Transmigrasi Twins Antagonist

Transmigrasi Twins Antagonist
58


__ADS_3

Hai guys. Maaf yah karena akhirakhir kemarin sibuk bikin sedikit lamban dalam Up novel ini, sudah dari kemarin udah nggak sibuk sebenarnya tapi sedikit kendala di kesehatan. Hemmm maaf yah semoga kedepannya bisa lancer lagi amiin.


...----------------...


“Kamu beneran mau sekolah lagi?” Tanya Komala lirih pada Glory yang sudah siap menggunakan baju sekolah yang dibelikan Regan di koprasi kemarin. Komala khawatir jika Glory sekolah sekarang, pemulihan Glory juga menurut Komala belum cukup maksimal.


Regan melirik Glory yang mengangguk.”Udah baikan kok Nana Tan, Kepala Nana tambah sakit kalo tidur terus, nanti gepeng kepala Nana.”Ujar Glory ceriah.


Panji mendengar sedari tadi ikut tertawa." Mana ada...."


Komala mencubit pelan pipi Glory. Sang empu malah cengengesan.”Nanti kalo ada apaapa kamu bilang sama Regan saja yah atau telepon Tante sama Om.”


“Ayay captain..!!!” Glory menatap Komala yang menatapnya khawatir, ia memperlakukan Glory seperti anaknya sendiri. Glory tersenyum sendu, senang memiliki banyak orang baik disekitarnya.


Yah.. sudah dua bulan tinggal di sini karena pemulihan, sekarang Glory sudah jauh lebih baik, tubuhnya sudah mendingan, luka jahitan operasi juga sudah kering, hanya rambut Glory saja yang cepak dibagian dijahit dan dipotong sangat pendek kibat tragedy permen karet Regan kemarin. Jadilah dirinya harus menggunakan Wig penndek dengan potongan Pop,


" Yakin si heboh nih sekolah nanti..." Lirih Regan Melirik Glory masam.


...----------------...


Sekolah hari ini dihebohkan kedatangan Glory yang tiba-tiba, dengan penampilan baru, wajah yanhg jauh lebih putih tampa Foundi biasa yang digunakan, mata biru amber yang mencolok juga tak ditutupi lagi dengan soflen, rambut pendek dan senyum ceria yang tidak pernah hilang. “Halooo semua..!!!!!”


Semua dalam kelas terdiam saat Glory memasuki kelas, Glory tersenyum ringan. Glory melirik guru yang mengajar tadi yang juga menatapnya terkejut.


Glory tersenyum manis.” Maaf bu saya telat, tadi mobil kami bannya kempes.” Ujar Glory jujur


Memang saat pergi kesini ban mobil tibatoba bocor membuar mereka harus masuk sekolah dalam keadaan terlambat. Untunglah mereka memiliki nomor dari BK dan mereka mengirimkan bukti ban mobil meleduk, dengan beberapa fose mereka dengan ban mobil jadi tidak dijatuhkan hukuman.


“Oke.. si-silakan duduk..!” Balas bu Susi gugup. Glory merekahkan senyum dan melangkah ceriah, duduk di tempat duduk lamanya, disana ada Nando yang terdiam bergeming menatap Glory yang?

__ADS_1


" Itu kursi ku. Bisakah kamu Pindah?” Ujar Glory pelan, Nando terdiam bergeming melirik semua orang yang menatap interaksi itu. Nando dengan kikuk mengambil tasnya dan menuju kearah bangku lamanya, dibelakang sekali.


Glory tersenyum memilih duduk dibangku miliknya yang lama, miliknya akan tetap jadi miliknya, sampai kapanpun itu. Yahhh...


Semua yang tadi menatap Glory sekarang menahan nafas menatap kedepan. Bu Susi selaku ibu guru bahasa Indonesia juga ikut tercengang melirkk Glory dengan tanda Tanya besar. Kasus kemarin yang sangat besar karena perampokand an ilangnya sospok tersbeut membuat warga dunia pecah, tapi sekarang? lihat dia bahkan baik-baik saja tersenyum ceriah seolah tidak merasakan apapun.


Bahkan kabar jika pemakaman tanpa jasat milik Glory sudah tersebar luas...


“Bu... nggak jadi belajar?!!!” Glory mengernyitkan dahi menatap Bu Susi yang tak lagi bicara malah menatapnya bengong bersama dengan murid lain.


Bu Susi tersentak saat suara Glory memecahkan pikirannya. Menatap lamban Glory yang duduk menatap semangat Bu Susi jadi bergidik ngeri. Apakah dia benar-benar Glory???


“ Loe berhutang penjelasan sama gue.,.!!”


Gloryu diam melirik Nanda yang menatap manik mata biru itu tajam penuh penuntutan. Gloty malah tersneyum lebar dan menatap kedepan lagi tak mengindahkan ucapan Nanda. Nanda tertegun menatap manik mata yang mengabaikannya tetapi tetap tersenyum selebar itu.


...----------------...


