
Haloo guys. mati kita tamatkan Novel ini hehe. maaf yah sudah lama up lagi soalnya yang kemarin udah mau tamat, tinggal dikit lagi
.
.
Seperti yang telah dijanji kan oleh Glory dan Aksa tadi siang. Mereka akan bertemu seusai pulang sekolah di cafe depan sekolah. jadilah Glory sekarang harus bersiap siap memasuki buku di dalam tasnya. tidak ingin menunggu lama lagi
" Glory..."
Glory mendongak, menatap siapa yang memanggil namanya. di sana sudah ada Regan yang melambaikan tangan dan tas yang sudah berada di bahunya, bibir Regan tersenyum mereka menatap Glory "skui pulang." kata Regan semangat sembari mendekati Glory yang masih memasuki buku ke dalam tas dan juga lacinya.
Glory terdiam sejenak, lalu ia menggeleng kepada Regan "gue mau pergi ke cafe ketemu sama Aksa, kan kita udah janjian ketemu sama dia di cafe titik. "
Regan memicingkan matanya kepada Glory, terlihat dari raut wajah Regan yang tidak senang mendengar ucapan Glory, "ngapain lo ketemu sama dia, mending pulang aja lah bareng gue nanti gue beli es krim buat lo. "suara Regan terdengar sangat nyolot.
Glory tersenyum masa menatap Regan "gini aja lu mau neraktir gue kemarin-kemarin ke mana aja lu, lagian juga gue udah janji sama dia gue juga mau nyelesaiin masalah gue sama dia. "jawab Glory serius.
Regan memutar bola mata malas, "Ya udah kalau gitu gue pulang duluan, soalnya gue udah capek gue mau tidur. bye. "Regan memutar tubuhnya dan melangkah meninggalkan Glory dari sana.
Glory menggeleng menatap Regan yang pergi seperti seorang yang sedang merajuk, Glory segera menyelesaikan tugasnya menaruh buku lalu segera keluar dari kelas yang sudah kosong. . Tapi saat ia keluar ya bertemu kembali dengan Regan yang ternyata belum pulang. "lah lu nggak jadi tadi pulang, lu ngapain di sini? "tanya Glory kepada Regan heran.
"Nggak." Ujar Regan segera pergi. Niat hati Regan ingin di cegah dan glory meminta ditemankan. Tapi apa yang dia lihat? bahkan Glory tidak peduli padanya. Regan kesal.
Glory memicing matanya menatap Regan, menggeleng dan serta keluar dari kelas menuju cafe depan sekolah.
Cafe ini tidak jauh dari sekolah, menyebrang lalu jalan seenak ke kanan sampai deh, disana memang tempatnya jika ingin berkumpul saat pulang sekolah atau untuk menunggu jemputan, jadi wajar saja jika ada banyak anak sekolah disana.
__ADS_1
Tring.. saat Glory memasuki ruangan, suara lonceng khas cafe terdengar, mengalihkan atensi beberapa orang yang ada disana. Glory segera melangkah enggan menjadi pusat perhatian.
Menatap seluruh alah cari di mana Aksa berada, tetapan Glory tertuju pada sudut ruangan kafe di sana sudah ada Aksa, Dava, Aruna, Jay dan Dimas... Glory pikir hanya berdua tapi kenapa banyak sekali?
Rasanya Glory ingin keluar saja dari sini, tapi Glory terlanjur malu untuk keluar dari sini tanpa membeli makanan atau minuman. saat Glory hendak menuju ke kasir namanya dipanggil oleh salah satu dari teman Aksa.
"Glory, Sini.!! " itu suara Dimas yang memanggil nama Glory.
Glory memejamkan matanya kesal, lalu berbalik menatap siapa yang memanggil namanya. Glory terpaksa tersenyum lalu mendekat kepada mereka.
mereka berlima menatap Glory dengan tetapan yang berbeda-beda. Glory berdehem menarik kursi yang ingin ia duduki. " Kalian sudah lama??" Tanya Glory pelan menatap satu persatu wajah mereka.
" Enggak juga. Kita baru Sampek juga kok, paling beda lima menit dari Kamu. " Jawab Aruba lembut, Aruna tersenyum manis kepada Glory.
