
Halo semua, Maaf ya kalau aku telat update soalnya ada beberapa pekerjaan survei yang saya harus kerjakan tapi saya masih berusaha untuk menyelesaikannya ya dan beberapa novel yang memang belum saya update bukan karena saya nggak lanjut tapi karena memang saya nggak sempat.
.
.
.
Glory mengemas sebagian barangnya seperti HP, hodie kesayangan, sandal kesayangan, celana kesayangan. Hanya memakan satu koper untuk peralatan yang ia bawah, selebihnya ia tidak bawa. Di belakang nya ada Regan yang memain HP sembari sesekali melirik Glory kesal.” Jadi loe beneran mau pindah Ry?”Tanya Regan lemas.
Glory berdehem masih sibuk membereskan bajunya. Regan melempar Hpnya di sebelah kanan kesal, menjatuhkan tubuhnya di atas kasur kasar.” Terus kalo loe pergi yang gue jailin siapa dong? Abi sama Uma tu ngak asik, soalnya udha tua.” Ujar Regan kesal.
Beberapa bulan bersama Glory membuat dirinya merasa lebuh ramai Regan melihat Glory yang hanya diam tidak menjawab melempar Glory dengan bantal guling kesel. “Glory..!!” Rengeknya kesal.,
Glory yang dilempar melotot menoleh kepada Regan. Regan bukannya takut ditatap sengit oleh Glory malah kembali menatap Glory kesal dan geram, siapa yang dilempar siara yang geram. Glory menghela nafas pelan.” Yah gimana dong? Loe mau ikut gue?”Tanya Glory memutar bola mata malas, melanjutkan pekerjaan yang tertunda.
Regan mendelik tidak terima.” Nanti Uma sama Abi bisa bisa jadi reog. Lagian kenapa sih pulang ke keluarga loe? Lagian disana loe engak dihargainya kan, loe bilang loe kembarannya Glora, secara ngak langsung Rangga itu kakak loe kan? gue masih inget gimana dia mukul loe pas loe bantuin Glora pas dipukul dia. Jangan deh nanti loe dipukul.” Regan berusaha memburukkan nama Rangga dan keluarga agar Glory masih di sini. Regan tidak mau Glory pergi,
Glory mengangguk.”Inget Gue, tapi gue anak kesayangan mak bapak gue di sana, gue nggak tega ninnggalin mereka lama lama Gan, gue juga bakal sering ke sini kok ketemu Uma Abi sama loe. “ Ujar Glory menghela nafas. menutup kopernya selesai. Glory menoleh kepada Regan.
Regan memytar bola mata malas, Glkory mendekat dan merangkuyk Regan.” Loe jangann gitu lah, gue bakal sering ke sini, seneggaknya satu minggu sekali bakal nginep di sini.. “ Ujar Glory dengan menaik turun alisnya.
Regan kesal meenggeser tubuhnya”Males lah seminggu sekali, “ Ujar Regan kesal kepada Glory. Enggan menatap Glory.
__ADS_1
Glory berdecap memutar rotasi matanya karena tubuhnya terjatuh.” Ellah kita kan juga bakal ketemu di sekolah, sekolah kita Full Day kalo loe ngak lupa, secara ngak langsung setengah hari kita ketemu.” Glory memposisikan duduk lebih baik menatap Regan, mencoba membujuk kakaknya satu ini.
“ yah itukan beda kalo di sekolah loe bakal main sama temen loe bukan sama gue, mana kelas kita beda lagi. kalo ketemu paling Cuma sesekali kan. “ Jawab Regan melempem, wajahnya benar benar di tekuk dengan mata yang meredup kebawah. Bibirnya maju dua senti.
Glory melihat wajah Regan hampir meledakkan tawa dibuatnya. “ nanti kalo kangen bilang aja, kita main dan ketemu deh, atau loe bisa main dan nginep sama gue. Regan jangan gini dong, gue kan juga punya keluarga yang nunggu gue, gue pulang juga buat orang tua gue, gue sayang sama Abi Umi, loe. Tapi gue juga punya rumah yang harus jadi tepat gue balik.” Ujar Glory membujuk. Kali ini Glory yang memberi wajah memelas kepada Regan yang merajuk.
Regan terdiam melirik Gllory dengan ekor matanya. benar kata Glory, ia tidak bisa menahan Glory diisni terlalu lama, Glory memiliki kehidupan lain bukan hanya disini. Glory punya keluarga kandung yang harus ia temui, glory punya ayah ibu yang harus ia jaga. Regan hanya orang luar tidak bisa memaksa keadaan, tidak bisa memaksa Glory agar stay disini selama lamanya Regan tidak bolkeh egois, mengikat Glory tanpa alasan begini.
