Transmigrasi Twins Antagonist

Transmigrasi Twins Antagonist
Dava


__ADS_3

Glory memandnag semuanya dengan dingin, tangannya terkepal, glory ingin marah pada Dava. Tapi bukankah karakter Dava emang tertulis bnegitu di takdirnya??? Yang artinya sampai kapanpun dava tidak akan mencintai Glora, ia akan selalu membenci Glora??


Itu hal yang tidak bisa glory salahkan sepenuhnya pada Dava. Dava hanya mengikuti alur yang tertulis untuk nya kan? ia hanya hidup dalam zona yang tercipta untuknya.


Tapi tetap saja Glory tidak menyukai nya karena banyak hal.


Sorak dari di yang bermain basket terdengar riang, meteka saling lempar bola, Glory diam menatap semua permainan dengan telirti.


Glory merebut hp Nanda yang sedang main game. Nanda melotot menatap Glory kesal.” Ry loe. Anjir balikin hp gue. gue turun renk nanti.” ujar nanda hendak merebut HPnya kesal.


Glory menolak.” Nanti gue beli demon buat loe. Tapi bentar kasih pinjem Hp loe ke gue.” ujar Glory asal bicara.


Nanda menatap Glory berbinar.” Sumpah loe yah, awas loe ingkat janji.” Ujar nanda brbinar. Glory berdehem dan mengezom permainan mereka. Dan Nanda ikut melihat apa yang dilakukan oleh Glory.


Di lapangan ada Glora yang bermain bola. Glora tidak paham main basket, ia hanya melakukan saran dari guru. Sampai di satu masa dimana ia memukul kesal bola yang tidak bisa ia gapai. Tapi bola yang ia pukul malah terkena aruna.


Aruna terjatuh dengan rambut yang memenuhi wajah mnya.


Klase..!! ini dia.. semua orang heboh mendekati Aruna. Semua orang memandang Glora sebagai pelaku buruknya.

__ADS_1


Glora mengerjab pelan menatap aruna yang terjatuh memegang kepaanya merungis. Glora menggeleng.” Sorry gue nggak sengaja.” Gumam Glora dnegan pelan, hendak mendekat tapi kepalanya sudah terkena bola duluan.


aghh


Pelakunya Dava..!! Glora terjatuh dengan hidung yang memerah dan mengeluarkan darah akibat bola menimpa wajahnya.


Nafas dava naik turun mendekati Glora. Glorra memegang kepalanya yang terpening, sakit. Bola basket itu ukuran dan beratnya lebih besar ketimbang bola lain, sedangkan dava melempar cukup kuat. kepala Glora sangat sakit di buatnya. Hidung Glora seperti patah akibatnya.


Aruna dibantu oleh Rangga, Jay. Aksa dan juga Dimas, sedangkan dirinya sendiri. Bahkan semua orang kelasnya membantu aruna, semua mengerumbuni aruna untuk dibantu. Glora merasa hal itu lebih menyakitkan ketimbang rasa yang ia alami saat ini, aruna menatap Glora dengan tatapan sedih dan tak enak. Semua malah memperlihatkan aura permusuhan pada Glora.


Kepala Glora mendongak secara paksa saat kepalanya ditarik oleh Dava, Glora meringis merasakan kulit kepala yang terasa perih dan nyeri menyatuh berzay. Tarikan Dava bukan main kencangnya, Glora mati-matian menahan agar air matanya tidak turun..” Loe berani gangguin cewek gue ha??” Teriak Dava kuat di depan wajah Glora. Amarahnya sangat kental.


Glora meriingis meada kulit kepalanya terasa sakit dan perih.” Gue ngak sengaja.!!!” Jawab Glora tertahan karena memendam rasa sakit berlebihan.


“ Loe nngak pernah kapok yah gangguin Runa..!!! gue udah bilang jangan gangguin Runa, tapi loe tetep aja gitu.” Teriak Rangga kesal.” Gue benci banget sama loe sialan. Dasar manusia penjahat..!!” teriak rangga kuat.


Hati glora seperti di tusuk oleh jarum tak kasat matah, bernana dan membusuk akibatnya. Perasaannya membiru, terpukul talak pada kenyataan. Mau dirinya melakukan kesalahan atau ketidak sengajaan itu di mata mereka tetap sama, dirinyalah yang salah. Dirinyalah penjahatnya, Aruna adalah manusia paling baik dan paling di lindungi. Hahaha hidupmu Malang sekali Glora.


