
Akhirnya pak roni menghubungi sekertaris pak alex
"maaf saya roni CEO perusahaan ingin bertemu dengan pak alex tolong suruh dia untuk datang ke ruangannya"
Tidak lama pak alex datang bersama dengan sekertaris nya
"silahkan duduk om rangga ingin mengobrol dengan om"
pak alex pun duduk dengan angkuhnya karena pak alex adalah sahabat dari papahnya.
Pak alex dan pak danu adalah sahabat karib perusahaan yang di bangun oleh pak danu juga adalah hasil dari kerja sama dengan pak alex tapi karena para pemegang saham sangat menyukai cara kerja pak danu akhirnya memutuskan yang menjadi CEO di perusahaan adalah pak danu bukan pak alex tapi karena masalah ini membuat persahabatan mereka jadi tidak sebaik dulu makannya saat mendengar pak alex melakukan korupsi pak danu mendapat serangan jantung karena bagaimanapun perusahaan yang berdiri sekarang adalah hasil keringat mereka berdua tapi pak alex dengan mudahnya merusak hasil kerja keras pak danu yang selama ini terus bekerja agar perusahaannya tetap berdiri sedangkan pak alex hanya tinggal menunggu hasilnya.
Pak danu terlahir dari keluarga biasa tapi pak alex berbeda dia adalah orang berada selama membangun perusahaan pak danu lah yang bekerja mati matian sedangkan pak alex hanya memberikan suntikan dana.
Rangga sebenarnya tidak tega kalau harus memenjarakan pak alex tapi melihat banyaknya nominal uang yang di ambil oleh pak alex rangga sudah tidak bisa diam saja
"om kenapa om tega menghancurkan hasil kerja papah apa om tidak merasa perbuatan om ini bisa membuat perusahaan bangkrut" rangga mencoba untuk tetap tenang
__ADS_1
"om hanya mengambil apa yang sudah menjadi hak om" pak alex sama sekali tidak merasa bersalah
"saya tau om yang sudah menyuntikan dana pertama untuk perusahaan ini tapi bukan berarti om bisa seenaknya tanpa papah perusahaan ini juga tidak akan jadi seperti sekarang" rangga sudah sedikit emosi
"rangga om hanya mengambil sesuatu yang memang awalnya milik om apa itu salah" pak alex masih berbicara dengan tenang seolah oleh semua ini bukan salahnya
"om rangga hanya meminta untuk om mengembalikan dana perusahaan kalau tidak rangga tidak segan segan untuk melaporkan om ke polisi" rangga kembali berbicara dengan normal karena di tenangkan oleh damar
"kenapa jadi bawa bawa polisi om kan sudah bilang om hanya mengambil hak om" pak alex sudah mulai terbawa emosi
Pak alex pun keluar bersama dengan sekertaris nya
"bagaimana bisa orang yang begitu dekat dengan kita bisa berbuat seperti ini" rangga kembali duduk sambil sedikit memijat kepalanya karena sudah merasa pusing
"rangga kita tidak pernah tau seperti apa hati seseorang kita hanya bisa percaya dan kalau kepercayaan itu sudah hilang semuanya tidak akan sama lagi seperti semula" pak roni memberikan sedikit wejangan untuk rangga dan juga damar
"sebaiknya kalian kembali ke rumah sakit biar urusan di sini om yang handle" pak roni menyuruh rangga dan damar untuk kembali karena menurutnya masalah yang sekarang sedang di hadapi oleh rangga dan damar sudah cukup biar sisanya dia yang menyelesaikan
__ADS_1
"baik lah om rangga dan damar kembali ke rumah sakit dulu"
Tapi belum juga rangga keluar dari ruangan pak roni sudah menyuruh rangga untuk berhenti
"rangga tunggu sebentar" pak roni menghentikan langkah rangga
"ada apa om bukannya tadi rangga sudah boleh kembali ya" rangga sebenarnya sudah tidak enak pikiran dari tadi dia merasa akan terjadi sesuatu dia ingin kembali menemui orang tuanya
"om dapat berita dari pihak bandara kalau pesawat yang di tumpangi oleh tania sudah hilang kontak"
Rangga yang mendengar berita itu kembali panik dan juga syok kenangan yang baru saja di alami tadi pagi kembali melintas di pikiran rangga bagaimana tania bersandar di tubuhnya untuk meminta ketenangan itu kembali melintas
Rangga yang sudah tidak kuat dengan masalah yang menimpanya hari ini sedikit meneteskan air matanya tapi rangga kembali kuat karena tania kembali melintas di pikirannya dan meminta pertolongan padanya
"om tolong hubungi pihak bandara kembali kalau mereka sudah mendapat berita terbaru tolong kasih kabar secepatnya"
Rangga bersiap kembali ke rumah sakit untuk melihat kondisi papahnya setelah itu baru mengurus masalah tania
__ADS_1