
Senyum Faris terlihat lebar menebar bunga-bunga disekitarnya, para pelayan dan bodyguardnya tercengang menatap wajah aneh milik sang tuan, baru kali ini tuan tersenyum menebarkan aura positif. Biasanya aura yang mereka dapatkan adalah aura gelap nan suram. Lalu apa yang membuat sang tuan memiliki aura positif malam ini? Apa yang membuat sang tuan sebahagia itu?
Senyum Faris memang tak lepas dari tadi mengingat pertemuan dengan anak perempuannya yang telah lama hilang,
“ Papa sudah pulang??” Faris melirik kaget menatap ruang tengah, disana ada anak perempuan dan beberapa anak laki-lakinya yang duduk.
Tak hanya Faris, mereka yang disana pun menatap heran Faris yang tersenyum memasuki kawasan rumah. Faris berdehem sejenak.” Hm.. kalian belum pulang?”Tanya Faris kembali dingin. Aura positoif berubah dalam hitungan detik, wajah yang tadinya tersneyum sekarang kembali datar.
Rangga yang tadi bertanya menggaruk tengkuk yang tak gatal.” Itu pa, temen Rangga Aruna dan lainnya nginap yah malam ini di sini. Soalnya baru pulang dari rumah sakit, kepalanya bocor dipukul sama Glora tadi..” Jelas Rangga gugup.
Faris melirik Rangga mendelik, lalu menatap Glora. Disana juga ada Dava dan Jay. “ Kamu buat ulah lagi?” Tanya Faris dingin.
Glora yang ditanya menunduk, takut dan gelisah. " Iy... Iya tapi dia duluan yang salah deketin tunangan Ak- aku..." Belanya takut.
" Oh..." Ujar Faris malas, Faris mengepalkan tangan mendengus memilih pergi meninggalkan ruang tamu.
Rangga melirik ayahnya yang pergi melongo, melirik Glora yang sama kagetnya.”Kok?” Gumam Rangga pelan, Biasanya jika Glora melakukan kesalahan ayahnya tak akan segan memukul dan menendangnya sampai Glora berteriak histeris, meminta ampunan. Ini?
ayahnya hanya pergi meninggalkan ruangan?
Glora menatap ayahnya sendu, sedikit tersenyum, ayahnya tidak memukulnya adalah suatu hal yang membuat ia bahagia, biasanya jika ia melakukan kesalahan sedikit saja maka dirinya akan memar babak belur dihajar olehnya.
Jay? Ia terlihat berdecap.”Gue nginep aja buat jagain Aruna sama Dava. “ Ujarnya.
Dava mengangguk pelan melirik Glora di sisinya. Berbisik pelan.”Loe bisa lolos dari bokap loe, tapi nggak sama gue..!!!!”
Glora meringis merasakan bahu bagian kanan ditekan kuat oleh Dava. Glora melirik Dava lirih.”Sakit..!”
Dava menyeringai semakin menekan tangannya dibahu Glora. Bangkit menghempaskan bahu Glora. Glora meringis terjatuh ditinggal oleh ketiganya. Glora menggigit bibir bawahnya tak senang.
...----------------...
Glory memasuki rumah, tak ada tanda ada Aksa dirumah, mobil Aksa tak ada. Glory yang baru pulang dari bertemu Faris terduduk diatas sofa.
Melirik kamar sang kakak yang terbuka menampilkan kamar yang kosong. Glory berdecap mengambil HPNya. Mulai memanggil kakaknya. Dari WA, dan seluler tapi tak ada yang diangkat.
Glory menggigit bibir bawahnya.” Ini udah tiga malam loh abang pulang larut malam.. “ Gumam Glory lirih, sedih dan sunyi rasanya, Glory mengusap pipinya bosan menatap televisi. Apa kakaknya semakin menjauh? Padahal ia sangat menyayangi Aksa, ingin Aksa hidup lebih baik.
__ADS_1
Dub.... lampu rumah mati mendadak. Glory tertegun menatap sekeliling. Dengan cepat mengambil HP menghidupkan lampu,
“Bang Aksa.... “Gumam Glory lirih. Glory merasa jantungnya membuncah takut. Melirik Hp menatap jam menunjukan pukul 1 malam.
Memang sudah sangat larut. Dengan keberanian yang ada Glory melangkah menuju saklat depan.. tapi belum sampai kedepan bunyi keras terdengar dari arah dapur. Glory menjatuhkan HPnya kaget mendengar suara keras itu. Glory melirik kanan dna kiri yang sangat gelap.. mencari HP yang jatuh...
“ Loe ke kanan.. gue ke kiri bro.. cepat—cepat..!!!!”
Glory tertegun mendengar suara berat seperti lelaki asing. tubuh Glory gemetar tak ajdi menarik hp yang jatuh takut menimbulkan cahaya. Glory terduduk dibawa sofa yang di sisinya mencoba menatap dalam kelam.. gemetar mengambil Hp untuk ia hidupi..
“Maling?”Gumam Glory lirih.. dengan gemetar mencari kontak Aksa lagi...
“ Siapa di sana?”
Nampaknya cahaya HP membuat Glory ketahuan.
Glory terlonjak kaget saat seseorang berdiri tak jauh dari kamar abangnya menatapnya. Glory memekik berlari menjauh dari sana menuju kamar atas miliknya, tetapi rasanya sangat jauh. Glory memilih segera di sudut ruang tamu sebab ditangga sudah ada lelaki lain yang menunggu..
