..!!” Bahu Glory di tepuk keras oleh Azka. Glory tersadar memalingkan wajah dar Dniel yang juga menatapnya dingin, tetapi siapapun bisa tau jika tatapan itu bukan hanya dingin, tetapi juga tatapan kerinduan dan memelas.


Glory menatap Azka”Aku mau ketemu Glora. Dia ada didalam?” Tanya Glory ramah.


Azka diam menatap Glory yang tidak menanyakan mengapa dirinya disini, dan lagi dirinya Menggunakan baju tugas penjaga.


“Dari mana kamu tau Glora tinggal di sini?” ali-alih menjawab Azka lebih kaget mendengar Glory yang tahu jika Glora tinggal di sini. Tidak ada yang tahu, bahkan teman dekatnya sekalipun.


Glory diam sebentar mendengarnya. Dirinya ingat jika ini rahasia keluarga Ming yang hanya diketahui keluarga Ming.”Emmmm, kemarin aku sempat kecelakaan bersama kak Angga jadi aku tau dia disini karena keliling rumah. “ Ujar Glory tersenyum seakan tidak berbohong.


Azka diam dalam mencerna ucapan Glory.”Kau bohong. Ini jauh dari taman atau bahkan hal yang bisa kau lihat. Siapa kau?!!!” Glory kaget saat bahunya dicengram oleh Daniel dari tadi diam. Glory mengerjab menatap lelaki kesetiaan padanya meringis.


Tapi kelopak matanya mirip.


“Na maafin ayahku yah duhhh. Ayahku memang keras kepada siapapun.” Ujar Azka tak enak pada Glory yang diam mencerna semua yang ada.


Azka menarik Glory menatap Daniel memelas.” Yuk masuk aku panggilkan nona Glora.”


Azka membawa Glory yang diam melirik Daniel yang menatap Glory tajam. Glory jadi ingat jika dulu di usianya 7tahun Daniel belum menikah tetapi kenapa Azka menjadi anak Daniel?? Apa ada yang berubah?? Semua ini tidak di tulis di dalam novel. Kehidupan ini sangat membingungkan karena memang poin utama novel hanya menjelaskan peran utama yang ada.


“Na duduk di sini.” Ujar Azka menduduki Glory di sofa. Glory duuduk di sofa berwarna hitam itu mengangguk. Azka pergi ke dalam kamar yang memang Glory ingat kamar milik Glora.


Glory menatap ruang,. Jauh berubah. semuanya sangat indah dan tidak seusang dulu. Terlihat hidup Gllora jauh lebih baik dari dulu. Syukurlah Glory senang melihatnya.


“Ngapain loe kesini?? Masalah tadi?!!!” Glory terkaget saat suara keras dari arah pintu kamar. Disana ada Glora yang datang dengan baju tangtop dan juga hotpant saja. Dibelakangnya ada Azka yang menatapnya ragu dan pergi.


Glory bangkit mendekati Glora yang terlihat tak senang padanya. “Gue mau ngomong ini sama loe. Penting.” Ujar Glory tegas.

__ADS_1


Azka menatap Glory yang sembari pergi ragu. Azja terlihat takut jika Glory kenapa-napa. Dia juga penasaran.


Glora menatap Glory malas dan sayu. Glory memasuki kamar Glora tanpa izin membuat Glora melotot.”Woyyyy ngapain loe masuk kamar gue..!!” nggak sopan..!” Bentaknya keras.


Glory diam melihat kamar Glora tertegun. kamar yang penuh dengan gambar keluarga Ming dan anak perempuan yang di sayang, lalu anak kecil bermata biru yang tertawa riang. Ia tau itu foto-fotonya kecil. Itu foto dirinya bukan Glora.


Glora menatap Glory tak senang menarik bahu Glory keras.”Loe nggak sopan. Keluar siaan..!!!” Glory meringis diam mundur menatap Glora yang menatapnya memerah.


Glory menatap Glora.”Gue mau-


“Keluar...__” Glora menunjukan pintu kamar dengan suara yang naik dua okta.


“Gue mau ngomong serius sama loe..!” Siara Glora tak kalah cempreng.


Glora terdiam mendengarnya. Glory menatap Glora dalam.” Gue- gue nggak tau mulai dari mana Na. tapi-tapi—“Glory diam merangkai kata-katanya. Dirinya tak tau mau mulai biicara dari mana. “Gue mau ingetin loe, kalo loe malam ini harus pergi dari sini. Loe harus keluar..!” Tegas Glory dengan tegas.


Glora menatap Glora melotot.”Maksud loe apa?” Tanyanya tak terima melipatkan dada.”Loe ngusir gue di rumah gue sendiri? Punya hak apa loh?”Tanya nya melotot.


Glory menatap Glora mengangguk.”Plisss kali ini aja, loe harus keluar, kalo nggak loe harus sama siapapun yang ada. Pengasuh loe mungkin, atau suruh Aksa buat jagain loe didepan pintu. –“


“Loe ngomong apa si? Kok ngatur hidup gue?” Ucapan Glory terpotong oleh Glora yang menatap nya malas.


Glory mengusap kepalanya kasar.” Gue nggak bisa kasih tau loe Ra. Tapi yang pasti gue minta banget sama loe, kalo ada Dava kesini buat minta pembuktian cinta loe, loe jangan sampai berkorban, jangan sampai loe kasih tubuh loe Na..!!!” Ujar Glory mengguncang bahu Glora.


.


.


.


.


...Ga ada yang mau kasih semangat? Woyy nyesek banget...

__ADS_1


__ADS_2