
Sejauh manapun kau berusaha, jika itu takdir nya. Maka tidak akan pernah bisa kau rubah, dan sejauh mana kau pergi jika takdir itu milikmu maka artinya di mana kau berpijak di sanalah takdir mu terlibat...._ Glory..._
...----------------...
Pak Puri hendak bicara tertahan. “ saya punya kembaran pak, kalo nilai saya jauh lebih baik dari dia, bisa jaid nanti dia kena hukuman yang parah, saya enggak mau dia kenapa napa pak.” Lirih Glory. Pak Puri terdiam mendengarnya, Sedangkan bando dan Nanda menatap Glory tidak percaya. Jadi Glory melakukanya untuk kembarannya??
Pak Puri mengernyitkan dahinya.” Bukannya kamu nggak punya kembaran?” Tanya pak Puri heran.
Glory di atanya adik dari Aksa, yang tidak memiliki saudara selain Aksa, punya adik saja tidak apalagi kembaran. Pak Puri menatap Glory aneh dan menyelidik.
Glory mendengarnya terduduk lemas.” Sebenarnya tu pak saya punya kembaran.” Jawab Glory memelas.” Tapi dia punya penyakit pak, jadi orang tua saya menyembunyikanya dari dunia luar.” Jelasnya setengah berbohong kepada pak Puri. “ jika dia mendapatlan nilai kecil maka akan dihukum pak. Saya nggak tega lihatnya pak, mana dia sakit mana kena hukuman. Biar saya aja yang kena hukuman. Dia jangan.” Ujar Glory nanar dan juga meneteskan air mata.
Pak Puri mendengarkannya turut iba dan juga kasihan. apalagi melihat wajah tulus Glory untuk kembaran yang tidak sama sekali dirinya ketahui. “ jangan nangis..” ujar pak Puri lagi kasihan melihat Glory.
Nanda dan Nando hanya diam menatap mereka dengan tatapan rumit. Pak Puri menghela nafas.” yasudah, kamu tulis saja isian yang sama dengan nando di kertas ini dan tulis nama mu. Biar saya isi nilainya yang jelek. Kalo mengubah nilai kalian saya tidak bisa soalnya ini udah terinfut semalem.” Pak Puri luluh kepada Glory.
“ tapi Ry.”
Nanda menghalangi pak Puri nanar menatap Glory.” Kalo loe yang kena hukuman dari Bonyok loe gimana? Kalo loe yang kena pukul gimana????? Jangan yah.” ujarnya nanar dan juga tidak suka. Glory mengorbankan dirinya untuk kembarannya sangat tidak etis sekali, bahkan kembaranya sama sekali tidak menganggapnya di hadapan orang orang.
Nando mengangguk menyetujui nanda kembarannya.” Bener, kalo loe yang dipukul gimana??” Tanya nya nanar.
Glory tersenyum lebar.” Tenang. Gue kan strong, lagian mami papi nggak bakal pukul gue, gue jamin deh.” Ujarnya. Keduanya terdiam nanar menatap Glory. Pak Puri menatap Glory mencari keyakinan tapi Glory malah focus kepada mengisi soal soal itu dengan asal dan secara cepat. Mereka hanya bisa menghela nafas dan berdoa agar Glory baik baik saja di kedepan hari. Dan smeoga tidak di apa apakan oleh kedua orang tuanya.
...----------------...
Glory menghela nafas mengingat kejadian hari ini tadi. Sebenarnya Glory memiliki otak yang tidak terlalu buruk, tapi aneh sekali rasanya padahal Glory mengisi semua isian dengan tulisan karangan dna tidak berfikir panjang dalam mengisi, sebisa dan juga sepemikiranya saja. Tapi rupanya ia tetap mendapatkannya nilai bagus. Tetapi tidak juga ia jelek kan nilainya sebab takut tidak naik kelas. Jika begini ia aman dan Glora aman. Iya glory harap itu. Glory segera kekamar mandi menggosok gigi dan mencuci wajahnya. Ia harus melakukan perawatan untuk setiap malamnya. Haa hidup butuh kesabaran tingkat besar di dunia novel ini yah.
