Tuan Muda Mencari Pacar

Tuan Muda Mencari Pacar
perjalanan cinta tuan muda bab 53


__ADS_3

setelah tadi pagi di jemput mendadak oleh Rangga membuat Diana merasa malu apalagi saat dirinya mengingat kata-kata yang di ucapkan oleh Rangga tadi pagi "gue kan lagi jemput calon pacar" membuat Diana harus ekstra menenangkan hatinya yang terus dag-dig-dug apalagi mulai hari ini meja kerjanya sudah di pindah tempatkan menjadi satu ruangan dengan Rangga


dan saat ini Rangga sedang memperhatikan Diana di balik meja kerjanya karena sudah tidak kuat menahan malu dan sedikit risih juga akhirnya Diana mencoba melihat ke arah rangga


"pak Rangga apa ada yang bisa saya bantu ?" tanya Diana


Rangga hanya menggeleng sambil tersenyum ke arah Diana


"terus kenapa dari tadi saya perhatikan pak Rangga terus melihat ke arah saya ?" tanya Diana kembali


"kamu cantik" jawab Rangga enteng


mendengar jawaban Rangga membuat wajah Diana bersemu merah dan perubahan wajahnya terlihat jelas oleh Rangga


"cie ada yang grogi nih ceritanya" ledek Rangga sambil menghampiri Diana


mendengar ledekan Rangga membuat Diana sedikit kesal


"siapa yang grogi lagian ngapain sih bapak kesini bukannya tadi bapak bilang tidak ada yang bisa saya bantu ?" tanya Diana yang sudah sedikit memundurkan kursi kerjanya karena melihat Rangga yang semakin dekat dengan dirinya


"kita ada janji hari ini apa kamu lupa" Rangga berbisik di telinga Diana setelah dirinya dekat dengan Diana


Diana dapat merasakan nafas Rangga yang menerpa kulit lehernya seketika rasa panas kembali menyerang tubuh Diana dan membuat Diana gugup


"bi...bi..bisa bapak sedikit jauh" gugup Diana sambil memegang sisi lehernya yang tadi sempat merasakan nafas dari Rangga


"kenapa gugup gitu ya ampun wajah kamu lihat kembali memerah" ledek Rangga kembali sambil berjalan untuk meninggalkan ruangan


merasa Diana masih diam di tempat Rangga melihat ke arah belakang dan melihat Diana sedang bergumam tidak jelas di balik meja kerjanya


"kenapa masih diam ayo kita pergi bukannya kita ada janji dengan acha" Rangga masih setia menunggu Diana di balik pintu


Diana akhirnya berdiri dan menyusul Rangga.


Saat sudah masuk ke dalam mobil milik Rangga Diana yang dari tadi diam sambil memperhatikan Rangga akhirnya mulai berani bertanya


"Lo itu sebenarnya beneran gak sih soal ucapan Lo yang kemarin malam" tanya Diana akhirnya karena sikap Rangga masih sama menyebalkan seperti biasanya

__ADS_1


mendengar pertanyaan Diana Rangga yang sedang memasang seatbelt mobil melirik ke arah Diana matanya menatap seatbelt milik Diana yang belum terpasang Rangga kemudian berinisiatif untuk memasangkannya


selesai memasang seatbelt Rangga melihat ke arah wajah Diana dia menyentuh sekilas pipi Diana sambil tersenyum ke arah Diana


Diana yang merasa mendapat perhatian lebih dari Rangga merasa senang dia sedikit tersenyum tapi saat mengingat kalau pertanyaannya belum di jawab oleh Rangga membuat Diana kembali cuek ke arah Rangga dan mengerucutkan bibirnya sebal


Rangga kemudian melajukan mobilnya untuk pergi ke tempat dimana dirinya sudah berjanji untuk bertemu dengan Acha.


Sesampainya di tempat Rangga melihat motor Dani Rangga tidak tau kalau Dani sudah pulang dari liburan bersama keluarganya tapi yang menjadi pertanyaan rangga sedang apa Dani di sini


saat masuk ke dalam kafe Rangga melihat Dani yang sedang mengobrol dengan Acha dia langsung menghampiri Dani dan Acha bersama dengan Diana


Rangga menarik salah satu kursi untuk di duduki oleh Diana dan Rangga juga ikut duduk di samping Diana


"kapan balik ?" tanya Rangga


"kemarin malam" jawab Dani sambil melirik ke arah Diana dan kemudian melihat ke arah Rangga sambil menaikkan satu alisnya tanda bertanya siapa perempuan yang kamu bawa


Rangga yang mengerti maksud Dani langsung menjawab


"kenalin Diana dia pacar gue" ucap Rangga sambil merangkul pundak Diana posesif


"aku gak suka ya lihat kamu memegang tangan cowok lain" ucap Rangga sambil memegang tangan Diana


