
Nanda mengambil air untuk membersihkan hidung Glora. Awalnya Glora menolak tapi Nanda tetap memaksa ingin membantu membersihkannya. Glora diam, kali ini ada yang mengobatinya padahal selama ini tidak ada, tidak ada yang berani dan juga ingin mengobatinya. Hahaha glora menyedihkan, sata terluka tak ada satupun tangan yang menyambutnya, tak ada satu tangan pun hendak membantu dan mengobatinya, tidak ada satupun orang yang peduli. Saat ada yang membantunya seperti ini kepada hati Glora seperti sangat sakit? .
Nanda diam menghela nafas.” kasar banget Dava, ini Luka loe sampek bengkak Ra. Loe mau ke rumah sakit aja nggak? Takutnya ini infeksi?” Tanya nya lirih pada Glora menatap pipi Glora bengkak.
Glora menghela nafas dan menggeleng. Glora menatap lain arah.” Nggak usah., udah nggak apa apa kok, udah biasa juga kan?” Tanyanya pelan.
Nanda terdiam sejenak.” Udah terbiasa? Glora coba loe berhenti cari gara gara sama aruna? Coba loe jauhin Dava. Kayaknya hidup loe lebih nyaman dna aman deh. Dava cowo nggak baik, loe bisa dapetin cowo yang jauh lebih baik dari dia.” Ujar Nanda kepada Glora.
” Loe terlalu murahan sampek bully cewe lain kayak gitu. Biarin lah dia bahagia sama Runa.” Lanjut Nanda kepada Glora.
Glora yang tadinya diam seklarang menatap Nanda dengan tatapan sulit. “Gue salah? Gue Cuma mempertahankan hak gue, kenapa sih kalian nganggepnyua gue sebagai manusia jahat? Murahan? Padahal kalian pernah nggak liat gue deket sama cowo lain selain sama Dava? Tunangan gue?”Tany glora pelan, tapi matanya sudah merah berkaca kaca sata mengatakan hal itu. " Gue setia, jaga hati padahal." Lirihnya berlanjut.
__ADS_1
Nanda mengerjab pelan.” tunangan?”Tanyanya. Nanda kurang tau akan hal itu.” kalo gitu loe lepasin aja dia, batalin tuangan loe itu, dia nggak baik Ra, sebaik baiknya cowo mending cari cowo yang nggak nyakitin loe. Sekarang aja kalian masih tunangan dia berani memperlakukan loe kayak gini gimana nanti udah nikah.” Ujar Nnada tegas. Nanda sebagai lelaki saja geram melihat Dava,
“ Itu pandangan loe sama gue? tapi pandangan orang lain buat gue gimana?” Tanya Glora pelan.
nanda terdiam dan Glora terkekeh.” Gue udah pernah mencoba buat ngelupain dia, tapi loe bisa nggak buat menghentikan cinta loe sendri? Siapa yang bisa ngatur kita cinta sama siapa? Siapa yang bisa ngatur kita milih hidup sama siapa? Gue udah coba buat jauhin Dava, tapi nggak bisa. gue berasa Dava hidup gue Dan dia milik gue,” ujar Glora menahan sesak.
Nanda terdiam sejenak.”kalian selalu berusaha buat bilang ke gue buat jauhin dava dan ikhlasin dia? Tapi bukankah kalo udah saling terikat harus saling mempertahankan? Kenapa kalian selalu nyalahin perasaan gue bukan nyalahin dava dan perasaan dia? Dava yang selingkuh kenapa kalian nggak salahin Dava yang nggak bisa jaga perasaanya buat gue? dava yang nyakitin dan khianati gue kenapa kalian malah nyalahin gue yang terlalu cinta sama gue? gue punya alasan kenapa gue cinta dan bertahan sama Dava, sidangkan dava punya alasan apa sampek selingkuh sama cewek lain? Gue tau cinta dia sama Aruna itu nggak salah, tapi kalian membenarkannya? Kalian nyuruh gue yang berhenti ditengah Dava memang milik gue. “ Nafas Glora udah naik turun mengatakan hal menyakitkan selama ini ia pendam. " Kalian jahat yang ngebenarin kelakuan Dava yang ngehianatin gue. Kalian yang jahat karena nganggeo Aruna baik, kalo dia cewek baik dia nggak mungkin mau sama cowok orang!" Tegas Glora.
Nanda terdiam memandang Glora sesak, benar kata Glora, yang salah adalah Dava tapi mengapa smeua memandang Glora yang salah? Mereka sudah bertunangan dan Dava yang selingkuh.” Tapi Dava nggak cinta sama loe dan cara loe buat dapatin Dava salah.,” Ujar Nanda pelan kepada Glora.
