Transmigrasi Twins Antagonist

Transmigrasi Twins Antagonist
Bab 23


__ADS_3

Selamat hari raya idul Fitri. Mohon maaf lahir batin yah🙏🙏🙏🙏🤗


Suasana ruangan sangat berantakan, banyak berkas yang berhamburan beserta tiga perempuan serta empat laki-laki yang tubuhnya bergetar menunduk menatap ujung sepatu takut, Bahkan keadaan mereka sangat mengenakan dengan kedua mata yang menghintam menandakan mereka lelah, baju berantakan beserta bau tubuh yang sudah tak lagi bisa dikatakan baik baik saja.


Ruangan sangat berantakan dengan satu tatapan tajam dengan aura dingin mencekam yang ia keluarkan menatap tujuh karyawannya yang tak becus baginya. “Kalian bereskan semua ini, semua harus selesai sebelum jam tujuh besok, saya tidak mau tau..!!” Tegasnya tak mau dibantah.


Salah satu menatap atasan tak percaya. Ia melirik didinding belakang atasannya yang menunjukan pukul 8malam, ia harus cepat pulang karena anak dan istrinya sudah pasti menunggu., ia membuat proposal yang dibuang oleh atasannya sudah dua minggu, dan sekarang sudah dilempar berserakan, ia juga udah berjanji pada istrinya jika ia akan pulang nanti malam.”Tap”


“ Kamu mau saya pecat?” Atasannya menatapnya tajam menghentikan ucapannya yang belum terlontar.


Karyawannya menggeleng takut, itu lebih mengerikan lagi. bagaimana ia mengatakan pada istrinya kelak jika ia dipecat. Anaknya yang sekolah lagi.”Ampun tuan..!!” Tubuhnya tambah bergetar karena takut.


Atasannya memijit pelipisnya lelah.”Keluar..!!!” semua karyawan bergegas keluar memungut berkas yang sudah dilempar dan tak berbentuk, kembali membuatnya dan bergadang malam,


“Sial banget nggak si dapat atasan pak Angga? Untung gali diperusahaan ini gede, kalo nggak udah lama gue undur diri, Lama lama makan batin gue.” Kata dari salah satu karyawan berkaca mata bermama Rini kesal mencengkeram berkas kesal.


Temannya yang disampingnya berpakaian modis bernama Nala mengangguk lemah.”Bener tu, capek banget gue, mana kerjaannya marah-marah terus, salah titik dikit aja dimarahin, untung ganteng juga.”Jawab Nala dengan helaan nafas berat. Siapa yang tidak lelah selama satu minggu tak tidur?


“Duh jangan gibah, cepet kerjain tugas tim kita, kalo nggak kita bisa kena amuk lagi, “ Salahh satu lelaki menegur keduanya. Keduanya menghela nafas mengangguk bergegas kembali melakukan kerjannya yang harus diselesaikan pagi besok, bisa dipastikan mereka tak akan pulang malam ini.


Sosok atasan didalam bernama Angga berusia 28tahun, wajah yang berwarna sawo matang, dengan bulu bulu halus memenuhi pinggiran dagunya, manik mata berwarna abu-abu terkenal dengan ketampanan beserta kekilerannya oleh siapapun, ia menyukai kesempurnaan, bahkan mendekati kepada keobsesia nya yang gila. Semua harus sempurna jadi mangkanya dia akan marah meski hanya kesalahan kecil sekalipun.


“ Saya pulang.” Ujar nya pada asisten pribadinya smebari berdiri.”suruh Manager dua untuk mengawasi mereka.” Ia melangkah keluar meninggalkan kantor dengan bawahan mengangguk sembari mengikutinya dari belakang. Riko mengirim pesan kepada manager kedua untuk mengatasi masalah ini.

__ADS_1


Angga melangkah menuju mobil hitam sport miliknya, duduk dibelakang dan asisten pribadinya yang menyetir.”Tuan kita pulang kemana?” Tanya Riko. Melirik kepada spion mobil didalam menatap tuannya, rasanya kurang abdol bicara kepada orang tetapi tidak melihat wajahnya bukan?


Angga mengeluarkan HPnya meliriknya sebentar.” Rumah utama, papa suruh pulang.” Jawabnya datar.