Diana yang mendengar ucapan itu malah bengong dan dalam pikirannya berucap siapa Lo larang larang gue


tapi sepertinya tubuhnya berkata lain karena tangan yang di pegang oleh Rangga lebih menurut dengan ucapan Rangga


"dia Dani" ucap Rangga sambil menunjuk ke arah Dani


melihat temannya sudah punya pacar baru Dani merasa senang karena akhirnya Rangga mau keluar dari bayang-bayang masa lalu nya


"kak Rangga boleh Acha bicara berdua dengan kak Diana ?" tanya Acha


Rangga sebenarnya merasa keberatan,tapi melihat Diana yang malah mengusirnya akhirnya Rangga pergi bersama dengan Dani dengan berat hati.


"kak Acha merasa senang melihat kak Rangga bisa tersenyum kembali tapi Acha juga merasa sedih karena bukan Acha yang bisa mengembalikan senyum itu" ungkap Acha pada Diana

__ADS_1


mendengar ungkapan Acha Diana sedikit bingung karena pertama kali dirinya bertemu dengan Rangga sepertinya senyuman yang menyebalkan itu sudah Diana lihat tapi kenapa Acha bilang kalau dia baru melihat senyum Rangga kembali


tapi karena tidak ingin menyela Diana mencoba untuk mendengarkan


"setelah kepergian kak Tania kak Rangga selalu terlihat sedih walaupun di luar dia selalu tersenyum tapi Acha tau dalam hati nya kosong kak Rangga sangat kehilangan sampai dirinya tidak bisa melepaskan kepergian kak Tania hah.." Acha sedikit menghela nafas berat


"walaupun aku mencoba untuk mengisi hatinya tapi tetap saja aku tidak bisa masuk ke dalam hatinya lebih tepatnya kak Rangga menutup hatinya untuk orang lain" Acha meminum sedikit minumannya


"dulu sahabat kak Tania juga pernah mencoba untuk mengambil hati kak Rangga tapi tetap saja tidak bisa sampai akhirnya dia menyerah dan pergi"


Acha kemudian melihat ke arah Diana sambil sedikit tersenyum


"tapi lihat sekarang kak Rangga sangat menjaga kak Diana sampai-sampai tidak ada yang boleh menyentuh kak Diana aku jadi iri" Acha mengerucutkan bibirnya karena merasa kesal


"kakak pokoknya harus janji pada ku jangan pergi meninggalkan kak Rangga karena sepertinya kak Rangga sangat mencintai kak Diana" Acha menggenggam tangan Diana


karena merasa Acha sudah selesai berbicara Diana akhirnya buka suara untuk menyangkal ucapan Acha


"Rangga sangat mencintai kakak masa sih yang kakak tau Rangga itu sedikit menyebalkan saat Rangga menembak kakak tidak ada tuh kata kata romantis keluar dari mulutnya dan tadi pagi juga malah terus meledek kakak kan nyebelin" curhat Diana


Acha hanya bisa tertawa mendengar curhatan dari Diana walaupun dalam hatinya ada rasa cemburu tapi melihat bagaimana Rangga menjaga Diana Acha sudah tau kalau dirinya harus mundur


"jadi kak Rangga sudah nembak kakak itu bagus dong jadi kakak tidak perlu pura-pura pacaran lagi dengan kak Rangga di depan om Danu dan Tante Sindi" ungkap Acha merasa senang


"iya....eh tunggu kamu kok.." ucapan Diana sedikit terpotong karena Diana tidak tau harus berbicara apa


"Acha tau kok kalau kalian itu cuma pacaran bohongan malah om sama Tante juga tau soal ini" ungkap Acha


dan ungkapan itu membuat Diana bingung jadi apa dia sedang di kerjain oleh Rangga atau bagaimana Diana jadi marah terhadap perbuatan yang di lakukan oleh Rangga


Acha sedikit mendekatkan wajahnya ke arah Diana dan sedikit berbisik di telinga Diana


"walaupun kak Diana ingin pergi sekarang sudah tidak bisa" bisik Acha dan kembali duduk seperti biasa karena melihat kedatangan Dani dan juga Rangga


"kalian sudah bicaranya" ucap Rangga yang duduk di samping Diana sambil mengelus rambut Diana dan tersenyum ke arah Diana


"udah kak dan Acha juga sudah bilang kalau perjodohan kita tidak jadi alias batal aku pergi ya kak"

__ADS_1


setelah itu Acha langsung keluar dari kafe bersama dengan Dani


"gue juga pulang have fun" Dani menepuk pundak Rangga dan pergi menyusul acha


__ADS_2