
Malam hari pun tiba sesuai rencana reva bermaksud untuk mengajak rangga untuk jalan jalan tapi rangga tidak kunjung keluar dari kamar karena sudah merasa bosan akhirnya reva memutuskan untuk jalan jalan bersama dengan lisa dan damar
"lisa rangga tidak kunjung keluar bagaimana kalau kita pergi bertiga saja nanti kita beli sesuatu saja untuk rangga, kamu mau kan ikut bareng kita ?" reva melihat ke arah damar
"tidak aku akan tetap di sini kalian saja yang pergi" damar malas kalau harus pergi bareng dengan reva
"ayolah kita ini cewek loh masa kamu tega membiarkan kita berdua jalan jalan berdua kan bahaya" reva kembali menyerang kelemahan damar
"sebaiknya kamu temani mereka berdua om yakin rangga juga pasti ngerti lagian bahaya kalau mereka di biarkan berdua" ayah tania mencoba membantu sahabat tania berbicara
"baiklah ayo, kalau begitu kami pamit keluar dulu om" damar mengambil kunci mobil dan keluar di susul oleh reva dan lisa.
Sedangkan rangga baru saja bangun dari tidurnya
"aduh jam berapa sih sekarang ?" rangga memegang kepalanya karena merasa pusing
"ya ampun sudah jam 8 malam gak kerasa" rangga kembali melihat foto tania "malam sayang" rangga mencium foto tania
Rangga keluar dari kamar bermaksud untuk mencari damar
__ADS_1
"kamu sudah bangun ayolah makan malam dulu" ayah tania melihat ke arah rangga dia bisa melihat mata sembab milik rangga
"anakku benar benar beruntung di cintai sebesar itu oleh seorang pria"
Rangga turun dan menghampiri ayah tania
"om kok sepi bukannya reva dan lisa akan menyusul ke sini ?" rangga mencari keberadaan damar, reva dan lisa
"oh mereka sedang mencari angin malam tadinya mereka ingin mengajak mu tapi kamu tidak kunjung keluar dari kamar, kalau tidak mau makan sini duduk di samping om, om mau menunjukan sesuatu ?" ayah tania berdiri dan mengambil album foto
Rangga langsung pindah duduk dan sekarang sedang duduk di samping ayah tania
Melihat kenangan masa kecil tania rangga kembali bersedih tapi dia tidak ingin melihat ayah tania bersedih jadi dia mencoba untuk tetap tegar
"apakah dari kecil tania sudah suka menggambar" rangga menunjuk satu foto tania yang sedang menggambar
"iya dari dulu tania bercita cita menjadi fashion designer makannya dia mengambil jurusan design tapi ya karena penyakitnya pelajaran sedikit tertunda tapi mungkin karena bakatnya akhirnya dia mampu membuat design pakaian dan hasilnya di lihat oleh salah satu designer terkemuka di negara ini makannya kemarin ayah menyuruh tania untuk pulang cepat untuk memberitahukan berita gembira ini tapi sekarang hiks hiks hiks" ayah tania kembali menangis dia merasa bersalah pada dirinya sendiri
"om ini semua bukan salah om ini semua salah rangga kalau saja rangga dapat tegas pada tania agar tidak ikut" rangga juga merasa bersalah karena dia merasa turut adil dalam kepergian tania
__ADS_1
Ayah tania mencoba untuk kembali bersikap tenang dia tidak ingin membuat rangga semakin bersedih karena kepergian tania
"rangga sebaiknya kamu segera makan om mau ke kamar dulu" ayah tania langsung beranjak dan pergi ke kamar
Rangga yang tidak nafsu makan pun memilih kembali ke kamar tania
...----------------...
Sedangkan reva dan lisa sedang menikmati jalan jalan mereka reva terus menempel pada damar, damar yang memang terpaksa pergi merasa malas
"kalau sudah belanjanya kita langsung pulang" damar melepaskan pegangan reva
"damar ayolah kita baru saja sampai di pusat perbelanjaan masa sudah ingin pulang" reva kembali bersikap manja pada damar yang membuat damar semakin malas tapi saat akan berbalik dan kembali ke mobil damar melihat pakaian yang menurutnya sangat cocok untuk rena
"baiklah kamu beli apa yang kamu mau aku ke toilet sebenar" damar langsung melepaskan tangan reva dan langsung berlari ke arah yang berlawanan dengan reva
"apa apaan sih damar ini sepertinya tidak mau banget di pegang oleh ku" reva merasa kesal pada sikap damar
"hey ayolah kamu itu sudah jadi mantan jadi wajar saja kalau damar risih sama lo udah ayo kita beli oleh oleh dulu gue juga gak mau lama lama di sini gue pengen menghibur rangga" lisa pergi meninggalkan reva
__ADS_1
"ah kenapa jadi berpencar gini" reva pun pergi menuju toko pakaian yang memang sudah di incar olehnya