“Aksa..!!!!!!” Senua menatap arah suara, termasuk gadis yang sedari tadi tidur disudut belakang ruangan, semua menatap arah dimana sosok gadis yang menarik nafas terburu-buru. Semua orang tertegun termasuk guru yang mengajar.


” LUUNA..!!!” Kamu datang telat, malah teriakteriak begitu. Nggak sopan kamu..!!!!” Bentak pak Sigid keras pada sosok gadis yang melangkah masuk dengan berteriak.


Luna terdiam melirik pak Sigid sangat kaget,. Luna buru-buru berdiri tegak menatap pak Sigid gemetar.”Duh pak maaf, tadi saya nggak tau bapak udah masuk.” Luna mengutuk dirinya sendiri yang sudha berteriak tak melihat tempat. Mengingat siapa pak sigid, membuat darahnya berhenti berdetak sesaat karena merasa ngerih. Hukuman apa yang akan diterima olehnya?


“Jadi gosib apa yang kamu bawa Luna sampai berteriak begitu kemncang pada Aksa? Atau kamu suka dengan Aksa mangkanya berteriak sekencang itu??”Tanya pak Sigid dingin.


Luna meremas rok yang dikenakannya melirik teman-temannya yang bersorak menyoraki dirinuya ciee...


“DIAM..!!” Semua sorakan menjadi hening menyisahkan Luna yang diam menyembunyikan tawanya.”Apa yang lucu Luna????” Tanya pak sigid.

__ADS_1


Luna melirik pak Sigid menggeleng menyembunyikan wajahnya yang ingin tertawa,. Pak sidit menghela nafas.”Sekarang kamu pergi ke ruang guu, kamu pergi keruangan saya disana ada buku yang baru dikirim kemarin sore untuk dibagikan. Hukuman kamu adalah memisahkan buku-buku itu dan bagikan semua ke pada kalas masing-masing kelas XI MIPA. Sekarang..!!!!”


Luna membulatkan bibirnya.”Duh pak tapi-


“Tapia pa? kalo nggak mau dihukum sini bilang sama saya gosib apa yang kamu bawa untuk Aksa..!” Ujar pak Sigid tajam.


Luna menggigit bibir bawahnya melirik Aksa yang diam dan lesuh.”CEPAT PERGI SEKARANG...!!” Luna memehjamkan mata melirik Aksa, keluar dengan lesuh lagi menatap siapapun yang nisa ia tatap.


Luna menghela nafas ingin bersandar sebentar didinding.”Sialan, padahalkan gue mau ngasih tau kalo ada yang mirip adiknya dia, “Ujarnya lirih tetapi ia tetap berjalan meninggalkan kelas. Di sisi lain Aksa tetap diam menatap hal itu tak bergeming sedikitpun, beberaa orang menatap Aksa iba, sebab setelah dua bulan itu tak ada satupun yang melihat dia tertawa.


Bel berbunyi menandakan semua murid akan di istirahatkan termasuk kelas Aksa. Disana ada Dava juga yang hanya diam saja sedari tadi, aura mencekam miliknya mampu membungkam siapapun yang ada dikelas, sudha dua bulan kelas ini suram akibat oknum-oknum yang tidak bertanggung-jawab jawab ini., oke salahkan Dimas dan Jay juga yang tak bisa mencegah mereka bersikap dingin.


“Aksa..!!!” Luna memasuki kelas dengan nafas yang naik turun, baju yang kust dan beberapa debu menempel dibajunya. Aksa meliriknya sekilas lalu menaikan satu alisnya. Luna menarik nafasnya menunjuk arah kedepan."Gue ketemu Glory tadi pagi...!!!'"


...----------------...


Di sisi lain Glory memasuki buku-bukunya miliknya.


“ hmm Glory,,.!!!” Glory mndongak menatap bu Susi yang menatapnya ragu.” Nanti keruang kepala sekolah yah setelah makan dikantin..!” glotry mengangguk tersenyum kepada bu Susi.


“ Na.. ini loe beneran? Yaampun ini beneran Na? kok bisa selamat Na? berita kemarin itu hoax atau Cuma Prank gitu yah??” beberapa anak kelas menggerumbuni Gloty. Glory melirik mereka satu persatu lalu tersenyum lembut


" Emang kalian berharapknya gue mati beneran?” Pertanyaan Glory membuat semuanya bungkang.


" Em maksud kita bukan gitu Na..." Gumam Azka yang juga dari salah satu yang lain. Melirik Glory takut. " Kota cuma khawatir sama loe. "


Glory tersenyum lagi dan tergelak pelan.”Hanya bercanda, jangan tegang banget mukanya,” Ujar Glory setelah tertawa. Semua disana terdiam menatap yawa Glory. Sangat indah.


“Kekantin yuk..!!!!” Ujar Nanda menarik tangan Glory. Glory mngangguk tersenyum kepada teman kelas mengikuti Nanda dan Nando. Glory lagi-lagi tersenyum membuat Nanda dan Nando menatap Glory ngeri. Kenapa dia selalu tersenyum mengerikan begini????

__ADS_1


__ADS_2