__ADS_1
Di sisi lain Glora berdiiri di depan ruang kerjanya Faris. Tangannya terkepal dan hati yang membatin, menguatkan diri agar ia berani untuk masuk dan bicara kepada ayahnya. Ia menghela nafas dan menatap kedepan, dimana pintu itu berada. Ia sudah berada di sana selama sepuluh menit tapi benar benar sulit ia mengumpulkan keberanian yang ada. “ kamu kenapa berdiri di sana??? Kenapa tidak langsung masuk?”
Glora mendengarnya tersentak mundur melihat ibunya yang berdiri tak jauh darinya.
Tasya melipatkan tangan di atas perut menatap Glora tajam. Glora sudah berdiri di sana sejak sepuluh menit dan tidak masuk juga. Seperti orang bodoh. glora menggeleng gugup.” Anuh.. iya mi aku mau ketemu papi.” Ujarnya nanar dan juga gugup. Ia benar benar takut pada ibu dan juga ayahnya. Ayah dan ibunya sama sama mengerikan.
Tasya berdehem malas. Glora segera mengetuk pintu pelan. Tok..Tok...” pa..pa ini aku Glora.” Ujar Glora memberanikan diri akinbat desakan tatapan tasya. Dari dalam suara ayahnya menyuruhnya masuk. Glora melirik Tasya yang menatapnya. Glora merunduk dan segera menekan pintu. Saat masuk ia ditatap tajam oleh sang ayah yang duduk di dekat meja kerjanya.
Ia menutup pintu pelan, tapi terhenti saat Tasya juga masuk, ia melirik linglung dan pintu ditutup oleh tasya, tasya menguncinya dengan pelan dan juga menatapnya tajam.
Glora tersentak gugup dan juga gemetar. “ duduk.” Tegas faris kepada Glora. Glora dengan cepat memilih duduk di kursi depan Faris. Ia merunduk benar benar takut. Glora merasa firasat buruk kali ini. Semoga tidak terjadi lagi.
Brak... glora tersentak melotot mendengar suara gebrakan kuat di atas meja, ia menatap nanar ayahnya yang menatapnya tajam. Faris melempar semua kertas nilai Glora yang ada ditangannya. “ bisa bisanya kamu memberi kami nilai sejelek ini. kau ingin mempermalukan ku?” Tanya Farris berteriak. Glora tertegun dan terbungkam. Apa maksudnya???
Tasya mendesis. Ia mendekati Glora dan mendorong kuat kepala Glora. Glora tersentak dan menatap tasya nanar.” Bisa bisanya kamu dengan bangga menunjukan nilai ini kepada kami??? Kamu ingin mempermalukan keluarga ini???? Glora masa kamu kalah dengan anak baru itu, apa kamu tidak malu ha??” teriak Tasya benar benar kuat.” kami sekolahkan kamu itu suah sekolahkan kamu, besatkan kamu. seharusnya kamu itu tau diri..!!” sentak tasya lagi berteriak.
Brak.. Glora terlonjak kaget saat meja digebrak hebat oleh Faris, faris melemparlan gelasnya kearah Glora. Glora sama sekali tidak bisa mengelak dan gelas itu mengenai pelipisnya, gelas itu jatuh dan pecah di bawah kakinya. Glora berteriak kesakitan merasa sakit yang tak tergingga pelipisnya.
“ kamu minta hadiah? Kamu tidak sadar diri juga rupanya,,.!!!!” Bentak faris kuat. glora memejamkan matanya terasa sesak, sangat sakit dibeginikan.
Faris mendekati Glora dan menarik rambut glora kuat. glora membuka mata menatap faris kalut. Faris menamparnya bolak balik dan Glora hanya diam menitihkan air mata dalam diam.” Anak sialan. Harusnya kamu nggak lahir saja di dunia ini jika tidak ada gunanya.!!!!” Teriak faris.
“ TAPI KENAPA CUMA AKU YANG PAPA BILANG GITU? KENAPA NGGAK BILANG SAMA GLORY JUGA PA?” Teriak Glora kuat,
Faris mendengarnya tidak kuat lagi dan menarik kerah baju Glora. Menatap Glora lebih dingin. Glora menatap ayahnya dengan tatapan hancur.” kenapa Cuma aku pa? kenapa? Kami kembar, sama sama wnaita.. aku tidak pernah menemukan cacat dan cela untuk kalian pilih kasih, bahkan nilaiku lebih tinggi dibandingkan dia, aku lebih unggul dari dia. Kenapa pa?” teriak Glora kuat.