“Ada orang.. cepat.. ada orang.” Glory menatap gencar sekeliling, sangat gelap tak ada pencahayaan, ia hanya bisa mendengar suara-suara asing mengatakan hal itu..
Glory memegang dadanya yang terasa takut, mencoba mencari kontak Aksa,. Menelpon secara cepat... tetapi teleponnya tak diangkat. Glory merasa cemas kembali menelpon kakaknya.. tapi teleponnya ditolak. Glory terasa lemas duduk di lantai.
" Yaallah Yatuhan ku... Tolong bantu hamba Yaallah.... Siapa aja tolong..." Gumam Glory lirih.
kembali menelpon Aksa... tapi tetap gak di angkat.
'"Bang angkat bang. Sekali ini aja bang Ya Tuhan...." Lirihnya berbisik. Tangan miliknya tak bisa berbohong jika sedang panik
Ia juga menelpon random siapapun yang ada di kontak nya. tapi tetap tak ada yang menjawab tetapi Para perampok sudah menyebar di semua ruangan mencari nya.
“Disini..” Glory melempar Hp kaget saat cahaya menerpa wajahnya.
Disana Glory bisa dengan jelas menatap sang perampok, lelaki berkumis dan bertubuh besar. Glory gemetar memungut HPnya lagi. mata sang perampok terlihat bengis.” Tangkap dia..!!!” Tekannya, disana sudah ada dua anak buah.
Glory tak diam langsung mengambil guci besar di sampingnya dan plas..
Auu terdengar suara keras menggema karena guci itu dilempar Glory keatas kepala sang perampok. Glory meringsut mengambil miniatur diatas meja random.. melempar lagi kepada mereka. Tak tau mengenai atau tidak tapi Glory berlari tak tentu arah. Rumah minimalis ini menghantarkan Glory kearah dapur. Dikejar beberapa perampok yang masih selamat.
__ADS_1
“ Diam disana, atau kamu kami bunuh..!!!!!” Glory manahan tubuh yang gemetar, menatap perampok dengan nafas berat saling bersahutan ditengah tenang malam. Glory menendang kursi yang ada kearah perampok., tetapi Glory malah terjatuh.
“Menyusahkan..!!!” Tekan perampok... Glory tak bisa melihat apapun karena kelam disekitar..
Plas. Glory tiba-tiba merasakan kepalanya tersentak benda keras... Glory diam merasa pacuan dari jantungnya, darah menetes dikepalanya. Darah? Glory mendongak merasakan sakit yang entah mengenai apa..
Plas.. Glory kembali jatuh merasakan tusukan di bahunya. Glory terjatuh menatap gelap yang ada. Entah mengapa kata tolong tak keluar dari tadi dari bibir mungil Glory.
Semua wajah perampok terlihat gelap ditengah malam ini..
“Udah udah... cabut jangan sampai meninggalkan jejak. Kita pergi, kita udah dapat apa yang kita butuh.” Srak.
Glory tertegun merasakan pisau dibahunya ditarik paksa bagai nyawanya yang dicabut paksa. Glory meringis menangis memegang bahunya. Rasanya darah menguar di kepala semakin meregang pening dikepala. Suara gasak grusuk mereka sudah pergi meninggalkan Glory yang bahkan tak bersuara menikmati rasa pacuan antara jantung, darah dan sakit yang ada.
“YaTuhan.” Gumam Lirih pelan memegang dadanya. Glory mencoba berteriak tapi terlalu sakit, ia pasrah menidurkan diri merasakan sakit menderah.
Tringg...
HPnya berbunyi. Glory membuka mata mencoba menggapai HP miliknya, menekan tombol angkat dengan gemetar. Glory tak memiliki tenaga hanya untuk menatap siapa yang menelpon. " Tolo--" Bisikan Glory yang samar-samar terpotong ucapan dari seberang.
“Haloo.. ngapain loe nelpon gue malem-malem gini? Gue nggak pulang malam ini, gue nginap dirumahnya Dava soalnya Aruna kecelakaan tadi jadi gue mau jagain dia.. Loe sendirian aja yah di rumah malam ini...!!!!!!” Ujaran diseberang terdengar ditelinga Glory.
Glory membasahinya bibir bawahnya. Merasa darah kembali berdesir merasakan dada yang merasakan sakit tambah mendera. " Tolo-- Ng..." Belum selesai Glory berucap telepon sudah mati semakin meneyekat tenggorokan Glory.
Suara Aksa yang langsung mematikan HPnya seusai mengatakan itu.
Glory merasakan nyeri lebih nyeri dari tusukan yang diterima. Glory menangis dalam rasa sakit yang ada, rasa sakit yang lebih mendominan.
Glory terkekeh salam genangan darah. " Hehe Aruna lebih penting yah bang..." Bisik Glory samar memukul dada yang terasa sesak. Rasanya sangat sakit membuat ia menangis salam diam ditengah kesakitan yang ia rasakan, perih menjalar di uluhati miliknya...
angkasa lebih mementingkan orang lain bahkan tanpa mendengar apa yang ia inginkan. Ia hanya ingin minta tolong tapi kenapa sudah sekali?
Glory mencoba bangkit tapi ia terlalu lemah sampai ia pingsan...... ayah setidak nya ini lebih baik karena ia tak merasakan sakit lebih parah dari ini...
.
.
__ADS_1
.
Haiii.... jangan lupa tinggalkan jejak yah!