“mulut loe bauk neraka banget yah, sampek sana gue kecium..!” semua menoleh melihat Glory yang mendekat memandang Rangga dingin. Rangga ikut menatap Glory dengan tatapan tidak suka dan tidak senang. Ngapain kembaran Glora satu ini kemari? Mau membantu saudaranya? Apa dia lupa jika dirinya adalah kakak tersayang nya dulu?

__ADS_1


“apa maksud loe?”Tanya Rangga dingin.


Glory berdecih. Dan nanda juga ikut menatap Rangga malas.” Maksud nya itu mulut loe bauk dosa, loe udah SMA kok ngak paham bahasa sarkas. Banyak banyak lagi yah belajar kedepannya biar nggak bodoh.” Ujarnya nanda tegas kepada Rangga.


“ loe nggak usah ikut campur, dia salah, dia yang udah buat Runa jatuh. Kepala dia kena bola. Loe liat nggak hidung Runa berdarah.” Ujar Rangga membentak.


“dan loe ngak liat kalo hidung adik loe Glora juga berdarah?”Tanya Glory tegas mendekati Glora. Ia menatap rangga sengit.” Loe ngak liat dia dijambak? Loe nggak liat dia digampar? dan loe ngak ngerasa ngomong kasar di depan adek loe yang nggak semestinya loe ucapin sama adek loe sendiri?!!! dan adek loe itu Glora atau Runa sih?” Tanya Glory lagi penuh penuntutan kepada Rangga. Ia mendekati Rangga dengan dingin, rangga diams ejenak menatap Glora yang memnag kenyatanaya sangat buruk keadannya, tadi padahal ia lihat Glora itu penuh kebencian, sekarang penuh kasihan.


Glory mendekati Dava. “dan loe, loe yang tiba tiba nyerang orang sembarangan padahal nggak tau titik temu kebenaran, tiba tiba menjambak, dan tiba tiba gampar. Murah banget yah tangan loe mukul cewek. Gue rasa besok loe pakek rok aja, sekalian jadi banci..!!!!” bisik Glory dingin. Banci adalah kata yang paling di benci lelaki tulen. Lelaki jantan tidak akan terima dikatai banci. Dan Glory tau hal itu. lagi pula semua yang dilakukan oleh Dava tadi ia lihat..


Dava mendengar ucapan Glory diam menatap Glory lebih dingin. “ dia salah. Dia sengaja ngelempar bola, yah gue juga bales lah. Artinya impas kan?”Tanya nya lebih menahan emosinya.


Glory terkekeh mendnegarnya.” Nggak, loe bohong. Loe ngelakuin itu bukan karena loe marah Glora ngelempar bola kena kepala aruna, tapi loe kesal kalo Glora suka sama loe dan gangguin loe. Loe jadikan alasan tadi buat ngelampiasin kekesalan loe.” Tegas Glory. Dava tertegun. glory tau dari mana?


Glory tersenyum sinis melirik Glora.” Dan loe, nggak seharusnya loe suka sama bajingan satu ini, udah di caci maki, di tending, dipukul, dipermaluin. Bahkan udah mau diperkosa maish ada. Loe jadi cewek kok murahan banget.” Ujar Glory ketus. Glora melebarkan mata menatap Glory nanar dan juga sesak.


Apa Glory juga tidak menyukainya sekarang? Glory menghela nafas melihat Glora yang memandangnya sendu. Ia benci itu.


“tapi dia salah, dia udah mukul bola ke Runa.!!” Ujar aksa tegas kepada Glory.

__ADS_1


“ dan loe tau dari mana kalo dia sengaja ngelempar bola ke Runa? Loe punya bukti?”Tanya Glory dingin dan tegas kepada Aksa. Aksa tercekat melihat amarah Glory, suara Glory lebih dingin kepadanya dari pada yang lain. Dan aksa tidak senang melihat hal itu.


Glory terkekeh.”nggak kan? kalian tu manusia paling bodoh tau nggak!!! Selalu ngerasa Glora manusia paling jahat, tapi kalian nggak sadar yang sebenarnya itu kalian yang jahat..!!! kalian yang lebih jahat..!!! kalo Glora mukul Runa satu kali kalian bales jambak dnia pukul berkali kali. Otak kalian dimana emang ha?” teriak Glory marah dan kesal kepada aksa. Aksa terdiam tercekat melihat amarah Glory. Glory marah, kesal. Mungkin perpaduan perasaan mereka yang kembar menjadi satu.


__ADS_2