
Dijalan Glory yang kesal tidak sengaja menabrak seseorang, keduanya oleng kebelakang. Glory mundur dan mengerjab menatap si penabrak.
Glora. Kembarannya, terlihat wajah Glora muram dan juga penuh luka diwajahnya. Glory melihat hal tersebut cukup kaget dan heran.” Loe kenapa?”Tanya Glory dengan tatapan penasaran,.
Glora diam menatap Glory dingin dan datar.” Kita perlu bicara.” Ujar Glora dingin menarik tangan Glory.
Glory disana kaget “Tapi udah bel, nanti kita kena hukum kalo telat masuk.” Ujar Glory jujur. Glory typekal gadis yang tidak akan bolos jika tidak ada alasan tertentu, jadi ia segan jika saat ini di ajak bolos oleh Glora. Apa sih yang ingin dibicarakan?
“ Loe bolos aja hari ini.” Ujar Glora dingin.
“Nggak mau lah, ngapain loe ngaajak gue bolos, sesat jangan ngajak ngajak dong.” Ketus Glory malas pada Glora yang terlihat amsih menyeretnya.
Glora melirik Glory dingin.” Loe..!” Glory merinding melihat tatapan Glora yang sangat dingin. Tangan glory terangkat ke atas membuat Glory memejamkan mata takut,
Bugh.
Eh tunggu, kok hangat?? Bukan sakit menimpa pipinya atau kebas?
Glora menangis dalam pelukan Glory, iya Glora menangis teriksak isak. Glory tertegun membuka matanya Melik Glora yang menangis, agak gugup dan bertanya tanya ada apa dengan Glora yang menangis dalam pelukannya begini, terakhir kali hubungan mereka tidak sebaik itu.
Glory melihat sekeliling, ini masih di dekat wc. Glory bingung jika begini.”Eh jangan nangis, kita cari tempat lain yuk.” Ujarnya.
Glora masih terisak menangis dalam pelukan Glory. " Udah dulu Oy. Bada. loe Babin gede mana trangkat gue, mana nemplok kayak lintah." Ujar Glory meringis.
" Sialan loh." Glory cengengesan melirik Glora yang terlihat kesal.
Glora diam mengikuti dimana Glory membawanya, di salah satu gudang dekat wc.
__ADS_1
Glory menatap Glora dengan tatapan kepo dan penasaran.” Loe kenapa? kok nangis?”Tanya Glory sendu dan nanar. Dengan gugup Glory mengusap kepala Glora.
Glora menatap Glory penuh air mata.” Loe jahat banget ninggalin gue, loe tau nggak gue enggak punya siapa siapa selain loe tau nggak..!!” ujarnya lirih pada Glory nanar.
Glora menangis kembali memeluk Glory penuh kerinduan.” Gue rindu banget sama loe hiks hiks, maafin gue saat itu gue enggak nerima loe hiks hiks. Mafain gue. harusnya gue yang di culik harusnya Gue yang pergi bukan loe.” Glora terus terisak menyalahkan dirinya atas penculikan terjadi pada Glory.
Glory mendengar ucapan Glora terenyah, Glory pikir Glora akan marah dan membencinya, sebab karena dirinya kedua orang tua mereka sama sekali tidak mencintai Glora.
Glory tersenyum miris pada Glory. Glora menatap lagi nanar Glory.” Loe enggak tau seberapa rasa bersalahnya gue sama loe hiks hiks. Tabungan loe habis buat gue dan berkat loe gue enggak lagi pernah kelaparan hiks hiks. Loe hiks hiks gue nggak tau harus ngomong apa,.”: bisik Glora nanar pada Glory.
Saat dimana Glory memberikan dirinya boneka berisikan banyak uang tabungan Glory, beberapa barang baru dan bagus, makanan makanan dari mansion utama, dirinya benar benar tidak pernah lagi kelaparan, beberapa pelayannya yang memperlakukan dirinya buruk sudah hilang ditelan bumi, diganti bibik Ana yang baik hati dan merawtanya sepenuh hati, lalu ada Davit yang juga menjaganya segenap jiwa raganya.
Ia bisa menikmati makanan lezat, memiliki café dan restoran untuik melanjuti usaha yang menghasilkan uang uang berikutnya.
Semua uang awalnya di kelolah oleh David, Devin dan Anna, mereka juga yang membuat cafe milik Glora menggunakan resep Bi Anna.
“ Emang gue tau gue bakal di culik? Enggak lah pas itu, kalo tau gue diculik mending gue sembunyi aja dan biarin loe yang di culik.” Ujar Glory dengan malas.
“Ih lkok gitu sih?”Tanya Glira memajukan bibirnya tidak senang.
Glory malah terkekeh melihat wajah Glora yangs embab karena menangis menatap dirinya merajuk.”Iya gitu karena nggak gini,.” Ujar Glory ikut meniru merajuk.
Glora menatap Glory kesal dna ikut terkekeh karena merasa lucu. Glory tersenyum sendu dan berjalan menuju bangku yang berdebu.
