
Melihat kelakuan lelaki yang di cintainya, lelaki yang akan menjadi calon kepala keluarga, lelaki yang akan menjadi pendampingnya telah melakukan perselingkuhan sangat jauh. Ini diluar dari bayangan Glora. Glora sekarang putus asa dibuatnya. Dava menghela nafas menarik tangan Glora. Glora memberontak hendak melepaskannya tapi terlihat Dava sangat kuat memegang lengannya. “ lepas,..!!”! teriak Glora..
Dava menyeretnya karena malu. Dava ,malu dengan orang orang dikelas.” Kalian kalo ada yang berani bocor, atau bahkan ada orang lain yang tau permasalah ini bakal gue habisin kalian, gue pastin ini hari terakhir kalian ngeliat dunia. Dan satu lagi lupain apa yang kalian lihat atau gue yang lenyapin kalian dari dunia ini.” tegas Dava lalu pergi dari sana membawa Glora.
mereka yang ada di dalam saling pandang dan bergidik ngeri, siapa yang tidak tau Dava? apa yang ia katakan tidak ada yang tidak mungkin terjadi. kali ini mereka memilih bungkam dengan apa yang mereka lihat tadi.
Glora meringis menatap Dava nanar. Dava menariknya kuat. glora mencoba untuk melepaskannya tapi tertahan. Glora diseret paksa oleh Dava dari sini. Dava diam menatap nanar semua yang diam tidak ada niat membantunya. Glora memejamkan mata menahan diri untuk tidak menangis. Lihat bahkan saat mereka sudah tau kebenarannya tidak ada satupun yang membantunya. Glora terkekeh, benar mau dirinya salah atau bahkan benar, dirinya akan tetap salah dan tetap tidak akan dianggap manusia oleh orang lain. Glora tidak akan pernah di dukung oleg siapapun kecuali Glory.
Dava menghentakkan tangan Glora di tempat sepi, dimana ini adalah gudang di dekat kelasnya tadi. Tatapannya sangat tajam pada Glora. Tangannya dengan cepat mencengkram leher Glora membuat Glora kaget dan meringis kesakitan. Dava mencekiknya sangat kuat seperti ingin menghilangkan Glora dari bumi., “ gue kan udah ingetin loe, jangan ikut campur urusan gue glora. Tapi kok loe ngeyel banget yah.” bisik Dava dingin dan juga tidak senang.
Glora disana memejamkan mata, memegang tangan Dava, ia membuka mata menatap dava memohon agar dilepaskan dari cekikan ini. Dava menggeleng dan memojokan tubuh glora di dinding. Glory memegang dinding dna menahan nafas yang menipis. Tubuh Glora terangkat karena cekikan yang begitu kuat.” apa loe harus mati dulu baru nggak ikut campur sama urusan gue?” Tanya dava lagi berbisik, tapi wajahnya seperti akan menikam Glora sampai mati.
Glora menggeleng, buliran air mata jatuh menetes karena sakit yang ia terima, sakit karena fisiknya yang dicekik hampir mati dan sakit karena Dava sangat sangat menyakiti hatinya. Ia benar benar terluka oleh kelakukan dava. Bukan hanya berselingkuh, Dava juga sudah berlaku lebih dari sepasang suami istri. Glora sudah tidak ada harapan untuk bahagia. Dava menghempaskan tubuh Glora yang sudha lemas dan terkulai. Glora terjatuh di lantai dan menangis.
Glora memejamkan mata dan memegang lantai nanar. “ sekali lagi loe cari masalah sama gue. gue jamin loe mati ditangan gue secara nggak manusiawi. Bahkan gue jamin loe nggak bakal lupa apa yang gue kasih sampai loe masuk neraka sekalipun.” Tegas Dava dan melangkah menjauh dari sana
Glora meremas kuat tangannya yang berada di lantai. Ia mengusap air mata yang terus jatuh. Tidak melihat Dava yang menjauh.” Kenapa?” Tanya Glora nanar.
Dava menghentikan langkahnya. Glora menatap lantai yang sudha menetesi air matanya, lehernya sudah membiru akibat cekikan Dava glora bahkan tidak lupa tentang rasa sakitnya dicekik itu. ini menjadi salah satu luka terdalam bagi Glora. “ kenapa loe sekasar itu sama gue Dava?” bisik Glora dnegan nanar. Dava mendengarnya hanya diam tak menoleh, bahkan ia melanjutkan langkah kakinya meningalkan Glora tanpa jawaban.
Glora terkekeh pelan memegang dadanya.,” paahal loe satu satunya harapan yang bisa bikin gue bahagia. tapi ternyata loe salah stau luka terparah yang gue terima.” Bisik glora menangis lebih keras dan teriska lebih dalam., sakit.
