
Regan duduk menggigit ujung kuku miliknya gugup mengingat keadaan Glory, di sampingnya ada Dika yang diam sembari menunggu informasi dari dalam.
Dika melirik jam di pergelangan tangan kiri sudah menunjukan pukul 02:49 dini hari, “Loe mau pulang Gan? Kalo mau nggak apa-apa, biar gue yang jagain dia..!” Ujar Dika melirik Regan di sampingnya terlihat gugup dari tadi.
Entah masih gugup gara-gara takut jadi tersangka atau gugup takut kena marah ibunya. pasalnya ia anak mami.
Regan menggeleng cepat.”Nggak, udah jam segini bisa kena gampar gue sama bapak gue, diceramahi mak gue tujuh hari tujuh malam. Gue udah ngabarin sama mereka gue nginap sama loe..!” Jawaban Regan menggebu-gebu.
Kan kan apa yang Dika bilang. Iya dia anak mami! penakut dan penurut kepada ibunya hahahaha...
Asal kalian tau ibu dan ayah Regan adalah orang tua agamis, memiliki pengetahuan agama yang cukup banyak, orang tua Regan mengajarkan anak-anaknya memiliki sikap yang berbudi pekerti serta mengutamakan Tuhan. Tapi yang namanya anak remaja, mau diajarkan sedetail mungkin tentang sesuatu, penasaran membuat semua terkesima Pingkan. Dika menggeleng pelan.
“ Keluarga Saudari Glory...!!!!”
Dika dan Regan reflek berdiri menunjuk tangan.”Saya dok eh sus ehh--..” Dika menatap perawat lelaki di depannya bingung.
” Emmm kalo perawat lelaki bisa dipanggil apa yah mas biasanya? Nggak mungkinkan saya panggil sus.” Ujar Regan polos menggaruk tengkuknya.
Perawat menatap Regan tersenyum menahan gelak.”Emm panggil saya mas saja tidak apa-apa kok.. oh iya kalian kakak atau keluarga atau bagaimana ini?”Tanya perawat ber name tag Edwin menatap Dika dan Regan secara bergantian.
“Kita sebagai penanggung jawab pasien, jadi mas bisa bilang sama kita bagaimana keadaan dia!!” Ujar Dika. Regan diam mendengar saja.
Perawat mengangguk ”Baik begini mas, pasien didalam keadaannya cukup memperihatinkan dikarenakan perkiraan luka sudah cukup lama sehingga terinfeksi besi dari pisau yang menusuk bagian dada atas kiri korban, kita harus melakukan operasi sterilisasi atas luka korban, dan lagi luka yang korban dapatkan cukup dalam dan mengeluarkan banyak darah, beliau mengalami kekurangan darah dari tadi sesampainya beliau kemari. Kami kehabisan stok untuk darah setelah memberi dua kantong darah untuk korban.” Ujar perawat memberi ruang sebentar untuk dirinya.
Dika dan Regan mengangguk saja karena kurang paham apa yang dibicarakan yang penting mengangguk saja dulu kan. Biar gak terlihat dongo alias bodoh.
Perawat lelaki tersebut kembali bicara.”Karena itu bisakah mas untuk mengambil stok darah di Puskesmas bersama rekan kami? Jika bisa maka kita bisa melakukan oprasi saat ini juga, kami bisa menyiapkan oprasi sekarang juga setelah administrasi juga diselesaikan.” Lanjutnya lagi.
Regan diam melirik Dika mengangguk.”Baik mas, teman saya Regan akan menghantarkan yang mengambil stok darah dan saya akan melintasi administrasi, tapi tolong beri yang terbaik untuk dia.!” Ujar Dika serius.
__ADS_1
Regan memukul bahu Dika keras membuat Dika melotot menatap Regan.”Loe dimana ngambil duit bego? Loe kan yatim piatu miskin.” Ujarnya polos.
Dika memejamkan mata dalam melirik Regan” Loe..!!!!” Dika kehilangan kata-kata. Merasa terhina akan ucapan Regan padanya.
Mau menolak tapi semua orang taunya dia memang yatim-piatu miskin.
Regan menatap Dika polos.”Dik beneran Dik, loe kan yatim piatu ga punya orang tua dan ga punya duit. Loe kan miskin Dik jadi nggak usah sok menyelesaikan administrasi dia dong. Kita cari keluarganya dulu aja biar mereka yang bayar administrasinya. Loe mau jual motor loe emang? Atau gadai ginjal buat bayar oprasi dia?!!” Tuntutan bertubi-tubi dari Regan membuat Dika tertekan, dan Perawat menatap keduanya menahan tawa tapi ikut prihatin pada Dika yang memiliki teman yang polos polos bangs4t.
“ Gan..” Panggil Dika menggaruk pelipisnya.” Emang loe tau keluarga dia dimana? Loe taukan kita nemu dia dirumah sendirian, nggak ada keluarga.. sendirian..!” Tekan Dika memberi pengertian. Tak mau mempermasalahkan titel yang menyedihkan itu. Yah titel anak yatim-piatu miskin.
