Tuan Muda Mencari Pacar

Tuan Muda Mencari Pacar
perjalanan cinta tuan muda bab 35


__ADS_3

Melihat sepupunya terus melamun membuat rangga merasa kasihan dia tidak tau harus bagaimana karena dia minim pengalaman kalau soal hubungan dia hanya bisa melihat tanpa bisa menghiburnya. Rangga pun akhirnya hanya mendiamkan rena dan hanya sesekali melihat ke arah rena.


Sesampainya di rumah rena langsung masuk ke kamar dengan hati yang begitu sakit kalau saja dia tidak malu rena sudah menangis di hadapan rangga tapi karena malu rena hanya bisa bersikap tegar dan menunjukkan kalau dirinya kuat.


Rangga pun membiarkan sepupunya itu untuk menangis di kamar rangga tau kalau sekarang sepupunya itu pasti sakit hati dengan perlakukan damar padanya rangga dapat melihat rena sedang menguatkan dirinya tadi saat di mobil.


...----------------...


Sedangkan damar merasa tidak enak hati pada rena dia harus meminta maaf pada rena sepulang dari mengantar elsa dia tidak ingin rena salah paham dan malah membuat hubungan mereka berakhir. Damar harus bisa membuat rena mengerti apa yang terjadi hari ini


"sayang apa mau disuapin dari tadi kamu tidak makan apa tidak enak" tanya elsa sambil menggenggam tangan damar


"enak kok ini aku makan" damar langsung memakan makanan yang tadi dia pesan.


Melihat kegelisahan damar elsa sebenarnya tau apa yang bisa membuat damar gelisah tapi elsa tidak ingin memikirkan itu yang penting baginya damar ada di sampingnya itu saja sudah cukup dan malahan dia akan membuat damar menjadi miliknya selamanya.


Selesai makan elsa meminta damar untuk mengantar ke apartemennya dia tidak ingin pulang ke rumah.


Sesampainya di apartemen elsa menyuruh damar untuk masuk terlebih dahulu


"masuklah di sini tidak ada siapapun kok aku tinggal sendiri" ucap elsa sambil menggoda damar

__ADS_1


"tidak perlu aku akan langsung pulang" tolak damar.


Damar pun pergi meninggalkan elsa karena ingin cepat bertemu dengan rena tapi saat menuju lift tiba tiba tengkuk damar di pukul dari belakang dan menyebabkan damar pingsan.


Damar pun di bawa ke apartemen elsa dan menidurkannya di ranjang


"sayang aku hanya akan memberikan tes untuk pacar mu itu kalau dia dapat percaya padamu dan cintanya melebihi aku, aku akan pergi dari hidup mu tapi kalau pacar kamu sama seperti perempuan gatel itu yang hanya pura pura mencintai kamu aku akan menghilangkan pacar kamu seperti reva" ucap elsa sambil membuka kancing baju damar dan juga membuka celana damar. Dan elsa sendiri langsung menyuruh anak buah papahnya untuk pergi dia ingin menikmati berdua malam ini bersama dengan damar.


Setelah malam hari rangga ataupun rena sama sekali tidak mendapat kabar dari damar dan itu membuat rena khawatir


"rangga apa damar sudah memberi kabar pada mu" tanya rena


"belum mungkin dia langsung pulang" jawab rangga


Melihat rena yang semakin galau membuat rangga menjadi emosi padahal rangga jarang sekali emosi pada orang terdekatnya apalagi ini damar yang sudah tau bagaimana sikap sahabatnya ini


"apa damar masih bersama dengan elsa" dugaan rangga malah membuat rena semakin khawatir apalagi setelah tau bagaimana sikap elsa pada reva


"apa kamu tah rumah elsa" tanya rena


rangga menggeleng karena memang tidak tau

__ADS_1


"sudahlah sebaiknya kamu tidur besok kamu harus kuliah ingat sekarang kamu sedang mengerjakan skripsi aku yakin damar pasti baik baik saja elsa tidak mungkin menyakiti orang yang dia cintai" ucap rangga.


Rena pun masuk ke kamar walaupun sebenarnya dia tidak mungkin bisa tidur sebelum mendapat kabar dari damar.


Rangga terus menelpon damar sampai akhirnya damar mengangkat telpon


"halo rangga lama tidak ketemu apa kabar ?" elsa lah yang mengangkat telpon rangga


"elsa dimana damar ?" rangga malah kembali bertanya


"oh dia sedang tidur ternyata saat tidur juga dia masih terlihat tampan" jawab elsa.


Mendengar jawaban elsa membuat rangga semakin emosi


"kamu apakan damar elsa" rangga sedikit berteriak.


Tentu saja teriakan rangga terdengar oleh rena dia langsung menghampiri rangga yang sedang menelpon


"rangga damar kenapa ?" tanya rena yang khawatir akan keadaan damar.


Rangga langsung menutup telpon karena tidak ingin rena salah paham

__ADS_1


"tidak kenapa napa bukannya tadi kamu sudah akan tidur tadi damar bilang kalau dia tidak bisa menelpon mu hari ini soalnya dia akan mulai bekerja di perusahaan papahnya jadi sekarang papahnya menyuruh damar untuk membaca semua berkas perusahaan" bohong rangga agar rena tidak terlalu memikirkan damar


"oh kalau memang seperti itu aku akan kembali ke kamar" rena tau kalau sebenarnya rangga tengah berbohong tapi rangga berbohong pasti untuk kebaikannya jadi rena tidak kembali bertanya dia langsung kembali ke kamar dan menelpon acha


__ADS_2