Nanda terdiam sejenak. Glora dan Dava dijodohkan sejak kecil dan sudah pasti menikah? Glora melihat hal itu tertawa, wajah Nanda sangat menggambarkan ketidak percayaannya. “ kenapa diem? Kasih gue saran apa yang harus gue lakuin? “ Glora melirik arah lain dan terdiam sejenak.” Gue Cuma punya dua pilihan, satu hidup sama dava tanpa cinta dan Dava selingkuh setiap waktu atau buat Dava jatuh cinta sama gue supaya kami hudup bahagia., Gue Cuma berharap hidup gue kedepannya bahagia sama pasangan gue. gue Cuma mau bahagia, tapi kalo Davanya aja cinta dan selingkuh sama cewek lain gue nggak tau harus apa lagi? gue nggak punya pilihan lagi.” bisik Glora lirih pada Nanda. Air mata glora jatuh saat itu juga.
__ADS_1
Nanda terlemas mendengar semua ucapan Glora. Nanda selama ini tau jika Glora terlalu terobsesi kepada Dava, melakukan segala cara agar Glora bisa bersamanya, ternyata salah. Ternyata Glora melakukan semua itu agar Glora bisa hidup bahagia? nanda dan semua orang memandang Glora yang salah, tapi faktanya? Mereka yang salah.
Glora menghela nafas dan mengusap air mata. “ salah banget yah gue berharap bahagia ? salah banget gue berharap kehidupan selanjutnya gue punya keluarga bahagia. gue bisa aja buat lepasin Dava dan hidup bahagia sama lelaki yang cinta sam ague. Tapi gue nggak punya pilihan lain. Gue nggak punya pilihan lain. Kenapa kalian selalu nyudutin gue? gue Cuma ngelakuin hal yang bener dimata gue.” bisik Glora lirih. Sangat lirih. seakan perkataannya benar benar dari hati terdalamnya.
Hidup Glora tidaklah mudah, sedari kecil memiliki keluarga tapi tidak bisa dirinya rasakan kehadirannya, dibuang dan di asingkan, dipaksa menikah dengan lelaki yang tidak mencintainya, Glora tiak pernah merasa bahagia, tidak punya teman atau dukungan. Keluarga saja membencinya lalu bagaimana dengan orang lain??? Dava satu satunya harapan untuk menggapai kebahagiaan yang Glora inginkan. Glora tidak mau jika Dava semkain mencintai Aruna, dan mereka akan tetap menikah di kehidupan berikutnya.
Tapi semua menyalahkan dirinya. Ia membully Aruna karena tau jika Aruna adalah sumber masalah dan kepahitan hidupnya keberikutnya. Glora tau jika ARuna aakan menjadi penghalang kebahgiaannya, Glora melakukan semua agar aruna benar benar berhenti menjadi penggalang kebahgiaan. Glora hanya ingin Dava menghargainya dan mereka hidup bahagia dikedepannya.
Gahanya itu, tapi semua memandangnya salah, semua memandangnya sebagai penjahat, semua memandangnya sebagai monster.
Glora mengusap air matanya, menatap Nnada yang terdiam menatapnya.”Loe nggak bisa jawab kan pertanyaan gue? karena apa? Karena loe bukan gue Najda. Hidup loe jauh lebih baik dari gue mangkanya loe bisa ngomong gitu, posisi kita tu beda beda dan pilihan kita tu beda beda. Kalo loe bisa lari gue nggak sebab kaki gue terikat, kalo loe bisa teriak sedangkan gue nggak soalnya suara gue udah di atur, kalo loe bisa hidup bebbas sedangkan gue nggak soalnya gue hidup disangkar penuh aturan. Kalo loe bisa bahagia dengan cara loe gue ngak bisa, soalnya cara yang gue inginkan selalu direnggut paksa, gue sellau harus hidup tanpa pilihan. Pilihan pilihan yang gue pilih itu selalu dinilai salah.” Bisik Glora lagi lirih. “ gue bukan kalian. Kalo gue monster dimata kalian dimata gue kalian adalah monsternya. Kalo kalian Mandang gue manusia jahat kalian, sedangkan gue mandang kalian yang jahat sama gue. disini tu antagonisnya kalian, bukan gue. karena gue yang dipaksa berhenti dan ngelepasin harapan kebahagiaan gue.” bisik Glora lirih lagi.
__ADS_1
kali ini air matanya kembali jatuh dan Nnada yang semakins esak dan merasa bersalah. disini yang salah sebenarnya siapa? Mereka atau Glora??? Yang jahat siapa? Mereka atau Glora?? Nanda jadi semakin menyempit pada pikirannya sendiri.
" Disini itu antagonis nya kalian bukan gue!!!!"