Glora menangis terisak di sana, penampilannya sangat kacau, rambut yang berantakan, baju yang sudah lecek. Glora benar benar hancur saat ini. hglora mengusap air matanya, tiba tiba ada kaki yang berada di depannya. Glora menatap sepatu putih. Ia mendongak, disana ada tysu yang diberi oleh orang tersebut. Glora menatapnya nanar dan juga sendu. Sosoknya tersebut membungkuk dan mensejajarkanya.” Kembaran Lili tidak boleh lemah.. kalo mau nangis ada Lili kok yang bakal meluk.” Bisiknua pelan.
Glora kembali berderai, menangis lirih dipoelukan Glory. glory mendongak menghalang air mata yang hendak jatuh. Di belakangnya ada Nanda yang tadinya mengajaknya ke kantin. Sedangkan sosok Nanda yang melihat semuanya mendongak ke atas agar tidak ikut bersedih.
Flashback..
seusia persengketaan antara Glory dan Jay. Nanda dan Nando segera ke kelasnya sebab memang keduanya hanya berjarak dua jelas. Keduanya terlihat panic. “ Ry. Katanya loe berantem sama Jay?” Tanya Nanda dengan tergesah gesah.
__ADS_1
Glory meliriki nanda dan nando yang tiba tiba datang memberikan ia pertanyaan.” Siapa yang kasih tau kalian?” Tanya Glory menaiki alis heran
“ Gue Na..” ujar salah satu gadis yang ternyata teman kelasnya.
Glory menatapnya herab membuat dia kikuk. “ Gue yang nyruh dia laporan loe sama kami kalo ada apa apa nah. Jadi dia nggak ada salah apa apa. “ ujarnya Nanda menjelaskan kepada Glory.
Glory mendengarnya menatap nanda menghela nafas. “ kenapa sih? Gue nggak kenapa napa. Loe nggak usah berlebihan. “ jawab Glory.
“ Kita nggak berlebihan Na.” ujar nando menyerobot kesal.” Kita trauma dulu, cukup kita kehilangan dan teledor pas kemarin aja. Kita hampir sampek kehilangan loe saat itu.” tegas nya menatap Glory kesal, ia menatap Glory nanar dan kesal. Tidak taukah Glory jika mereka benar benar trauma dan takut seusai kejadian tiga bulan lalu.
Glory memejamkan mata pelan,” maaf.” Bisik Glory. Nanda dan nando menghela nafas menatap Glory.
Glory menggeleng.” Tadi ada masalah dikit sama Jay. Cuma dikit kok. Gue nggak di apa apain sama dia,” ujarnya Glory menenangkan keduanya.
Nanda menatap Glory bengis.,” Jay ganggu loe? Ngapain si rombongan Dava ganggu loe mulu??? Mereka nggak cukup apa ganguin glora aja?” tanyanya malas.
Glory mendengarnya mengeleng.” Gue nggak tau. Tapi sekarang gue nggak apa apa kok. Gue kan strong women.” Ujarnya semangat, kepala Glory dijitak oleh nando.
Nanda mengangguk menyetujui.” Kan ada kalian. Katanya mau jagain gue. jadi gue nggak usah khawatir dong.” Nanda dan Nando menghla nafas mendengar ucapan glory,.
Glory benar benar memnguji jantung dan imannya. “ kita ke kantin yuk, gue mau makan. Mumpung istirahatnya masih panjang.” Glory mengalihkan pembicaraan.
Nando dan nanda menatap Glory tajam.” Tapi nanti kalo ada apa apa janji kasih tau kita yah Ry.” Ujar nanda dalam.
Glory mengangguk.” Ay ay teman.,” ujarnya.
Keduanya tersenyum masam mendengar ucapan Glory. Teman yah.. hehe mereka hanya teman. Glory menaruh semua peralatan tulisnya dan menyimpan pena dan pensil. “ skuy lah.” Ia menggandeng keduanya.
Tapi di tepis Nando.” Nggak usah gandeng, nanti cewek gue salah paham.” Ujarnya malas.
__ADS_1
” Dih kek udah punya pacar aja.” Ujar Glory sinis.
Tapi tangannya satu lagi juga dilepas Nanda pelan.” jangan gandeng, nanti kalo orang nyangkanya gue nggak jomblo gimana? Kapan gue punya ceweknya.” Ujarnya ,malas dan melangkah menjauhi Lingling. Lingling melihatnya menjadi bingung dan menggaruk kepala pelan. ini kenapa sih mereka?