“Dia adik Aksa, panggil aja Aksa nya..!” Ujar Regan polos. Setahu Regan memang Dika anak orang miskin mangkanya suka keluyuran balapan liar untuk menghidupi dirinya, kadang juga dia suka melihat Regan menjadi pelayan.
Sebagai teman yang baik Regan sangat tau bagaimana keadaan Dika. mangkanya ia memberi luang Dika berfikir serta memberi solusi.
“Loe punya nomor Aksa dan loe tau dimana Aksa sekarang?” Tanya Dika kepada Regan serius.
Regan menggeleng.”Nggak lah. Loe kan tau dia musuh kita..!”
Regan menatap Dika masam.”Gue gue aja yang bayar. Gue ada tabungan loe nggak ada uang juga. Loe bawa mobil buat ngambil darah oprasi. ..!”Ujar Regan malas.
Dika berdecak saja tapi tetap pergi melangkah.”Yok lah mas kita ambil darahnya..!” Ujar Dika kesal, percuma juga berdebat sama Regan yang polos nauzubillah. Perawat mengangguk tersenyum tipis.
Regan menghela nafas duduk melirik pintu ruang Glory. Mengambil HP nya mengecek saldo di M-bekingnya tertera uang tabungan miliknya. Menggaruk pelan dadanya.” Umi Abi marah nggak yah aku gunain ini uang... tapi kan Dika pasti nggak punya duit. Kasihan kalo harus jual motor atau jual ginjal untuk operasi cewek itu, buat makan aja dia sudah”Gumam Regan lirih. menatap polos kedepan mengingat Dika sang teman prihatin.
Tapi tak punya pilihan lain ia melangkah menuju administrasi. Berdoa semoga ayah dan ibu tak memarahi dirinya yang menggunakan uang dalam jumlah besar.
Iya doakan sajalah...
...----------------...
__ADS_1
Malam sudah berlalu menjadi pagi. Aksa pulang untuk menggantikan pakaiannya menjadi seragam sekolah. Aksa harus sekolah hari ini.
Tapi fakta lain yang membuat Aksa terkejut saat ia memasuki kawasan rumah minimalis miliknya. Mengernyit pelan menatap lampu yang belum padam padahal sudah terang.” Glory belum bangun kayaknya.” Gumam Aksa.
Aksa keluar dari mobil membuka kunci pintu depan rumah miliknya santai sembari bersiul, bahagia membayangkan Aruna yang tidur memeluknya semalam. Ya semalam Aksa tidur d atas sofa dan paginya Ia mendapatkan Aruna di sisinya tertidur sembari memeluknya. Mengingat itu membuat Aksa tersenyum sendiri.
Dugh.. senyum Aksa menghilang digantikan menjadi rasa cemas, khawatir, penasaran menatap ruang tamu yang hancur lebur berantakan. pernak-pernik hancur dimana-mana, Televisi hilang, kaca meja sudah melebur, guci besar juga sudah tak berbentuk.
”Ke- A- Ini kenapa?”Gumam Aksa tak beraturan. Segera berlari ke kamarnya.” Na..” Panik.
Aksa sangat panik saat ini, jantungnya terpacu sangat cepat, darahnya berdesir hebat., tubuhnya bahkan sudah bergetar saat ini karena cemas berlebihan, Aksa melangkah keluar kamar miliknya karena mendapatkan kamarnya yang juga sudah diobrak ambrik tak karuan. PS, Laptop, TV sudah hilang. Aksa merasa jantungan pagi ini.
Aksa mengusap rambut miliknya melangkah gemetar keatas. Ke kamar Glory.
“NA..!! NANA....!” Teriak AKSA Kuat. Rumah MINIMALIS Tersebut Menggema suara Aksa yang keras. Gemetar Aksa membuka pintu kamar adiknya. Menatap setiap sudut, masuk cepat. Sudah berantakan juga, masuk ke toilet tapi tak mendapatkan orang yang di cari.
“NA LOE DIMANA?!!!!” Teriak Aksa keras..
“Ini pasti dia nggak nutup pintu mangkanya dirampok, kemana si loe NANA..!!” Teriak Aksa marah tak menemukan adiknya.. berfikir negative jika sang adik keluar tak pulang tapi tak mengunci rumah dengan benar. Yah itu yang dipikirannya. Aksa pergi lagi kebawah mengecek setiap ruangan rumah, semua habis tak tersisa barang-barangnya. Aksa melaju ke dapur cepat”GLORY di mana loe..!!!” Teriaknya lagi.
Teriakan Aksa memancing beberapa tetangga keluar mengintip ke rumah sang empu.
Tangan Aksa sudah gemetar, tambah gemetar menatap gelindangan darah di dapur, Aksa menggigit bibir bawahnya, darah sudah membeku dan sedikit menghitam.. Suara Aksa tercekat. Gemetar menyentuh darah tersebut, mencium bau amis melirik sekeliling.
Memikirkan itu darah sang adik membuat ia terduduk. Merasa susah bernafas. Melirik sekeliling, sudah banyak pecahan kaca disana... “Na...” menggeleng pelan menenangkan pikiran memohon agar itu bukan sang adik.
.
.
__ADS_1
.... Haiii. senang melihat novelnya sudah cukup ramai 🤗🤗...
Tinggal kan jejak yah