Riko mengangguk paham.”Baik tuan." Mobil semakin melaju menuju rumah orang tua Angga, mereka tak menyadari jika ada beberapa mobil yang mengiikuti mereka.


Beberapa saat Rikos eidkit tak tenang merasa mobil dibelakangnya mengikutinya, ia mencoba positif thinking dengan cara menginjak rem lebih keras, Angga yang atdinya sibuk dengan social medianya mengernyit menatap Riko.


Riko melirik kebelakang merasa jika mobil itu juga tiba-tiba dengan kecepataan sama dengannya namun tetap dibelakang. Riko menghela nafas memilih arah lain. “Riko kenapa? Ini bukan jalan orang tua saya., apa kamu lupa?”Tanya Angga kesal.


Riko yang ditegur melirik tuannya kaget.”Duh tuan maaf. Saya hanya memastikan saja jika mobil dibelakang tidak mengikuti kita, sebab sedari tadi dia selalu mengikuti arah kita mangkanya saya ambi jalur abstrak. Tapi ternyata dia maish mengikuti kita. “ Jawab Riko seidkit khawatir.


Angga mendengarnya mengernyitkan dahinya, melirik mobil belakang. Mobil Avanza hitam, cek klasik sekali penjahat nya. Tidak kreatif, harusnya pakai mobil sport atau Pajero kan mantab.


Ia menghela nafas memilih diam menyerahkan pada Riko. Riko mendengus melirik tuannya yang tak menyahut seakan lepas tangan. Hey dia manusia tidak semuanya bisa.


Angga diam menatap hpnya sembari mendengar lagu-lkagu asal beserta apliaksi pribadi miliknya. Merasa aman Riko kembali menancapkan gasnya, tetapi langkah Riko salah. Mobil yang mengikutinya memasuki gang dan menunggu diujung jalur, saat Riko melewati jalur, mobil kembali mengikutinya dan Riko tak sadar.


Sampai dijalan sepi Riko kembali merasa aneh saat mobil dibelakang terus ikut. Ia mendelik menatapnya melirik kedepan..


Cit... aughhh kepala Angga hampir mengenai kursi depan jika tak menggunakan sabuk pengaman mobil. Hp yang ia pegang terpental kedepan saking kagetnya. Riko tak kalah mengenaskan, kepala Riko langsung disambut busa pengaman dari kemudi yang memang disediakan oleh mobil supaya tidak terjadi cidera. Syukurlah jika tidak keningnya sudah pasti biru.


“Apa-apaan si Riko?!” Tegas Angga kaget. Riko melirik tuannya. Saat hendak bicara pintu mereka sudah dipuku keras sampai Angga reflek memegang kepalanya dan Riko yang ikut melindungi wajahnya.

__ADS_1


Keduanya melirik pintu.”Keluar..!!!”


Angga dan Riko diam menatap ada sekitar delapan orang.” Riko..” Geram Angga dengan marah menatap asistennya.,


“Maaf tuan sepertinya ini sudah direncanakan secara matang sehingga diluar kendali saya. Mereka menunggu diujung jalan dan salah satu menunggu diujung gang saat kita didepan kantor polisi.”Jawab Riko gugup.


Brak..”Bukak.. dor keduanya kaget saat mobil ditembak, mobil dibuka sengaja oleh Angga dengan cepat membuat beberapa didepan pintu tersungkur kaget bersamaan dengan Riko yang mengambil tongkat bisbal dibawa kaki memang untuk keamanan,.”Tangkap tuan..!”Ia melempar pada Angga,


Angga menerimanya segera menebas kepala salah satu yang menahannya. Riko membuka pintu kuat membuat beberappa mundur ia segera menendang salah satu hingga terjungkal. Saat hendak keluar kepalanya sudah ditendang tapi ia menghindar setelahya ia ikut menendang buyung puyu lawan hingga tersungkur.


Keduanya keluar mobil melawan satu sama lain, Riko yang tak mnenggunakan apapun mengeluarkan pistolnya mengarahkan pada kepala orang orang didepannya sayangnya pistol segera dilempar dan Riko tersungkur akibat tendangan tiba-tiba.


Kepala Riko kembali dihantam keras oleh benda keras dari depan ia yakini adalah gerigi motor, rasanya....


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


jangan lupa tinggalkan jejak yah...


__ADS_2