Glory mengusapnya pelan dan duduk disana. “ Gue beneran nggak tau kalo gue bakal di culik pas itu. kalo gue tau gue pasti ngajak loe. Soalnya disana enak loe pasti enggak bapak dapat penyiksaan dari keluarga lagi.” Ujar Glory pelan.
Glora memandang Glory nanar.”Loe tau?” Tanyanya pelan.
__ADS_1
Glory mengangguk.” Dari kecil, kita diperlakukan beda, loe ditarok dirumah belakang sedangkan gue rumah utama, gue dijadiin anak kesayangan yang bener bener enggak boleh liat dunia, gue enggak dikenalin sama orang lain kecuali elo supaya gue aman dan loe jadi incaran orang orang, loe yang di jodohin dan loe yang di tuntut ini itu sedangkan gue? hidup enak, semau gue mau apa, dan loe? Hidup penuh kekurangan, kurang gizi bahkan makan makanan sisa dari kami.” Ujar Glory.
Glora menatap Glora nanar.” Yah mangkanya gue nabung semenjak tau hal itu, gue nabung banyak banyak dan nagsih ke elo, supanya meksipun loe kekurangan kasih sayang loe enggak kekurangan makanan. Gue pernah liat loe nangis di sudut ruangan sambil liatin gue es krim, loe enggak pernah makan es krim sata itu mnangkanya gue nangis. Gue mau loe ngerasaain banyak makanan mangkanya gue kasih loe banyak uang.” Lanjut Glory lagi pelan.
Tidak semuanya salah, sedari awal Glory ingin merubah nasib buruk dari Glora, Glora terlahir dengan rasa benci dan iri, glory pikir setidaknya dengan uang itu Glora hidup lebih layak dan juga hidup lebih bahagia dibanding di salam Novel.
Jika Glora yang harus nya kelaparan setidaknya di dunia nyata tidak, jika Glora penuh luka pukul jadi di sayang dan di lindungi.
Glory mengusap kepala Glora sayang.Glora yang di usap sayang menatap Glory nanar dan sayu. Baru kali ini ada yang memperlakukan dirinya sebagus ini dan sesayang ini. Glory tersenyum manis padanya.” Tapi entah kenapa pas itu gue ngerasa akan pergi jauh banget, terpisah sama loe, mangkanya gue utus bi Ana sama om Davit om Davin buat jagain loe, davit sama Devin. Emmm eh enggak taunya gue di culik.” Ujar Glory menghembuskan nafasnya.
“Tapi Glory. Bik ana sama om Davin meninggal gara gara lindungin gue dari penculikan.” Bisik glora, air mata glora jatuh mengatakan itu. dirinya sangat takut Glory marah padanya tapi dirinya juga harus jujur tidak ingin Glory kecewa padanya jika mengetahui dari orang lain.
Glory mengangguk.” Gue tau kok dari Alga dan om Davit kemarin, enggak apa apa, bik Ana pasti sekarang sudah tenang dialam sana seusai jagain loe. “ jawba Glory. Dirinya seidh sebenarnya tapi tidak mau menyalahkan Glora. Jika menyalahkan Glora lantas apa tidak Glora akan sedih? Emang Glora yang membunuh Bik Ana?
Glory menangis mengusap air mata menatap Glory.”Maafin gue enggak ngenalin loe sedari awal, maafin gue karena gue bik Ana Meninggal dan maafin gue karena gue nggak denger peringatan loe tentang Dava. Kalo nggak karena loe gue yakin sekarang gue udah nggak peraw4n.” Bisiknya nanar. Ingat ptistiwa dimana dirinya hampir diperkaos oleh Dava hanya gara gara dirinya membully aruna. Ada rasa senang sebenarnya bahkan ia hampir menyerahkan diri, andai davit dan Alga tidak segera masuk sudah pasti dirinya sudah habis saat itu.
Glory mengangguk.”Kitakan memang gtu, memang enggak akan percaya sebelum terjadi kan? lain kali loe harus lebih mikir dri loe sendiri sebelum mikir orang lain.” Ujar Glory. Glora mengangguk tersenyum berdiri di depan Glory.
Glory menghela nafas.” Gue pikir loe bakal benci gue pas ketemu gue, ternyata loe masih tetep inget.” Ujar Glory terkekeh.
Glora menghela nafas.,” gue mau benci sama loe, tapi Cuma loe yang peduli sama gue sedari kecil, jadi kalo gue benci loe siapa lagi peduli sama gue??”Tanya Glora sendu.
Glory tergelak mendengarnya.” Menyedihkan.” Ujar Glory.
“ sialan loe, tapi emang sih.” Uja Glora nanar mengusap air mata, padahal dirinya sedang sedih tapi Glory masih mengejeknya.
Glory disana mengapit pipi Glora dna berkata.” Uh adik ku paling tayang, sini peyukk..” glory memeluk Glory dengan lebay.
__ADS_1
“ apa sih. Lebay deh.” Ujar Glora memutar bola mata malas tapi maish membalas pelukan Glory. Glory tergelak melihat tingkahnya. Glora mengulum senyum, senang bisa memiliki seseorang yang menyayangi dirinya sepenuh hati.,