Hu Regan sangat tidak rela. Tegan akhirnya mengangguk pelan, setuju tidka setuju.”Iya dehh tapi janji yah nanti loe sering main ke sini terus kalo gue ajak main loe mau.” Ujar Regan melirik Glory di sisinya.
Glory tersneyum dan mengangkat jarinya membentuk angka v. “ Nggak janji, tapi gue bakal usahhain sering main ke siini, “ Jawab Glory.
Rega berdecap.” Gue suruh janji loh.” Sorak Regan tidak setuju akan jawaban Glory.
“ Apa sih..! loe ngomong bauk neraka. Busuk.” Regan menutup bibir Glory dengan telatak tangannya kesal. Kesal ucapan terakhir Glory yang mengatakan ia akan pergi selamanya, tidak Regan tidak suka orang orang terdejatnya mengatakan hal hal begitu.
Glory menghela nafas. mendengus menarik tangan regan dari mulut.” Si Reganjing, tangan loe bauk terasai pakek ngatain gue lagi.,” ujar glory kesal kepada Regan. Sontak regan mencium tangannya, benar. Regan melorik
Glory yang mengusap hidungnya kesal dan Regan terkekeh kembali membekap hidung Glory.” Hadiah karena loe mau pergi.” “ Regan bauk oy.. huiek.” Glory memberontak didekapan Tangan Regan. Tapi Regan malah menarik tubuh Glory lebh dekat dna terbahak.
Memang Regan tadi makan ayam goreng sambal terasi dan juga beberapa lalapan, jadi tidak heran jika tangannya bau terasi.,
Sudah percakapan dan tindak kejahilan Regan tadi, sekarang Glory sudah berada diruang tamu, sudah berisi Komala dan panji yang menatap Glory sedih. “Sayang jangan lupa yah sama kami, pokoknya sering sering main kesini, nanti Umi kangen.;” Ujar Komala mengusap wajah Glorty lembut
__ADS_1
Glory mengangguk yakin.” Harus dong, nanti kamapr glory di isi anak baru sama uma abi kan ngak bagus banget, jajan Glory berkurang.” Tegas Glory .
Komala terkekeh mendnegarnya dan Panji menggeleng.” Kamu yah, tapi bener haha kalo satu minggu nggak main ke sini, awas jajan kamu Abi hentiin beneran.” Ujar pajji melotot. Gloryterbahak mendengarnya.”iya siapp abi yang paling buncit.” Ujar Glory menoel perut Panji yang memang buncit.
Panji menatap Glory melotot.” Ini one pack namanya.” Jawabnya.
Komala dan Regan malah terbahak mendnegarnya. “mana ada one pack, adanya sixpack bapak bapak.” Ujar Regan heboh.
Komala terbahak menggeleng. Glory malah mengeleng”Ini itu bikan One pack.” Panji melirik Glory yang terlihat serius ingin membantunya.” ini ada bayi, jaga yah abi.” Ujar Glory. Panji yang tadinya tersenyum sumrintah mendadak mendatarkan wajah.
Komala dan Regan kembali tertawa terbahak akibatnya. “jajan kamu Abi potoong minggu ini.” Ujar panji kepada Glory kesal. Anak ini sering sekali mengejeknya begini. padahalkan dia memang buncit.
Glory mendengar ucapan Panji gelagapan.” Duh Abi paling tampan sedunia, jangan dong. Nanti kalo Glory jajannya dipotong Glory makannya apa?? Kalo Glory kurus kan nggak monttoq lagi.” ujar Glory polis dan memelas, Wajah Glory terlihat sok manja dan imut.
Panji mendneggus.” Emang kapan kamu montoq si Ry? Jangan halu,,!!!!” Panji mengusapw ajah Glory mengejek di balas tawa Regan dan Komala semakin kencang.
Glory menganga mendengarnya. Regan mengangguk setuju.” Sok soak. Halu loe halu.” Regan bersorak heboh. Regan memang suka jika Glory dipojokkan.
Glory kesal mendneggus.” Punya loe kecil.” Ujar Glory menjitak kepala Regan malas menghentikan tawa Panji dan Komala yang tadi membara.
“Kok kamu tau Gllory punya Regan kecil?” Regan yang tertawa pun menatap Glorry horor, heh miliknya dibilkang kecil dimana dia tau emangnya?
Sedangkan Panji dan Komala mendadak mendatar kan wajahnya menatap Glory yang terlihat polos.
__ADS_1