Keduanya malah meninggalkan Glory .” kalian kok ninggalin gue sih?” teriak Glory kesal, ia menghentakkan kaki kesal dibuatnya.
Kedua saudara memaling muka satu sama lain, sebab ada rasa tak Nyman di diri mereka, baik Nando maupun Nanda. Ada rasa kesal untuk Glory, mereka sendiri tidak tau apa yang membuat mereka kesal, padahal Glory tidak melakukannya apapun. siall. Mereka pun melangkah menuju kantin bersamaan. Kelas mereka itu berada di ujung, sebab kelas ujian yang acak mereka jauh dari kelas asli. Saat di dekat gudang, Gloy menghentikan langkah kakinya, mendengar suara bisikk bisik yanmg terdengar cukup berisik. Nanda dan Nando menatap Glory heran, “ kalian denger sesuatu nggak?” Tanya Glory pelan.
Keduanya saling lirik lalu terdiam sejenak.. suara tangisan lirih dan marah dari seseorang membuat keduanya menatap Glory kaget. Glory mendengar itu segera mendekati gudang. Saat di dekat gudang ia berhenti dan mengintip. Tidak bisa, cermin gudang ini sangat tinggi. Glory segera mencari cela dan merunduk, ia membuka sedikit pintu dan menatap kedepan, tidak bisa. ia tidak bisa melihat apapun.
Glory merasa bahunya ditepuk. Nanda dan nando menatapnya dan menunjukan bahu mereka. Glorys egera mengangguk. Nando merunduk dan Glory menaiki bahu Nando. Menatap kearah cermin mengintip. Nanda pun mengintip disana. Glory tersentak dan merasa kaget melihat disana ada Glora yang di cekik oleh Dava.
Bahkan Nanda yang bisa melihat sekilas karena tingginya cukup bisa sedikit itu kaget. “ Glora..” lirihnya Glory.
Glory menepuk bahunya nando untuk segera menurunkan dirinya. Nando segera menurunkan Glory dan menatap Glory yang berlari menuju pintu, saat itu juga pintu terbuka menampilkan Dava yang juga kaget melihat ada Glory. Glory diam dan Dava memilih pergi menjauh dari sana. Tangan Glory mengepal dan segera menemui Glora di dalam. Nanda dan nando menatap Dava tajam dan segera mendekat dimana Glory dan Glora berada.
Of flashback.
Tangan nanda terkepoal menatap mereka yang menangis, ia mendekati Glora dan Glory bersama nando. “ dava harus gue kasih pelajaran.” Bisik Nanda bengis.
Tapi Glory segera mengeleng dan menatap nanda.” Loe bukan lawannya nanda. Gue nggak mau besok loe hilang.” Ujarnya Glory pelan. Nanda menatap Glory dengan raut aneh.” Loe tau dari mana emang?” tanyanya.
Glory diam dan tidak menjawab. Ia hanya menghela nafas dan menatap ke sembarang arah. Dava tidak bisa mereka singgung, dia pemeran utama, mau bagaimana pun penulis pasti memberikan karakter yang tidak terkalahkan untuk tokoh utama, tokoh utama akan selalu mendominasi dan berkuasa.
Termasuk Dava, dava dibuat karakter seburuk mungkin, mempetkaos paksa Runa hingga Runa mengalami keguguran berapa kali, menggugurkannya anak dan tidak bertanggung jawab. Bukan hanya itu di dalam cerita seharusnya Dava itu memperkaos paksa Glora juga hingga Glora hamil anaknya,
seusai itu Glora juga menjadi budak s3ksnya dia. Tapi bednaya ia memilih Runa untuk kehidupan berikutnya. Dava hanya diberikans eidkit penyesalan hidup dan berakhir bahagia bersama Runa yang suudha penuh luka. Lebih tepatnya memaksa Runa untuk tetap bersamanya, tanpa memikirkan apakah Runa bahagia bersamanya atau tidak,.
Sednagkan Glora? Hidup dan mati paling melarat, jika Runa miskin dan melarat tetapi memiliki akhir yang bahagia, memiliki ending yang luar bias membuat orang lain iri, kata kata yang berakit rakit dahulu berenang-renang renang ketepian, bersakit sakit dahulu, bersenang senang kemudian. Itu benar benar melekat pada Runa yang hidup melarat. Sedangkan Glora? Dia akan mengenyam kata berakit rakit dahulu berenang renang ketepian.
__ADS_1
Bersakit sakit dahulu, dan sakit parah kemudian. Sama sekali tidak ada paret kebahagiaannya, di buang oleh keluarga, tidak ditrauma oleh orang lain, dan berakhir mati secara tragis.