Tuan Muda Mencari Pacar

Tuan Muda Mencari Pacar
perjalanan cinta tuan muda bab 31


__ADS_3

Tidak terasa waktu terus berjalan tiga tahun sudah berlalu dari saat terakhir mereka melakukan liburan dari pulau dewata damar memberikan oleh oleh untuk ke dua orang tuanya yaitu sebuah baju tidur yang terbuat dari kain tradisional yang khusus di pesan oleh damar jauh jauh hari. Sedangkan yang lain kebanyakan membawa oleh oleh makanan ringan khas pulau dewata. Tidak ada yang berubah selama tiga tahun yang berbeda hanya lisa yang sekarang sudah belajar di luar kota.


Rangga masih setia dengan sendirinya dan lebih fokus pada pekerjaan karena perusahaannya semakin besar dan sudah mendirikan banyak cabang di setiap kota dan itu membuat rangga semakin sibuk sedangkan damar dan rena masih tetap bersama hanya sudah satu tahun elsa sudah tidak menghubungi damar dan itu membuat damar merasa lebih tenang. Sedangkan dani sudah mulai mengambil alih perusahaan milik orang tuanya dan masih gencar mendekati acha.


Acha sendiri masih terus mengambil hati rangga walaupun dia tau kalau selama ini rangga hanya menganggapnya sebagai adik.


Hari ini acha pergi ke perusahaan rangga untuk mengantar makan siang dan menelpon kakaknya untuk mencari tau jadwal rangga hari ini karena takut rangga sedang tidak ada di ruangannya


"halo kak, kak rangga ada di kantor kan acha mau ke sana mau ngasih bekal makan siang" ucap acha


"ada emangnya kamu tidak kuliah" ucap damar


"tidak" acha langsung menutup telpon setelah tau kalau rangga ada di kantor


"semangat acha buat kak rangga terkesan dengan kegigihan kamu" acha menyemangati dirinya sendiri.


Sebenarnya pak airlangga sudah mencoba untuk membantu anaknya itu untuk mendapatkan rangga dengan cara menjodohkannya tapi acha tetap bersikeras untuk mendapatkan rangga dengan caranya sendiri dan itu membuat pak airlangga membiarkan agar anaknya dapat terus berjuang dengan apa yang dia inginkan.


Acha akhirnya sampai di kantor rangga semua karyawan sudah tau siapa itu acha jadi tidak ada yang menghentikannya. Acha adik kesayangan damar orang kepercayaan CEO sekaligus anak dari airlangga grup siapa yang berani menghentikannya.


Saat akan sampai di ruangan rangga acha bertemu dengan kakaknya

__ADS_1


"kak rangga ada di dalam kan ?" ucap acha bertanya pada kakaknya damar


"iya ada masuk saja tapi jangan di ganggu sepertinya dia sedang banyak kerjaan banyak berkas di mejanya jadi bekalnya kamu simpan saja di meja biar nanti kakak yang bilang sama rangga" ucap damar memberi tahu


"tidak mau aku ingin memberikannya sendiri" ucap acha karena selama ini rangga selalu baik padanya.


Dia pun masuk ke dalam ruangan rangga dan benar saja rangga sedang berkutat dengan banyaknya berkas di meja kerjanya


"kak jangan kerja terus harus ingat makan biar tidak sakit" acha mencoba memberikan perhatiannya


"iya simpan saja di meja" ucap rangga masih fokus dengan berkas yang di pegang nya


"kakak kalau tidak di makan sekarang nanti makanannya dingin loh" acha masih ingin membuat rangga makan masakannya, acha pun berjalan ke arah meja kerja rangga sambil membawa makanan yang memang sudah di siapkan oleh acha tapi karena tidak hati hati makanan itu tumpah ke berkas yang ada di meja rangga


"maaf kak acha tidak sengaja" acha merasa bersalah karena perbuatannya.


Rangga kemudian menelpon jajarannya untuk membuat kembali berkas yang sempat di kirim padanya.


Karena mendengar keributan damar masuk ke ruangan rangga apalagi mendengar rangga meminta kembali berkas yang sudah di berikan padanya membuat perasaan damar menjadi tidak enak


"acha sebaiknya kamu pulang biar di sini kakak yang bereskan" ucap damar dan berharap acha mendengarkan ucapannya kali ini.

__ADS_1


Dan sepertinya acha mendengarkan kakaknya untuk saat ini dan tidak keras kepala seperti biasanya


"maaf kak acha benar benar tidak sengaja kalau begitu acha pamit" acha pun keluar dari ruangan karena takut membuat kakaknya damar juga ikutan marah


"maafkan adik ku acha sering di manja jadi dia sedikit keras kepala" damar membantu membereskan kekacauan yang di sebabkan oleh adiknya


"iya tidak apa apa tapi sebaiknya kalau bisa kamu suruh acha untuk tidak terus ke sini bagaimanapun aku tidak bisa menerima perhatiannya" rangga sebenarnya sudah tau akan perasaan acha padanya tapi rangga sama sekali tidak ada rasa pada acha karena selama ini acha selalu di anggap adik oleh rangga dan perasaan itu tidak bisa di rubah


"kalau itu aku tidak bisa acha sangat ingin dekat dengan lo dan aku tidak bisa menghentikan keinginannya maaf banget" ucap damar


"ya sudah lah" ucap rangga pasrah bagaimanapun sahabatnya itu tidak mungkin memilih antara dirinya dan adiknya dalam hal memihak


"sebaiknya kamu makan dulu bekal dari acha masih ada lumayan buat ganjal perut, lagian berkasnya kan sudah sulit di baca" ucap damar.


Akhirnya rangga memakan makanan yang di bawa oleh acha sambil sesekali merasa bersalah karena sudah membentak acha


"damar bilangin sama acha maaf karena tadi sempat membentaknya" rangga benar benar merasa bersalah


"iya nanti aku bilangin" ucap damar.


Beberapa menit kemudian semua berkas yang sempat kotor sudah terganti oleh yang baru karena semua datanya masih ada dan tinggal di copy ulang. Rangga kembali mengerjakan tugasnya begitu juga dengan damar yang kembali bekerja.

__ADS_1


Selama tiga tahun ini rangga sama sekali belum bisa melupakan sosok tania, tania masih selalu ada dalam hatinya bahkan fotonya masih selalu di pajang di meja kerjanya dan foto tania lah yang selalu membuat diri rangga semangat dalam bekerja selama ini


__ADS_2