Glory mengangguk paham mendengar Aruna, sejujurnya Glory tidak nyaman bersama mereka, glory bukan orang yang mudah akrab. Apalagi seusai masalah masalah yang sudah mereka dapatkan kemarin kemarin hari.
Glory menggeleng. " Enggak usah, tadi gue udah bawa bekal dan dimakan di istirahat trakhir, masih kenyang. gue juga bisa pesan sendiri kok. " Jawab Glory kepada Aksa.
Aksa terenyah mendengar ucapan Glory. " Glory..." Bisik Aksa pelan pada Glory. Hatinya benar benar terenyuh.
Glory enggan menjawab, ia memilih memanggil pelayan dan memesan minum Milo dan juga kentang goreng. Aksa menatap glory berkaca-kaca.
Dimas menepuk pundak Aksa yang menahan getaran hendak menangis. Kasa menunduk memejamkan mata, mengepalkan tangan melampiaskan rasa kesal.
Dava diam menatap Glory yang santai dan membuka HPnya, Glory benar-benar mengabaikan Aksa yang sedang mati-matian menahan diri agar tidak menangis.
" Oh iya.. Tadi katanya mau Bicara? Bicara apa?" sebenarnya Glory bukannya tidak melihat bahu Aksa yang bergetar menahan tangisan. Glory tanya tidak ingin mempedulikan atau tidak mengizinkan dirinya mempedulikan Aksa.
__ADS_1
Aksa mendongak, memaksakan senyuman kepada Glory "apa kabar? "tanya Aksa kepada Glory.
Glory berdehem sejenak. " Kau lihat aku bagaimana???" tanya Glory pelan pada Aksa. kesal akan pertanyaan yang menyebalkan dari Aksa.
Aksa terdiam mendengar jawaban Glory. Jawaban Glory sangat biasa saja tapi entah mengapa Aksa merasa jika ucapan Glory melukai dirinya.
Jay menatap glory sengit. " Ditanyain baik baik, tapi jawabnya gitu. " Gumam Jay malas menatap lain arah.
Glory enggan menggapai, ia malah meminum minuman yang baru saja datang. " Kalo enggak ada yang mau dibicarakan lagi gue pulang. Keluarga gue nunggu " Ucap Glory tegas pada mereka.
" Jangan..." Bisik Aksa hendak menyentuh tangan Glory, tapi lebih duluh Glory menjauh dan menatap Aksa dingin.
Aksa tersentak menatap penolakan dari Glory, dia baru saja ditolak oleh adiknya, ditolak sentuhannya. apakah Dimata Glory dirinya najis?
" Kalo masih ada cepet. gue masih ada kerjaan lain yang belum di kerjain bukan cuma duduk sama kalian." Ketus Glory dingin kepada Aksa dan mereka semua.
" Santai aja dong. Loe kok gitu banget sama kakak loe. loe enggak liat apa kalo Aksa sedih denger jawaban loe gitu?" Tanya Jay agak bengis kepada Glory.
Glory menatap Jay tersenyum sinis. " Apa peduli gue?" Tanya Glory malas.
" Glory.. kakak minta maaf sama kamu.. kakak beneran minta maaf." Bisik Aksa lirih kepada glory. ternyata senyum glory selama ini hilang jika ada di sebelahnya. Glory menjadi dingin dan ketus.
Glory menghela nafas mengambil tasnya. " Nggak guna." Awalnya niat Glory ingin bicara pada Aksa tapi jika begini ia mau bicara apa? toh banyak yg lain disini. Glory jadi tidak mood.
Glory bangkit dari kursi miliknya. " Glory..." Suara lembut milik Aruna yang dari tadi diam saja sekarang menyuara. tangan lembutnya memegang tangan Letta yang sudah berdiri. " Aku mau jelasin malam itu... Maafin Aksa dia tidak salah, itu salah aku. Dia jagain aku, aku sakit malam itu. " Bisik Aruna sendu kepada Glory.
Glory mengangguk. " Iya aku paham kok." Jawab Glory santai. Aruna diam menatap Glory yang tidak terlihat marah padanya. Glory melirik Aksa yang juga diam seusai penolakan dirinya. " karena bagi dia loe lebih penting ketimbang nyawa gue." Ujar Glory lalu pergi.
__ADS_1
" Nggak gitu. Glory.. Glory...!!" Panggil Aksa berteriak kepada Glory yang memilih pergi dari sana.