Plak. Faris menepuk bibir Glora kuat hingga Glora memalingkan wajah merasa perih bagian bibirnya. Faris mencengkram dagunya Glora kuat hingga tatapan keduanya bertemu. Tasya di sana diam mengepalkan tangan menatap Glora yang sudah menghina anak kesayangannya,. Glora menatap kedua orang tuanya bengis dengan bibir dan gigi penuh darah. “ kamu membandingkan diri kamu dengan anak saya??” Tanya Faris nanar.
__ADS_1
“ saya anak kalian juga.” Jawab Glora nanar.
“ siapa bilang?” Tanya Faris dengan berbisik.” SIAPA BILANG??” Teriak Faris kuat. Glora memejamkan matanya kuat.
Faris menghempaskan tubuh Glora hingga terhempas di lantai. Faris menginjak tangan Glora kuat hingga Glora meringis dan menahan sepontan Faris yang menginjak jari tangan kirinya. “ kamu tidak berhak membandingkan diri kamu dengannya, sama sekali tidak berhak, dan kami tidak pernah menganggap kamu anak asal kau tau.” Teriak Faris. Glora diam memejamkan mata perih. Tanganya sakit seperti akan patah, bibirnya perih dan mengaliri darah luar biasa banyaknya.
Faris semakin mnkan kakinya dan glora semakin memejamkan matanya. “ kenapa kalian membolehkanku masuk rumah ini?” Tanya Glora nanar,
“ karena Glory yang meminta. Jika dia tidak minta kami sama sekali tidak sudi melihatmu.” Jawab faris tenang dan juga santai.
Glora mengepalkan tangan mendengar ucapan ayah nya yang tidak ada hati. Mereka saling tatap dan faris menendang tangan Glora hingga suara pergeseran tulang terdengar.. Glora terpekik merasa tangannya benar benar sakit. “ kurung dia di toilet supaya tau apa kesalahannya dia.. “ tegas faris. Tasya menganngguk dan menarik rambut Glora.
Glora mendongak merasa perih bagian kepalanya dari Tasya. Ia meringis memegang tanganya yang berdarah dan merah. “ anak sialan. “ gumam tasya dan menghempaskan tangan Glora di toilet.
Glora menggeleng menatap tasya.” Ma tolong jangan ma. Ma tolong jangan kurung Glora ma.. glora mohon.” Lirihnya dan menatap ibunya nanar, ia memohon dan juga meminta nanar sembari memegang tangan ibunya nanar.
Tappi tasya malah menendnagnya kuat hingga ia tertimpa dinding toilet.” Ini hukuman karena nilai kamu lebih tinggi dibanding dia, dan gara gara kamu dia menjadi sedih. Awas yah kamu sekali lagi membuat anak saya sedih. Paham kamu?” teriak tasya.
Glora diam memejamkan matanya nanar memegang tangan kirinya yang sakit akibat faris. Tasya melihat Glora yang tidak menjawab mengambil shower dna menyiram glora. Glora terpekik merasa perih bagian tubuhnya yang terkoyak dna terliuka.” Kalo ditanya jawab sialan..!!” teriak tasya kepada Glora.
Glora berteriak nanar dan memeluk tangannya.” Ampun ma.. maaf ma iya maa, ampun ma.. dingin.” Teriaknya nyilu dan juga meminta kaish Hani. Tasya melempar shwoower pada Glora. Ia tersenyum sinis. Segera melangkah meninggal Glora yang basah kuyup. Tasya tidak lupa mengunci toilet dan mematikan lampu dari luar.
Glora di dalam toilet menangis sesegukan menatap nanar seluru ruangan toilet yang gelap gulita, seluruh bagian tubuhnya perih dan sakit secara bersamaan, sangat menyakitkan, bagian bagian kulitnya seperti dikuliti dan di pisahkan dari dagingnya.
Glora menangis lirih menyentu tangannya yang sangat sakit.” Mama papa hiks hiks. Tolong keluarkan Glora. Glora takut,. glora sakit ma.,” teriak glora lirih, suara Glora saat ini terdengar sangat lemah dan tidak berdaya.” Mama tolong ma. Keluarin Glora ma hiks hiks. Maafin Glora yang udah lahir ma. Maafin Glora. Ma sakit ma sakit.” Bisiknya nanar ditengah kegelapan, air matanya terus mengalir. Tubuh Glora sakit,
fisiknya sakit, dan semuanya benar benar sakit.
__ADS_1