
"sekarang semua tergantung loe mudahan loe gak gugup deh" kata damar dalam hatinya
Saat tania sampai di perpus tania sudah di perhatikan oleh seseorang siapa lagi kalau bukan rangga,rangga mencoba mencuri perhatian tania dengan cara mencoba mencari buku agar terlihat kebetulan
"tania kamu lagi nyari buku juga" rangga mencoba bertanya duluan
"iya lagi cari buku biologi" kata tania sambil menundukan kepalanya
"nih buku biologi ada di depan gue sebentar gue ambilin" kata rangga sambil meraih sebuah buku dan memberikannya pada tania.
setalah mendapatkan buku yang di cari tania langsung pergi tapi tangannya di pegang oleh rangga dan membuat tania terkejut
"apa yang kamu lakukan" tania sedikit berterik kearah rangga
"diam jangan berisik" kata petugas perpus
"maaf maaf" rangga meminta maaf karena menimbulkan kebisingan
"duduk dulu sebentar ada yang mau gue omongin" rangga menarik tangan tania agar mengikutinya
__ADS_1
"ok tapi lepasin dulu tangan gue sakit" tania mencoba melepaskan tangannya padahal di dalam hatinya dia merasa senang
"ok ok maaf" rangga melepaskan tangan tania sambil mengangkat tangannya ke udara
"sebenarnya gue mau minta maaf sama loe soal kejadian tadi pagi" rangga tanpa basa basi
"kan gue gak kenapa napa ngapain minta maaf" tania menjelaskan kalau dirinya baik baik saja
"gue tau loe gak kenapa napa tapi gue merasa bersalah jadi gue minta maaf" rangga meminta maaf lagi karena dia gugup gak tau harus bilang apa lagi
"ya udah gue maafin sekarang gue udah boleh pergi" kata tania mencoba melarikan diri dari situasi yang canggung yang membuat hatinya semakin tak karuan
"ada apa lagi" kata tania sambil menundukan kepalanya karena malu bila wajahnya terlihat oleh doni yang sudah bersemu merah
"gue mau meneraktir loe makan sebagai permintaan maaf gue,apa loe bisa ?" kata rangga sambil mencoba melihat ekspresi tanua
DEG tania serasa mau berteriak sambil memeluk doni dan menjawab tentu saja gue mau tapi pikiran tania masih waras dan mencoba untuk tetap tenang mendengar ucapan doni
"ya udah boleh kapan ?" kata tania yang mencoba untuk tenang
__ADS_1
"nanti aja pulang sekolah sekalin belajar di kafe dekat sekolah,gimana ?" kata rangga
"tapi kafe itu termasuk kafe kalangan atas,maaf bukannya merendahkan loe tapi" sebelum tania menyelesaikan bicaranya rangga sudah mengacungkan sebuah voucher
"gue punya ini lumayankan dari pada gak di manfaatin" kata rangga yang membuat tania curiga dari mana voucher itu
"loe dapat voucher itu dari mana ?" kata tania sambil melihat doni yang penuh dengan kecurigaan
"aduh gue harus jawab apa" rangga bingung
"nanti aja gue jelasinnya sambil makan" akhirnya rangga menjawab seperti itu agar dia bisa memikiran jawabannya dan bisa bertanya pada damar
"kayanya kita kelamaan ngobrol gimana kalau kita bareng ke kelas" kata rangga sambil melirik tania
"boleh lagian mungkin reva sama lisa udah ke kelas" tania mencoba memalingkan wajahnya ke segala arah
merekapun berjalan bersama sampai di kelas tania terus mengomel dalam hatinya "ya ampun akhirnya gue mau makan bareng sama doni gue mimpi apa coba semalam,gue mau kencan sama doni" tiba tiba tania kepikiran soal voucher yang di miliki doni
"jangan jangan voucher itu dari rangga apa mungkin mereka juga berteman terus rangga cerita sama doni soal perasaan gue" tania semakin panik akan pikirannya
__ADS_1