
Sebelum Rangga sampai di kantor Diana sudah berada di ruangannya untuk mempelajari kembali tugasnya hari ini banyak karyawan kantor yang bertanya kepada nya maklum karyawan baru jadi ada juga yang mengajak berkenalan salah satunya karyawan keuangan yang bernama Surya
tapi karena tidak ingin di cap karyawan baru yang tidak disiplin Diana tidak bisa lama lama mengobrol dengan Surya karena takut bosnya sudah ada terlebih dulu di dalam ruangannya
saat sampai di lantai khusus direktur Diana sangat lega karena bosnya Belem sampai di kantor
"ok semangat Diana anggap saja kalau Lo baru bertemu bos Lo sekarang dan lupakan semua sikap menyebalkan nya pada Lo ayo semangat" Diana mengepalkan tangannya seolah dirinya penuh dengan semangat hari ini
Setelah cukup lama menunggu bos nya datang akhirnya Rangga sampai ke ruangannya
"Lo masuk keruangan gue" ucap Rangga sambil melangkah ke dalam ruangan nya
"pagi pagi udah dapat bentakan saja aduh mana nih semangat gue pagi tadi ayo demi gaji besar" Diana menepuk-nepuk kedua pipinya
Diana pun masuk ke dalam sambil menyerahkan berkas yang akan di bahas hari ini di ruangan meeting
"pak ini berkas yang harus bapa pelajari hari ini dan yang sebelah sini adalah berkas yang perlu bapak tandatangani" ucap Diana meletakan semua berkas ke atas meja bosnya
"iya makasih sekarang kamu boleh keluar" ucapnya tanpa melihat ke arah Diana
__ADS_1
tapi sebelum Diana keluar tiba tiba Rangga mengingat soal acara perjodohannya dengan Acha dan itu masih membuat Rangga bingung
"Diana kembali ke sini ada yang mau gue omongin" Rangga melihat ke arah Diana yang hendak membuka pintu
"apa apaan sih tadi saat masuk bilangnya Lo saat memberikan berkas kamu dan sekarang Lo lagi gue bener bener gak ngerti cara bicaranya" gumam Diana dalam hatinya
"eh malah bengong sini gue mau ngomong" teriak Rangga
untung ruangan Rangga kedap suara di tambah ini ruangan khusus jadi tidak akan ada yang mendengar teriakan Rangga
"maaf pak iya apa yang ingin bapak bicarakan ?" tanya Diana sangat formal karena sesebal apapun Diana tidak bisa melawan
mendengar perkataan itu Diana langsung merubah sikapnya dan kembali seperti biasanya kalau dirinya sedang bertemu Rangga di jalan
Diana duduk di kursi depan Rangga dan menyilang kan kakinya seperti orang yang tidak memiliki sopan santun
"wah Lo benar benar cepat merubah sikap ya" Rangga benar benar kaget dengan perubahan sikap Diana yang sangat cepat
"oh ayolah apa yang mau Lo bicarakan cepat gue masih banyak pekerjaan" ucap Diana yang tidak mau membuang buang waktu
__ADS_1
"ok ok begini tapi Lo jangan ketawa kalau gue udah cerita nanti"
Diana hanya mengacungkan ibu jarinya pertanda setuju
"begini orang tua gue meminta gue menerima perjodohan yang sudah di tentukan untuk gue nah masalahnya gue gak suka sama perempuan yang jadi pilihan ortu gue jadi menurut Lo gue harus bagaimana ?" tanya Rangga
"kalau gue jadi Lo gue akan bilang langsung kalau gue gak suka udah beres"
"yah kalau itu gue juga udah bilang tapi kata bokap gue alasan itu kurang cukup untuk membatalkan perjodohan ini ortu gue malah nyuruh cari pacar baru" Rangga menekuk wajahnya karena merasa sudah tidak ada cara lain
"cari pacar baru emang Lo jomblo ?" tanya Diana tidak percaya seorang Rangga ternyata memiliki status jomblo
"emang kenapa kalau gue jomblo masalah buat lo" Rangga sedikit menaikkan nada suaranya
"buat gue sih gak masalah tapi buat lo jadi masalah sudah lah lupakan masalah jomblo kalau gitu hanya ada satu cara lagi" ucap Diana melihat ke arah Rangga
"apa ?" tanya Rangga penuh harap
"cari pacar sewaan gue yakin banyak cewek yang mau sama lo" ucap Diana penuh keyakinan
__ADS_1
Setelah saran dari Diana Rangga jadi berpikir soal pacar sewaan siapa yang bisa menjadi pacar sewaan untuknya